
"Kak Kent"
"Hm"
"Bisakah aku tinggal denganmu?"
"Hm.. apa?"
"Aku mau tinggal bersamamu saja bisakah?"
"Tentu.... tentu saja kapanpun kamu mau"
"Hmm....hari ini apa bisa"
"Hari ini?"
"......"
"Kenapa? Apa terjadi sesuatu?"
Nisa mengeleng tak memberi penjelakan apapun pada sang kakak.
"Baiklah kita akan tinggal bersama" Kent menuruti apa yang di minta oleh adiknya itu tanpa bertanya lagi.
"Aku akan berberes" Nisa berdiri dari tempatnya mulai membereshan barang-barang yang memang miliknya sedari awal.
"Aku akan bantu" Kent ikutan berajak dari tempatnya untuk membantu sang adik.
"Ada apa ini?" tanya Claudi setelah memasuki Kamar Nisa dan melihat Nisa juga Kent yang terlihat berberes barang-barang milik Nisa.
Nisa diam sesaat setelahnya berjalan mendekati Claudi membiarkan kakaknya membantunya membereskan barang-barangnya setelah berbicara pada kakaknya untuk berbicara dengan Claudi sebentar.
"Claudi maaf" Nisa menunduk merasa bersalah tapi dia menguatkan dirinya.
"Kenapa kamu meminta maaf?" Claudi masih tak mengerti maksud dari permintaan maaf Nisa.
"Claudi sebaiknya kita sampai disini saja" Nisa mengakat wajahnya membulatkan tekatnya.
"Apa?"
"Aku akan tinggal bersama Kak Kent terimakasih untuk semuanya selama ini untuk dokter Haiden juga aku tak akan bisa seperti ini jika bukan karna kalian aku sangat bersyukur bisa mengenal kalian terutama dirimu Claudi, terimakasih juga karna kamu sudah memberiku banyak cinta selama kita bersama lalu aku pasti akan menjaganya dengan baik kamu tak perlu khawatir.....
"Nisa" panggil Kent bersama sebuah koper di tangannya.
"Ah... iya" Kent mendekat kearah Nisa dan tak mengatakan apapun sebenarnya ia tak mengerti kenapa adiknya memutuskan hal ini padahal katanya mereka akan segera menyelengarakan pernikahan.
Nisa dan Kent berjalan perlahan melewati Claudi yang masih terdiam tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Grep
"Nisa.... tidak... apa yang terjadi? Katakan sesuatu yang lebih jelas padaku.... sunggu aku tak mengerti dengan apa yang kamu katakan" Claudi menghentikan langka Nisa dengan cara mencekal tangan Nisa.
__ADS_1
Srett
Cup
Satu ciuman mendarat tepat dibibir Claudi yang dilakukan oleh Nisa beberapa saat mereka saling menikmati ciuman itu hingga Nisa menghentikannya.
"Aku sangat mencintamu Claudi.... sangat.... tapi aku tak mau jadi wanita ketiga di kehidupanmu maafkan aku"
Setelahnya Nisa segera pergi dengan langka cepat meninggalkan Claudi yang masih meloding apa terjadi.
Kent yang membawa koper Nisa segera mengejar Nisa yang berjalan cepat keluar dari rumah Haiden.
.
.
.
.
.
"Master apa yang terjadi?"
"Dia pergi.... Nisa Dia pergi"
"Apa bagaimana bisa....Master....."
"Tapi kenapa tiba-tiba disaat hari pernikahan semakin dekat... apa Nona Nisa mengatakan sesuatu pada Master?"
Claudi menginggat semua yang terjadi sebelumnya yang menurutnya begitu cepat yang membuatnya sama sekali tak mengerti dengan apa yang terjadi sebenarnya setelahnya ia menceritakn semua itu kembali pada Haiden.
"Nona Nisa mengatakan itu?"
"Hn"
"Sepertinya ada seseoramg yang mengatakan sesuatu pada Nona Nisa hingga membuatnya jadi salah berpikir" suara yang tiba-tiba datang dari arah pintu masuk yang berbicara itu adalah Raisa.
Disana bukan hanya Raisa teman-temanya yang lainpun ada juga.
"Apa maksudmu?" Tanya Haiden.
"Maaf lancang karna kami mendengarkan semua yang Master dan Haiden bicarakan sebelumnya dan menyelah pembicaraan juga" ujar Raisa meminta maaf atas ketidak sopanannya.
"Lanjutkan apa yang ingin kau katakan" perinta Claudi.
"Ah... baik... seperti yang saya katakan sebelumnya sepertinya Nona Nisa sedang dalam kesalah pahaman terhadap Master mungkin seseorang mengatakan sesuatu padanya tentang Master yang membuatnya menjadi salah paham atau mungkin Nona Nisa tak sengaja mengegahui sesuatu yang membuatnya menjadi salah paham pada Master" jelas Raisa.
