Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 79


__ADS_3

"Master ada yang datang ingin bertemu dengan anda" ujar Haiden dengan begitu sopan pada Claudi yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaanya.


"Hn?" Claudi melihat Haiden dan tepat di belakan Haiden Claudi melihat orang-orang yang dikenalnya sebagai orang tua Nisa istrinya.


"Selamat siang CEO Night" sapa Bella sopan.


"Untuk apa kalian datang kesini?" Ujar Claudi begitu tenang bagai permukaan air danau yang tak diketahui arus di dalamnya.


"Maaf sebelumnya karna kami datang menemui CEO Night tiba-tiba" ujar Bella lagi.


"......"


"Kami berdua ingin membicarakan sesuatu dengan CEO Night apa boleh?"


Claudi menatap mereka berdua melihat semua tindakan mereka.


"Haiden kau bisa pergi" ujar Claudi.


"Baik Master" jawab Haiden dengan sopan dan segera pergi dari kantor Claudi seperti apa yang diperintakan sang master.


"Duduklah" ujar Claudi lagi mempersilakan pasangan suami istri itu untuk duduk di sofa di kantornya menciba bersikap sopan karna yabg ada dihadapanya saat ini adalah orang tua istrinya.


Claudi berdiri dan bejalan kearah Sofa juga dan duduk di sofa singel menghadap kedua orang yamg datang untuk menemuinya.


"Perusahaan anda benar-benar luar biasa... kalau sudah menjadi perusahaan besar memang bedah sekali ya..... bahkan kanto anda begitu luar biasa" kata Bella mencoba berbasa-basi untuk sesaat agar memperlacar tujuan mereka memuji apa yang dilihatnya dikantor Claudi.


"Istri saya benar putri saya benar-benar beruntuk bisa mendapatkan pria sukses seperti anda" tambah Alber seperti yang diajarkan oleh Bella sebelumnya untuk memuji dan menjujung Claudi bila mereka bertemu agar tak membuat kesalahan seperti sebelumnya saat mereka datang menemui Nisa.


"Tak perlu berbasa-basi apa yang ingin kalian katakan padaku?" tanya Claudi sudah cukup mengengar omongan mereka yang tak jelas dari mulai peruhaan hingga istrinya yang merasa beruntung kata mereka justru disini dirinyalah yang merasa beruntung bisa bertemu dengan Nisa yang mau menjadi bagian dari hidupnya yang bayak kekurang ini itulah yang dipikirkan Claudi.


"Ah.... iya maaf sebelumnys CEO Night yang ingin kami bicarakan mungki tak penting untuk anda tapi ini begitu penting buat kami" kata Bella memulai keintinya.


"......."


"Sebenarnya tujuan kami datang adalah untuk memintah bantuan pada anda" kali ini Albert yang berbicara mengambil alih karna sejak tadi hanya istrinya Bella yang terus berbicara.


"Bantuan! Bantuan apa?"


"Begini sebenarnya saya ingin mengembangkan usaha yang saya miliki saat ini tapi kami belum memiliki modal yang cukup dan maksud kedatangan kami adalah untuk meminta bantuan pada CEO Night untuk membantu kami dengan memberikan sedikit pinjaman modal untuk usaha yang kami miliki...... kita sudah menjadi keluarga bukan. karna alasan itu juga kami memberanikan diri untuk mendatangi anda" jelas Albert penuh harap.


"Jadi karna hal ini kalian sudah buat istriku menangis beberapa waktu lalu" tanggap Claudi begitu dingin tak seperti sebelumnya yang terlihat begitu tenang.


"Hah... apa maksud anda?" Tanya Bella tak mengerti dengan nada ketakutan tanganya sampai bergetar mendengar ucapan Claudi yang begitu dingin.


"Sudah cukup lupakan saja apa yang kalian harapkan itu aku tak akan melakukan apapun untuk urusan kalian" kata Claudi lagi masih seperti sebelumnya membuat pasangan itu mengidik ngeri yang membuat nyali mereka menciut.

__ADS_1


Tapi karna keserakahan yang mereka miliki mereka tak mau mundur begitu saja terutaman Bella disaat Albert sudah tak bisa berkata apapun wanita itu dengan penuh kebserania yang berhasil dikumpulkanya dia tetap mencoba membujuk Claudi.


"Ada apa CEO Night apa Nisa mengatakan sesuatu pada anda soal kami... itu pasti sebuah kesalah pahaman, kami tidak bermaksud untuk mengatakan sesuatu yang menyakiti Nisa bagaimanapun dia adalah putri keluarga kami dia adalah bagian keluarga tak mungki kami mencoba menyakitinya" kata Bella mencoba sebaik mungkin menjelaskan.


"Tapi kalian sudah melakukannya dan hal itu bukan yang pertama tapi yang kesekuian kalinya setelah sebelum-sebelumnya" peringat Claudi dengat kilat tajam dimatanya.


Kilatan kekesalan itu semakin membuat keduanya menciut meski begitu Bella benar-benar keras kepala dan tak mau menyera juga dengan tergagap-gagap karna takut wanita itu tetepa saja berbicara apa yang ingin di bicarankanya.


"Ti.. tidak.... tu.. tunggu dulu tuan CEO... tolong dengarkan kami..... ka... kami memang sudah berbuat kesalahan sebelumnya....tapi kami juga sudah memperbaikinya.... jadi tolong...


