Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 22


__ADS_3

'Jadi Nona Nisa merupakan keturunan Hunter apa mungkin dia seseorang dalam perjanjian? Menginggat kembali saat dia bisa menembus kekai penghalang yang dibuat Master entah kenapa aku merasa semakin yakin akan pemikiran ini... jika apa yang kupikirkan ini benar maka pihak Senate maupun Hunter tak ada yang boleh mengetahuinya karna jika mereka tahu mungkin saja itu akan membahayakannya juga Master'


"Nona Nisa bisakah anda kembali kekamar anda kami semua harus membicarakan sesuatu disini" Haiden berbicara dengan sangat ramah seperti biasanya membuat heran semua orang yang mengenalnya kecuali teman-temannya dan Claudius juga Nisa tentunya.


"Tidak, Nisa akan tetap bersamaku" jawab Kent dingin tak mau lagi berpisah dengan adiknya.


"Kent, tidak.... apa yang dikatak Dokter Haiden benar pembicaraan mereka mungkin tak seharusnya di dengar Oleh Nisa kita harus menghormati privasi mereka" saran Garry menenangkan sang ponakan.


"Benar apa yang dikatakan paman Kak aku akan pergi kekamarku seperti yang di katakan Dokter Haiden" ujar Nisa setuju dengan apa yang dikatakan pamannya.


Kent tak diam tak memberi tangapan atas apa yang dikatakan paman dan adiknya tanda dia menyetujui apa yang mereka katakan meski dia tak meyukainya.


"Claudi aku masuk duluan" pamit Nisa pada Claudius.


"Ya"


"Kakak, paman aku masuk dulu jika urusan kalian sudah selesai nanti kita bisa bicara lagikan!?"


"Tentu/ ya"


Setelahnya Nisa segera masuk kembali kerumah Haiden seperti apa yang diminta Haiden.


"Jadi kita kembali kepembicaraan awal yang menjadi tujuan kalian semua datang kemari apa masih sama dengan orang-orang sebelumnya" kata Haiden kembali memulai setelah kepergian Nisa.


Sedangkan Claudius terlihat kembali berjalan ke gazebo mengambil tempat duduk di sana saat Haiden berbicara pada kedua kelompok berbeda itu.


"Ya kami datang atas perinta yang sama tapi kali ini kami akan membawa tuan Claudius apapun yang terjadi meski dengan cara memaksa sekalipun itulah yang diperintahkan Nona Yunifer pada Kami" ujar Roy serius tak ada keraguan sedikitpun dari ucapan pria itu.


Roy memang sudah veteran usiahnya bahkan bisa di bilang lebih tua dari Haiden dan teman-temanya mungkin umurnya seumuran dengan Claudius sendiri.


"Aku akan pergi menemuinya jadi kalian tak perlu datang lagi dan kalian bisa kembali terlebih dahulu" putus Claudius tenang.


"Tapi Master....


Claudius mengakat tanganya menghentikan protes yang akan di lontarkan Haiden.


"Ini adalah keputusanku aku tak tahu apa yang ingin dikatakan oleh ketua Senate saat ini tapi sepertinya aku memang harus pergi untuk mengetahui tujuanya sebenarnya" Kata Claudius tak mau di bantah.

__ADS_1


Mendengar keputas mutlak Claudius tak ada satupun pengikutnya yang berani membantah termasuk Haiden yang hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan pimpinannya.


"Baiklah jika itu jawaban anda kami akan kembali terlebih dulu untuk melaporkan jawaban anda pada pimpinan" ujar Roy.


"Kalau begitu kami pergi sekarang tuan Claudius" lanjut Roy.


"Ya"


Kelompok Roy segera meninggalkan kediaman Haiden seperti apa yang mereka katakan.


"Lalu bangaimana dengan kalian kelompok Hunter?" ujar Raisa memandang kelompok Hunter.


"Mereka juga akan pergi tapi aku dan keponakanku masih punya urusan disini jadi kami akan tetap tinggal disini untuk menyelesaikan masalah kami" ujar Garry menjawab pertanyaan Raisa.


Gerry mengiring teman-temanya untuk keluar dari rumah Haiden meninggalkan Kent yang masih di tempatnya.


"Kita masih harus mengawasi para bangsawan-bangsawan itu bukan? apa kau serius ingin tetap disini?" ujar salah satu dari mereka setelah keluar dari perkarangan rumah Haiden.


