Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chatper 17


__ADS_3

"Ketemu"


Terlihat dua orang yang berada di sebuah atap bangunan melihat kebawah dimana banyak orang-orang yang berlalu lalang bukan hanya manusia bayak pula kendaran dari yang pribadi sampai umum di bawah mereka.


Wuss


Layaknya hembusan angin kedua orang berjubah itu tiba-tiba menghilang dalam sekali kedipan mata tak bisa di nalar oleh manusia biasa.


Di lain sisi Claudius dan Nisa sudah keluar dari Resto Sella setelah berpamitan.


"Ayo pulang sebelum Dokter Haiden pulang" Ujar Nisa.


"Ya"


Mereka berdua segera pergi ketempat dimana mobil yang mengantar mereka berdua terpakir.


Setelah memasuki mobil sang sopir melajukan mobilnya segera membawa mereka kembali ke rumah Haiden.


Tapi saat ditengah perjalan tiba-tiba Nisa menghentikan mobil yang mereka tumpangi meminta pada sang sopir untuk berhenti sejenak di minimarke yang tak sengaja mereka lewati.


"Pak bisakah kita berhenti sebentar di mini market didepan sana" pinta Nisa sambil menujuk kedepat tepat disebuah minimarket yang sudah bisa mereka lihat.


"Baik Nona"


Mereka berhenti di depan minimarket seperti yang di katakan Nisa begitu sampai Nisa langsung turun dari mobil menujuh minimarket tentu saja dengan Claudius yang masih selalu berada di samping Nisa.


Mereja menujuh kekotak eskrim Nisa membuka dan mengambil beberapa es yang ada disana.


"Apa kau mau juga Claudi" Nisa melihat kearah Claudi yang berada di sampingnya menujukan satu bungkus es krim pada Claudius.


"Ya"


"Dulu aku selalu beli ini setelah pulang bekerja di resto rasanya kangen sekeli udah lama tak melakukannya rasanya sagat meyegarkan dulu saat capek selesai bekerja hal ini salah satu yang cukup meyenangkan"


"Apa seenak itu?"


"Tentu saja nanti kamu coba sekarang kita bayar dulu"


"Ya"


Setelahnya merekapun pergi kekasir untuk membayar apa yang  mereka beli dan setelah selesai mereka segera meninggalkan minimarket.


"Ini ambilah" Nisa memberikan satu es krim yang sudah dibukanya untuk Claudius dan mengambil satu lagi untuk dirinya sendiri.


Claudius meperhatikan es itu seseaat setelahnya dia segera menikmati apa yang ada di tangannya rasa lembut dan dingin membeku memenuhi rongga mulutnya dia tak perna merasaan sensasi ini sebelumnya dan ini pertama kalinya dia mencoba sesuatu yang sangat baru dihidupnya.


"Enak sekalikan sangat segar" kata Nisa yang juga memakan es di tangannya.


"Hn"


Claudius terlihat sangat menikmati apa yang ada di tangannya mereka mencari tempat duduk untuk sesaat sambil menghabiskan es krim mereka.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kembali sekarang"


"Ya"


Mereka berjalan beriringan kemobil untuk melanjutkan perjalanan pulang mereka kembali setelah menghabiskan masing-masing satu es krim yang mereka beli.


.


.


.


.


RS CITY


Haiden duduk di belakang meja kerjanya memandang serus dua orang pria yang datang tanpa di undangnya.


"Apa mau kalian datang menemuiku" ujarnya Dingin tanda dia sama sekali tak menyukai kedatanga kedua tamunya itu.


"Kami datang untuk membawanya untuk bertemu ketua ini adalah perinta langsung dari ketua" ujar Salah satu dari kedua orang itu.


"Apa maksud kalian?" Masih dengan dingin Haiden bertanya.


"Kami tahu kau mengerti apa yang kami bicarakan Haiden Blanchard" kali ini satu orang lainnya di antara kedua pria tadi.


"Jadi sebaiknya kamu membawa kami secepatnya menemuinya" kini pria pertama yang kembali berbicara.


