Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 63


__ADS_3

Rumah sakit Pace


Terdapat lima orang sedang berdiri melihat seseorang yang baru saja tersadar dari keadaan pingsannya.


"Kalian" ujar orang yang berada di ranjang rawat itu dengan lemah.


"Sepertinya keadaanmu jauh lebih baik sekarang" ujar Haiden menanggapi.


"Apa kalian yang sudah menolongku? Kalau itu benar terimakasih banyak ku ucapkan pada kalian" kata pria itu memandang kesemua orang yang berada dikamar inapnya.


"Kau bisa anggap begitu jika kau mau.... terserah, sekarang yang ingin kudengar darimu bukanlah terimakasihmu tapi katakan apa yang sebenarnya terjadi katakanlah yang sebenarnya" 


"Aku dan Steve dibuang dari Senate begitu gagal membawa Claudius Ruhtven the Night Steve dimasukan dalam penjara karna dia yang memberi perinta untuk kembali tanpa membawa Master kalian..... setelah itu aku dikucilkan dari semuanya aku tak diijinkan mengijak dan datang kepertemuan apapun..... hingga akhirnya akupun hanya bisa pergi tanpa tujuan hingga kemarin saat kalian menemukan diriku setelah aku disereng puluhan Black Vampire dan juga seorang pria minterius yang tak kuketahi siapa dia"


"Orang misterius seperti apa dia katakan ciri-cirinya" tanggap Haiden.


"Aku tak bisa melihat orang itu dengan jelas karna dia nenyerangku saat aku sibuk bertarung denga para Black Vampire tapi aku yakin jika itu seorang Pureblood"


"Pureblood kau yakin?" tanya Haiden.


"Kurasa saat aku merasakan tekanan dari pria itu yang kurasajan dia memanglah seorang Pureblood"


"Jadi begitu.... baiklah apa ada lagi yang belum kau katakan pada kami"


"Tidak... semua itu yang aku ketahui... aku berkata yang sebenarnya"


"Baiklah kalau begitu tapi jika aku mengetahui kau berbohong maka aku rak akan membiarkanmu" ancam Haiden.


"Lalu bagaiman sekarang Haiden apa yang akan kita lakukan pada dia?" Tanya Cain menatap Nao.


Srett


Bruk


"Hei apa yang kau lakukan" ujar Haiden pada Nao yang tiba-tiba bangun dari ranjang rawatnya dan bersujut dibadapan Haiden dan teman-teman lainnya.


"Aku mohon ijinkan aku tinggal aku sudah tak memilik lagi tempat yang ditujuh.... hal itu sangat membingungkan untukku yang selama ini selalu mengikuti seseorang.... aku tak akan bisa hidup jika terus berada disituasi seperti ini.... jadi aku mohon ijinkan aku bersama kalian ... apapun akan kulakukan aku juga akan mengabdikan diriku pada Master yang sama seperti kalian jika kalian mau.... Master Claudiun aku akan mengikutinya jadi aku mohon beri aku kesempatan" pinta Nao masih sambil bersujut terlihat begitu menyedihkan.

__ADS_1


"Haiden Bagaimana?" Tanya Cain mewakili semua teman-temanya yang lain.


"Aku tak bisa memberikan keputusan apapun karma itu bukan tugaskan hanya Master yang memiliki wewenang untuk memutuskan segalanya" jawab Haiden.


Nao masih terlihat bersujut ditempatnya tak sedikitpun mengakat wajahnya memohon agar dirinya diterima.


"Kau sudah mendengar apa yang kukatakan barusan bukan jadi sebaikanya kau berdiri dan kembalilah ke tempat tidurmu karna percuma saja kau melakukan hal ini untuk kami karna tak akan ada yang bisa kami lakukan juga.... jika kau ingin menyampaikan apa yang kau katakan padamu sebaiknya kau katakan sendiri hal itu pada Master setelah kau puli dari semua luka-lukamu itu" kata Haiden Lagi.


"......"


"Kau sudah dengarkan bukan... sebaiknya kau kembali keranjangmu" ujar Raisa.


"Kami akan pergi kita akan menemuimu nanti lagi jadi istirahatlah" Haiden berbalik dan segera pergi meninggalkan ruang rawat inap itu.


Diluar ruang rawat inap Nao.


"Apa kau benar-benar akan mengatakan hal ini pada Master?" Tanya Stefani yang sejak tadi diam saja.


"Aku tak mungkin menyembuyikan hal ini terlalu lama pada Master soal permintaanya semua itu akan Master sendiri yang akan menentukan dan memumutuskannya"


Setelahnya merekapun kembali ketempat mereka masing-masing  seperti Raisa dan Rafael yang pergi kelokasi Syuting mereka masing-masing lalu Cain dan Stefani pergi ke perusahaan C_N crop sedangkan Haiden masih tetap di RS karna dia juga bekerja di sana.


