Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 7


__ADS_3

Hari berlalu hidup Nisa di rumah Haiden berjalan sangat baik keadaannya juga semakin hari semakin baik setelah dia mengkomsusi obat yang di berikan Haiden secara teratur.


Haiden selalu memantau keadaannya setiap hari dengan melakukan tes medis setiap harinya.


"Cuaca diuar bukanya dingin jika ingin keluar pakailah pakaian yang lebih hangat" ujar Claudius pada Nisa yang berdiri di balkon sambil menyelimuti wanita itu dengan sebuah selimut yang hangat.


"Hm, terimakasih" ujar Nisa dan tersenyum tulus pada pria yang selalu bersikap tenang itu.


"Hm"


"Claudi kau selalu suka melihat keluar jendela besar saat di dalam rumah sebenarnya apa yang kau lihat hingga membuatmu begitu menyukainya" tanya Nisa penasaran dengan apa yang selalu di lihat Claudius saat berada di dalam rumah.


"Kota ini" ujar Claudius.


"Hm. jika begitu kenapa kau tak pergi saja keluar untuk melihat kota ini lebih jelas" ujar Nisa tak merasa heran dengan apa yang dikatakan Claudi karna Haiden sudah mengatan jika tuannya dan dirinya itu bukan berasal dari negara ini dan karna Haiden yang sudah lama menetap di kota ini meminta Claudi untuk tinggal di rumahnya saat pria itu datang itulah alasan yang diberikan Haiden pada Nisa.


Hubungan Nisa dan Claudi juga semakin hari semakin mambaik mereka sering berbincang bersama membahas soal kota yang mereka tinggali saat ini.


Nisa akan menceritakan berbagai hal menarik yang diketahuinya berada di kota untuk Claudi setelah mendengar jika Claudi bukan berasal dari negara ini.


Apalagi melihat sikap Claudi yang memang tak mengerti apapun soal kota ini membuat Nisa semakin percara akan cerita Haiden.


"Itu tak mungkin! tuan akan tersesat jika pergi sendirian keluar jika tak ada yang menemaninya dan aku tak mau hal itu terjadi" ujar Haiden yang baru keluar kebalkon.


"Kenapa anda tak membawanya saja kasihankan jika Claudi selalu berada di rumah pasti dia bosan sekali aku saja yang sudah berberapa hari ini yang selalu di rumah ini dan tak diperbolekan keluar selalu merasa bosan bagaimana dengan Claudi yang tak perna keluar pasti dia bosan sekali" ujar Nisa prihatin dengan keadaan Claudius.


"Saya mau melakukannya jika saja pekerjaan saya dirumah sakit bisa saya tinggalkan" ujar Haiden lesu.


Tentu saja tak bisa di tinggalkan Haiden adalah pemilik rumah sakit terbesar di kota ini sekaligus menjabat sebqgai CEO dan juga dokter di rumah sakit itu.


"lagi pulah tuan memang sejak awal juga tak terlalu suka perki keluar rumah dia lebih suka menghabiskan waktunya berada dirumah saja selama ini jadi aku tak perna memikirkan jika Tuan ingin keluar rumah" ujar Haiden lagi menjelaskan apa yang sudah terjadi selama ini.


"Ah... begitukah! bagaimana jika Claudi pergi bersama saya saja kebetulan saya juga sangat bosan jika selalu ada di rumah ini bolehkan Dok" saran Nisa sekaligus mencari kesempatan untuk bisa keluar juga karna dia sudah sangat-sangat bosan hidup tanpa melakukan apapun dirumah besar milik Haiden karna Haiden yang  selalu melarangnya melakukan pekerjaan berat

__ADS_1


"Anda tak boleh pergi kemanapun untuk saat ini meski keadaan amda mulai stabil tapi tetap anda harus banyak istirahat dan tak boleh beraktifitas yang berat" tolak Haiden sudah memahami apa niat Nisa yang sebenarnya.


"Ayolah Dok apa anda tak kasihan dengan tuan anda sendiri" mohon Nisa kini wanita itu yang bersikeras untuk keluar dari rumah untuk berjalan-jalan padahal Claudi sendiri sama sekali tak mengatakan jika ingin pergi berjalan-jalan di kota.


