
Haiden dan teman-temannya membawa kelompok Hunter dan kelompok Bangsawan kearah rumahnya dengan perasaan yang tidak terlalu senang.
Biar bagaimanapun dirinya dan teman-temannya memang tak terlalu menyukai kedua kelompok itu apa lagi dengan kelompok bangsawan yang merupakan bagian dari Senate.
Dia mengingat kembali kejadian sebelum dia pergi mencari kelompok itu secara tak rela.
Flasback on
"Master saya melihat jika kelompok Senate akan kembali datang kesini" ujar Raisa wanita itu baru saja melihat masa depan beberapa saat sebelumnya dimana akan datang beberapa orang utusan Senate yang akan kembali datang untuk menemui sang Master.
"Untuk apa lagi mereka terus berdatangan kesini" kesal Haiden saat mendengar nama Senate pria yang berstatus sebagai Dokter itu memang tak terlalu menyukai Sanate yang merupakan kelompok bangsawan itu.
"Bukan hanya itu para Hunter sepertinya kali ini mereka juga akan ikut campur itu yang kulihat" terang Raisa lagi.
"Ini pasti akan menjadi hal paling merepotkan" koment Rafael malas.
"Kalian semua pergilah bawah mereka semua kesini jangan sampai mereka terlibat pertarungan yang tak berguna" ujar Claudius sambil meletakan cangkir tehnya.
"Baik Master" ujar semua pengikut Claudius bersamaan tak ada satupun yang melontarkan kata keberatan atas perinta sang Master.
Lalu setelahnya mereka segera pergi melaksanakan perinta sang Master dengan baik.
Flasback off
Nisa terlihat sedang menikmati harinya hari ini di sebuah gazebo yang berada di taman rumah milik Haiden.
Gazebo itu adalah salah satu tempat favorit Nisa selama tinggal dirumah Haiden karna hampir setiap hari dia pasti akan meluangkan waktunya untuk bersantai disana menikmati taman indah milik Haiden.
Hal itu juga yang membuatnya bisa menghilangkan rasa bosan setiap harinya karna tak diperbolehkan Haiden pergi keluar rumah.
Oh... iya Nisa juga tak perna sendirian berada di gazebo itu karna Claudius pasti akan selalu datang menemaninya setiap dia berada disana hari inipun begitu di samping Nisa Claudius duduk dengan nyaman menikmati teh dan buku yang di pegangnya untuk dibaca.
Membaca buku adalah salah satu kegiatan yang mereka lakukan di gazebo itu selain menikmati keindahan taman.
Sedangkan Nisa saat ini sedang menikmati kudapan berbagai jenis kue kering yang disajikan para pelayang untuk mereka berdua.
"Oh kenapa ada begitu banyak orang datang kerumah ini" ujar Nisa saat tak sengaja melihat rombongan Haiden bersama para Hunter dan angota Senate.
"Hn" tanggap Claudius melihat sesaat apa yang di lihat Nisa kemudian dia kembali membaca bukunya.
__ADS_1
"Sepertinya mereka tamu Dokter Haiden karna aku melihat Dokter Haiden dan yang lainnya juga ada di antara mereka apa kamu tak kenal mereka?" Tanya Nisa lagi masih meperhatikan orang-orang yang datang itu.
"Loh... mereka semua berjalan kemari apa mereka datang untuk mencarimu?" Ujar Nisa lagi saat melihat rombongan itu datang berjalan menujuh tempat dirinya dan Claudius berada.
"Anda ada di sini ternyata Master kelompok Senate ingin bertemu anda lalu ada juga para Hunter mereka tak ada urusa tapi mereka memiliki tugas untuk mengawasi para bangsawan karna itu mereka juga ikut kesini" ujar Haiden benar saja mereka memang ingin menemui Claudius dan memberitahukan tujuan kedatangan orang-orang itu pada sang Master .
"Ya"
Disisi lain mengabaikan apa yang dikatakan Haiden pada Claudius terlihat seorang pemuda dan juga pria 30an terlihat terkejut akan apa yang dilihat mereka dihadapannya.
Mereka bukan terkejut akan keberadaan sang pureblood yang duduk tenang di hadapan mereka melainkan mereka terkejut akan keberadaan gadis atau wanita yang selama ini mereka cari kemana-mana dan tak juga mereka dapat temukan.
Wanita yang merupakan adik dan juga keponakan dari kedua pria itu Kent dan Garry.
"Nisa" gumam Kent masih dalam keterkejutannya.
Disisi lain juga sama dimana Nisa berada wanita itu juga sangat terkejut akan kehadiran kakak dan pamannya yang berada di tengah-tengah kerumunan orang-orang yang dibawa oleh Haiden.
Dia tak menyangka jika bisa bertemu kembali dengan kakak satu-satunya yang sudah lama tak di temuinya karna sang kakak yang memutuskan untuk pergi bekerja bersama sang paman.