"Sudah kukatakan cukup... butuh berapa banyak kalian" kata Claudi sambil berdiri dari tempatnya menujuh meja kerjanya mengabil Cek dan pulpen.


Claudi terlihat menulis sesuatu di cek itu dan menyerakan pada pasangan suami istri itu ternya itu adalah cek kosong yang sudah diberi tanda tangan oleh Claudi sendiri hal itu membuat siaoa saja bisa menentukan berapa uang yang diinginkanya.


"Apa itu sudah cukup untuk kalian tapi setelah ini aku harap kalian segera pergi dari hidup istrikujangan perna coba temui Istriku lagi apapun tang terjadi kalian mengerti.... sekarang kalian bisa pergi dari sini aku tak punya banyak waktu untuk hal semacam ini banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan" potong Claudi begitu dingin dan hal itu kini membuat Bella benar-benar terdiam tak berani lagi untuk melontarkan satu katapun tapi mata wanita itu terlihat fokus hanya pada Cek yang dilemoarkan Claudi pada mereka.


"Sebaiknya kira pulang" putus Albert pria itu terlihat tersingung dengan apa yang di lakukan oleh Claudi berbedah dengan sang istri yang nampak berbinar dengan Cek yang berada di depan mata mereka.


"Apa? Apa maksudmu" kata Bella tak relah untuk jika mereka pergi begitu saja tampa hasil apapun mengikuti ajakan Albert tapi melihat tatapan dingin yang begitu menusuk membuatnya tak bisa melontarkan kata bantahan dengan patuh mengikuti apa yang di katakan Albert suaminya tapi tanpa tahu malunya wanita itu masih sempat mengambil Cek kosong yang diberikan oleh Claudi tanpa sepengetahuan Alber saat Alber berjalan mendahuluinya dan itu disaksikan oleh Claudi.


Pasangan suami istri itu tanpa mengatakan apapun lagi langsung pergi dari kanto Claudi dan juga perusahaan C_N crop.


"Aku tak akan memaafkan siapapu yang sudah membuat Istriku menangis" Gumam Claudi setelah kepergian orang tua Nisa setelahnya pria itu kembali menekuni apa yang telah dikerjakannya sebelumnya.


Diluar gedung C_N Crop Albert dan Bella mereka terlihat sedang berada di mobil.


"Sudah berakhir hentikan semua ini percuma saja kalau kita terus berada disana kamu tak lihat tatapannya itu dia adalah seorang pria yang sombong dan tak tahu sopan satun beraninya dia menghinaku seperti itu" kata Albert mengingat kembali kejadian saat mereka ada dikantor Claudi.


"Sebaiknya kita pulang sekarang" lanjutnya dan segera meninggalkan tempat itu untuk kembali pulang.


Bella hanya mengikuti toh dia sudah mendapatkan apa yang diinginkanya jadi setelah ini dia bisa bersenang-senang dengan uang yang dia dapatkan itulah yang ada dipikiran wanita itu.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


"Anda mau pergi?" Tanya Seorang pria berjubah pada sang pimpinan.


"Aku ingin jalan-jalan" jawab pria yang berpakaian rapi itu.


Pria itu keluar dari gedung tempat dia tinggal selama ini tak mengatakan apapun lagi.


Hiruk pikuk kota yang tak perna mati orang-orang berlalu-lalang pergi ketempat tujuan masing-masing jalanan yang ramai tak perna sepi dari kendaran.


"Manusia-manusia ini sunggu menganggu mereka semakin hari semakin banyak" ujar pria itu diantara kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang.


Srettt


"Aroma ini" pria itu berbalik mencari sesuatu yang baru saja memasuki indra penciumannya.


Pria itu tanpa pikir panjang melangkakan kakinya mengejar apa yang baru saja menarik minatnya.


Grep


"Maaf ada apa ya?" Tanya seorang wanita saat tiba-tiba pundaknya di tarik seseorang dari belakang.


Wanita itu sempat terkejut sesaat saat melihat wajah pria yang tiba-tiba menghentikan langkanya karna menurutnya pria itu mirip dengan orang yang dikenalnya.


"Hm.. sepertinya aku salah orang" ujar pria itu sambil tersenyum ramah.


"Oh... baiklah kalau begitu saya permisi" ujar wanita itu.


"Hm"


Wanita itupun pergi meninggalkan sang pria yang telah salah mengenalinya.


"Dia memiliki aroma keponakanku bahkan anak kecil yang ada digendonganya aku bisa merasakan aura yang sama seperti keponakanku tercinta.... sebenarnya apa yang sudah dilakukan keponakanku itu diantara manusia-manusia ini....


Tapi Aroma wanita itu benar-benar sangat menarik bahkan aku  hampir saja kehilangan kendali saat bersentuahan dengannya.... entah kenapa aku jadi menginginkan wanita itu" smirk di bibirnya begitu terlihat menakutkan.


Bukan hanya itu tatapan matanya pun terlihat begitu tertarik hingga memancarkan sebuah tatapan opsesi yang terlihat begitu nyata.


"Apa aku harus mengejarnya untuk mendapatkanya" monolognya lagi menatap kelangit biru.


Disisi lain wanita yang tadi sedang berjalan dengan tenang dengan mengendong bayi ditangannya.

__ADS_1


"Entah kenala aku merasa pria tadi begitu mirip dengan Claudi  bahkan aku sempat salah mengenali mengira pria itu tadi adalah Claudi" monolog Nisa wanita yang dihenyikannoleh pria tak dikenal sebelumnya.


Tbc


__ADS_2