
Tok tok tok
"Claudi" panggi seseorang di depan pintu rumah.
Clek
Pintu dibuka dari dalam disana Claudi berdiri melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya.
"Nisa! Ada apa?" Tanya Claudi setelah melihat wanita yang mengetuk pintu rumahnya.
"Aku bawa ini... ayo kita makan sama-sama" Nisa menujukan sekotak pizza di satu tangannya.
"Hn.. apa itu?" Tanya Claudi.
"Pizza aku membelinya dan aku mau memakannya denganmu dirumah tak ada siapapun jadi aku tak mungkin bisa menghabiskannya sedirian karna itu aku membawanya kesini" jelas Nisa.
"Hn. Masuklah" Claudi minggir dari pintu mempersilakan Nisa Masuk.
"Terimamasi" Nisa masuk rumah Claudi dengan Ryuu di gendonganya sedangkan pizzanya sudah dia serakan pada Claudi.
Mereka pergi keruang tamu dan akan memakan pizza itu bersama disana.
"Duduklah"
"Iya"
"Berikan Ryuu padaku" Claudi meminta Ryuu untuk digendongnya setelah meletakan pizza di atas meja.
Nisa dengan senang hati menyerajan Ryuu pada Claudi seperti yang diminta Claudi.
Setelah menyerakan Ryuu dalam pengangawasan Claudi Nisa membuka kotak pizzanya.
"Ada yang kurang sebelum menikmati pizzanya kita harus ambil minuman dulu agar nanti tak perlu ambil-ambil lagi kita harus menyiapkanya semuanya dulu biar makanya lebih enak tak terganggu lagi nanti dengan sesuatu yang dibutuhkan... ada minumankan? kamu punyakan?"
"Minuman!?"
"Ya. Dimana dapurmu aku akan ambil bolehkan?"
"Hn. itu ada disana tapi...
"Baiklah kamu tunggu disini bersama Ryuu aku akan mengambilkannya" Nisa segera beranjak kearah yang ditunjukan oleh Claudi sedangkan Claudi juga ikut berdiri untuk mengikuti Nisa.
Dapur
Nisa memperhatikan keadaan dapur itu yang terlihat kosong tak ada peralatan memasak satupun didapur itu tapi masih ada kulkas dia segera menuju kearah kulkas mencari dan segera membukanya.
Saat membuka kulkas itu Nisa hanya bisa dibuat tercengang dengan keadaan kulkas itu.
"Apa ini?" Ujar Nisa setelah melihat apa yang beada didalam kulkas.
"Nisa" panggil Claudi yang sudah sampai juga didapur.
"Claudi" Nisa berbalik melihat Claudi lalu kembali berbicara pada Claudi.
"Ada apa dengan dapurmu kenapa tak ada apapun didapurmu bahkan dikulkas ini tak ada isinya meski hanya air sekalipun..... Apa kamu memakai kulkasmu ini hanya sebagai pajangan saja?" tanya Nisa tak mengerti apa yang dipikirlan pria tampan itu.
"Hn. Itu...
"Apa kamu tak perna makan dirumah?"
"......"
"Pasti tidak melihat ekspresimu itu aku sudah tahu benar.... tapi Claudi makan diluar setiap hari itu tak baik"
__ADS_1
"......."
"Hah.... astaga kau bahkan tak punya air minum? Sebenarnya kamu itu selama ini hidup sepeti apa? aku jadi heran bagaima bisa ada orang yang hidup saat didapurnya tak memiliki apapun untuk dimakan bahkan Air minumpun tak ada"
"Aku tak membutuhkanya" jawab Claudi jujur memang itulah yang terjadi karma dia bisa hidup dengan baik hanya dengan butiran-butiran dablet darah yang diberikan Haiden padanya.
"Bagaimana bisa? Ah..... benar uangmu pasti banyak mobilmu saja sangat bagus kau bisa makan diluar setiap hari seperti apa yang kukatakan sebelumnya iyakan?"
"......."
"Hah.... ya sudahlah kita kembali kedepan aku akan ambil minuman dari rumah saja tau begitu tadi aku bawqh minumanya sekalian dari rumah atau kita makan dirumahku saja?" Ujar Nisa.
"Kamu dan Ryuu tetap disini saja... hanya minumankan!? Aku akan belikan di toko dekat sini tunggulah sebentar aku akan pergi"
"Ehh.... kamu mau beli? Untuk apa biar aku ambil dari rumahku?"
"Tidak apa kamu dan Ryuu tetaplah disini aku akan membelinya" Claudi menyerahkan kembali Ryuu pada Nisa dan dia segera pergi keluar rumahnya untuk membeli minuman.
"Kenapa dia tetap ingin membeli padahal aku sudah bilang aku bisa ambil minumanya dari rumah" ujar Nisa setelah kepergian Claudi.
Nisa memutuskan untuk kembali keruang tamu untuk menunggu Claudi kembaliseperti apa yang diminta oleh Claudi.
Tak butuh waktu lama Claudi sudah kembali dengan satu katong belanjaan yang dibelinya yang terdiri dari berbagai macam jenis minuman.
"Loh... kok cepat sekali?" Tanya Nisa heran karna memang Claudi sudah pulang hanya dalam waktu sangat singkat bahkan Nisa baru saja duduk diruang tamu Claudi setelah kembali dari dapur.