"Kakak" ujar Nisa dengan bibir bergetarnya.
Nisa berjalan cepat keluar gazebo untuk mendekati sang kakak bukan hanya Nisa terlihat Kent juga berjalan menerobos beberapa orang yang berada di hadapanya.
"Nisa" panggil Kent dan segera memeluk wanita hamil itu begitu saja dihadapan semua orang.
Claudius yang melihat kejadian itu juga ikut berdiri dan menghampiri Nisa yang sedang dipeluk oleh sang kakak.
Dia tak tahu siapa pria itu tapi dia merasa tak menyukai apa yang dilakukan Kent pada Nisa.
Meski dia mendengar jika Nisa memanggil Kent dengan sebutan kakak tapi dia tak tahu apa itu artinya memang mereka bersaudara atau itu hanya sebutan untuk memanggil pria yang lebih tua dan itulah yang membuahnya merasa semakin tak suka.
"Nisa siapa dia?" Tanya Claudius yang kini sudah berdiri di belang Nisa memandang lurus pada Kent yang masih memeluk sang adik.
Mendengar pertanyaan Claudius Nisa segera melepaskan pelukannya pada sang Kakak berbalik kembali menghadap pada Claudius dengan senyum senangnya.
"Ah... Claudi dia adalah Kak....
Srettt
__ADS_1
Sebuah tarikan menghentikan ucapan Nisa Nisa cukup terkejut dengan tarikan itu yang dilalukan oleh Kent kakaknya sendiri.
Kini Kent berdiri di depan Nisa setelah menarik Nisa kebelakan punggunya seperti sedang melindungi sesuatu.
"Nisa tetap di belakang" ujar Kent waspada.
"Kak Kent ada apa denganmu?" Tanya Nisa bingung akan tindakan sang Kakak.
"Justru aku yang harusnya bertanya padamu kenapa kamu bisa berada di rumah ini bersama mereka? Ah... sudahlah urusan itu kita bicarakan nanti saja jadi tetep di belakangku" ujar Kent masih siaga menatap lurus Claudius tanpa rasa takut.
Claudius dan Kent saling memandang satu sama lain dengan pikiran mereka masing-masing.
Claudius terlihat kesal karna Kent berani mencoba menghalagi Nisa yang akan pergi kedirinya meski wajah Claudius tak menampakan ekspresi apapun selain tenang.
Sedangkan Kent juga merasa kesal karna adiknya yang selama ini dia cari tiba-tiba dia temukan disarang Vampire ras paling ia benci selama ini.
"Apa ini? Apa kalian memiliki ikatan persaudara dengan Nona Nisa?" Tanya Haiden mewakili pertanyaan Claudius sebelumnya.
"Ah... Dokter Haiden iya di Kakakku" jawab Nisa melihat kearah Haiden yang berdiri tak jauh darinya.
"Jadi begitu" tanggap Haiden lagi.
"Nisa adalah anggota keluarga kami yang menghilang beberapa waktu lalu kami tak menyangka jika dia berada di rumah Dokter Haiden yang luar biasa ini" ujar Garry keluar dari kerumunan menarik Kent agar tak membuat permusuhan dengan Claudius.
"Oh... tuan Garry yang luar biasa ini juga anggota keluarga Nona Nisa!" ujar Haiden lagi dengan logat berbasa-basi nya.
"Aku pamannya" jawab Garry dengan senyum ciri khasnya sambil menepuk pelan rambut Nisa lembut.
"Begitukah!" tanggap Haiden.
"Paman Garry" ujar Nisa pada Gerry.
"Kau ini kenapa pergi dari rumah tanpa mengatakan apapun pada kami kau tak tahu seberapa khawatirnya aku dan Kakakmu saat tahu kamu keluar dari rumah Ayahmu" kata Garry pada Nisa yang berada di hadapannya saat ini.
"Maaf ponselku hilang aku tak tahu harus mencari kakak dan paman dimana jadi aku tak bisa memberitahukannya pada kalian" Nisa menunduk merasa menyesal sudah membuat kakak dan pamannya khawatir.
"Hah... sebaiknya urusan ini kalian selesaikan lagi nanti karna sepertinya ada yang tak sabar ingin mengatakan sesuatu saat ini" Haiden kembali berbicara menghentikan adegan pertemua keluarga itu karna dia merasa ada yang merasa tak suka dengan pertemuan keluarga itu siapa lagi kalau bukan kelompok bangsawan meski mereka tak mengatakan apapun tapi terlihat jelas jika kelompok itu merasa terganggu urusan mereka dengan pertemuan keluaga kembali antara Nisa dan Kent juga Gerry yang tepat dihadapan mereka.
"Kurasa anda benar Dokter" ujar Garry bijak yang juga merasakan hal yang sama seperti Haiden.
__ADS_1
Tbc