
"Sayang sebaiknya kamu bicara dengan Nisa berdua saja agar kalian bisa merasa lebih baik" saran Bella pada sang suami.
Albert dengan patuh mengikuti apa yang dikatakan oleh Bella.
"Baiklah" ujarnya sambil menatap putrinya menujukan maksudnya.
"Berikan Ryuu padaku" pinta Kent setelah membersikan dirinya sebelumnya dan memberikan anggukan kepala pada Nisa untuk memberikan kepercayaan pada adiknya.
Mengerti maksud sang Kakak yang meminta anaknya Nisapun dengan senang hati memberikan Ryuu pada Kent dan mengikuti Ayahnya keteras rumah tepat menghadap ketaman kecil dirumah mereka.
"Tak kusangka kalian akan memiliki rumah yang terasa nyaman seperti ini" ujar Albert mencoba berbasa-basi untuk mencairkan suasana mengingat apa yang sudah terjadi sebelumnya.
"Apa rumah ini kamu yang memilihnya? Ayah ingat kamu dulu perna mengatakan ingin tinggal dirumah sederhana dengan suasana asri seperti ini"
"......"
"Oh.. iya lalu bagaimana kehidupan pernikahanmu kamu bahagia bukan saat ini?"
"Ya"
"Begitu baguslah kalau begitu.... oh iya kamu tidak tinggal dirumah suamimu?"
"Aku tinggal dirumahnya"
"Hm... benarkan itu artinya kamu datang kesini juga untuk berkujung kebetulan sekali kamu datang pas sekali dengan kedatangan kami juga"
"Aku datang kesini setiap hari karna rumah kami di sana" Nisa menujuk rumah yang berada tepat di hadapan mereka saat ini.
"Hm... kalian tinggal disana?"
"Iya itu rumah suamiku"
"Aku tak menyaka ternyata suamimu itu orang yang sederhana.... apa karna itu juga kamu tak dia kenalkan pada semua orang sebagai istrinya bukankah suamimu itu CEO"
"Bukan begitu itu karna aku sendiri yang menginginkanya" jelas Nisa memberi alasan walaupun sebenarnya Claudi melakukan itu karna ada Vampire-Vampire yang saat ini sedang mengicar dirinya dan Ryuu karna itu Claudi mati-matian menyembuyikan hal itu bahkan Claudi sampai menghapus ingatanya agar tak ada yang menyakiti dirinya seperti sebelumnya.
Dan untuk mengalinkan semua musuhnya akan tidakan Claudi itu dia sendirilah yang harus mengatakan alasan seperti itu agar terdengar masuk akal saat didengar oleh orang lain.
"Hmm... Ayahmu ini mengerti karna kamu memang seperti ini dari dulu"
"......"
"Kau sekarang sudah menikah memiliki keluargamu sendiri Ayahmu sudah berbuat salah padamu sebelumnya Ayah harap kamu bisa memaafkan semua yang terjadi sebelumnya karna perbuatan Ayahmu" ujar Albert karna merasa sedari tadi Nisa menanggapinya begitu Singkat dia mengira jika dia mengajak putrinya itu berbicara soal pernikahannya mungkin anaknya akan berbicara lebih banyak padanya tapi nyatanya Nisa hanya menanggapinya sangat singkat.
__ADS_1
"......"
"Ayah mengerti pasti kamu masih susah untuk melupakan yang sudah terjadi dan memaafkan Ayahmu ini begitu saja tak apa aku akan menunggumu hingga kamu bisa memaafkan ayah" kata Albert lagi setelah tak mendapatkan tanggapan apapun selain kebisuan dari putrinya.
"Ayo kembali ke yang lainnya jika tak ada yang ingin kamu bicarakan dengan Ayah" ajak Albert menyerah untuk meminta maaf pada Nisa dia tak mungkin lebih merendakan diri lebih dari ini biar bagaimanapun dia adalah ayah Nisa itulah yang dia pikirkan.
"Ya" jawab Nisa setuju.
Merekapun kembali keruang tamu dimana yang lainya berada saat ini.
"Kalian sudah selesai berbicara?" Tanya Bella begitu melihat suami dan anak tirinya kembali memasuki ruang tamu.
"Begitulah" jawab Albert.
"Kita harus pulang sekarang karna masih ada urusan yang harus kukerjakan lagi setelah ini" kata Albert mengajak Bella untuk pulang.
"Oh... baiklah kalau begitu" Bella berdiri dari tempat duduknya untuk pulang selesai ajakan suaminya.
"Oh... iya Nisa lain kali datanglah bersama suamimu untuk makan malam perkenalkan juga suamimu itu pada kami..... lalu Kent juga Tuan Gerry kalian juga datanglah kita akan buat acara makan malam keluarga bilaperlu nanti" kata Bella dengan senyum lembutnya.
"Baiklah" jawab Gerry mewakili.
"Nisa kamu maukan?" Tanya Bella lagi karna tak mendengar jawaban dari Nisa langsung.
