Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 18


__ADS_3

Bagi Claudius tak ada alasan untuk bertemu dengan sekelompok orang-orang yang berasal dari Senate karna dirinya juga sudah bukan bagian dari mereka setelah kejadian di masa lalu hingga membuatnya memutuskan untuk tidur panjang dan terbangun saat ini ia sedikitpun tak ingin lagi terlibat dengan kelompok itu lagi.


Tapi demi menjaga perdamaian yang saat ini sudah ada dia tak mau membuat konflok hingga membuat pertikaian yang terulang kembali seperti sebelumnya meski sebelumnya juga bukan dia yang membuat pertikaian itu terjadi.


Karna itu demi hal itu Claudius mengijinkan Haiden untuk membawa mereka dari pihak Senate yang sebelumnya meminta bertemu dengannya.


Kini saat Claudius sedang berada diruang tamu bersama Nisa untuk menghabiskan waktu bersama mereka dua orang yang merupakan utusan Senate datang bersama Haiden.


"Master" ujar Haiden menyapa pada sang master yang duduk di shofa bersama dengan Nisa.


"Kami Memberi salam pada tuan Claudius Ruhtven the Night" kata salah satu dari kedua utusan itu mewakili satu sama lainnya.


"Sebaiknya kamu kembali kekamarmu" pinta Claudius pada Nisa.


"Ya baik" Nisa berdiri dan segera pergi dari ruang tamu setelah berpamitan juga pada Haiden juga.


Kedua orang utusan itu memandang aneh dengan sikap Claudius dan Haiden pada Nisa yang merupakan seorang wanita manusia.


Mereka tak bisa mengetahuin seperti apa hubungan antara Nisa dengan Claudius dan Haiden karna mereka bukanlah pengikut Claudius.


Karna hanya para pengikut Claudius yang mengikat janji setia pada Claudius yang bisa merasakan apa yang terjadi pada Claudius pimpinan mereka seperti halnya Haiden dan kelompok Cain.


"Apa yang ingin kalian sampaikan padaku hingga sampai kalian datang kesini?" Tanya Claudius sangat tenang sambil kembali duduk di tempatnya semulah setelah Nisa pergi dari ruangan itu.


"Ketua Senate saat ini nona kami Yunifer Flanders The Orient meminta anda untuk datang menemuinya"


"Kenapa?"


"Soal itu kami juga tidak tahu beliau hanya meminta kami untuk menyampaikan hal ini pada anda"


Claudius terlihat diam untuk sesaat sebelum dia kembali melontarkan pertayaan lagi tak menanggapi apa yang di katakan oleh kedua orang utusan itu.


"Siapa nama kalian?" Tanya Claudius masih kalem.


Kedua pria itu saling pandang satu sama lain saat Claudius menayakan nama mereka tak menyangkah jika Claudius akan bertanya akan nama mereka.


"Saya Steve dan dia patner saya Nao" ujar Steve selaku orang yang sedari tadi berbicara menerangkan kedatangan mereka.


"Steve dan Nao soal apa yang kalian sampaikan aku akan memberikan jawabanya sekarang katakan pada tuan kalian jika aku tak akan pergi mendatanginya karna tak ada yang perlu di katakan lagi antara tuan kalian juga diriku" ujar Claudius kalem dan tenang tak terpengaruh apapun.


"Kalian sudah mendengar jawaban dari Master buka dan sekarang kuharap kalian tak lagi menemui kami dan menganggu kami" ketus Haiden.

__ADS_1


"Apa kau bilang" kesal Nao mendengar perkataan ketus Haiden.


"Nao hentikan kita disini tak diharuskan untuk membuat keributan" cegah Steve tak mau membuat keributan sepertinya pria itu masih memiliki tata krama dengan tak mau menyinggung tuan rumah yang meyebabkan keributan.


"Baik kami akan meyampaikan apa yang ada katakan pada ketua kalau begitu kami berdua pamit undur diri" ujar Stive melanjutkan.


"Ya pergi sana" ketus Haiden benar-benar tak mengharapkan kedatangan mereka sebenarnya dirumahnya.


"Ck" kesal Nao mendengarkan perkataan kasar Haiden berbalik dan mengikuti Stive.


