
Rumah keluarga Albert Nisa, Claudi dan Ryuu kini telah sampai saat baru sampai mereka disambut baik oleh seorang pelayan yang bekerja dirumah Albert.
"Selamat datang Nona lama tak bertemu" ujar pelayan itu terlihat haru.
"Ah iya Bu Heni lama tak bertemu" balas Nisa ramah.
"Syukurlah tenyata Nona baik-baik saja saya begitu Khawatir dengan keadaan Nona sejak Nona pergi dari rumah ini"
Wanita yang berstatus sebagai pelayan itu terlihat benar-benar lega karna melihat putri majikanya itu sekarang dalam keadaan begitu baik apa lagi sekarang Nonanya itu sudah memiliki keluarga kecilnya sendiri yang terlihat begitu bahagia.
"Aku baik-baik saja Bu Heni terimakasih sudah menghawatirkan aku dan maaf juga sudah membuat Bu Heni khawatir" Nisa memeluk wanita itu mereka sudah mengenal sejak Nisa kecil sejak mendiang ibunya Nisa masih ada bahkan Heni sudah bekerja lebih lama dari itu karna wanita itu selalu bekerja dengan baik membuatnya bisa terus bekerja dikediaman Albert hingga hari ini.
"Oh... apa mereka Suami dan putra anda Nona saya mendengar dari tuan dan nyonya jika anda sudah menikah" kata Heni melihat kearah Claudi yang sedang mengendong Ryuu disisi Nisa setelah melepaskan pelukanya dari Nisa.
"Iya mereka suami dan anakku dia Claudi suamiku dan ini Ryuu putra kami" ujar Nisa memperkenalkan kedua orang yang sangat penting dihudupnya itu.
"Claudi dia adalah Bu Heni pekerja dirumah ini" kembali Nisa memperkenalkan juga pada Claudi
"Selamat malam" ujar Claudi.
"Ah... iya selamat malam" balas Bu Heni tersenyum tulus.
"Silakan masuk Nona tuan dan Nyonya masih bersiap-siap tunggulah didalam" ujar Bu Heni lagi memberikan akses masuk untuk keluarga Nisa memasuki rumah.
"Ya" Nisa dan suami serta anaknyapun memasuki rumah yang tergolong mewah itu.
Mereka menunggu di ruang tamu menunggu sang tuan rumah sekaligus juga kedatangan Kent dan Gerry.
"Tuan Muda Kent katanya juga akan datang benatkan?" Tanya Heni sambil menyajikan minuman untuk Nisa dan Claudi.
"Iya bersama paman Gerry juga" jawab Nisa.
"Syukurlah rumah ini akan terasa lebih ramai dan hidup karna kedatang Nona Nisa dan tuan muda Kent anda harus datang sering-sering kesini Nona kalau begitu"
Nisa hanya tarsenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh Art di rumah ayah.
"Mereka sudah datang, selamat datang" ujar Albert setelah selesai bersiap pria itu berjalan menghampiri ruang tamu bersama istrinya Bella.
"Iya Tuan" jawab Heni.
"Bu Heni kamu boleh kembali kedapur siapkan semuanya" perintah Bella sebelum benar-benar Masuk ruang tamu untuk menemui Nisa dan suaminnya.
__ADS_1
"Baik Nyonya"
"Oh.... dia...." ujar Bella begitu terkejutnya saat melihat Claudi yang sedang berdiri disamping Nisa sambil mengendong Ryuu.
Wanita itu bahkan sampai tak bisa melontarkan kata-kata untuk sesaat saat mengenali wajah pria yang berkunjung kerumahnya.
Bukan hanya Bella Albertpun terlihat terkejut seperti halnya istrinya dia juga mengenalih wajah yang akhir-akhir ini selalu dilihatnya mana-mana dari artikel hingga berita Viral yang tersebar kemana-mana itu.
"Selamat Malam" sapa Claudi melihat pasangan suami istri yang terlihat Syok akan kedatangnya mengherankan bukankah mereka sudah tahu jika dirinya akan datang bersama putri mereka.
"Ah... iya selamat malam CEO Night" ujar Albert setelah sadar dari syoknya berjalan cepat menghampiri Claudi dan segera mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan.
Claudi menyambut uluran tangan itu dengan baik setelah memposisikan Ryuu dalam gendonganya dengan satu tangan.
"CEO Night suatu kehormatan bagi kami karna anda bisa datang kerumah sedarhana kami ini" ujar Bella setelah menyusul Suaminnya.
"Istri saya benar terimakasih karna mau meluangkan waktu untuk hadir" lanjut Albert juga.
"Tentu saja apapun akan saya lakukan jika itu untuk istri saya" jawab Claudi sambil melihat kearah Nisa.
