
"Dahulu ada seorang knight yang bernama Gillian Brave dia adalah seorang The Royal Knight apa kalian perna mendengar namanya selama ini?"
"Gillian Brave tentu saja dia adalah pendiri organisasi Hunter pertama kali yang di sebut sebagai kesatria pelindung untuk apa kau bertanya soal itu pada kami" jawab Kent.
"Apa hanya itu yang kalian ketahui soal orang itu?"
Semua orang terdiam tak ada yang menjawab apa yang di tanyakan oleh Haiden.
Kent sendiri juga tak menjawab lagi karna hanya itu yang dia tahu.
Semua orang di organisasi Hunter juga termasuk dirinya merasa sanga yakin hanya itu yang mereka ketahui soal orang pertama pendiri organisasi itu tak lebih.
"Jadi benar-benar hanya itu saja yang kalian ketahui?"
"Memangnya kami harus mengetahui apa lagi hah..... jika kau tak puas dengan jawabanku kau tanya saja soal itu pada orang lain mungkin saja mereka ada yang tahu karna aku sama sekali tak tahu lagi.... menyebalkan jika hanya ini yang kau ingin katakan aku ingin bertemu dan membawa adikku saja pergi dari sini" sungut Kent.
"Kau benar-benar tak sabaran Nak" Haiden berbicara dengan nada meledeknya.
"Nak!? Hei siapa yang kau panggil Nak" kesal Kent atas panggilan Haiden pada dirinya.
"Kent tenanglah" cegah Gerry serius.
"Baiklah sepertinya aku juga harus menberitahukan soal orang itu pada kalian juga jika kalian benar-benar tak mengetahuinya"
"Tidak, aku tahu dia.... karna bisa dibilang juga sebagai nenek moyang keluarga kami aku tak menjawab hanya karna aku tak menyangkah kau akan menayakan soal orang itu pada kami di organisasi Hunter memang tak ada yang mengetahuinya.... disana info yang tertulis tentangnya hanya sepak terjangnya saja jadi Kent tak salah juga dan yang mengetahui soal ini juga hanya beberapa orang saja di antara anggota keluarga kami itu juga termasuk diriku"
"Hmm.. ternyata kau mengetahuinya juga tak heran jika kau sangat dihormati dan dijuluki sebagai Hunter jenius oleh rekan-rekanmu sepertinya itu memang pantas untukmu kau tahu aku tulus memujimu Garry sang predator Black Vampire julukanmu juga terdengar cocok untukmu"
"Lupakan saja soal pujianmu dan julakanku itu Haiden katakan saja apa yang ingin kau katakan pada kami"
"Kau terlalu bangak betele-tele Haiden hentikanlah itu" sarkas Raisa tak menyukai Haiden yang terlalu bertele-tele tak segera mengatakan intinya.
"Hm.... Gillian Brave dia adalah seorang Royal Knight yang sangat berbakat juga kuat dia juga adalah tenam baik Master...
Flasback on
Terlihat seorang anak kecil kisaran umur 10an tahun usianya sedang berusaha melarikan diri dari kejaran orang-orang dewasa di belakangnya tidak tahu apa yang dilakukan anak itu hingga dikejar-kejar.
Surai pirang keemasanya yang terkena pantulan sinar matahari terlihat berkilauan meskipun penampilan anak itu terlihat kotor seperti tak terurus.
Anak itu menyelip diatara bangunan-bangunan yang ada mengeco semua orang dewasa yang mengejarnya hingga mereka kehilangan jejaknya.
"Kemana bocah itu? Cepat sekali larinya" ujar salah satu dari mereka karna kehilangan anak yang di kejarnya.
__ADS_1
"Kita kesana! mungkin bocah itu lari kesana" ujar kesatria lainnya menujukan jalan mereka semu mengikuti apa yang dikatakan orang itu melewati gang sempit yang ada disana.
"Ha... ha... dasar penjaga-penjaga bodoh mengejarku saja tak becus ha... ha..." tawa anak itu di salah satu sudut gang.
"Siapa bilang kau sudah lolos Brave Gillian" suara berat terdengar dari belakang anak itu.
Anak itu berbalik dan melihat pria tinggi besar berada tepat di hadapannya.
"Tuan Owen he... he..."
