Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 8


__ADS_3

"Baiklah kita sampai di bioskop kita bisa nonton flim disini" ujar Nisa saat mereka sampai di depan sebuah gedung Bioskop.


"......" Claudius memperhatikan banyak pasangan yang memasuki bioskop itu ada juga beberapa gerombolang yang masuk kegedung itu juga.


"Bagaimana apa kau mau masuk juga untuk nonyon flim?" Tanya Nisa.


"Sepertinya tempat ini bagus" jawab Claudiaus.


Bioskop itu adalah tempat pertama yang mereka kunjungi hari ini.


Mereka berduapun memasuki gedung itu suasana terlihat tak begitu ramai karna memang hari ini hari kerja tak banyak yang tadang biasanya orang-orang akan datang di hari libur atau sepulang dari kerja atau kegiatan rutinitas mereka untuk menghabiskan waktu.


Meski begitu banyak pasangan muda-mudi yang datang hari ini mungkin mereka sedang berkencan.


"Seperti biasa Bioskop adalah tempat terbaik untuk orang-orang pergi berkencan dan kumpul bersama teman" ujar Nisa saat melihat Claudius yang masih serius memperhatikan sekitarnya.


"Kencan?" Ujar Claudius penuh tanda tanya.


"Ya, biasanya pasangan kekasih akan selalu datang ke bioskop jika sedang berkencan untuk menghabiskan waktu bersama"


"....."


"Ya sudahlah ayo... kamu mau lihat flim apa?" Tanya Nisa lagi menujukan beberapa poster flim yang tertempel di beberapa tempat di bioskop itu.


"Terserah kamu" jawab Claudius karna dia tak tahu harus memilih yang mana.


'Sepertinya ini seperti gedung teater' lanjut Claudius dalam pikirannya melihat banyak poster yang tertempel.


"Bagaimana jika kita lihat yang itu?" Tunjuk Nisa pada poster besar yang tertempel flim itu lagi hits-hitsnya saat ini dan banyak sekali di lihat oleh orang.


"The Vampire Lord" gumam Claudius membaca judul flim itu.


"Ya, itu flim horror, action yang sangat terkenal saat ini"


"Baiklah"

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk menonton flim horor yang berjudul The  Vampire Lord itu atas saran Nisa.


"Kita juga harus beli makana karna akan membutuhkan waktu lama saat kita melihat flimnya" ujar Nisa lagi.


"Hm" Claudius setuju saja dengan semua yang di katakan Nisa setelah beli tiket mereka pergi membeli makanan dan minuman untuk di makan saat nonton nantinya.


Popcorn juga minuman adalah makanan yang mereka pilih sebagai teman menonton mereka setelahnya mereka segera memasuki ruangan bioskop begitu giliran flim mereka di putar Mencari tempat duduk mereka dan segera menempatinya berdampingan.


Saat ini mereka benar-benar seperti pasangan muda yang baru menikah dan sedang melekukan kencan mereka setelah menikah meski mereka tak sadar akan hal itu tapi banyak pasang mata yang mengirah demikian.


Claudius membawa popcorn ukuran besar dipangkuannya karna Nisa yang memberikannya tadi agar Claudius yang membawanya.


Setelah beberapa iklan akhirnya flimpun di mulai terlihat mereka sangat menikmati Flim yang ada di hadapan mereka.


Flim yang di perankan seorang aktor yang tampan dan aktris yang cantik memerankan peran mereka dengan sunggu luar biasa hingga mampu membius semua penonton yang melihatnya perang yang mereka perankan sunggu luar biasa.


Tak terkecuali dengan Nisa dia begitu terbius akan flim itu hingga akhir sedangkan Claudius entah menikmati atau tidak pria itu tampak menatap tenang pada layar yang ada di hadapanya.


"Sunggu flim itu bagus sekali tak heran jika banyak orang yang menantikan flim ini bahkan sebelum flim itu rilis bagaimana menurutmu Claudi" ujar Nisa seteleh mereka keluar dari bioskop masih terlarut akan flim yang mereka tonton.


"Hm"


"Hm, itu lumayan"


"Benarkah?"


