Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 57


__ADS_3

Beberapa hari setelah pesta reoni diadakan seorang wanita terlihat lari tergesa-gesa kesebuah kelas.


Wanita itu mencari kesana kemari sahabat-sahabat yang selalu bersamanya setiap hari.


"Evelin akhirnya aku menemukanmu" ujar wanita yang memasuki ruang kelas itu.


"Ada apa Emma kenapa kau begitu heboh" ujar Dianti yang melihat sahabatnya kelihatan begitu terburu-buru.


"Aku punya sesuatu yang pasti akan membuat kalian berdua terkejut setelah mendengarnya" ujar Emma penuh keyakinan.


"Apa?" tanya Evelin penasaran.


Emma entah sedang mencari apa wanita itu terlihat mengubek tas miliknya hingga menemukan apa yang dicarinya.


"Lihat ini.... majalah ini baru terbit hari ini" Emma menujukan sebuah majalah dihadapan Evelin dan Dianti.


Dan seketika fokus mereka tertuju pada sampul majalah bisnis itu foto sampul itu mereka tahu orang yang menjadi sampul Majalah.


"Bukan hanya majalah lihat ini juga" Emma kembali menujukan artikel yang sedang heboh di mensos yang berada di ponselnya.


"Apa ini CEO C_N Crop bagaimana mungkin" tria Evelin marah tak terima dengan apa yang dilihatnya.


"Itu sungguhan ayahku bekerja diperusahaan itu pantas saja saat Nisa menyebut Namanya aku merasa familiar dan merasa perna mendengarnya di suatu tempat dan aku baru ingan beberapa waktu sebelum acara Reoni Ayahku mengatakan soal CEO di perusahaan dia bekerja"


Evelin terus membaca judul artikel itu yang berbunyi "PESONA PENGUSAHA MUDA YANG SUKSES CLAUDIUS RUHTVEN THE NIGHT CEO DARI C_N CROP"


"Ayahku mengatakan dia adalah pria yang sangat misterius bahkan kehidupan pribadinya saja tak perna diketahui oleh orang lain dia juga baru muncul kehalayak beberapa bulan ini sebelumnya dia sama sekali tak perna menujukan dirinya pada siapapun termasuk orang-orang di perusahaannya"


"Nisa wanita itu benar-benar beruntung bisa menangkap mansang emas seperti ini" puji Dianti yang membaca majalah yang tadi dibawa oleh Emma dengan masih mendengarkan semua yang dikatakan Emma.


Srettt


Evelin berdiri dari tempat duduknya dan bejalan meninggalkan teman-temannya.


"Hei.... kau mau kemana? Evelinnnnn" panggil Emma.


Tak mendapat tanggapan dari wanita yang dipanggilnya Emma dan Dianti segera berajak mengejar Evelin.


Dan merekapun kini berada di fakultas jurusan ke Dokteran mencari seseorang yang mereka kenal.


Dapat


Mereka menemukan orang yang mereka cari pemuda yang selalu membelah Nisa selama ini.

__ADS_1


Evelin segera menghampiri pemuda itu dengan wajah garangnya dengan masih diikuti kedua sahabatnya di belakangnya.


Brak


Evelin mengebrak meja yang tepat berada di hadapan pemuda itu membuat semua orang yang berada di kelas itu kaget dan melihat kearahnya karna sudah membuat keributan.


"Apa masalahmu?" Ujar pemuda Itu kesal.


"Kau tahukan! Sebenarnya kau sudah tahukan dari sejak awal karna itu kau selalu membelah temanmu itu" ujar Evelin tak kalah emosinya entah karna apa.


"Sebenarnya apa yang mau kau katakan?"


"Ancel kau sejak awal sudah tahu soal inikan"


Brak


Evelin membanting majalah yang dibawanya di hadapan Ancel.


Ancel melihat majalah itu dan membaca judulnya juga foto pria yang menjadi sampul dari majalah itu  Ancel terlihat terkejut saat melihat majalah itu matanya telihat melebar untuk sesaat sebelum kembali normal.


"Apa ini?" Gumam Ancel masih terdengar oleh ketiga wanita yang menghampirinya.