"Lalu apa kamu tahu apa tang membuatnya salah paham?" Tanya Claudi Lagi.
"Soal itu saya juga tidak tahu saya hanya bisa menyimpulkanya sejauh itu maafkan saya Master"
__ADS_1
"Dari perkataannya kemungkin berbungan dengan hubungan anda denganya dia bilang dia tak mau menjadi orang ketiga itu kemungkin ada seseorang yang mengatakan aneh-aneh seperti Nona nisa yang merebut Master atau semacamnya dari orang itu hanya itu yang saya tahu kemungkinannya" jelas Stefani menyambung pemikiranya dengan pemikiran Raisa.
"Tidak... tidak apa itu sudah cukup... terimakasih sekarang aku hanya harus meluruskan kesalah pahaman ini"
Di apartemen Kent dan Garry apartemen sederhana tak terlalu besar maupun kecil memang cocok jika hanya dihuni oleh dua orang.
Apartemen itu memang sederhana memiliki dua kamar lalu ada ruang tamu, dapur yang digabung dengan ruang makan toillet, kamar mandi dan juga ruang santai juga ada balkon yang memandang langsung pemandangan kota.
"Nisa" ujar Gerry terkejut akan kedatamgan keponakan perempuanya itu bersama dengan Kent.
"Hallo paman" sapa Nisa sopan.
"Kenapa ada disini? ayo masuklah" Garry mengiring Nisa agar cepat masuk kedalam apartemennya.
"Iya"
"Mulai hari ini Nisa akan tinggal disini" ujar Kent memberi tahukan pada Garry tujuan Nisa berada di apartemen mereka saat ini.
"Hah... Nisa akan tinggal disini?" Garry kembali dibuat terkejut akan pernyataan Kent.
"Ya.. memang kenapa?"
"Tunggu... tunggu... bukannya apa-apa atau gimana lalu bagaimana debgan pernikahan Nisa dengan Claudi.... Nisa apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Garry beruntun pada kedua keponakannya itu.
"....."
"Aku mau membatalkan pernikahanku dengan Claudi" jawab Nisa membuat kedua pria itu kaget kembali.
"Eh...
"Hah... apa? Apa... apa yang sebenarnya terjadi? kamu harus menjelaskan pada kamu waktu itu kamu bilang Claudi adalah ayah dari calon anakmu tapi kenapa kamu ingin membatalkan pernikahamu dengannya?"
"Iya apa yang terjadi? Apa dia menyakitimu? Apa yang dilakukan Pria Brengsek itu? aku tahu dia adalah pria berengsek harusnya aku tak perna membiarkan adikku bersama pria macam itu apa aku habisi saja dia"
"Tidak Kak bukan begitu disini Claudi tak melakukan apapun aku sendiri yang memutuskan keputusan ini jadi jangan khawatir" cegah Nisa meredam kemarahan dan kekesalan Kent yang sepertinya salah paham pada Claudi.
"Lalu kenapa kamu memutuskan hal sebesar itu jika masalahnya bukanlah sesuatu yang serius?" Tanya Garry lagi.
"Masalah ini mungkin dikarnakan kesalahanku karna itu jika aku ingin memperbaikinya aku harus relah pergi dari sisi Claudi hiks..." ujar Nisa tampa sadar air matanya tiba-tiba terjatuh tanpa bisa dibendungnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Jika kamu tak ingin mengatakanya tak masalah tapi apa kamu berpikir jika tindakanmu ini benar? Bagaimana dengan perasaanmu sediri? Bukankah kamu mencintainya apa kamu bisa meninggalkanya dan melupakanya begitu saja? Pikirkanlah baik-baik Nisa jangan mengambil keputusan yang gegabah yang mungkin akan membuatmu menyesal nantinya" Nasihat Garry bijak.
Hiks... hiks....hiks...
Mendengar semua yang dikatakan Garry membuat Nisa semakin kecang menangis tak ragu lagi mengeluarkam tangisanya yang sejak lama ia pendam.
Dirinya merasa sangat sakit hatinya begitu sakit layaknya diremas dengan sangat kuat jika mengingat semuanya tapi dia tak punya pilihan lain dia tak ingin menjadi orang ketiga didalam hubungan Claudi dengan wanita yang mengaku sebagai tunangan Claudi itu.
Dia benci dengan perasaannya ini karna dia benar-benar mencintai Claudi dia ingin terus bersama Claudi tapi hati nuraninya selalu melarangnya melakukan itu karna itu dia membeci hal ini dia ingin egois tapi dia tak bisa melakukannya juga.
Hal itu hanya membuatnya menjadi semakin sakit dan sakit setiap memikirkannya.
__ADS_1
Tbc