Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 67


__ADS_3

"Claudi kau bodoh.... kau bodoh hiks... hiks.... aku membecimu... kau pria bodoh... hiks.... hiks.... bagaimana bisa kau melakukan ini padaku.... hiks... hiks.... aku membencimu Claudi.....aku benci dirimu.... hiks kau bodoh... bodoh..." Nisa terus memukul dada Claudi yang saat ini tengah memeluknya untuk menenangkannya.


Dia baru saja sadar dari pingsanya setelah serangan yang dirinya dapatkan saat perjalanan pulang.


Saat serangan itu ingatanya yang menghilang telah kembali dalam sekejap hingga membuatnya sampai tak sadarkan diri karna kepalanya yang dibombardir oleh ingatanya yang telah muncul secara bersamaan.


"Nisa tenanglah maafkan aku.... aku memang salah maafkan aku" ujar Claudi putus asa memeluk Nisa semakin erat.


"Hisk....hiks... kenapa kau melakukan itu Claudi... hiks... hks... bagaimana jika aku selamanya tak bisa mengingatmu apa yang akan kau lakukan... hiks... hiks... apa kau akan selalu perpikir untuk terus bersembuyi dariku dan Ryuu... hiks... hiks.... kau bodoh.... kau sunggu sangat bodoh...."


"Maafkan aku... aku melakukannya hanya karna aku tak ingin melukaimu, melukai Ryuu melukai kalian berdua... aku tak mau kalian mengalami sesuatu yang buruk karna diriku" ujar Claudi begitu menyesal.


Nisa mendorong Claudi melepaskan pelukan pria itu dari tubuhnya wanita itu berjalan mundur mengambil jarak dari tubuh Claudi ekspresinya nampak kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Claudi barusan.


"Kau memang keterlaluan Claudi.... hiks... hiks.... kau pikir aku ini siapa.... kau pikir aku adalah wanita lemah yang tak akan sanggup menanggu apapun yang datang kekehidupanku saat bersamamu..... hiks...hiks.... apa kau lupa jika aku ini juga keturunan keluarga Hunter yang kuat.... hiks.... hiks... kau pikir aku akan mudah tumbang jika ada angin kencang yang meniupku.... hiks .... hiks.... aku sudah melewati semuanya asal kau tahu... hiks... hiks.... dari mulai di hujat habis-babisan karna hamil diluar pernikahan... hiks... tak mengetahui ayah dari anak yang kukandung... hiks... hiks.... diusir oleh keluargaku sediri karna mereka tak menginginkan seorang putri yang sudah membuat malu nama keluarga mereka... hiks... hiks.... hampir mati dan kehilangan bayiku karna seorang wanita yang merupakan matan tunangan calon suamiku sendiri...hiks ... hiks hampir mati kembali karna mejadi tujuan balas dendam seseorang pada suamiku sendiri..... hiks ... hiks..... apa lagi yang kurang bagimu.... bahkan mendengarkan perkataan pedas orang-orang yang mengatakan jika putraku tak memiliki seorang Ayahpun sudah perna kurasakan dan kulewati hiks.... hiks...apa menutmu semua itu masih membuatmu tak percaya jika aku adalah wanita yang kuat... hiks...  yang tak perlu kau lingdungi dengan caramu itu hisk... hiks....  meski aku sudah melewati semua itu hiks..... hiks.... hingga kau melakukan ini padaku... hiks... hiks... aku benar-benar membencimu.... hiks... hiks... aku benar-benar kecewa dengan cara-caramu itu hiks... hiks...." ujar Nisa mengeluarkan semua kemarahan yang ada di pikiranya.


"Nisa maafkan aku... sunggu aku tak bermasud apapun" Claudi terus mencoba meminta maaf tapi penjelasanya sama sekali tak mampu diterima oleh Nisa hal itu membuatnya begitu frustasi padahal dirinya tak perna merasaka sefrustasi ini seumur hidupnya.


"Cukup... hiks... hiks... sekarang kau tahu apa yang kurasakan setelah mengingat semuanya... hiks.. hiks... aku merasa seperti kau sudah membuangku.... hiks... hiks... membuang Ryuu hiks... hiks.... membuang kita berdua dengan semua cara yang kamu lakukan padaku pada kami hiks..... apa kamu tak bisa mengatakan saha semuanya sejujurnya padaku kenapa harus berbohong.... kamu juga suda melakulan tindakan yang benar-benar membuat kecewa" triak Nisa begitu kesal.


