
Setelah kejadian sebelumnya dirumah Nisa Albert dan Bella terlihat sedang berdiskusi kembali membuat rencana ulang agar apa yang mereka rencanakan bisa dapat tercapai.
Albert benar-benar sudah terpengaru oleh istrinya yang serakang hingga mau melakukan apapun yang dikatakan Bella tak perdulu jika dirinya sudah menyakiti putrinya sekalipun.
Dia yang selalu menganggap apa yang dikatakan Bella adalah benar melihat apa yang selalu dikerjakan Bella dimatanya juga selalu baik.
"Apa sebaiknya kita temui saja langsung CEO Night jika putrimu tak mau membantu kita" saran Bella.
"Bagaimana mungkin dia adalah CEO bagaimana bisa kita seenaknya menemuinya tanpa membuat janji bisa-bisa kita diusir dan hal itu akan membuat kita malu sendiri" ujar Albert sambil memegang kepalanya merasa pusing.
"Lalu apa kamu punya rencana lain putrimu itu sudah mengusir kita waktu itu dan melarang kita juga untuk datang lagi ketempatnya bagaimana bisa kita mewujutkan apa yang kita mau jika kita tak bisa mendapatkanya.... apa kamu punya rencana?"
"Baiklah kita akan pergi kesana seperti maumu... tapi apa kamu tak berpikir jika Nisa sudah memberi tahukan semua kejadian waktu itu pada suaminya lalu apa yang kita bisa lakukan setelah itu?"
"Justru bagus bukan kita tinggal mengatakan jika Nisa mengusir kita hanya karna kita meminta bantuan padanya mungkin saja jika CEO Night akan merasa ibah pada kita dan juga merasa bersala atas perlakuan istrinya itu kita akan memanfaatkan soal itu dia pasti akan membantu kita jika kita bisa menyakinkannya"
"Apa kamu pikir itu akan berhasil?" Tanya Albert tak merasa yakin dengan apa yang dikatakan istrinya.
"Kita tak akan tahu kalau kita tak mencobanya bukan" kata Bella dengan smirk dibibirnya.
"Baiklah ayo kita coba" kata Albert akhirnya setuju.
Keesokan harinya seperti yang mereka rencanakan mereka datang ke C_N crop untuk menemui Claudi.
Lobi
"Maaf" ujar Sang resepsionis tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pasangan suami istri yang datang keperusahaan mereka.
Hal seperti ini terlalu sering mereka alami dan itu juga membuat semua resepsionis semakin waspada karna mereka tak ingin kembali kecurian seperti beberapa bulan sebelumnya mereka sudah mendapatkan peringatan pertama mereka tak mau lagi dapat masalah dengan hal yang sama dan harus kehilangan pekerjaan mereka.
"Kami adalah mertua CEO Night dan kami datang ingin menemuinya" kata Bella penuh keyakinan.
"Jika anda tak memiliki janji sebelumnya anda tak bisa menemu tuan CEO jadi sebaiknya anda pergi dari sini sebelum sicurity datang dan mengusir kalian jika kalian terus bersikeras disini" ancam resepsionis itu.
"Hei aku peringatkan kalian akan menyesal jika kalian mencoba mengusir kami kalian pasti akan dipecat dari perusahaan ini jika kalian mencoba menyentu kami" kata Bella memperingatkan.
__ADS_1
"Dengar nyonya kami tak punya waktu meladeni kalian... kami sudah terlalu sering menemui orang-orang seperti kalian jadi sebaiknya kalian pergi baik-baik sekarang juga"
"Sudah cukup" Albert berbicara karna sedari tadi dirinya diam.
"Sayang" protes Bella.
"Sepertinya anda sudah mengerti silakan pintunya ada disana" kata sang resepsionis sambil menujukan arah pintu keluar.
"Bukan kami yang akan keluar tapi kalianlah yang akan segera dipecat dari sini karna sudah mengusir kami orang tuan dari istri CEO Night jadi cepat hubungi CEO katakan kami datang dan ingin menemuinya" ujar Albert.
"Hah panggil Sicurity saja.....SICURITY....SICURITY...."
Mendengar panggilan dari resepsionis dua orang sicurity datang dengan tergesa-gesa menghampiri.
"Seret mereka keluar dari sini" perinta sang resepsionis.