"Aku lari!" jawab Claudi.
"Oh" tanggap Nisa.
'Tapi dia nanpak sama sekali tak seperti habis berlari bahkan dia tak berkeringat juga nafasnya terdengar normal tak seperti orang yang habis lari' lanjut Nisa dalam hati melihat keadaan Claudi.
Mereka kembali duduk di sofa, Claudi kembali meminta Ryuu dari Nisa dan Nisa mulai membongkar barang belanjaan Claudi.
"Hn, aku tak tahu apa yang kamu inginkan dan lupa bertanya juga sebelumnya jadi aku membeli semua" jelas Claudi santai.
Plak
Nisa hanya bisa menepuk keningnya ringan saat mendengar apa yang dikatakan Claudi.
"Baiklah sepertinya ini semua memang salahku... ya sudahlah ayo kita makan saja... sini berikan Ryuu kamu makan saja kamu pasti kesulitan jika makan dengan mengendong Ryuu"
"Tidak apa kamu makan saja duluan aku masih ingin bemain dengan Ryuu atau...... apa kamu bisa menyuapiku" smirk dibibi Claudi saat mengatakan bagian akhir kalimatnya.
"Hah.......
"Kenapa? Kamu tidak mau... kalau begitu makan saja duluan" ujar Claudi lagi sambil tersenyum kecil.
"Isss..... baiklah... baiklah" Nisa melakukan apa yang dikatakan oleh Claudi merekapun menikmati pizza itu sambil berbincang ringan hingga malam dan Nisa memutuslan untuk pulang kerumahnya sendiri Ryuu pun sudah tertidur.
"Dah... sampai jumpa besok" pamit Nisa didepan pintu rumah Claudi.
"Hn"
Nisa berjalan keluar dari area rumah Claudi berjalan sedikit dia sudah sampai dirumahnya sediri karma rumah merekakan bertetangga.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Keesokan harinya kantor C_N Crop Claudius memanggil Haiden secara langsung untuk menemuinya.
"Master ada apa? Apa ada yang Mastet butuhkan?" Tanya Haiden dengan sopan santunnya seperti biasanya.
"Hn, aku mendapatkan masalah" jawab Claudi dengan wajah seriusnya.
"A... apa...?" Panik Haiden karna jawaban sang Master dia tak perna mengira jika Masternya akan mengatakan kata-kata seperti itu dia panik seberapa besar masalah sang Master hingga Masternya meminta bantuan padanya seperti saat ini.
"Apa? Masalah.... masalah Apa master?" Lanjut Haiden lagi.
"Haiden" panggil Claudi serius.
"Ya" jawab Haiden tegang karna tak biasanya Claudi akan mengatakan pada dirinya jika sedang punya masalah.
"Haiden....
Claudi menjeda apa yang ingin dikatakannya dengan sesaat sebelum kembali melanjutkan perkataannya.
"Kenapa kulkas dirumah tidak ada isinya bahkan airpun tak ada?" Lanjut Claudi dengan sangat serius.
"Ap... apa..." Haiden masih mencerna apa yang dikatakan Masternya.
"Apa aku harus mengulang perkataanku lagi?" Ujar Claudi masih dengan ekspresi seriusnya.
"Ah.... maafkan saya.... akan saya selesaikan secepatnya Master anda jangan khawatir" akhirnya setelah mengerti apa yang di maksud sang Master.
Sunggu Haiden tak mengerti sebenarnya masalah tang dikatakan sang Master hanyalah soal kulkas dirumahnya yang kosong.... oh.... astaga hanya sang master yang berbicara begitu serius hingga membuatnya panik hanya karna kulkas yang kosong.
Haiden tak bisa mengatakan apapun selai melakukan apa yang dikatakan sang Master meski perintah itu sangat konyol sekalipun.
Dan sesuai apa yang dikatakan Claudi Haiden segera memeritakan orang-orang untuk melakukan apa yang dikatakan Claudi.
Begitu Claudi pulang Claudi langsung memeriksa apa yang sudah dikerjakan oleh orang-orang suruhan Haiden.
"Hn. Ini lumayan besok aku harus ucapkan terimasih pada Haiden" monolog Claudi sambil melihat isi dari kulkasnya.
Setelanya Claudi mengambil ponselnya dan menghubungi Nisa bermaksud memintanya untuk datang lagi kerumahnya hari ini.
("Hallo... ada apa Claudi?") Jawab dan tanya Nisa dari balik sambungan.
"Bisakah kamu datang lagi kerumah ada yang ingin kutunjukan padamu" kata Claudi.
("Memang ada apa")
"Nanti kamu akan tahu sendiri saat sudah disini"
("Apa harus saat ini juga")
"Kenapa apa kamu tak bisa?"
("Tidak..... bukan begitu ..... hah...ya sudah baiklah")
"Baiklah aku tunggu kamu dirumah"
"Ya"
Tut... tut... tutt....
Nisa menitup Sambungan telponnya dan segera bersiap untuk pergi kerumah Claudi kembali hari ini.
"Hah.... Ryuu sedang tidur terpaksa aku harus membawa Ryuu kerumah Claudi tidak mukinkan aku meningalkan Ryuu dirumah sedirian" monolog Nisa merasa bersalah karna akan mengusik tidur putranya yang sudah tertidur dengan sangat pulasnyasaat ini.
__ADS_1
Tbc