Beberapa hari berlalu kini Claudi sedang berada dirumah Haiden seperti yang dikatakan oleh Haiden sebelumnya hari ini Nao pemuda yang beberapa hari lalu di selamatkan oleh Haiden dan yang lainnya bermaksud meminta untuk menemui Claudi.


Claudi terlihat dengan nyaman duduk disofa seperti biasanya tentu sambil menikmati teh yang disajikan untuknya seperti selama ini juga.


Lalu disisi kanan dan kirinya semua pengikutnya dengan setia menjaga dan menemaninya.


Pria itu Nao memasuki ruangan dengan wajah tertunduk berjalan dengan pelan menghadap pada Claudi yang masih dalam posisi sama tak berubah sama sekali.


Terlihat masih ada beberapa luka yang masih belum sebuh benar di tubuh pria itu buktinya tubuhnya masih ada kain perban yang membalut luka-luka itu.


"Perkenalkan saya adalah Nao sebelumnya kita sudah perna bertemu" ujar Nao memulai.


"....."


Bruk

__ADS_1


Kembali Nao mejatuhkan dirinya dalam posisi bersujut seperti sebelumnya dihadapan Claudi yang sedang menikmati Tehnya.


"Tuan.... tuan Claudius tolong terima saya jadi bagian dari kelompok anda... akan saya lakukan apapun untuk anda jika anda mau.... saya juga akan melakukan apapun yang anda perintahkan.... saya berjanji akan selalu setia pada anda jika anda mau menerima saya.... jadi saya mohon terimalah saya tak ada tempat yang bisa saya tujuh saat ini... jika anda memberikan saya kesempatan sekali saja saya pasti akan melakukan yang terbaik untuk anda.... saya akan selalu berada disisi anda apapun yang terjadi" janji Nao yang begitu banyak telah ia katakan berharap Claudi mau menerimanya setelah mendengar apa yang dia katakan.


Claudi tak merespon untuk sesaat pria itu hanya menatap datar pria yang sedang bersujut dihadapanya itu.


"Berdirilah" perintah Claudi setelah beberapa saat hanya mengamati.


"Tidak... saya tidak akan berdiri dari posisi saya sebelun anda mau menerima saya Tuan Claudi" ujar Nao lagi masih dalam posisinya menolak perinta Claudi.


"Kau mengatakan akan melakukan apapun yang aku perintakan tapi sekarang apa? kau bahkan sudah menolak peritah pertamaku" ujar Claudi masih kalem penuh kewibawaan.


"I... itu... maafkan saya... saya tak bermaksud seperti itu" Nao nampak gelagap berbicara sambil mengakat kepalanya meski posisinya masilah sama bersujut.


"Aku mengerti maksudmu itu jadi berdirilah" ujar Claudi lagi memberi perntah.


"Ah... baik saya mengerti" jawab Nao dan segera kembali berdiri mengadap Claudi.


"Kau boleh tinggal Haiden akan menempatkamu disuatu tepat" kata Claudi  membuat Nao yang mendengarnya nampak senang dan bahagia.


"Haiden berikan dia tempat yang tepat kamu mengertikan maksudku" ujar Claudi lagi kini ditujukan pada  pada Haiden.


"Saya mengerti Master akan saya lakukan sesuai apa yang Master katakan" jawab Haiden pernuh hormat.


Setelahnya Claudi berajak dari tempatnya dan berjalan menujuh kamarnya.


"Untuk hari ini kamu boleh menginap disini aku akan mengatarkanmu kekamar yang bisa kamu tempati besok kamu akan tinggal di tempat yang sudah kusiapkan untukmu dan saat kau dapat panggilan dariku itu artinya perinta dari Master kau harus segera datang untuk menemuinya" ujar Haiden setelah kepergian Claudi.


"Aku akan tinggal terpisa dengan Master Claudius bukankan pengikut Master selalu berada disisi Masternya kalian semua juga bukan?" Tanya Nao heran karna dia akan tinggal di tempat berbeda dengan Claudi.


"Tidak hanya aku yang tinggal bersama Master selama ini karna ini adalah rumahku yang lainnya juga tinggal di rumah mereka masing-masing karna mereka juga memilikinya masing-masing" jelas Haiden.


"Apa kalian tak mengkhawatirkan Master jika kalian terpisa sebagai pengikutnya?" Tanya Nao lagi.


"Itu adalah keinginan Master jadi tidak ada yang boleh membanta perinta Master" jawab Cain membatu menjawab.


"Jadi begitu... baiklah jika memang itulah yang diinginkan Master" kata Nao akhirnya menerima semuanya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2