
Hari ini Nisa sedang sibuk mendandani Ryuu sedemikian rupa mereka akan pergi jalan-jalan bersama Ancel.
Karna sebelumnya Nisa dan Ancel sudah berjanji akan pergi dihari Sabtu dan hari inilah harinya.
"Kamu akan pergi dengan cowok pendek itu?" Tanya Kent ketus karna saat ini jiwa brother complexnya sedang muncul.
"Ha..ha.. Kakak Ancel badannya sekarang udah lebih tinggi dari pada aku loh diakan pendek saat sekolah dulu sekarang dia sudah jauh lebih tinggi, badannya juga terlihat bagus"
"Hah... oh ya... apa dia akan menjemputmu?"
"Begitulah"
"Apa kamu menyukai bocah pendek itu?"
"Kak Kent itu bicara apa sih aku itu cuman temanan sama Ancel sejak dulukan Kak Kent tahu itu"
"Tapi bukankah akhir-akhir ini dia salalu datang mendekati kamu, mungkin saja kamu tidak memiliki perasaaan padanya tapi kamu tidak tahukan dia punya atau tidak perasaan padamu"
"Kita baru bisa ketemu lagi setelah lama tak bertemu Kak bukanya itu hal yang wajar?"
"Sama sekali tak wajar bagiku"
"Sudahlah Kent Nisa sudah dewasa untuk apa kamu bersikap seperti itu pada adik perempuanmu yang bahkan dia sudah punya seorang anak kini" tegur Garry dari arah dapursedang mencuci peralatan makan sepertinya karna hari ini adalah tugasnya.
"Diam kau ini urusanku bukan urusanmu"
Brummm... brummm
Deruh suara mesin mobil yang berhenti tepat di depan rumah bisa mereka dengarkan.
"Sudah cukup kalian berdua sepertinya Ancel sudah ada didepan" ujar Nisa menghentikan pertengkaran Kakak dan Paman.
"Ayo Ryuu kita pergi temui paman Ancel" Nisa mengendong Ryuu dan berjalan meninggalkan Kakak dan Pamannya kearah luar rumah.
"Hah... dia Itu aku menkhawatirkannya tapi dia malah seperti itu"
"Ya aku mengerti maksudmu itu tapi semakin kamu semperti itu bukankah itu semakin membuat Nisa merasa tak nyaman"
"Ck"
Disisi lain didepan rumah Nisa dan Ryuu menyambut kedatangan Ancel yang baru datang.
"Kalian sudah siap?" Tanya Ancel setelah turun dari mobilnya.
"Hm... seperti yang kamu lihat"
"Mau berangkat sekarang?"
"Boleh"
__ADS_1
"Kau pikir kau bisa bawah adik dan keponakanku tanpa berkata apapun padaku?" Ujar Kent yang baru saja keluar rumah menyusul Nisa dan Ryuu.
"Kak Kent kamu ada dirumah? Lama tak bertemu" ujar Ancel menyapa dengan sangat ramah.
"Memang kenapa kalau aku ada dirumah kau tak suka?"
"Ha... ha... ha.. mana mungkin Kak justru kalau tahu Kak Kent ada dirumah aku ingin menyapa Kakak terlebih dulu tadi"
"Ck, jangan sok akrab denganku kau bocah pendek"
"Pendek!? Ah... he..he.. jadi menurut Kak Kent aku masih terlihat pendek ya tapi memang Kakak selalu saja jauh lebih tinggi dariku juga sih... bagaimana ya aku tak bisa lebih tinggi lagi dari ini Kak... kayaknya masa pertumbuhanku sudah berhenti atau aku masih punya kesempatan untuk lebih tinggi lagi?"
"Ck, pergi sana jangan banyak bicara.... tapi awas saja jika kau mencoba mendekati adikku akan kuijak kau hingga menjadi lebih pendek dari tinggimu sekarang" ujar Kent dan kembali memasuki rumah tak mau mendengar jawaban Ancel.
"Eh... Kak Kent sepertinya masih tak berubah seperti dulu masih sangat posesif padamu" tanggap Ancel melihat Kent yang kembali masuk rumah.
"Abaikan saja ayo pergi"
"Ah... ya.. ayo masuklah" Ancel membukakan pintu untuk Nisa dan setelah Nisa duduk dengan nyaman di kursi penumpang samping pengemudi Ancel berbalik berjalan kearah berlawanan untuk masuk keposisi pengemudi.
Merekapun segera pergi ketempat tujuan mereka dan ternyata tujuan mereka adalah tempat wisata Aquarium.
Setelah sampai mereka segera membeli tiket masuk dan segera memasuki tempat itu untuk melihat dan menikmati semua jenis ikan atau binatang air yang menghuni wisata Aquarium itu.
Baru memasuki tempat itu suasana biru yang dingin dan sejuk langsung terasa kaca-kaca yang transparan memisakan yang memisaka antara air dan daratan dimana para pengujungi bisa berjalan menikmati apa yang mereka lihat.
