
Sudah selesai mereka kini sudah berada di luar toko.
Ryuu sudah berada digendongan Mamanya kembali sedangkan Claudi masih tetap yang bertugas membawa belanjaan Nisa.
"Kenapa kamu kembali yang membayar semua belanjaan harusnya kamu tak melakukan itu Claudi" protes Nisa karna Claudi kembali membayar semua belanjaannya yang dibelinya itu.
"Sudah kubilang tak masalah anggap saja ini sebagai hadia dariku untuk Ryuu"
"Tapi ini terlalu banyak jika dibilang sebagai hadia"
"Hn. Aku lapar apa kamu tak lapar? Kita cari makanan bagaimana" ujar Claudi mengalikan perkataannya.
"Ah.... iya ayo kita cari Makanan sekarang giliranku yang traktir sebagai balasan hadiamu kamu tak boleh nolak"
"Tapi...
"Tak ada tapi kau harus menerimanya kamu mengerti"
"Baiklah" pasra Claudi merekapun mencari resto yang berada di mall itu.
Diperjalanan mencari resto.
"Claudi kamu tidak pergi kerja hari ini?"
"Tidak"
"Kenapa?"
"Aku akan pergi setelah selesai mengantarmu sampai rumahmu lagi"
"Eh.... apa boleh begitu?"
"Ya"
"Apa ada tempat kerja yang seenaknya gitu?" Gumam Nisa penuh tanda tanya.
Claudi hanya tersenyum menanggapi apa yang di gumamkan oleh Nisa.
"Kita makan disini bagaimana?" Tanya Nisa lagi saat ini mereka sudah di depan sebuah resto.
"Hn" gumam Claudi sebagai jawaban.
Mereka memasuki resto bersama-sama mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka.
"Kamu mau makan apa Claudi?" Tanya Nisa lagi melihat daftar menu dari resto itu.
__ADS_1
Claudi melihat sebentar daftar menu itu setelahnya dia letakan kembali buku menu itu di meja.
"Apa saja kamu pilihkan saja"
Nisa memilihkan makanan untuk dirinya juga Claudi saat fokus memilih makanan ada seseorang yang datang menghampiri mereka.
"Oh.... kau Nisa kan?" Ujar orang itu yang merupakan seorang wanita berdiri di belakang Claudi yang berhadapan dengan Nisa.
Nisa yang melihat keberadaan wanita itu cukup terkejut dan membuat seketika perasaanya menjadi tak nyaman.
"Evelin"
Evelin dia adalah teman sekelas Nisa yang dari awal dia sekolah Wanita itu selalu terlihat tak menyukainya.
Nisa tak tahu kenapa Evelin selalu terlihat tak menyukainya wanita itu dari dulu suka sekali mencari masalah dengannya padahal mereka tergolong tak terlalu dekat satu sana lain.
Bahkan Evelin juga perna mengoda dan merebut kekasihnya dulu sejak itu Nisa tak perna ingin mempunyai urusan dengan wanita itu lagi.
Tapi bagaimana bisa sekarang mereka harus bertemu lagi setelah selama ini dia selalu mencoba hidup tenang tanpa bayang-bayang masa lalu yang kurang mengenakan itu.
"Sudah lama tak melihatmu kukira hidupmu akan lebih buruk setelah kejadian itu tapi tampaknya kau sama sekali tak terlihat seperti itu.... sepertinya kamu memang benar-benar wanita yang tak tahu malu ya" ujar Wanita itu penuh nada penghinaan dan pelecehan disetiap kata yang di ucapkannya.
"Apa maksudmu?" Ujar Nisa mencoba menahan dirinya agar tak meledak biar bagaimanapun disini dia bersama dengan Ryuu dan dia tak mau Ryuu melihat dirinya marah atau kesal dan mengeluarkan hal-hal yang buruk nantinya.
"Oh... apa itu anakmu... anak haram yang kau lahirkan tanpa tahu ayahnya itu" sunggu keterlaluan Nisa tak akan bisa menahanya lagi, jika itu menyangkut dirinya apapun yang dikatakan orang soal dirinya dia tak akan mempermasalahkannya tapi tidak jika sudah membawa-bawa anaknya dia tak akan perna memaafkan wanita yang sudah menghina anaknya itu.
Suara pecahan kaca terdengar oleh Nisa dan Evelen membuat mereka terkejut bukan hanya mereka beberapa orang pengujung juga yang mendengar hal itu juga merasa terkejut.
Nisa dan Evelin yang sebelumnya saling menatap satu sama lain karna permusuhan mereka itu segera mengalikan perhatian mereka pada gelas- gelas air yang pecah secara masal yang berada dihadapan beberapa pengunjung yang datang keresto itu.