"Apa kalian pikir aku akan melalukan apa yang kalian minta" geram Haiden.


"Ini buka permintaan tapi perintah bukan hanya Senate tapi juga dari pimpinan secara langsung dan kau harus melakukan apa yang kita sampaikan"


"Ck. Pergilah kalian dari kantorku"


"Kau ingin melawan perintah Senate dan ketua jika kau begitu kau bisa dianggap sebagai penghianat"


"Kalian ingin aku yang melempar kalian keluar atau kalian mau pergi dengan kaki kalian sendiri?" Geram Haiden tak perduli.


"Kau" tak geram satu diantara pria itu tak terima.


"Pergi, jika kalian tak tahu pintu keluarnya ada disana" tunjuk Haiden dingin pada pintu keluar kantornya.


"Baiklah kami akan pergi hari ini dan nanti kami akan kembali sebaiknya saat kami kembali kau sudah berubah pikiran kami tak akan berhenti menemuimu sebelum kami menyelesaikan tugas kami"


"Tak akan meski kalian kembali ribuan kalipun aku tak akan mengatakan apapun pada kalian, jadi sebaiknya kalian tak perlu datang lagi kesini" sinis Haiden.


"Kita lihat saja nanti" ujar orang itu untuk terakhir kalinya sebelum mereka pergi dengan sedirinya keluar dari kantor Haiden yang berada di rumah sakit PACE.


Brak


Dengan kesal Haiden megebrak meja kerjanya menyalurkan kekesalannya setelah kedua tamunya pergi meninggalkan kantornya.

__ADS_1


"Mereka benar-benar brengsek" umpatnya geram.


Haiden berdiri dari tempatnya dan berjalan kearah sisi jendela besar  yang berada dikantornya Memandang pada pemandangan kota yang berada di luar jendela.


"Master apa yang akan anda lakukan setelah ini" monolog Haiden menatap langit biru diatas sana.


.


.


.


.


.


Beberapa waktu kemudia di rumah Haiden terlihat Nisa dan Claudius baru saja memasuki rumah tentu saja dengan sambutan para pelayan yang bekerja di rumah mewah itu.


"Istirahatlah"  ujar Claudius sambil mengambil satu gengam kecil rambut pirang Nisa di tanganya.


"Ya" Nisa tersenyum manis menanggapi apa yang dikatakan Claudius padanya.


Claudius melepaskan genggamannya pada rambut Nisa dengan lembut setelahnya Nisa pun berjalan meninggalkan Claudius menujuh kamarnya.


Claudius sendiri memilih untuk pergi keruang keluarga seperti biasanya tempat yang merupakan ruangan favoritnya itu.


Claudius memutuskan untuk menghabiskan waktunya diruangan itu dengan ditemani secangkir teh yang di sajakan oleh para pelayan.


Baru saja Claudius menyeruput Teh yang di buatkan khusus untuknya terlihat Haidenpun datang bergabung bersama Claudius setelah pria itu pulang dari RS.


"Master" Sapa Haiden tepat di hadapan Claudius.


"Kau sudah kembali" tanggap Claudiu sambil meletakan cangkir tehnya kembali ketatakan yang berada di atas meja.


"Yes master"


"Ada apa?" Ujar Claudius lagi mengamati keresahan Haiden meski pria yang berstatus sebagai Dokter itu saat ini sedang mati-matian menyembuyikan semua yang ada dipikirannya yang membuatnya merasa resa tapi entah bagaimana Claudius selalu mengetahuinya hanya dengan sekali melihatnya saja.


"Itu....


"Katakan saja"


"Orang-orang Senate datang dan meminta bertemu dengan anda Manster" jawab Haiden jujur pada akhirnya karna bagi Haiden percuma saja dia berbohong  pada akhirnya sampai kapanpun pasti dia tak akan perna bisa melakukannya jika itu di depan Masternya.


"Begitu"


"Lalu apa yang akan anda lakukan apakah anda ingin memenuhi undangan mereka?" Ujar Haiden dengan wajah Khawatirnya.


"......"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2