"Aku dan Kent harus tetap disini kalian sudah melihatnya bukan apa yang terjadi keponakanku yang selama ini kucari ada disini aku harus menyelesaikannya, soal para bangsawan aku bisa bukan meyerakanya pada kalian dan kelompok yang lain juga akan segera datang membantu nanti ha.. ha... ha... maaf menyerakan masalah ini pada kalian"


"Kau ini dasar tapi ya sudahlah kita pergi sekarang"


"Dasar ..... kau dan Kent berhutang pada kami ingat itu"


"Ha..ha.. baik.. baik.."


Setelahnya kelompok Garry yang tersisa tiga orang itu segera meninggalkan Garry mengejar kelompok Bangsawan tentunya mereka sebenarnya sudah di ikuti oleh kelompok Hunter lainnya yang datang menyusul sebelumnya.


Garry juga kembali masuk untuk menemui Kent dan membahas soal Nisa pada Claudius dan para pengikutnya.


Kembali ketempat di mana Kent, Claudius dan para pengikutnya.


"Aku akan membawah Nisa bersama kami"


"Tidak bisa" Claudius menjawab dengan tenang.


"Ck, memang kau siapa Aku tak perlu ijin darimu untuk membawa adikku pulang bersamaku" sungut Kent.

__ADS_1


"Meski kau kakaknya kau tak bisa seenaknya membawa nona Nisa pergi bersamamu" Haiden membantu sang tuan.


"Sebelum membahas lebih lanjut sebaiknya kita masuk kerumah lebih dulu karna ada hal lain juga yang harus aku tanyakan pada kalian berdua" lanjut Haiden bertepatan dengan kedatangan Garry.


"Sebaiknya memang begitu" balas Garry dari belakang.


Persetujuan Gerry membawa mereka untuk masuk kerumah Haiden mereka berkumpul di ruang tamu ruangan yang biasanya mereka pakai untuk berkumpul.


Biar bagaimanapun mereka adalah Vampire meski mereka bisa tahan dari sinar marahari tapi tetep sebenarnya mereka tak begitu menyukai suasana siang hari yang membuat mata mereka yang sensitif pada cahaya menjadi sangat silau.


Sampai diruang tamu semua orang berdiri hanya Claudius yang mengambil tempat duduk untuknya duduk tentu saja.


Tak lama Garry juga menyusul Claudi untuk duduk di sofa empuk untuk mengistirahatkan dirinya.


"Sekarang langsung saja kita bicara pada intinya bagaimana bisa keponakanku Nisa berada bersama kalian?" ujar Garry setelah merasa nyaman dengan tempat duduknya.


"Baik tapi sebelum menjawab itu aku harus bertanya pada kalian terlebih dahulu setelah itu aku akan memberi tahukan semuanya apa yang ingin kau ketahui"


"Baik apa yang ingin kau tanyakan Haiden jika aku mengetahuinya dan bisa memjawabnya aku pasti akan menjawabnya"


"Apa Nona Nisa benar-benar keturunan Hunte?"


"Kau tak dengar dia memanggilku kakak dan aku memanggilnya adik dia adalah adik kandungku untuk apa lagi kau bertanya soal itu" sarkas Kent menjawab pertanyaan Haiden yang menurutnya hanya untuk membuang-buang waktu.


"Kent dan Nisa adalah keturunan langsung dari keluarga Hunter sepertiku yang merupakan paman mereka.... kenapa kau menanyakan hal yang sudah pasti?"


"Aku hanya sedang memastikan sesuatu dan setelah mendengar jawaban kalian kurasa aku semakin yakin dengan apa yang aku pikirkan saat ini, Master apa sebenarnya anda juga sudah mengetahui soal ini?"


Haiden memandang Claudius meminta jawaban dari sang master atas apa yang ada dipikiranya saat ini.


"Haiden sebaiknya kau katakan apa yang ada dipikiranmu itu pada kami jika kau tak mengatakanya bagaimana bisa kami mengerti dengan apa yang kau pikirkan itu" ujar Cain yang sejak tadi hanya diam bersama teman-teman lainnya.


"Master" bukanya menjawab justru Haiden masih menunggu jawaban apa yang akan di katakan sang Master.


"Tidak aku tidak mengetahuinya tapi sempat terlintas dipikiranku juga apa yang ada dipikiranmu saat ini tapi aku tak perna menyimpulkan apapun soal itu sampai hari ini sepertinya apa yang ada dipikiranku juga pikiranmu mungkinlah tidak salah"


"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan saat ini?" Tanya Garry tak mengerti dengan apa yang di percakapkan atara Claudius dan Haiden.

__ADS_1


"Aku akan memberitahu kalian" ujar Haiden memandang semua orang yang berada diruangan itu kecuali Claudius.


Tbc


__ADS_2