
Makan malam dirumah Albert berjalan dengan lancar tak ada hal-hal aneh yang terjadi berjalan normal layaknya makan malam biasa.
Setelah selesai makan malam Nisa dan yang lainnya tak langsung memutuskan untuk kembali pulang mereka memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu dirumah orang tua Nisa dan Kent itu meski merasa kurang nyaman dengan apa yang terjadi sebelumnya.
Tapi jika mereka ingin hubungan mereka kembali membaik mereka memang sebaiknya banyak menghabiskan waktu bersama seperti saat ini mereka semua sedang berbincang-bincang diruang keluarga membicarakan apa saja yang bisa mereka bicarakan.
"Ryuu tidur?" Tanya Claudi yang melihat putranya tertidur digendongan istrinya.
"Iya baru saja" jawab Nisa.
"Sebaiknya kamu bawa Ryuu kekamarmu Nisa tidurkan disana kasihan kalau seperti itu nanti Ryuu bisa lelah" saran Kent melihat keponakannya yang tertidur dengan sangat pulas itu.
"Kent benar kamu juga pasti akan lelah jika terus mengendong Ryuu seperti itu" kata Gerry membenarkan apa yang dikatakan Kent.
"Hm.. baiklah aku akan bawa Ryuu kekamar" ujar Nisa menerima saran Kent dan Gerry.
"Claudi aku kekamar sebentar" lanjut Nisa pada sang suami.
"Hn, aku akan ikut denganmu" putus Claudi.
"Ya. Baiklah ayo" ajak Nisa. Claudi pun berdiri dari tempatnya dan mengikuti istrinya untuk ikut kekamar Nisa untuk menidurkan putra mereka.
Kamar Nisa yang berada dilantai dua kediaman Albert berada tepat di samping kamar Kent.
"Jadi ini kamarmu dulu" Claudi melihat-lihat kamar Nisa saat masih tinggal di rumah Ayahnya.
Kamar tidur yang tak terlalu besar juga tak terlalu kecil itu bernuasa krem lembut berpadu dengan biru tosca dengan tempat tidur kecil yang hanya bisa dipakai untuk satu orang saja ada almari pakaian tak jauh dari tempat tidur juga rak buku beserta meja belajar.
"Iya" jawab Nisa sambil menidurkan Ryuu yang sudah tertidur setelah makan malam.
Claudi berjalan kearah meja belajar yang digunakan Nisa dulu saat dia masih jadi siswi melihat-lihat isi rak buku yang berdampingan dengan meja belajar itu yang menghadap langsung pada jendela kamar karpet lembut berbulu sebagai alas lantai di bawah tempat tidur.
Mata Claudi terlihat tertarik dengan sebuah buku yang tak lama juga dia perna melihatnya dirumahnya.
"Ini album seperti milik Ryuu bukan?" Ujar Claudi setelah mengambil buku yang ternyata album foto.
__ADS_1
Nisa berbalik melihat kearah Claudi setelah menidurkan Ryuu.
"Oh.. itu album foto milikku kamu mau lihat" ujar Nisa.
"Hn"
"Kemarilah" pinta Nisa agar Claudi duduk di sampingnya yang saat ini duduk di atas tempat tidur singelnya.
Claudi melakukan apa yang diminta oleh Nisa duduk tepat disamping wanita pirang itu, album yang diambilnya ia berikan pada Nisa dan Nisa segera membukanya menceritakan apa kejadian yang berada difoto itu.
"Ini saat aku bayi" mulai Nisa melihat halaman pertama album yang berisi foto saat dirinya masih bayi.
"Pipimu merah" tanggap Claudi melihat foto bayi Nisa.
"Tentu saja semua bayi pipinya merah" balas Nisa sambi kembali membalik halaman album.
"Ini saat aku baru bisa merangkak seumuran Ryuu mungkin"
"Hn"
"Lalu yang ini aku saat pertama mulai bisa berjalan"
"Hn
"Kamu sangat manis"
"Benarkah? hehehe.."
"Hn. Apa menurutmu jika kita memiliki anak perempuan akan semanis dirimu?" Ujar Claudi spontan hal itu membuat Nisa malu.
"Iss.... kamu ini Ryuu masih kecil bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu" ujar Nisa dengan wajah memarahnya
"Apa? Memang apa yang kamu pikirkan? Aku hanya bertanya kenapa responmu begitu" ujar Claudi mengoda hal itu semakin membuat wajah Nisa semakin memerah malu.
