Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 33


__ADS_3

Wuss


Yunifer dan kelompoknya terlihat berada dikota dimana Claudi dan pengikutnya juga tinggal.


"Jadi disini dia selama ini berada! Aku mau melihat seperti apa hal yang dia sembunyikan dariku itu hingga dia berani menolak tawaranku" Yunifer melihat kota itu.


"Melisha siapkan semua yang kubutuhkan untuk tinggal di sini sementara" perinta Yunifer pada satu-satunya wanita yang berada di rombonganya selain dirinya.


"Baik Master" ujar wanita itu patuh.


Dan setelahnyapun mereka kembali menggilang dalam sekejap mata tak di ketahui kemana tujuan mereka.


.


.


.


.


.


.


"Selamat datang kembali" sambut kepala pelayan pada Claudius dan Haiden.


"Claudi selamat datang Dokter Haiden juga" sambut Nisa menghampiri Claudi dan Haiden.


"Ya, Aku lelah ayo kembali kekamarmu" balas Claudi pada sambutan Nisa.


"Eh...Ah... iya" Nisa sedikit malu dengan kata Claudi yang menurutnya sedikit frontal di depan semua orang yang bisa saja disalah artikan oleh yang lainnya.


"Kau juga pergi beristirahatlah Haiden aku pergi dulu"


"Baik Master"


Dikamar Claudi dan Nisa baru saja memasukinya terlihat Nisa yang membantu Claudi melepaskan ikatan dasi milik Claudi.


"Apa Kau lelah mau aku siapkan air panas untuk mandi?"


"Tak terlalu..... sebenarnya aku hanya merindukanmu"


Cup


Sebuah ciuman memdarat tepat dibibir kecil Nisa ******* dan hisapan pelan yang dilakukan Claudi bisa Nisa rasakan.


Nisa yang sempat kaget akhirnya juga  menerima apa yang di lakukan oleh Claudi bahkan dia memberikan balasan akan ciuman Claudi itu.


Hahh... haa... hahhh


Suara nafas Nisa yang terputus-putus setelah acara ciumannya denga Claudi berakhir.


"A... aku.. hahh... akan siapkan... hahh.. hahh.. air hangat untukmu" ujar Nisa dengan wajah memerahnya dan beranjak pergi kekamar mandi menyiapkan air hangat untuk Claudi.


'Dia masih saja merasa malu sampai hari ini setelah semua yang kita lakukan selama ini... lucu sekali' pikir Claudi dengan senyum kecilnya dibibirnya.


Tak lama Nisa kembali dari kamar mandi dan kembali menemui Claudi yang saat ini duduk di pingiran tempat tidurnya.


"Claudi airnya sudah siap kau bisa mendi sekarang" ujar Nisa setelah keluar dari kamar Mandi.

__ADS_1


"Ya" Claudi berdiri dan segera berjalan menujuh kamar mandi untuk membersikan dirinya sedangkan Nisa kini beralih untuk menyiapkan pakaian yang akan dipakai Claudi nantinya setelah selesai mandi.


.


.


.


"Bagaimana harimu hari ini" tanya Claudi yang saat ini sedang duduk di sebuah kursi dengan Nisa yang berada di belakangnya sedang mengeringkan rambutnya yang basah setelah mandi.


"Seperti biasa aku menghabiskanya dengan cara bermalas-malasan sunggu membosankan"


"Kamu memang harus banyak beristirahat bukan? tak ada yang terjadi pada tubuhmukan?"


"Yang terjadi? aku hanya semakin lama semakin gemuk itu saja"


Claudi mengakat wajahnya keatas untuk melihat wanita yang sedang mengeringkan rambutnya itu yang kini telah berhenti karna dirinya yang mendongak.


"Gemuk! Memang kenapa?"


"Tidak apa-apa aku hanya mengatakanya saja" ujar Nisa sambil tersenyum.


Claudi kembali keposisi awal untuk kembali menikmati usapan lembut di kepalanya yang di lakukan oleh Nisa.


"Selesai" Nisa beranjak dari tempatnya berdiri ingin duduk.


"Ugh"


"Ada apa?" Panik Claudi segera berdiri menghampiri Nisa.


"Dia bergerak" Nisa memegang perutnya dan dengan di papah Claudi dia mendudukan dirinya di sofa tak jauh dari tempat duduk Claudi sebelumnya.


"Hm.. kemarilah coba kamu rabah pasti kamu jugu bisa merasakannya karna sekaramg dia sudah bergerak sesekali waktu"


"Hn"


Nisa membawa tangan Claudi di permukaan perutnya yang membuncit agar bisa merasakan pergerakan anak mereka saat ini yang masih berada didalam kandungan.


