
Rumah Haiden
Claudi dan para pengikutnya terlihat berkumpul sedang membicarakan sesuatu.
"Senate sepertinya benar terpecah menjadi dua kubuh"
"Terpecah"
"Itu info yang saya dapatkan" jawab Noa yang sedang mendapatkan tugas untuk mencari tahu soal pergerakan Senate.
"Mereka terpecah menjadi dua kubuh satu kubuh netral sepertinya mereka hanya mau menjalani hidup mereka dengan damai setelah pemimpin tiada.... dan satu lagi kubuh yang dipimpin oleh Bet saya tidak mendapatkan informasi apapun untuk kubuh itu tak ada yang tahu juga apa yang direncanakan oleh mereka" lanjut Nao menjelaskan.
"Lalu apa kau tahu soal kelompok pemberontak lain yang perna Yunifer katakan sebelumnya?" Tanya Haiden.
"Saya tahu soal mereka tapi saya tak tahu siapa yang memimpin kelompok itu tapi yang perna saya dengar kelompok itu dipimpin oleh seorang Pureblood juga"
"Jadi begitu" gumam Haiden.
"Lalu apa yang akan kita lakukan setelah ini?" Tanya Nao lagi.
"Kamu tak perlu bergerak gegabah tenanglah kita tunggu saja peegerakan mereka yang perlu kita lakukan hanyalah siap-siap saja jika sewaktu-waktu mereka datang mencari masalah dengan kita... bukankah begitu Master?" Ujar Haiden.
"Hn"
"Baiklah kalian boleh kembali ketempat kalian Masing-masing untuk beristirahat"
"Baiklah" jawab Rafael dan segera berdiri dari tempat duduknya di ikuti dengan yang lainnya juga begitupun dengan Nao.
Setelahnya merekapun pergi dari rumah Haiden setelah mengucapkan Salam pada Claudi.
'Hah.... mereka itu benar-benar kelompok menyusakan apa mereka tak bisa membiarkan Master untuk menjalani hidup yang tenang' pikir Haiden setelah kini dirinya hanya tinggal berdua saja dengan Claudi.
"Kau juga istirahat saja Haiden aku juga harus pulang sekarang" kata Claudi meletak cankir teh miliknya dan segera berdiri dari tempat duduknya.
Haiden yang melihat hal itu juga ikut berdiri setelahnya pria yang berstatus sebagai Dokter itu segera membungkuk memberi hormat pada Sang Master.
"Saya mengerti.... Master juga selamat beristirahat berhati-hatilah saat mengemudi dalam perjalanan pulang" ujar Haiden masih dalam posisi membungkuk.
"Ya" jawab Claudi dan segera pria itu keluar dari rumah pengikutnya untuk pulang kerumahnya sendiri dimana disana istri dan anaknya sudah menunggu kepulangannya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Rumah Claudi.
Setelah sampai dirumahnya Claudi segera memarkirkan Mobilnya di bagasi rumah sederhananya turun dari mobil dan bergegas masuk kerumah.
"Papa pulang" ujarnya setelah memasuki Rumah.
"Selamat datang" sambut Nisa sambil mengendong Ryuu.
Claudi datang menghampiri istri dan anaknya memberikan ciuman kecil di kening istrinya sebentar dan setelanya mengoda Ryuu sebentar untuk menghilangkan rasa kangennya pada bayi gembul itu.
"Cepat pergi mandi sana setelah itu ajak Ryuu bermain aku harus buat makan malam untuk kita" ujar Nisa serelah beberapa saat Claudi mengajak putranya bermain sebentar.
"Iya" Claudi berajak dari tempatnya pergi kekamarnya untuk membersikan dirinya.
Beberapa waktu kemudia Claudi sudah kembali kini dalam keadaan yang jauh lebih segar setelah mandi dan ganti pakaian.
"Sudah kamu bisa pergi Ryuu aku yang akan menjaganya" ujar Claudi mengambil tempat untuk mengajak Ryuu putra kecilnya bermain mengantikam sang istri yang pergi membuat makan malam mereka.
Itu adalah kegiatan mereka sehari-hari sejak mereka tinggal bersama beberapa hari yang mereka lewati ini.
Jika tidak begitu Nisa bisa kualahan untuk mengatasi semuanya sediriannya hal itu juga berlaku saat Nisa masih tinggal bersama dengan Kent dan Gerry mereka juga membagi tugas seperti sekarang ini dilakukannya dengan Claudi karna mereka tak memakai jasa ART.
Nisa berdiri dan segera melangkakan kakinya menujuh dapur wanita muda itu akan memasak makan malam simpel untuk keluarga kecilnya.
Hari ini Nisa berencana memasak pasta sederhana yang pasti harus enak dan lezat.
Membuat Pasta tak perlu memakan waktu yang lama simpel tapi lezat cocok untuk makan malam.
Setelah selesai Nisa segera menghidangkannya di piring dan membawa ke meja makan dan setelanya dia memanggil Claudi untuk makan bersama.