"Kenapa kau bertanya justru kamilah harusnya yang bertanya kaukan teman Nisa..... jika kau sejak awal mengetahuinya harusnya kau menghentikan kami.... kau kejam sekali Ancel karna kau membiarkan kami membuat masalah dengan seorang penguasa....." itu Emma yang berbicara.


"Ada apa ini kenapa kalian membuat keributan disini" tanya Evi yang merasa terganggu dengan keributan yang terjadi dikelasnya.


"Lihat ini" tunjuk Dianti pada majalah yang mereka bawa tadi.


Seperti Ancel Evi melihat majalah itu dan langsung terkejut denga foto yang berada di sampul majalah itu.


"Ini....


"Sepertinya kita sudah mengusik orang yang salah" ujar Emma dengan wajah takut  biar bagaimanapin dia memikirkan nasip keluarganya juga karna Ayahnya bekerja diperusahan milik Claudi.


"Kenapa? apa yang salah? Memang apa salahnya aku sama sejalu rak merasa bersalah sedikitpun karna menurutku apa yang kulakukan adalah benar.... kenapa harus takut? Aku tak perduli siapa pria ini karna aku tak punya urusan denganya" Ujar Evi dan pergi meninggalkan mereka semua dan memilih duduk ditempatnya.


"Ada apa dengan dia itu?" Kesal Emma akan tanggapan Evi.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


C_N Crop


Kantor CEO terlihat enam orang berada disana terlihat sedang berdiskusi sesuatu.


"Majalah dan artikelnya sudah keluar apa menurutmu ini akan berhasil Haiden" kata Stefani mereka saat ini sedang membahas soal Majalah yang memuat kemuculan sang Master sebagai CEO untuk menarik perhatian Masyarakat juga tentunya kelompok yang  mereka targetkan.


"Entahlah kita hanya berharap ini berhasil membuat pengalihan..... Master juga sudah berusaha keras" jawab Haiden.


"Semoga saja rencana ini benar-benar berhasil dan efektif" kali ini Rafael yang sedari tadi memejamkan mata duduk di sofa paling sudut.


"Sekarang kita hanya bisa menunggu hasilnya kita akan tahu nanti" Cain menambahkan.


"Itu benar kita tak tahu apa yang mereka pikirkan dan yang mereka rencanakan juga Senate juga belum ada pergerakan tapi aku mengkhawatirkan pria yang bernama Bet Ghastly tangan kanan Yunifer itu" kata Raisa membuat semuanya terdiam karna menginggat kembali kejadian beberapa bulan sebelumnya.


"Apapun yang terjadi sekarang tugas kalian adalah menjahukan segala apapun yang mengancam keselamatan Nisa dan Ryuu" ujar Claudi akhirnya yang sejak tadi diam saja.


"Baik Master" jawab Mereka semua serempak.


"Aku tak perduli apa yang mereka lakukan padaku tapi tidak untuk Istri dan Anakku kalian mengertikan"


"Kami mengerti Master" jawan mereka serempak lagi.


Disaat Claudi dan pengikutnya sedang membuat rencana untuk melindungi apa yang dianggapnya berharga.


Ada juga kelompok lain yang hanya bisa terseyum meremehan dan juga menetawakan hingga terbahak-bahak saat menyaksikan rencana itu berjalan meski mereka tak mengetahui apa dibalik semua itu.


"Ha... ha... ha... jadi apa ini... astaga apa dia benar-benar ingin hidup layaknya para Manusia rendahan itu... dia membuang harga dirinya sendiri dan memilih melakukan sesuatu yang tak berguna seperti ini. Claudius... Claudius sepertinya dia memang tak akan perna bisa berubah dari dulu hingga sekarangpun akan selalu seperti itu... ha... ha... lucu sekali.... sunggu konyol apa yang ada dipikirannya itu"


Berbeda dengan pria sebelumnya ada juga pria lain yang berada ditempat berbedah dengan pria sebelumnya yang sedang terenyum merehkan saat melihat apa yang ada dihadapannya.


"Apa ini yang coba kau sembunyikan dariku selama ini Keponakanku sunggu mengecewakan"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2