Tak ingin lagi mendengar apa yang akan dikatakan Claudi untuk membelah diri setindaknya Nisa ingin segera meninggalkan kamar yang ditempatinya saat di tak saat sadarkan diri sebelumnya.


Nisa mengambil Ryuu yang tertidur diranjang yang sama dengan dirinya sebelumnya dan setelahnya segera meninggalkan kamar itu.

__ADS_1


"Aku juga kecewa pada Kakak, Paman dan juga Dokter" ujar Nisa saat melewati ketiga orang yang ternyata sedari tadi juga ada dikamar itu menyaksikan pertengkarannya dengan Claudi.


"Nisa" panggil Claudi sambil memandang pungung Nisa yang berjalan keluar dari kamarnya.


Saat ini Nisa sedang berada dirumah Claudi setelah pingsan Claudi membawanya kerumahnya.


Setelahnya Kent dan Gerry datang untuk melihat keadaannya setelah mereka memdapat kabar dari Haiden karna dihubungi Claudi terlebih dulu untuk memeriksa keadaan Nisa yang sedang pingsan.


Nisa berjalan tergesa-gesa keluar rumah Claudi untuk kembali kerumahnya sendiri begitu sampai dirumahnya sendiri Nisa segera memasuki kamarnya bersama sang anak.


Hiks.... hiks.... hiks.....


Setelanya yang terdengar hanya isakan tangis yang Nisa keluarkan.


Kembali dimana Claudi berada terlihat Claudi yang frustasi dengan keadaan hanya bisa mendudukan dirinya pada tempat tidurnya.


Haiden tak bisa melakukan apapun saat ini untuk sang Master pria pirang itu hanya ikut terdiam tak melakukan apapun.


Sedangkan Kent dan Gerry sudah pergi dari rumah Claudi untuk menyusul Nisa setelah tak lama Nisa meninggalkan rumah itu.


Tok... tok...


"Nisa" panggil Kent dari luar setelah menyusul sang adik.

__ADS_1


Tak ada jawaban dari dalam kamar yang didengar hanya suara isakan tangis saja Kent semakin merasa bersalah saat mendengar hal itu begitupun juga dengan Gerry tapi saat ini mereka tak bisa melakukan apapun membiarkan Nisa menenangkan dirinya dengan sendirinya adalah pilihan yang paling tepat saat ini menginggat apa yang terjadi sebelumnya.


"Kent sebaiknya kita biarkan Nisa menenangkan dirinya sediri terlebih dulu"


"Baiklah" jawab Kent dengan lesu meninggalkan pintu kamar Nisa bersama Gerry menujuh ruang keluarga.


Mereka bermaksud menunggu Nisa sampai merasa lebih baik dan tenang  disana.


Nisa yang terisak memandang Ryuu dengan lekat setelahnya ikut berbaring di samping sang anak memeluk putranya itu dengan protektif dengan isakan yang sesekali keluar dari mulutnya air matanya tak bisa berhenti mengalir dia merasa begitu kecewa saat ini dengan semua orang yang dikenalnya.


Nisa memeluk Ryuu dengan erat didalam tangisnya hingga beberapa waktu akhirnya dia tertidur karna lelah menangis layaknya anak kecil.


Clek


Jendela kamar Nisa terbuka dari luar karna ulah seseorang dalam sekejap orang itu memasuki kamar Nisa melewati jendela kamar.


Orang itu adalah Claudi pria itu berjalan menghampiri Istri dan Anaknya yang sudah tertidur lelap di rajang yang sama.


Claudi memandang keduanya dengan pandangan teduh menarik selimut dan menyelimutkanya pada tubuh orang-orang yang dicintainya itu.


"Kamu tak tahu seberapa menderitanya aku menahan semuanya.... menahan diri untuk tak mendekati kalian meski aku sangat dekat dengan kalian.... menahan untuk selalu bersikap lataknya orang asing yang tak memiliki hubungan apapun meski sebenarnya kita adalah keluarga..... menahan kerinduan atas kehadiran kalian meski kalian ada disekirarku.... sunggu aku tak bisa berbuat apapun untuk kalian..... sepertinya memang benar aku adalah pria terbodoh didunia ini seperti yang kamu katakan Nisa aku tak bisa memungkirinya..... maafkan aku.... sunggu maafkan aku.... aku tak tahu harus bagaimana lagi untuk bisa melindungi kalian" bisik Claudi lembut ditengah gelapnya malam.


Claudi ikutan membaringkan dirinya di belakan tubuh Nisa yang memungunginya memeluk wanita yang sudah tertidur itu tak kalah protektifnya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2