
Pesta reoni sekolah Nisa bersama Reni dan juga kelompok Evelin datang bersama keacara itu membuat orang-orang yang berada di acara itu cukup terkejut.
Pasalnya mereka tak perna tahu jika kelompok Evelin itu perna dekat dengan Nisa.
"Nisa" panggil seorang pria saat melihat kedatangan Nisa bersama kelompok Evelin.
"Ancel"
Ancel segera berjalan menghampiri Nisa yang masih bersama dengan Reni.
"Ryuu juga? bukanya kamu bilang tak bisa datang kenapa bisa sampai sini?"
"Ah... itu... sebenarnya....
" HEI KALIAN SEMUA KALIAN SEMUA MASIH INGATKAN DENGAN TEMAN KITA SATU INI..... NISA. YANG SEBELUMNYA BILANG TAK BISA DATANG HARI INI KEBETULAN SAAT AKU MAU DANTANG BERPAPASAN DENGANNYA KARNA ITU AKU SEKALIAN MENGAJAKNYA TADI" ujar Evelin keras-keras agar didengarkan semua orang.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Evelin terlihat dua wanita datang menghampiri Nisa.
"Eh... Nisa apa kabarmu? Kemana saja kamu selama ini kenapa kamu tidak bisa dihubungi" ujar Salah satu wanita yang menghampiri Nisa.
"Iya kenapa kamu menghilang begitu saja"
"Itu....
"Hmm... anak ini siapa? Manisnya"
"Wah.. benar bayinya manis sekali"
Beberapa orang berbondong-bondong menghampiri Nisa untuk Melihat Ryuu.
"Wah... benar dia benar-benar anak yang manis juga tampan"
"Aduh lucunya"
"Siapa namanya? Mengemaskan sekali"
Puji orang-orang itu saat melihat Ryuu dan berebut untuk menyentu dan melihat Ryuu.
"Namanya Ryuu" jawab Nisa.
__ADS_1
"Oh... Ryuu apa dia anakmu?"
"Iya dia putraku"
"Wahh... kamu berutung sekali memiliki anak setampan dan selucu Ryuu iyakan teman-teman"
"Iya aku setuju"
"Aku juga mau punya anak jika seperti Ryuu astaga..... cakepnya"
Semua orang masih sibuk berkerumun pada Ryuu dan memujah bayi tampan dan lucu itu tapi entah siapa yang tiba-tiba berceletuk hingga suasana yang tadinya riuh karna memujah Ryuu berubah menjadi hening dan meyesakan.
"Tapi bukankan anakmu itu tak diketahui ayahnya"
Setelah mendengar perkataan itu mereka semua mulai bergumam dan beberapa mulai menjauhi Nisa dan Ryuu.
"Oh... iya aku ingat bukankah dia hamil diluar nikah"
"Katanya itu hasil dari hubungan satu malam"
"Dia juga mengilang selama inikan? apa dia ingin bersembuyi karna hamil"
"Apa-apaan kalian jangan bicara sembarangan ya" ujar Reni yang merasa kesal setelah mendengar apa yang dikatakan orang-orang di reoni itu.
"Iya. sebaikanya jika kalian mau mengina seseorang jangan sebarang apalagi didepan seorang anak apa kalian tak punya etika" ujar Ancel membantu Reni.
"Memang kenapa bukankan apa yang mereka katakan itu benar kenapa kau sebut itu sebagai penghinaan jika memang itulah keyataanya" ujar seorang wanita dia adalah Evi dulu adalah teman baik Nisa.
"Evi" Nisa benar-benar tak menyaka jika wanita yang dulunya dia angap sebagai temanya yang paling dekat justru mengatakan hal yang begitu menyakitkan padanya.
Tapi Nisa tak mau terpengaru akan hal itu karna dia sudah biasa akan hal ini dia sudah merasakannya sebulumnya dihina seperti ini dia tak akan terpengaru dan memasukanya kedalam hati.
Mereka bisa mengatakan apapun terserah dia tak akan memikirkanya toh hidupnya tak tergantung pada orang-orang yang menghinanya.
"Evi bagaimana bisa kau mengatakan itu pada Nisa.... bukankah kalian dulu adalah teman yang sangat dekat" ujar Ancel tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Evi.
Evi terlihat diam saat melihat kemarahan Ancel berada tak juga membalas apa yang dikatakan oleh Ancel barusan.
'Ancel kenapa kau selalu saja membelahnya padahal kamu juga tahu semuanya.... kenapa kamu selalu mengutamakanya' batin Evi sedih.
