Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 40


__ADS_3

"Jika dia pergi bersama Kakaknya kita tak bisa menemuinya dengan muda pastinya"


"Lalu bagaimana apa kita biarkan saja Master Seperti ini terus?"


"Aku akan mencoba berbicara dengan orang yang kukenal agar bisa bertemu Nona Nisa"


Haiden dan semua pengikut Claudi terlihat begitu Khawatir dengan Claudi sudah tiga hari sejak Nisa pergi dari rumah Haiden Claudi menjadi pria pendiam dan dingin kembali seperti dulu yang tak lagi menghiraukan sekitarnya.


Tak ada pancaran kebahagian yang selalu ditunjukan diwajahnya seperti saat ada Nisa bersamanya.


Claudi hanya menghabiskan banyak waktunya di kamar Nisa tak keluar dari kamar itu jika bukan karna sesuatu yang penting.


Bahkan Claudi tak pergi kekantor untuk bekerja sejak Nisa meninggalkan rumah dengan alasan yang tak dipahaminya itu.


Barang-barang Nisa masih banyak yang tertinggal di kamar itu karna Nisa hanya membawa sedikit barang-barangnya sisahnya di tinggalkan begitu saja di kediaman Haideh dan hal itulah yang bisa membuat rasa rindu Claudi sedikit terobati hanya jika memandangi barang-barang Nisa disana dan juga aroma yang kental Di kamar Nisa yang semakin hari semakin memudar kini Claudi hanya mengandalkan hal itu untuk menahan dirinya agar tak gila karna merindukan belahan jiwanya itu.


Jika begitu kenapa dia tak pergi saja mengejar Nisa pasti semua orang bertanya seperti itu.


Claudi sudah perna melakukannya tapi Haiden menghentikannya karna Nisa saat ini berada di kawasan Hunter Claudi tak bisa seenaknya kesana untuk menemui Nisa karna jika hubunganya dengan Nisa diketahui oleh Hunter pasti akan menjadi kekacauan di lain hari yang ada bisa-bisa mereka tak akan bisa bersama sampai kapanpun.


Biar bagaimanapun Hunter dan Vampire  jika memilik hubungan yang lebih adalah hal yang terlarang prinsip semua Hunter adalah Vampire musuh mereka yang harus di basmi sampai keakarnya karna itu aman sangat berbahaya jika sampai ketahuan.


Karna itu jika Claudi tak ingin hal itu terjadi pada hununganya dengan Nisa ia tak boleh gegabah untuk bertindak dia juga harus mencari tahu kesalapahaman Nisa padanya dan meluruskannya jika bertemu wanita yang sedang mengandung anaknya itu.


Disisi lain dimana Yunifer berada terlihat wanita itu sedamg tersenyum puas dengan laporan yang diberikan oleh pengikutnya.


"Manusia dari dulu sampai sekarang selalu bodoh hanya mendengar sesuatu yang bakhan tanpa dicari tahu lebih lagi kepastiannya langsung saja percaya muda sekali membodohi para Human itu"


"Wanita itu pergi beberapa hari lalu"


"Aku mau lihat apa yang akan dilakukan oleh Claudi beraninya dia seorang pureblood memiliki hubungan dengan seorang Human apalagi wanita itu keturunan Hunter apa dia ingin menjatuhkan nama pureblood, pureblood hanya di takdirkan untuk pureblood lainnya untuk kemurnia penerus pureblood itu sudah di tentukan sejak dulu bagaimana bisa dia mencoba merusak hal itu dan mengingkari takdirnya"

__ADS_1


"Tapi apa mungkin merka akan menyerah begitu saja Nona Yunifer" ujar Roy tak yakin dia juga menentang hubungan Claudi dengan manusia seperti halnya Yunifer karna hal seperti itu memang tabu di bangsa Vampire pureblood tapi entah bagaimana dia merasa tak yakin rencana Yunifer kali ini tak akan berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan.


"Jika yang saat ini tak berhasil maka aku masih punya rencana lain untuk memisakan mereka" ujar Yunifer penuh percaya diri dengan smik di bibir merahnya.


Tak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh Yunifer dan rencama apa yang ada di pikiran wanita cantik itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Meski dia sebenarnya tak begitu menyuka jika waktunya selalu berada disisi pamannya itu tapi mau bagaimana lagi apartemennya cuman memiliki dua buah kamar.