"Kau bocah nakal benar-nenar ya.... ikuti aku sekarang"
"Eh... kemana?"
"Ikut saja"
Anak itu mengikuti langka cepat sang pria dewasa itu dengan berlari kecil.
"Apa tuan Owen mau mengajariku berpedang?"
"Anak ini ya.... banyak sekali bicaramu itu"
Bruk
"Aaagh.." anak itu memegang wajahnya kesakitan saat tak sengaja menabrak punggung keras pria yang ada di depannya yang berhenti mendadak.
Pria itu kembali berjalan tentu masih tetep di ikuti sang bocah yang bernama Gillian.
Mereka terus berjalan hingga mereka sampai disebuah rumah mewah terlihat seperti milik seorang bangsawan.
"Wah.... apa ini rumah bangsawan? Besar sekali" Gillian terlihat terpukau dengan dengan rumah itu disepanjang perjalanan melawati taman yang luar Gillian tak hentinya terpukau.
"Mulai sekarang kau akan tinggal disini dan kau juga akan berlatih sebagai kesatria disini juga" kata Owen masih sambil berjalan memasuki area tempat pelatian para kesatria.
"Oh... benarkah tuan seriuskan dan tak berbohongkan"
"Kau sudah kubawah sampai sini apa kau masih berpikir aku berbohong padamu"
"Eh....tidak... tidak... terimakasih tuan Owen aku tak akan perna mengecewakanmu, aku akan menjadi kesatria yang kuat yang bisa anda andalkan nanti pasti" kata Gillian semangat dan terlihat begitu senang.
Dan sejak itu Gillian menjadi kesatria di rumah bangsawan Night atas reklutan Owen kepala pasukan kesatria Night yang tak segaja dia temui.
Ditenagah pelatihanya sebagai kesatrian Gillian juga tak sengaja bertemu dengan seorang anak yang seumuran dengannya yang ternyata anak dari pemilik rumah.
__ADS_1
Saat itu Gillian sedang mendapatkan hukuman dari Owen karna tak bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Owen yaitu tak bisa mengayunkan pedang sebanyak 1000 kali yang ditentukan oleh Owen dengan batas waktu yang di tentukan juga tentunya.
Gillian hanya mengayukan pendanganya 800an kali hal itu membuatnya mendapat hukuman dengan latihan tambahan berlari sebanyak 50 kali.
"Ha... ha...ha.... capek sekali" Gillian tidur terlentang diatas tanah dengan napas terputus-putus karna kelelahan setelah menyelesaikan hukumannya.
"Apa kau bekerja disini?" Tanya seorang anak yang melihat Gillian yang berbaring di tanah.
Mendengar pertanyaan itu membuat Gill terkejut dan segera terbagun dari rebahanya.
"Hm... siapa kau bagaimana bisa sampai di camp kesatria?" Tanya Gill balik pada anak yang berdiri di hadapannya
"Sepertinya aku tersesat"
"Eh... tersesat? Kau tinggal dimana memangnya dan tersesat hingga sampai sini?"
"Aku tak tahu karna itu tersesat sampai disini"
"Hah... kau benar-benar anak yang aneh tapi baiklah aku akan mengatarmu pulang sampai rumahmu biar begini aku sangat tahu tempat ini dan daerah sekitar sini"
"Sunggu kalau begitu terimakasih emm.. siapa namamu?"
"Gill.. Gillian Brave tapi kau bisa panggil saja aku Gill dan Kau"
"Aku Claudius"
"Oh ok Claudi ayo pergi sekarang" Gill berdiri dari tempatnya dan berjalan bersama Claudius keluar dari camp kesatria.
"Kau tadi datang dari arah mana?" Tanya Gill lagi setelah melihat dua jalan yang bercabang.
"Entahlah kedua jalan ini kelihatan sama"
Plak
Gill menepuk jidatnya karna Claudius benar-benar tak tahu arah dia datang.
"Baiklah kita kearah sini saja karna kau ada di sini kemungkina kau juga tinggal di sini" kata Gill sambil berjalan mendahuluin Claudius.
"Aku memang tinggal disini"
"Baiklah kau tinggal disini tapi kau tak tahu arah kembali"
"Aku hanya lupa bukanya tak tahu"
__ADS_1
"Ya.. lupa dan tak tahu itu apa bedahnya?"
Tbc