Claudi pria itu menoleh kearah wanita yang berdiri di belakangnya dengan wajah mengeras dan sorot mata yang begitu tajam menusuk penuh kebencian.
"Kau siapa berani menghinan Nisa dan anaknya" ujar Claudi begitu dingin penuh ancaman membuat Evelin meligat keasal suara itu.
Tatapan yang begitu dingin dari Claudi membuat Evelin wanita itu mundur beberapa langka kebelakang merasa takut.
Seorang pria lain yang baru saja memasuki resto juga terlihat berjalan menghampiri Evelin.
"Evelin kenapa kau berdiri disini tidak mencar...." perkataan pria itu terhenti saat melihat orang-orang berada dihadapan kekasihnya.
"Nisa" ujar pria itu masih terkejut.
Nisa tak menanggapi hanya menatap acuh pada pria itu.
Claudi berdiri dari tempat duduknya mengambil semua barang belajaan dan berjalan kearah Nisa.
__ADS_1
"Disini terasa tak nyaman kita pinda tempat saja" ujar Claudi merangkul Nisa dan membawa Nisa pergi meninggalkan resto itu.
Claudi senpat mengeluarkan hawa dominasinya sesaat waktu mereka melewati tubuh Evelin dan Brayen orang-orang yang membuatnya kesal karna sudah menghina orang-orang yang dicintainya.
"Claudi kamu tak apa? Maaf pasti kamu merasa kesal karna gangguan tadi" ujar Nisa begitu mereka sudah keluar dari resto.
"Kenapa kau meminta maaf padaku bukankan harusnya aku yang tanya seperti itu padamu?" Ujar Claudi sebenarnya dirinya masih kesal karna wanita dan anaknya sudah dihina oleh orang lain yang tak dikenalnya apalagi melihat Nisa yang terlihat begitu tegar menghadapi semuanya membuatnya semakin kesal saja pada orang-orang itu.
"Oh... Aku.... aku baik-baik saja kau jangan khawatir aku sudah terbiasa dengan hal yang seperti itu walau sesat juga aku merasa kesal juga karba dia berani mengatakan sesuatu yang tak pantas untuk putraku..... aku akan merasa baik-baik saja jika hanya aku yang diperlakukan begitu tapi kalau sydah membawa Ryuu aku memang selalu terbawa emosi" jelas Nisa dengan senyum tegar.
Grep
Claudi menarik Nisa kedalam pelukannya meski pelukan itu tak terlalu erat karna di tengah mereka ada Ryuu yang berada di gendongan Mamanya.
Claudi tak mengatakan apapun dia hanya memeluk Nisa beberapa saat untuk menenangkan hatinya yang sedang kesal.
Sedangkan Nisa dia sebenarnya merasa malu saat sadar jika saat ini Claudi sedang memeluknya ditempat umum membuat wajahnya memanas tapi pelukan pria itu benar-benar membuatnya nyaman perasaan kesalnya yang ditahan juga menghilang begitu saja saat mendapatkan pelukan Claudi.
"Claudi sudah... kita sekarang ada didepan umum" ujar Nisa masih di pelukan Claudi.
Nisa merasa sudah cukup lama mereka berpelukan dia benar-benar malu saat ini tapi anehnya Ryuu sama sekali tak merasa terusik atau terganggu saat berada di tengah-tengan tubuh Papa dan Mamanya.
"Maaf" ujar Claudi setelah melepaskan pelukannya.
"Tak apa.... ayo kita cari tempat lain untuk makan kamu pasti sudah lapar sekalikan" kata Nisa lagi mengalikan kecanggungannya dan rasa malunya.
"Hn"
Merekapun kembali mencari resto lain tapi kini tak berada di dalam Mall melainkan mereka memilih resto yang berada diluar Mall saat dalam perjalanan pulang mereka sudah merasa tak mood lagi berada di Mall itu terlalu lama karna kejadian sebelumnya.
.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain setelah kepergian Nisa, Claudi dan Ryuu dimana Evelin dan Brayen ternyata mereka juga ikut keluar dari resto tak jadi makan disana setelah mereka mencari masalah dengan Nisa.
__ADS_1
'Sebenarnya siapa pria itu..... pria itu begitu tampan aku tak perna melihat pria yang setampan itu sebelumnya.... auranya juga begitu berbedah dia begitu terasa berkarisma hanya melihat tatapanya saja sudah membuat jantungku berdetak kencang ..... tapi kenapa selalu saja sih Nisa itu yang selalu dikelilingi oleh pria-pria tampan seperti itu bagaimana bisa hal itu terjadi menyebalkan' kesal Evelin dalam hatinya.
Tbc