"Benarkan Syukurlah kalau begitu Bibi senang sekali rasanya" kata Bella sambil memeluk Nisa hangat.
"Baiklah kami pulang dulu" pamit Bella setelah melepaskan pelukannya pada Nisa.
Nisa membalasnya dengan anggukan kepalanya hanya Gerry yang menjawab.
"Ya"
Sedangkan Kent hanya diam tak mengatakan apapun atau gerakan apapun untuk menjawab ibu tirinya itu.
Setelahnya kedua pasangan itupun keluar dari rumah saat di perkarangan rumah Albert sempat berhenti sesaat untuk melihat rumah yang di tinggali Claudi dan Nisa yang berada di sebelah rumah Kent dan Gerry.
'Seorang CEO tinggal dirumah seperti itu? Sulit dipercaya' pikirnya saat melihat rumah Claudi.
"Ada apa sayang?" Tanya Bella saat melihat Albert yang berhenti sejenak dan menatap rumah milik tetangga anak-anak tirinya itu.
"Tidak apa ayo" kata Albert dan segera membawa istrinya memasuki mobil mereka.
Setelahnya merekapun pergi untuk pulang dan saat di perjalan pulang itu mereka membicarakan soal permitaan maaf Albert.
__ADS_1
"Bagaimana apa berjalan lancar tadi?" Tanya Bella pada suaminya yang saat ini sedang menyetir.
"Kurasa tidak sesuai apa yang kita pikirkan Nisa tak mengatakan apapun tadi tak kusangka dia akan menjadi keras kepala seperti itu" terang Albert.
"Jadi begitu sepertinya putrimu itu jadi sombong hanya karna dia sudah menika dengan seorang konglomerat karna itu dia acuh padamu yang merupakan ayahnya sediri sunggu aku tak habis pikir hal itu terjadi pada putrimu.... kalau seperti ini Nisa benar-benar seperti kacang lupa kulitnya.....tapi kita tak boleh menyerah jika kamu menginginkan kehidupan yang lebih baik dari hari ini...jadi bertahanlah jangan kalah dari putrimu itu"
"Entahlah"
"Hmm... ada apa? Kenapa?" Tanya Bella saat melihat wajah pesimis suaminya.
"Kamu melihat rumah kecil yang terletak di sebelah rumah mereka?"
"Hmm.... rumah kecil? Maksudmu rumah yang kamu padangi sesaat sebelum kita pergi tadi?"
"Ya rumah itu"
"Memang kenapa dengan rumah itu?bukankah tak ada yang aneh?"
"Ya. memang tapi akan aneh jika seorang CEO dari perusahan ternama seperti C_N Crop tinggal ditempat seperti itu bukan?"
"Apa maksudmu CEO C_N Crop tinggal disana? Ah... jangan bilang...."
"Ya. Nisa mengatakan jika dia tinggal dengan suaminya di rumah yang kita lihat itu jadi apa menurutmu itu mungkin?"
"Tidak mungkin.... mana mungkin seperti itu"
"Itulah yang terjadi karna Itu Nisa berada disana saat kita datang jika memang suaminya seorang CEO seperti yang dikatakan teman-temannya tidak mungkin mereka akan tinggal ditempat seperti itu yang ada pasti Nisa dan Anaknya sudah dibawa kerumah yang luar biasa mewah yang berada enta dimana"
"Jadi menurutmu apa yang dikatakan teman-teman putrimu adalah suatu kebohongan?"
"Sepertinya begitu"
"Tapi bukankan Nisa sendiri yang mengatakan pada teman-temanya dan memperkenalkan suaminya itu pada teman-temanya"
"Entahlah apa yang terjadi saat itu bukankah kita juga tak mengetahui secara langsung dan kini kita sendiri mengetahui kebenarannya tepat dihadapan kita mana yang akan kita percayai"
"Astaga sebenarnya apa yang terjadi lalu apa yang harus kita lakukan sekarang" ujar Bella merasa begitu frustasi tak menyaka jika akan jadi begini hasilnya.
"Apalagi lupakan rencana itu percuma saja kita berharap tinggi jika apa yang kita harapkan justru lebih buruk dari pada apa yang kita miliki" putus Albert tak kalah Frustasinya ia dan istrinya sudah sama-sama memikirkan sesuatu yang luar biasa kedepannya jika benar suami dari putrinya adalah seorang CEO C_N Crop tapi nyatanya apa yang mereka dapatkan hanyalah kekecewaan setelah mengetahui kebenaranya jika pria yang di nikahi putrinya bukanlah seperti yang mereka dengar.
CEO bisa-bisanya Nisa berbohong seperti itu pada semua orang untuk menujukan suaminya yang bahkan lebih miskin dari pada orang tuanya agar dipandang oleh orang lain mereka berdua tak menyaka akan hal itu.
Itulah anggapan mereka melihat semua kenyataan yang ada dihadapan mereka.
__ADS_1
Tbc