Dengan sigap para sicurity memegang pasangan suami istri itu dan siap menbawa mereka keluar dari lobi.
"Apa-apaan ini lepaskan kami.... lepaskan" Bella memberontak dak hanya Bella Albert pun terlihat memberontak.
"Ada apa ini?" Tanya seorang pria pirang yang baru saja memasuki gedung perusahaan dan melihat keributan yang terjadi.
"Direktu" semua orang memberi salam pada pria pirang itu yang ternyata Haiden.
Melihat ada kesempatan Bella segera melepaskan dirinya apalagi dia mendengar orang-orang memangil pria pirang itu dengan sebutan Direktur segera saja Bella belari kearah Haiden berada.
"Ada seorang Direktu bisakah anda membawa kami menemui CEO Night kami adalah orang tuan Nisa anda pasti tahukan Nisa istrinya CEO Night? Orang-orang ini tak ada yang percaya dengan apa yang kami katakan" kata Bella cepat.
Melihat tindakan Bella yang tak mereka sadari membuat semua orang panik termasuk resepsionis yang segera memerintakan para Sicurity untuk menarik kembali Bella dari hadapan Haiden.
"Hei.... sudahku bilang lepaskan... lepaskan aku" brontak Bella lagi.
"Sudah cukup lepaskan mereka dan kalian segera kembali keposisi kalian" perinta Haiden.
Semua orang bingung dengan perinta Haiden tapi tak ada yang membantanya mereka mengikuti semua yang dikatakan atasan mereka.
__ADS_1
"Kalian ikut denganku" ujar Haiden lagi pada Albert dan Bella setelah semua orang meninggalkan keributan yang terjadi sebelumnya.
"Ah... iya..." keduanya mengikuti Haiden dengan tenang semua resepsionis terlihat memucat melihat hal itu karna mereka sudah melakukan kesalahan sekali lagi entah apa yang akan terjadi dengan nasip mereka setelah ini itulah yang mereka pikirkan saat ini.
"Apa yang kalian katakan tadi? apa kalian bisa membuktikanya?" ujar Haiden saat ini mereka masih ada di lobi tempat biasa dipakai pegawai untuk menghabiskan waktu istirahat mereka.
Karna masih jam kerja menjadikan tempat itu sepi tak ada orang lain selain mereka bertiga.
"Apa maksud anda.... bukti!? Kami benar-benar orang tuan Nisa saya adalah Bella Ibunya meski saya adalah Ibu tirinya dan dia adalah suami saya Albert sekaligus Ayah kandung Nisa tang merupakan istri CEO Night"
"......"
"Ah... sayang Hpmu kamu masih menyimpan foto keluarga di ponselmu bukan" ujar Bella lagi meminta hp Albert.
Albert menyerakan dengan suka relah dan Bella segera memeriksa galeri diponsel suaminya berharap ada satu saja foto keluarga di galeri foto di ponsel Albert.
Ketemu Bella segera meperlihatkan foto itu yang berisi foto kebersamaan mereka saat Nisa lulus sekolah menengah atasnya difoto itu bukan hanya ada Nisa ada juga dirinya Albert juga Kent.
Haiden melihat foto itu dengan baik-baik.
"Bagaimana apa anda percaya pasti ada mengenalnyakan dia gadis yang berada ditangan ini adalah istri CEO Night gadis ini adalah putri kami" kata Bella.
"Baiklah sepertinya kalian tak berbohong... tapi ada urusan apa kalian dengan CEO kebala mendatanginya kekantor bukan kerumahnya?"
"Soal itu kami sedikit ada masalah dengan putri kami dan kami menemui CEO karna kami ingin menyelesaikan masalah itu" jelas Bella.
"Aku mengerti kalau begitu ikut aku" ujar Haiden mengajak keduanya.
Merekapun mengikuti Haiden kemanapun Haiden akan membawa mereka dan ternyata Haiden membawa mereka berdua benar-benar kekantor CEO sebuah keberuntungan bagi Albert dan Bella karna mereka datang dan kebetulan bertemu Haiden hingga merekapun betulan di bawa Haiden kekantor CEO.
Kalau tidak bertemu dengan Haiden pasti mereka sudah di usir dengan paksa dan pasti membuat mereka merasa sangat malu.
"Master ada yang datang ingin menenui anda" ujar Haiden begitu memasuki kantor CEO
Tbc.
__ADS_1