"Ah... tentu saja" ujar Bella merasa canggung dengan jawaban Claudi yang tak disangka-sangkanya.
"Sebaiknya kita kemeja makan makanan juga sudah disiapkan semua bukan begitu sayang" ujar Bella lagi mengurai kecanggungan sebelumnya.
"Hn, tapi apa kalian tak menyambut istri saya?" Tanya Claudi karna sejak tadi pasangan suami istri itu terlihat mengabaikan istrinya yang merupakan putri keluaga ini karna sedari tadi mereka hanya mengajaknya saja untuk bebicara.
Pertanyaan Claudi kembali membuat pasangan suami istri Albert dan Bella itu dilanda kecanggungan lagi merasa tak enak.
"Ah... tentu saja Nisa selamat datang" ujar Bella masih dengan nada canggungnya yang begitu terasa tak menyenangkan.
Nisa memejamkan matanya sesaat mengerti apa yang terjadi dan mencoba memakluminya.
"Tak apa tak perlu memaksakan diri untuk berbasa-basi" sarkas Nisa yang begitu mengenai perasaan mereka.
"Tuan Nyonya semua sudah siap" itu Heni yang kembali setelah menyiapkan semuanya hal itu juga menolong mengurai semua yang terjadi diruang tamu itu.
"Ayo sebaiknya kita keruang makan" ajak Bella ingin melewati apa yamg sudah terjadi.
Tettt..... tetttt..... tetttt....
Bunyi suara bel pintu membuat mereka kembali berhenti Bu Heni dengan sigap segera berjalan kedepan untuk membukakan pintu itu.
__ADS_1
Clek
Pintu terbuka terlihat dua orang pria yang berdiri didepan pintu masuk rumah.
"Tuan muda, Tuan Gerry selamat datang" sambut Bu Heni yang datang teryata adalah Kent dan Gerry.
"Apa Nisa sudah datang?" Tanya Kent pertama kali bagi Kent yang lain tak penting hanya adiknyalah yang terpenting dan prioritasnya sampai kapanpun itu.
"Iya Nona sudah datang mereka ada diruang tamu bersama Suami dan anaknya juga Tuan dan Nyonya" jawab Bu Heni.
"Begitu" Kent segera saja masuk menerobos tampa basa- basi lagi Gerry hanya bisa mengelenkan kepalanya melihat tingka tak sopan keponakanya itu meski yang dimasuki itu rumah dari bocah itu sediri juga sebenarnya.
"Nisa Kau sudah tiba rupanya" ujar Kent begitu sampai diruang tamu.
"Kak Kent, Paman" ujar Nisa melihat kearah Kent dan Gerry yang baru datang Gerry mengakat tanganya sebagai balasan dari panggilan Nisa.
"Ryuu keponalan paman Wow tampan sekali kamu hari ini" ujar Kent lagi pada Ryuu yang berada digendongan Claudi.
"Tentu saja dia anakku" jawab Claudi sangat pd. Kent yang mendengar hal itu hanya merasa mual dengan apa yang dikatakan Claudi.
"Ck, kau juga ada disini" ketus Kent.
"Hah... Ryuu kemarilah ikut Kakek Gerry hari ini Kakek tak melihatmu sama sekali Kakek merindukanmu" Gerry terlihat merebut Ryuu dari gendingan Claudi.
"Harusnya paman segera menikah dan punya anak sendiri padahal sudah tua dan sudah dipanggil Kakek tapi belum menikah juga" sindir Nisa setiap ada kesempatan.
"Hei... keponakanku yang cantik pamanmu ini belum tua tahu meski pamanmu ini sekarang berstatus Kakek dari Ryuu tapi tetap saja umur Pamanmu ini masih 30 an jadi belum terlalu tua" protes Gerry tak terima dikatai tua.
"Ya lebih tepatnya 39 tinggal beberapa bulan lagi sudah 40 tahun" balas Nisa.
"Aisss kamu tak perlu memperjelasnya begitu" protes Gerry.
"Kau memang sudah tua bodoh jangan mencoba menutupinya percuma saja" Kent menambahkan.
"Astaga kaluan benar-benar sudah tak lucu lagi seperti dulu.... dimana keponakan-keponakanku yang selalu bersikap lucu dulu" kata Gerry dengan menangis bombay.
"Ck. berhentilah membuat drama" tanggap Kent.
"Kak Ken benar" setujuh Nisa.
Mereka semua terlihat begitu akrap kini berbalik yang tadinya Nisa yang terasa di asingkan kini berbalik kedua pasangan Albert dan Bella yang sekarang terasa diasingkan begitu kedatangan Kent dan Gerry karna mereka hanya berbicara hanya pada Nisa, Ryuu dan sesekali pada Claudi.
__ADS_1
Tbc