__ADS_1
"Kenapa? Aku juga setuju dengan apa yang dikatakan Evi kenapa kau marah Ancel" itu Evelin yang datang membantu Evi.
"Iya kenapa kau marah dengan kebenaran Ancel jika memang itu sebuah fakta aoalagi semua orang juga mengetahuinya kenapa masih mencoba menyangkalnya" itu Dianti teman Evelin wanita itu mendekat mendukung Evi dan Evelin dususul Oleh Emma.
Evi merasa senang karna mendapat dukungan dari Evelin dan teman-temanya membuatnya merasa tak takut dengan apapun.
"Apa yang kukatakan adalah benar wanita sepertinya yang suka menutupi kebusukanya dengan topeng lugu dan baik sebenarnya adalah wanita yang suka mempermainkan pria dan bergonta-ganti laki-laki, karna itulah dia bisa hamil dan tak tahu siapa pria yang menghamilinya. lalu anaknya itu meski kalian menganggap jika anak itu begitu lucu tapi tak ada yang bisa memungkiri jika anak itu adalah hasil dari hubungan semalam yang dilakukan oleh Nisa lalu juga fakta bahwa anak itu adalah anak haram yang tak memiliki seorang ayah dan tak tahu asal-usulnya" kata Evi begitu menghina.
"ANAK ITU ANAK HARAM YANG TAK PERNA DIKETAHUI AYAHNYA....
"Sudah cukup" kata Nisa menghentikan apa yang ingin di katakan oleh Evi.
"Kenapa!? Apa kau merasa malu semua orang tahu kenyataan jika anakmu itu tak memiliki seorang Ayah yang jelas yang dihasilkar dari hunbungan diluar peenikahan?" kata Evi merasa menang.
Bukan hanya Evi Evelin dan teman-temanya juga terlihat sangat puas saat melihat Nisa yang begitu terhina oleh temannya sendiri.
"HENTIKAN......hentikan Ryuu.... Ryuu mempunya seorang ayah.... jangan perna menghinan putraku lagi.... kuperingatkan padamu Evi... kau bisa menghinaku sesukamu tapi tidak untuk putraku.... aku tak akan perna membiarkanmu melakukan itu" marah Nisa.
Nisa mendekap Ryuu dengan sangat erat agar putranya itu tak menagis dan tak mendengarkan semua penghinaan yang dilontarkan Evi pada mereka.
Evi tersenyum melihat kemarahan Nisa dia benar-benar merasa menang apalagi dia berpikir jika Nisa sudah memakan umpannya.
Kini tinggal menjalankan satu langka dia akan benar-benar mempermalukan Nisa dihadapan semua orang hingga membuat Nisa tak akan berani lagi menujukan wajahnya di hadapan semua orang lagi.
"Oh... benarkah? Kamu bilang jika anakmu itu punya seorang Ayah! Kalau begitu buktikan.... panggil Ayah anakmu itu tunjukan pada kami jika apa yang kau katakan itu benar... hubungi pria itu dan suruh dia untuk datang keacara ini.. apa kau bisa melakukannya? lagi pula jika memang itu benar aku juga ingin berkenalan dengan pria itu" Ujar Evi menjalankan rencana akhir untuk mempermalukan Nisa.
Nisa terdiam membuat Evi benar-benar merasakan kemenangan yang nyata karna dia yakin jika Nisa tak akan bisa membuktikan apa yang dikatakanya tadi.
"Kenapa apa kau tak bisa?" Ujar Evi dengan nada merendakannya.
Nisa masih diam tak menjawab apa yang dikatakan Evi.
"Nisa" panggil Reni Khawatir dia tak menyaka jika Nisa akan mengatakan hal tadi saat merasa terdesak, sekarang apa yang harus mereka lakukan jika mereka pergi begitu saja makan apa yang dikatakan oleh Evi benar dan membuat wanita itu menang. tapi jika Nisa mau menujukan pria yang di katakan sebagai Ayah Ryuu itu tak mungkin terjadi karna dia tahu jika pria itu tak perna ada.
"Ho..ho..ho... sepertinya dia mengatakan sesuatu yang tak ada karna merasa terdesak tadi.... sekarang pasti kamu menyesalkan sudah mengatakan itu.... sudah terima saja jika memang anakmu itu anak ha....
"Cukup... sudah kubilang cukup jangan perna hina anakku bukan.... jika kalian menginginkan itu baiklah aku akan melakukannya... aku akan mengubungi Papa Ryuu dan memintanya datang kesini" ujar Nisa mengakhiri dan segera mengambil ponselnya untuk menggubungi orang yang dikatakan sebagai Papanya Ryuu.
Tbc
__ADS_1