"Begitukah?"
"Hm.... lihat itu Ryuu wah... itu ikan apa besar sekali?" Kata Nisa lagi dengan antusias menujukan apa yang dilihatnya pada bayinya.
"Itu ikan Aligator jenis ikan air tawar yang bisa tumbuh hingga beberapa meter" jalas Ancel.
"Benarkah?"
"Hm.. di awal ini kita akan melihat segala jenis ikan air tawar nanti ada juga Aquarium air asin dengan segala jenis ikan yang berasal dari laut bukan hanya itu disini juga ada berang-berang, pinguin, ajing laun, singa laut dan lain sebagainya juga"
"Wah... kamu tahu banyak juga ya... apa kamu perna datang kesini?"
"Ya... beberapa kali"
"Beberapa kali? Apa kau datang untuk berkencan dengan kekasihmu... wah kamu memilih tempat yang bagus untuk berkencan bukankah Aquarium adalah tempat populer untuk berkencan yang romatis" goda Nisa.
"A...apa...tidak.... bukan begitu.... aku datang kesini bersama teman-teman sekelas saja"
"Yang benarrrrr.....
"Sunggu... a... aku tak perna berkencan selama ini kekasih saja tak punya mana mungkin pergi berkencan..." jawab Ancel kikuk merasa malu.
"Kau tak perna berkencan? yang benar saja kau jangan berbohong" ujar Nisa tak percaya sambil terus melanjutkan perjalanan mereka menyusuri Aquarium.
__ADS_1
"Aku tak bohong.... aku serius"
"Kamu memang terlalu pemilih soal gadis yang kau sukai dari dulu kalau mau dilihat dari wajahmu harusnya akan banyak wanita yang mau denganmu"
"Tidak seperti itu memang aku belum menemukan saja yang cocok denganku"
"Begitu.... oh... lihat itu Pinguin Ryuu lucunya seperti Ryuuku yang mengemaskan ini.... lihat... lihat... hup... hupp...he... he..." Nisa menujukan para kumpulan pinguin pada Ryuu dengan gaya ibu-ibu saat mengoda anaknya.
Nisa terlihat antusias berpinda dari satu tempat ketempat yang lain untuk memperlihatkan apa saja yang dilihatnya pada putra semata wayangnya meski putranya itu dia yakin belum mengerti dengan apa yang ditunjukanya karna dia terlalu kecil dan belum mengerti sebenarnya.
Dan tampa dia sadari kini dirinya dan Ryuu sudah berada diareah Aquarium air asin yang begitu besar berbentuk seperti terowongan.
"Indah sekali" puji Nisa melihat penampilan Aquarium raksasa dengan berbagai macam ikan itu.
Tanpa diketahuinya jika dirinya kini telah terpisa dengan Ancel karna terlalu antusias dia tak menyadari jika dirinya memisakan diri dengan Ancel yang kini mungki sedang panik mencarinya.
"Ancel bisakah kamu foto aku dan Ryuu disini" ujarnya masih belum sadar.
Nisa melihat kekiri kekanan kebelakang mencari temannya yang tak menanggapi apa yang dikatakannya.
"Ancel... Ancel.... loh dimana Ancel!?"
Nisa mulai panik saat dia akhirnya sadar telah terpisa dengan Ancel dia bergegas mencari temannya itu.
Pluk
Karna tergesa-gesa mencari keberadaan Ancel Nisa tak menyadari jika mainan yang sedari tadi di pegang oleh Ryuu terjatuh dan tertinggal di belakannya.
Seorang pria yang menyadari mainan Ryuu yang terjatuh berjalan memungut mainan itu dan memandang lurus kearah punggung Nisa.
Pria itupun mulai berjalan menyusul Nisa sepertinya ingin mengembalikan mainan yang dipungutnya itu.
Pluk
"Permisi" ujar pria itu sambil menepuk pundak Nisa.
Nisa yang merasa ada yang menepuk juga memanggilnya menoleh melihat siapa orang yang menepuknya dari belakang.
Merah bertemu biru
Keduanya saling berhadapan melihat satu sama lain hingga sang pria mengulurkan tanganya menujukan mainan yang dijatuhkan oleh Ryuu.
"Sepertinya ini milikmu" ujar pria itu pada Ryuu yang berada digendongan Nisa.
"Astaga sepertinya itu terjatuh aku tak menyadarinya.... terimakasih sudah mau mengambilkanya" ujar Nisa sangat berterimakasih atas kebaikan pria tampan yang berada di hadapanya ini.
"Tak masalah" pria itu tersenyum tipis yang membuat ketampanannya menjadi semakin terlihat menawan hanya karna seyuman kecilnya itu bahkan Nisa sempat terpukau untuk sesaat melihat ketampana pria itu.
Tbc
__ADS_1