Setelahnya mereka segera pergi dari rumah Haiden dengan tenang tak meninggalkan keributan apapun.


"Master apa menurut anda ini akan berhasil begini saja?" Tanya Haiden begitu Stive dan Nao pergi dari rumahnya.


"Menurutmu sendiri bagaimana?" Tanya balik Claudius.


"Semua mungkin tak akan semuda yang kita bayangkan" jawab Haiden.


"Ya"


Disisi lain dimana Stive dan Nao yang berjalan pergi dari rumah Haiden.


"Apa-apaan mereka itu mereka hanyalah kelompok yang terasingkan kenapa mereka begitu sombong dan kenapa juga kau tadi menghentikaan aku jika kita bekerja sama setidaknya kita pasti bisa mengalakan mereka bukan, aku tahu salah satu diantara mereka pureblood tapi aku yakin mereka itu bahkan tak lebih kuat dari nona Yunifer" kata Nao kesal.


"Ck, tapi tetap saja apa kau tak kesal dihina seperti itu oleh mereka yang rendahan itu"


"Kita terlahir jauh saat peperangan antar Vampire berakhir kita tak tahu seperti apa mereka dulu kau tidak bisa gegabah hanya karna tersulut emosimu saat ini kita kembali dulu memberikan apa yang kita dapatkan kedepannya kita akan lakukan apapun yang di katakan Nona Yunifer nantinya"


"Tapi nona memerintakan kita membawanya apapun yang terjadi apa kau pikir beliau akan menerima laporan kita ini begitu saja"


"Soal itu kita pikirkan Nanti" Kata Stive mengakhiri percakapan mereka.


"Ck, terserah dirimulah kau memang pria brengsek keras kepala" kesal Nao menyerah tak mau berdebat lagi dengan pria yang lebih tua darinya beberapa puluh tahun itu.


'Mereka itu bukanlah lawan yang muda aku bisa merasakannya meski pria itu tak menujukan kekuataanya yang besar tapi pria yang menjadi bawahanya terasa begitu kuat aku merasakannya pada saat pertama bertemu dengannya hal itu saja sudah membuatku yakin jika kita tak akan bisa mengalakan mereka jika kita bersikeras bertarung dengan mereka untuk membawa pria itu secara paksa aku tak mungkin membiarkanmu mengalami sesuatu yang buruk Nao' lanjut Stive dalam hatinya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Beberapa waktu kemudia terlihat  Cain, Stefani, Raisa dan Rafael datang dengan langka cepat menemui Haiden dan Claudius yang masih berada di ruang tamu.


"Master" ujar Keempatnya kompak.


"....."


"......"


"Master Senate apa benar mereka datang menemui anda?" Cain memulai.


"Ya"


"Dan baru saja berapa waktu lalu mereka bergi" lanjut Haiden akan jawab sang Master.


"Lalu apa yang terjadi? Tidak terjadi masalah apapun bukan" itu Raisa wanita yang memiliki kekuatan pengendalian tanaman dan juga membaca masa depan itu terlihat Khawatir.


"Mereka hanya menyampaikan suatu pesan pada master dan setelahnya mereka pergi tanpa meninggalkan konflic apapun" jelas Haiden apa adanya.


"Tak terjadi apapun apa itu mungkin?" Ujar Stefani merasa aneh dengan apa yang terjadi.


"Entahlah kita lihat saja nanti kedepannya" jawab Haiden tenang.


"Lalu pesan apa yang mau mereka sampaikan pada Master apa itu bukan hal aneh dan berbahaya?" Tambah Rafael.


"Ketua Senate meminta master untuk datang menemuinya"


"Apa? kenapa dia meminta hal seperti itu setelah apa yang dia lakukan pada master dulu apa tujuannya sebenarnya?" ujar Stefani kesal.


"Apapun yang mereka rencanakan aku tak akan perna membiarkan sesuatu apapun terjadi pada Master" Haiden berkata dengan begitu serius.


"Tentu saja kamipun akan melakukan hal yang sama" ujar Cain menanggapi apa yang di katakan Haiden.


"Kalian pergila beristirahat" Claudius berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan meninggalkan ruang tamu meninggalkan semua pengikutnya.

__ADS_1


"Baik master" jawab kelima orang itu bersamaan.


Tbc


__ADS_2