"Makanan sudah siap ayo makan" Ujar Nisa begitu sampai ditempat dimana Claudi dan Ryuu berada.
"Iya" jawab Claudi pria itu segera bergegas berdiri sambil mengendong putranya berjalan menuju dapur dimana meja makan berada disana.
Claudi mendudukan Ryuu di kursi kusus untuk bayi yang dibawa oleh Nisa dari Rumahnya sebelumnya kursi itu memang kursi milik Ryuu sedari awal.
Caudi duduk tepat disamping Ryuu dan berhadapan dengan Nisa yang juga duduk disamping Ryuu.
Merekapun menikmati makan malam mereka di temani Ryuu yang sedang asik dengan makanan ringan yang diberi oleh Nisa sebelumnya karna Ryuu sudah makan terlebih dulu dari mereka.
"Hari ini Ayahku datang kemari" ujar Nisa ditengah makan malam mereka menceritakan kejadian yang terjadi padanya hari ini.
"Hn. Untuk apa?" Tanya Claudi karna dia tahu apa yang terjadi sebelumnya pada Nisa dan keluarga dari Istrinya itu.
"Mereka datang untuk meminta maaf padaku mereka mengatakan jika mereka sudah merenungkan semuanya dan menyesali semua yang sudah mereka lakukan padaku" terang Nisa.
"Hn, lalu bagaimana denganmu sendiri?"
Jedah
"Aku tak menolak mereka tapi aku masih sulit jika harus memaafkan mereka begitu saja.... aku bukan malaikat yang bisa begitu saja memaafkan semuanya setelah semua yang kualami karna mereka..." Nisa menjeda perkataannya sesaat sebelum kembali berbicara kembali.
__ADS_1
"Apa menurutmu aku ini kejam karna aku tak bisa memaafkan orang tuaku sendiri padahal aku anak mereka?" Tanya Nisa dengan wajah muramnya.
Grep
Claudi mengenggam tangan Nisa yang berada di atas meja memberikan kekuatan pada istrinya itu.
"Tak apa-apa semua akan baik-baik saja, kamu bisa melakukan apapun yang menurutmu baik untuk dirimu sendiri dan aku akan selalu disisimu untuk mendukungmu" kata Claudi begitu lembut memberi semangat agar Istrinya tak menyalakan dirinya sendiri.
Nisa tersenyum setelah mendengar apa yang dikatakan Claudi hatinya terasa menghangat juga lega karna kini ada orang yang akan selalu berada disampingnya yang akan selalu menjadi sandarannya dan selalu mendukungnya apapun yang terjadi dia begitu bersyukur karna Claudi ada untuk dirinya.
"Terimakasih" ujar Nisa dengan sangat tulus untuk suaminya itu.
"Tak perlu itu memang tugasku bukan" kata Claudi begitu lembut setelahnya merekapun kembali melajutkan makan malam mereka hingga selesai.
.
.
.
.
.
Hari berlalu kembali.
"Hah.... aku meridukan Reven jika seperti ini.... rumah begitu sepi saat Claudi pergi apalagi jika Kakak dan Paman juga tak ada dirumah rasanya sunggu sangat sunyi dan membosankan.... aku tak menyangkah jika Srigala besar itu adalah jelmaan sebagian kekuatan Claudi" monolog Nisa saat ini dia sedang menghabiskan waktunya bersama Ryuu yang sedang tidur. dulu biasanya jika dia sedang seperti ini Revenpun selalu ada untuk menemaninya tapi sejak serangan sebelumnya yang di terima dan kini dirinya juga tinggal bersama Claudi Revenpun telah menghilang sejak hari itu dan tak perna kembali.
Reven adalah Jelmaan pantas saja serigala besar itu begitu penurut disisi Nisa dulu bahkan sangat bisa di andalkan untuk menjaga Ryuu saat-saat dirinya sibuk mengerjakan hal-hal lain dirumah.
Claudi sengaja memberikan Reven pada Nisa untuk menjaganya dan Ryuu dulu karna Reven akan selalu terhubung dengan diri Claudi apapun yang Reven lihat, Reven rasakan dan Reven dengarkan Claudi pasti akan mendapatkan hal yang sama.
"Kamu ingin dia kembali" ujar sebuah suara membuat Nisa terkejut.
"Astaga kamu mengejutkanku"
Claudi berjalan menghampiri Nisa yang saat ini sedang bersantai diruang keluarga sambil menonton flim.
"Jadi kau ingin dia kembali" tanya Claudi lagi.
"Hah.... apa bisa?" Tanya balik Nisa.
"Tentu saat ini..... dia ada dicincin milikmu" ujar Claudi sambil memegang jemari Nisa yang dilingkari cincin dijari maninya cincin itu adalah cincin pernikahan mereka.
Sebelumnya Nisa tak perna memakainya dijarinya karna dia tak ingat itu cincin apa tapi dia tetap menyimpanya dengan baik dan ia jadikan sebagai liontin sebelumnya.
"Dicincin ini? Bagaimana bisa?"
"Bisa saja jika kau mau aku akan melakukanya untukmu"
Tbc
__ADS_1