"Hm"


"Karna suda siang bagaimana kalau kita cari tempat untuk makan siang" Ujar Nisa mencoba menawarkan jika saja Claudius benar-benar tak menyukai flimnya.


"Ya"


Merekapun keluar dari gedung bioskop dan segera mencari resto terdekat resto yang tak terlihat mahal juga tak terlihat murahan itulah yang dipilih oleh Nisa biar bagaimanapun Claudius adalah bos dari Haiden dia tak mungkin membawa pria tampan itu keresto murahan tapi jika membawanya keresto mahal dia tak enak hati karna yang membayar tagihan adalah Haiden sedangkan yang menikmati adalah dirinya dan Claudius meski dia sangat yakin jika Haiden pasti tak akan marah jika uangnya di pakai untuk makan di resto mahal sekalipun tapi dia sendiri saja yang merasa tak enak hati.


Oh... iya soal bagaimana Bisa Haiden yang membayar tagihan padahal pria pirang itu tak bersama mereka itu karna pria pirang itu memberikan black cardnya pada Claudius saat sebelum mereka berangkan sebelimnya juga saat mereka di bioskop Claudius memakai kartu itu untuk pembayaran semua.

__ADS_1


Lalu bagaimana Nisa tahu kalau karti yang di bawa Claudi atalah milik Haiden itu karna Claudi sendiri yang mengatakanya pada Nisa Haiden berpesan pada Claudi jika mereka ingin membeli sesuatu sebaiknya memakai kartu itu saja itulah pesan Haiden pada Claudius.


"Tidak apakan kalau kita makan disini?" Tanya Nisa siapa tahu jika Claudius tak menyukai tempatnya jika seperti itu hasilnya maka mereka skan pergi saja dari resto itu dan mencari resto yang lebih baik.


"Ya" jawab Claudi sama sekali terlihat tak keberatan Nisa yang melihat itu hanya menghembuskan nafas bersyukur.


Mereka masuk keresto dan segera mencari tempat duduk untuk dua orang beberapa saat setelahnya seorang pelayan pria datang untuk mencatat pesanan mereka dan setelah itu kembali pergi setelah Nisa dan Clsudius mengatakan pesanan mereka.


"Apa kau tak menikmati flimnya sepertinya kau sama sekali tak menikmatinya dan hanya aku saja yang menikmati flim tadi maaf jika menurutmu flimnya membosankan" ujar Nisa lagi membahas Flim yang mereka tonton tadi meminta maaf karna dia merasa jika Claudi sama sekali tak menikmati apa yang mereka tonton tadi karna itu tanggapan pria itu soal flimnya hanya hal yang begitu singkat seperti kata "lumayan" saja.


"Flimnya bagus"


"Kau tak perlu bicara seperti itu jika tak suka" ujar Nisa masih tak percaya dengan apa yang di katakan Claudius.


"Hm?? Aku suka bagian saat sang wanita menerima sang vampire" ujar Claudi mengatakan satu bagian adegan yang berada di flim yang mereka ditonton.


"Oh.. benarkah aku jiga suka bagian itu mereka sangat serasi bukan" tanggap Nisa kembali bersemangat.


"Serasi?"


"Hm.. sang vampire sangat tampan dan wanitanya juga sangat cantik mereka bagaikan pasangan takdir romantice sekali iya kan?"


"???"


"Claudi menurtmu vampire itu ada atau tidak? Jika ada apa mereka setampan dan secantik yang ada di flim? kalau memang itu terjadi dan aku bertemu mereka apakah skan seromantice di flim ya he...he.."


"Kalau mereka ada menurutmu bagaimana?" Bukanya menjawab pertanyaan Nisa Claudi justru bertanya balik pada wanita yang duduk di hadapanya itu.


"Jika itu terjadi pasti keren sekali" ujar Nisa semangat.


"Keren! Kau tak takut pada mereka?" Tanya Claudi lagi penasaran akan jawaban dari gadis pirang di hadapannya.


"Kenapa takut mereka juga pasti punya hati dan perasaan buka sekejam apapun mereka he..he.. karna di flim mereka bisa saling mencintai juga tapi mereka tak mungkin adakan mereka hanya mitos saja jadi kita takseharusnya terlalu tebawah oleh flim tadi he.. he.."


"........"

__ADS_1


__ADS_2