Nisa juga awalnya merasa tak enak saat kakaknya memilih untuk tidur di kamar pamannya dan memberikan kamarnya sendiri pada Nisa.


Nisa seperti mengusir sang pemilik kamar itu sendiri untuk dirinya sendiri tapi Kent mengatakan jika hal itu bukanlah sesuatu yang perlu diributkan.


Mereka akan pinda keapartemen yang lebih besar jika memang Nisa akan tinggal lama dengan mereka itulah yang dikatakan Kent.


Jadi untuk sementara mereka akan tinggal bertiga diapartemen itu sampai mereka menemukan apartemen yang cocok.

__ADS_1


Hari ini Kent dan Garry sudah pergi bekerja diapartemen Nisa tinggal disana sendirian.


"Apa yang sebaiknya kulakukan ya, biasanya aku hanya akan beristirahat dan bersantai saat berada dirumah Dokter Haiden dan itu sangat membosankan"


"Apartemen Kakak selalu tertata dengan rapi dan bersi" Nisa memeriksa kulkas untuk melihatnya.


"Sepertinya aku harus belanja untuk keperluan sehari-hari sepertinya stoknya yang tersisa juga tak begitu banyak" monolog Nisa sendiri memutuskan apa yang akan dia lakukan.


Nisa mengambil tasnya dan bergegas keluar dari apartemen untuk pergi berbelanja.


Berjalan menuyuri jalanan setapak biasanya dulu saat dia masih berada di rumah Haiden dia akan diantarkan oleh seorang supir kemanapun dia ingin dimanapun tujuanya sepertinya tingga di rumah Haiden untuk beberapa bulan membuatnya merasa sangat dimajakan oleh Haiden.


Nisa tersenyum mengingat kembali apa saja kebiasaannya di rumah Haiden meski tinggal beberapa bulan saja dia sudah merasa sangat terbiasa meski pada awalnya dia juga merasa canggung karna tak perna ia berpikir jika hidup layaknya tuan putri bisa di bilang begitu karna apapun yang dia lakukan pasti akan dibantu oleh seorang pelayan.


Benar-benar ia tak perna membayangkan hal seperti itu seumur hidupnya tapi dirumah Haiden dia bisa merasakannya sunggu lucu.


"Oh.. itu mini market ternyata apartemen kakak terletak di tempat yang begitu setrategis karna sepertinya jika kemana-mana tak perlu berjalan lama untuk menempunya... itu ada halte juga, lalu mini market juga ada taman kecil juga kawasan ini sunggu lengkap" monolog Nisa lagi melihat sekelingnya setelah berjalan tak jauh dari apartemen Kent.


"Sebaiknya aku segera pergi kemini market itu untuk berbelanja" Nisa melangkahkan kakinya menujuh mini market dengan langka ringan.


Masuk dan memulai memilih apapun yang diperlukannya saat sampai di rak makanan istan Nisa sempat terhenti entah kenapa saat melihan deretan Mie instan ia merasa rindu akan Claudi ia ingat jika dia perna membeli mie instan bersama Claudi bahkan Claudi yang tak perna masuk kedapur relah melakukannya untuk membuatkan Mie Instan  dan sejak saat itu Claudi jadi sering membuatkan Mie instan untuknya jika dia ingin.


Sunggu kenangan yang tak bisa dilupakan padahan itu bukan sesuatu yang spesial tapi hatinya menghangat saat mengingat kehadian itu dia sangat merindukan Claudi padahal baru bebeberapa hari saja mereka tak bersama.


Kehadiran pria tampan itu sunggu sudah membekas dan memenuhi semua hati dan pikirannya meski pertemuan mereka bisa dibilang hanya dalam waktu yang begitu singkan.


Sunggu tankdir yang tak bisa dihindari yang membuatnya begitu bahagia meski kebahagiaan itu hanya sesaat untuknya kali ini tapi Nisa tak perna menyesal bisa bertemu dengan Claudi dan yang lainnya.


Yang membuatnya semakin tegar adalah keberadaan calon bayinya meski sepertinya dia tak akan bisa bersama Claudi karna ia tak mau jadi pihak ketiga tapi buah Hatinya dengan Claudi akan sangat Cukup untuk membuatnya bertahan dari apapun yang akan terjadi nantinya di masa depannya.


Nisa sangat bersyukur akan hal itu.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2