Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 85


__ADS_3

"Sebenarnya aku ingin meminta bantuan darimu" ujar Antonius.


Saat ini seperti biasanya pria itu sedang berada diresto Nisa dan sedang berbicara dengan Nisa.


"Meminta bantuan apa?" Tanya Nisa tak enak tiba-tiba pria yang dikenalnya tak lama itu meminta bantuan padanya.


"Aku mau memberi sesuatu untuk seseorang tapi aku tak tahu harus belikan dia apa.... apa kamu bisa memberiku saran"


"Tapi kenapa saya? apa anda tak memiliki seseorang yang bisa anda mintain tolong?"


"Kalau ada tak mungkin aku meminta bantuan dirimu yang baru kukenalkan akhir-akhir ini"


"Tapi kenapa saya?"


"Hanya kamu yang aku kenal dan aku merasa aku cukup dekat denganmu, karna itu.... tapi jika merepotkanmu tak usah tak apa maaf sudah meminta sesuatu yang sulit untukmu"


"Ah.... bukanya begitu..... hah.... baiklah sebenarnya orang yang ingin anda kasih hadia itu siapa anda kekasih atau keluarga anda?"


"Dia orang yang aku sukai dan saat ini aku sedang mencoba mendekatinya"


"Begitu kalau untuk orang yang anda sukai sebaiknya anda mencarikan hadia yang sesuai dengan selera wanita yang anda sukai itu pasti anda tahukan apa yang jadi selera wanita itu?" Terang Nisa.


"Tidak dia terlalu sederhana aku tak dapat mengetahui apapun yang menjadi kesukaannya"


"Begitu tapi pasti ada. anda harus mengamatinya dengan lebih baik lagi"


"Aku sudah mekakukannya kalau kamu kira-kira suka apa?"


"Eh.... kenapa jadi aku lagi?"


"Karna aku meresa wanita itu mirip denganmu karna itu aku meminta saran darimu juga"


"Jadi begitu"


"Hm.... katakanlah apa yang kau suka aku akan memikirkan dan mempertimbangkannya nanti apa kira-kira dia juga suka atau tidak"


"Bagaimana ya.... kalau ditanya seperti itu akan sulit bagiku untuk menjawabnya"


"......."


"Aku tak perna menginginkan sesuatu tapi kalau dikasih sesuatu oleh orang yang kucintai apapun itu pasti aku akan merasa senang" ujar Nisa dan saat mengatakan itu di pikiran wanita itu yang terlintas wajah Claudi suaminya yang tampan hal itu membuatnya tersenyum senang saat membayangkan Claudi.


Antonius yang mendengar dan melihat wajah Nisa yang sumrigai merasa tak menyukai akan hal itu.


"Aku pasti tidak membantu sama sekali ya" ujar Nisa lagi karna tak mendapatkan tanggapan apapun dari Antonius.


"Hm.. tidak. ini cukup membantuku Terimakasih untuk saran yang kamu berikan"


"Apa benar begitu?"


"Hm. Tentu saja sekarang aku harus pergi"


"Oh... tentu hati-hati diperjalananmu"


"Ya"

__ADS_1


Antonius berajak dari tempatnya dan sesudahnya dia pergi dari Resto Nisa.


"Sepertinya pria itu menyukai anda Bos" ujar Erin setelah Antonius pergi dari resto.


"Heh... kenapa kau bicara seperti itu?"


"Apa anda benar-benar tak merasakanya?"


"......"


"Terlihat jelas ditatapannya saat pria itu memandang anda"


"Tapi Antonius sudah tahu aku sudah memiliki keluarga dia juga mengatakan sudah memiliki seseorang yang disukainya"


"Apa anda percaya akan hal itu? Apa menurut anda yang dia katakan itu tidak ditujukan untuk anda? Perasaan suka pada seseorang itu tak terbatas hanya karna sebelah pihak sudah memiliki Kelurga atau semacamnya tak bisa membuat seseorang bisa berhenti begitu saja dan dengan senang hati merelakannya.... karna hal itu sangatlah sulit dilakukan..... jadi sebaiknya anda hati-hati ini saya katakan hanya karna saya tak ingin sesuatu yang tak di inginkan menimpa kehidupan bahagia anda dan keluarga anda Bos" terang Erin.


"Aku mengerti terimakasih"


.


.


.


.


.


.


.


.


"Apa ini?" Tanya Nisa atas pemberian Antonius Nisa membuka isi kotak kecil itu untuk menlihat isinya.


Kotak itu berisi bros yang terlihat mahal dan mewah dengan berlian besar berwarna biru Shaffire ditengahnya belum lagi berlian kecil yang mengelilingi sunggu itu bisa dipastikan harganya pastilah sangat mahal.


"Untukmu aku melihatnya kemarin karna itu aku membelikanya untukmu" terang Antonius.


"Tidak... tidak usah ini pasti mahal aku tak bisa menerimanya" tolak Nisa dan mengembalikan kotak berisi Bros  itu.