"Aku bisa merasakanya" ujar Claudi terlihat terpukau akan apa yang ia rasakan saat ini menurutnya ini adalah hal luar biasa yang perna ia rasakan selama ini.


"Iya. dia bergerak dan menendang.... kamu bisa berbicara dengannya dia juga dia saat ini ingin berinteraksi sepertinya"


"Berbicara denganya?"


"Ya. Kamu bisa melakukannya Dokter Haiden juga mengatakan itu hal yang baik untuk perkembangan dan pertubuhan motoriknya aku juga sering melakukannya jadi jika kamu mau kamu juga bisa melakukannya"


"Begitu kah?"


"Bagaimana kamu mau berbicara denganya?"


"Ya"


Nisa tersenyum melihat keantusiasan Claudi dia menarik tangan Claudi agar pria tampan itu lebih mendekat padanya.


"Kemarilah dekatkan kepalahmu kesini" Claudi mengikuti semua yang dikatakan Nisa saat ini dia tengan nenempelkan kepalanya pada bagian perut Nisa.


"Sekarang bicaralah... apa kamu mau aku berbicara terlebih dahulu padanya untuk memperkenalkanmu" ujar Nisa lagi membuat Claudi mengakat kepalanya untuk melihat wajah Nisa Claudi menganggukan kepalahnya sebagai jawaban.


"Baiklah...."

__ADS_1


"Hai sayangku disini ada Papa loh Papa ingin bicara dan menyapamu apa kamu senang sayang"


"Papa!?"


"Kenapa!? kamukan memang Papanya apa kamu ingin dipanggil dengan sebutan lain" goda Nisa.


"Tidak... itu cukup bagus" jawab Claudi kalem dan kembali memposisika kepelanya di perut Nisa tanpa di ketahui jika Nisa melihat telinga Claudi yang memerah Nisa tersenyum melihat hal itu.


"Hai" ujar Claudi memulai dan Nisa hanya memperhatikan apa yang di lakukan Claudi.


"Ini... Papa... kamu tumbuh dengan baikkan disana? Karna Papa dan Mama disini juga selalu berharap jika kamu tumbuh dengan baik dan terlahir dengan sehat...


"Itu benar tentu saja" Nisa memotong perkataan Claudi pada janinnya.


"Hmm... Papa dan Mama bahagian dengan kehadiranmu kami sangat menantikan kelahiranmu ....


"Oh.. benar sepertinya Papa sangat antusias dengan kedatangamu sayang" potong Nisa lagi.


"Oh... dia menendang sepertinya dia juga bahagia" lanjut Nisa saat merasakan tendangan di perutnya.


"Iya" Claudi terlihat bahagia merasakan interaksi calon bayinya itu.


"Kapan dia akan lahir?" Tanya Claudi pada Nisa.


"Harusnya 2 bulan lagi?" Jawab Nisa tak yakin.


"2 bulan jadi masih cukup lama juga"


"Itu tidak lama memang begitu seharusnya  kita harus menunggu sampai 9 bulan baru dia akan lahir bersabarlah"


"Ya"


Nisa dan Claudi yang sedang asik dengan kebersamaan mereka tak lama mereka harus relah diganggu dengan suara ketukan dari pintu kamar mereka.


Tok tok tok


"Tuan Claudi dan Nona Nisa makan malam telah siap Tuan Haiden telah menunggu kalian" ujar pelayan itu dari balik pintu.


"Iya, tetimakasih kami akan segera kesana kamu bisa pergi duluan" balas Nisa.


"Baiklah kalau begitu saya permisi" pamit Sang pelayan di balik pintu.


"Eh iya"


"Claudi sudah cukup kita harus pergi kebawah untuk makan malam Dokter Haiden sedang menunggu kita" kata Nisa setelah pelayan yang memanggil mereka pergi.


Nisa terlihat kesusahan menyingkirkan Claudi dari perutnya sepertinya pria tampan itu begitu menikmati momentnya berbincang bersama calon bayi mereka.


"Claudi ayo aku lapar kau tahu" ujar Nisa lagi.


"Iya" akhirnya Claudi berajak dan berdiri tak lupa dia juga membantu Nisa untuk berdiri juga dari tempatnya.


Diruang makan terlihat berbagai macam makanan lezat tersaji disana seperti biasanya Haiden juga sudah duduk dengan nyaman di tempatnya sedang menunggu kedatangan sang master dan istrinya.


"Maaf membuatmu menunggu Dokter" ujar Nisa yang baru saja memasuki ruang makan bersama Claudi.


"Tidak, saya juga baru saja tiba disini jangan khawatir"


Claudi mengambil tempat duduk yang biasa di gunakanya dengan diapit Nisa Dan Haiden di sisi kiri dan kanannya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2