"Ah.... sudahlah memang itu salah siapa?" Nisa kembali membalik halaman album Claudi hanya tersenyum kecil melihat tingka lucu istrinya yang sedang merasa malu.
__ADS_1
"Ini saat pertama aku masuk Tk" lanjut Nisa menceritakan apa yang ada di album Foto.
"Hn"
"Ini saat aku menangis karna Kak Kent merebut kue milikku menyebalkan bagaimana bisa ibu mengabil fotoku saat seperti itu" jelas Nisa merki mengatakan sebal tapi bibirnya tersenyum saat melihat foto itu.
"Kalian hidup dengan sangat bahagia" ujar Claudi setelah melihat hampir sebagian foto yang ada di album itu karna memang dialbum itu bukan hanya berisi foto Nisa tapi juga ada foto yang lainnya seperti masa kecil Kent dan kebersamaan keluarga mereka juga ada semua disana.
"Hm... saat itu memang kami sangat bahagia" tanggap Nisa akan apa yang dikatakan Claudi.
Nisa terus bercerita hinga sampai di foto sebuah ulang tahun saat dirinya di bangku sekolah menenga pertama dimana menjadi kali terakhir dirinya merayakan ulang tahun bersama ibunya juga kali terakhir foto di album itu.
"Foto ini diambil saat ulang tahunku itu adalah ulang tahu terakhir yang aku rayakan bersama ibu" cerita Nisa seduh.
"Foto ini juga foto terakhir yang diambil dan diletakan dialbum ini karna tak ada Ibu" jelas Nisa karna semua foto yang ada di album itu di buat oleh ibu Nisa yang sudah meninggal setelah kematian Ibunya tak ada lagi yang mengisi album hingga ayahnya menikah lagi dan baru ada album lain yaitu album foto keluarga barunya bersama ibu tirinya Bella.
Disis lain saat Nisa dan Claudi masih asik melihat album foto keluarga terlihat Albert dan Bella masih berada diruang tamu hanya berdua saja karna Gerry pergi keluar untuk merokok sedangkan Kent juga keluar mengatakan kalau dia ingin cari angin.
"Bagaimana kapan kamu akan melakukan apa yang sudah kita rencanakan sebelumnya itu sayang?" Tanya Bella membahas kembali soal rencana merekan.
"Aku tahu aku akan segera melakukaannya" jawab Albert terlihat ragu.
"Ada apa kenapa kamu terlihat ragu begitu? bukankah semua dugaan kura sebulelumnya salah dan kita sudah mengetahui yang sebenarnya.... jadi kita bisakan melanjutkan rencana kita sebelumnya?" tanya Bella lagi saat melihat wajah suaminya.
"Tidak hanya saja....
"Hanya saja apa?" Potong Bella.
"....."
"Kamu masih memikirkan yang kemaren kamu lihat sendirikan jika yang datang kerumah kita itu benar-benar CEO Night dari C_N crop apalagi yamg kamu ragukan?"
"Dia membuat putriku tinggal dirumah seperti itu meskipun dia merupakan seorang CEO apa itu hal wajar? apa menurutmu seorang CEO mau tinggal di tempat kecil seperti itu? Jika kita menjadi dirinya apa mungkin kita akan melakukan itu? Apa kamu tak memikirkan itu"
"Memang itu aneh tapi apa yang bisa kita lakukan itu adalah urusan mereka ingin tinggal ditempat seperti apa yang jelas dia adalah seorang CEO seperti yang dirumorkan jika kita bisa menariknya dipihak kita dan dia mau memberikan apa yang kita mau maka kita akan hidup jauh lebih baik dari sekarang itu yang terpenting jangan pikirkan hal yang lainnya yang tak perlu" ujar Bella panjang lebar menyakinkan suaminya yang terlihat masih ragu itu.
__ADS_1
"Aku tahu itu aku pasti akan melakukannya hanya saja aku masih penasan kenapa hal seperti itu terjadi disaat dia sudah menika dengan putriku" kata Albert biar bagaimanapun dia tetap ayah Nisa jika melihat putrinya yang hidup seperti itu bahkan setelah menikah dengan seorang CEO entah kenapa perasannya jadi terasa tak enak padahal dia juga hanya ingin memanfaatkan suami dari putrinya itu juga dia juga perna mengusir putrinya sendiri juga tapi hati kecilnya sebagai ayah saat melihat putrinya yang hidup terlihat jauh dari mereka padahal keadaan suaminya seperti itu membuatnya merasa sedikit tak terima.
Tbc