"Kenapa? Aku membelinya untukmu sebagai tanda terimakasih atas saranmu kemarin"


"Aku mengerti maksudmu tapi aku tak bisa menerima barang semewah itu..... itu terlalu berlebihan" kata Nisa lagi masih menolak.


"Ini tak seberapa ambilah aku bukan orang yang suka memberikan sesuatu untuk seseorang tapi karna aku melihat itu kemarin dan teringat denganmu karna itu aku membelinya untukmu"


"Tapi ini terlalu berlebihan jadi sebaiknya kamu berikan saja pada orang yang kamu sukai itu"


"Tidak sama sekali sudah kukatakan ambilah. itu kubeli untukmu aku tak mau penolakan...... jika kamu tak menginginkanya kamu bisa membuangnya saja... aku akan pergi sekarang" Antonius berdiri dan segera keluar dari resto setelah apa yang dipesanya diterima.


"Bagaimana ini apa aku simpan saja nanti kalau dia datang lagi aku kembalikan lagi" pikir Nisa.


"Apa itu? Apa dari pria yang tadi?" Tanya Erin.

__ADS_1


"Hm"


Erin membuka kota yang berada diatas meja untuk melihat isinya.


"Oh... astaga sebuah bros cantik sekali" ujar seorang pelayan yang berdiri di belakan Erin.


"Aiss...kembali berkerja" sembur Erin.


"Ah... iya" pelayan itu ngacir pergi dari pada dapat semburan dari sang Maneger.


"Apa anda akan menerima pemberianya ini begitu saja?" Tanya Erin.


"Tadi aku sudah menolaknya dia bersikeras agar aku menerimanya dan dia tak mau ditolak itu yang dia katakan" jelas Nisa seperti yang terjadi.


"Astaga ini masalah" kata Erin sambil menepuk keningnya sendiri.


"......"


"Bos anda tak akan mungkin menghianati tuan CEO kan?" Tanya Erin lagi.


"Astaga mana mungki kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Tidak aku hanya takut saja dengan pria itu sepertinya pria itu benar-benar memiliki perasaan pada anda"


"Aku berniat untuk mengembalikanya lagi jika bertemu lagi" terang Nisa.


"Sebaiknya anda bertindak tegas agar pria itu tak terlalu berharap yang lebih untuk anda jika anda tak bertidak lebih cepat takutnya dia semakin berharap pada anda"


"Ya"


"Ngomong-ngomong apa anda tak menceritkan soal pria itu pada CEO Night?"


"Tidak, kukirah itu bukan masalah yang serius karna aku hanya menganggapnya sebagai seorang pelangan biasa saja di resto ini jadi aku tak perna mengatakan apapun pada Claudi"


"Begitu, meski pria itu sangat mencurigakan apa lagi penampilanya yang sangan milip CEO Night"


"Memang benar aku juga merasa dia memang mirip dengan Claudi tapi Claudi tak perna menceritakan padaku jika dirinya memiliki saudara atau semacamnya jadi aku menganggapnya mungkin itu hanya kebetulan belakang"


"Tapi bukankah anda seharusnya membicarakan ini dengan CEO untuk mencega kemungkinan terburuknya apalagi sepertinya wajah tampan CEO itu bukanlah wajah pasaran yang tak mungkin bisa dimiliki banyak orang diluaran sana kecualin jika mereka memang memiliki darah yang sama itulah aku pikirkan selama ini "


"Ya kamu benar sih aku juga berpikir begitu sebelumnya. Baiklah aku akan melakukan seperti yang Meneger katakan tenanglah"


"Baiklah"


'Sebenarnya aku tak ingin memperbesar lagi masalah ini tapi jika seperti ini aku harus melapor pada Haiden' pikir Erin dirinya tak mau tertejadi sesuatu yang tak diinginkanya saat nyonya besar dari orang yang sudah menyelamatkanya itu dalam pengawasannya.


Erin adalah wanita yatim piatu yang  dulu perna di rawat dirumah sakit Haiden karna sebuah kecelakan yang dialaminya dan Haidenlah yang berhasil menyelamatkan nyawanya dan sejak itu untuk membalas semua perbuatan baik Haiden padanya Erin mengapdikan dirinya pada Haiden.


Apalagi Haidenlah yang sudah merawat dan mendukungnya hingga menjadi seperti saat ini.


Dan untuk membalas semua yang Dilakukan Haiden untuknya kinilah kesempatanya yaitu menjaga demgan baik orang-orang yang begitu dihargai oleh Haiden.


Dirinya tak mau membuat kesalahan sedikitpun dan membuat kecewa Haiden itu adalah tujuan utamanya dalam hidupnya setelah lolos dari kematian mrskipun Haiden tak menginginkan itu semua sekalipun darinya dia akan tetap akan melakukannya itulah caranya untuk balas budi.


"Anda bisa menyimpanya sekarang jika anda bertujuan untuk mengembalikanya nanti semoga semya berjalan sesuai apa yang ada harapkan Bos" ujar Erin.

__ADS_1


"Iya"


Tbc


__ADS_2