"Saya bilang tidak" jawab Haiden masih menolak.


"Biarkan saja Haiden aku akan pergi besamanya" kali Ini Claudius yang berbicara menengahi percakapan Haiden dan Nisa.


"Hahh... baiklah jika master bilang seperti itu saya akan mengijinkannya" ujar Haiden menyetujui saat Sang master sendiri yang mengatakannya.


Disitu justu yang terlihat Claudi yang membatu Nisa untuk meminta ijin keluar rumah padahal niat sebelumnya Nisalah yang ingin memintakan ijin agar Claudi diperbolehkan keluar karna selama ini Claudi sama sekali tak perna keluar karna Haiden takut jika Claudi tersesat saat keluar.


Padahal itu semua bukanlah alasan yang sebenarnya karna yang sebenarnya memang Claudius tak mau keluar dia tak mau keberadaannya di ketahui Vampire lain yang berbaur diantara manusia biarkalah asistensinya diangap masih menghilang dia sama sekali tak keberatan akan hal itu.


"Oh... benarkah anda mengijikan kami pergi" kata Nisa senang.


"Ya, tuan tolong berhati-hatilah saat ada pergi nanti" pesan Haiden.


"Hm"


"Ya" jawab Claudius dengan bibir yang terangkat sedikit.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Paginya Nisa sudah bersiap untuk pergi jalan-jalan bersama Claudius Tak butuh waktu lama untuk Nisa bersiap-siap.


Wanita itu terlihat sangat cantik dengan gaun bumilnya yang cantik berwarna soft pink terlihat fres dan sangat cocok dia gunakan.


Sedangkan yang saat ini sedang menggu Nisa di ruang tamu terlihat tak kalah menawannya seperti biasanya karna Claudius setiap hari selalu tampil rapi hari inipun dia juga memakai pakaian yang rapi secara casual jas hitam dipadukan dengan kaos putih sebagai **********.


"Sudah selesai?" Ujar Claudius saat melihat Nisa yang berjalan menghampiri dirinya dan Haiden.


"Ya, ayo pergi sekarang" jawab Nisa.


"Hm"


Merekapun segera pergi dengan diantarkan seorang supir pribadi yang di perintakan Haiden sebelum pria pirang itu berangkat ke tempat kerjanya.


Mereka pergi kepusat kota Nisa yang sudah 1 bulanan meninggalkan kota dan memilih tinggal didesa pinggiran yang berjarak lumayan jauh dari kota merasa senang bisa melihat suasana kota yang ramai yang selalu dilihatnya dulu.


Mereka berhenti di pusat kota turun dari mobil mewah yang membawa mereka agar mereka bisa berjalan-jalan dengan lebih bebas.


"Baikalah mulai dari sini kita akan jalan kaki untuk perjalananya kamu tak keberatan bukan Claudi?" Ujar Nisa.


"Ya" jawab Claudius sambil memperhatikan sekitarnya yang banyak orang berlalu lalang.


Tak ada bedahnya dengan jamannya dulu hanya saja bangunan juga jalan-jalan untuk saat ini jauh berbedah dengan masa lalu yang di ingatnya.


Kini banyak bangunan tinggi menjulang kelangit jalanan juga tak seburuk dulu yang berongga dan tak semulus saat ini yang bahkan tak mengakibatkan goncangan sedikitpun saat dia menaiki kereta besi yang di sebut mobil itu.


Oh... tentu saja kereta besi alias mobil juga adalah hal yang tak ada di jamanya dulu tapi kini benda itu ada di mana-mana dan dalam bentuk yang sangat bermacam-macam karna dulu hanya ada kereta kuda itupun hanya orang berada seperti bangsawan yang memilikiknya.


"Baiklah ayo pergi" ajak Nisa dan merekapun mulai berjalan menyusuri jalan kota berdampingan.


"Sekarang kita mulai dari mana dulu ya" ujar Nisa lagi berpikir akan membawa Claudius pergi kemana terlebih dulu.


"....."

__ADS_1


"Baiklah kita akan pergi ketempat-tempat yang biasanya dikunjungi oleh banyak orang saja bagaimana?" Tanya Nisa pada Claudius meminta tanggapan.


"Ya" jawab Claudius.


__ADS_2