
"Anak tak tahu diuntung, anak yang memalukan kenapa anda terus mengatakan hal itu tentang saya bukankah anda sudah tak menganggap saya sebagai anak anda kenapa anda masih saja mengatakan itu semua" Sarkas Nisa akhirnya setelah sedari tadi diam saja.
Wanita satu anak itu mati-matian menahan air matanya agar tak jatuh meski dadanya sudah terasa begitu sesak.
Nisa akhirnya memilih untuk meninggalkan tempat itu.
"Kamu mau kemana?" Tanya Lulu yang melihat Nisa mau meninggalkan pesta.
"Aku mau pulang saja" jawab Nisa kalem.
"Tapi acara pestanya belum dimulai" kata Rose.
"Nisa ada apa?" Tanya Ancel baru saja datang setelah dirinya menemui beberapa teman-temanya.
"Tak apa" jawab Nisa terlihat tegar.
Nisa melihat kearah Evi yang terlihat Acuh dan tak mau tahu akan dirinya pada akhirnya memang akan jadi begini memang apa yang diharapkanya dia terlalu berharap bisa kembali menjalin persahabat yang begitu erat dengan Evi seperti dulu tapi nyatanya hanya kekecewaan yang didapatnya.
Nisa segera benar-benar meninggal rumah itu apalagi entah kenapa tiba-tiba Ryuu menjadi rewel tapi begitu keluar dari ruang pesta Ryuu kembali tenang.
Tapi Nisa benar-benar bersyukur untung dirinya bersama dengan Ryuu hingga tak membuatnya sampai begitu berlebihan menanggapi semuanya dia menjadi lebih kuat dan tegar tak seperti dirinya sebelumnya yang mungkin akan langsung menangis jika menghadapi sesuatu yang begitu menyakiti hatinya kini dirinya sudah berubah Nisa yang dulu sudah berubah.
"Sepertinya Ryuu juga tak menyukai berada ditempat itu ya" ujar Nisa pada anaknya setelah keluar dari rumah Evi.
"Mama juga merasa tak nyaman itu seperti tempat yang berbeda dan tak seharusnya kita ada disana bukan. jadi sebaiknya kita pulang saja"ย
Nisa melangkangkah keluar dari gerbang rumah Evi saat diluar gerbang dia melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam yang sangat dikenalinya dan setelahnya orang yang mengendarai mobil itupun keluar dari dalam mobil.
"Kalian tak apa-apa?" Ujar pria itu setelah keluar dari dalam mobil.
Nisa yang melihat pria itu entah bagaimana membuat perasaan yang tadinya mulai terasa lebih baik kini membuncak kembali dan entah sejak kapan air matanya juga ikut mengalir keluar membasai pipinya.
Bukan hanya itu bahkan kakinyapun terasa seperti berjalan sendiri tanpa dia kontrol dia bahkan berlari menujuh ke pria yang merupakan suaminya itu.
__ADS_1
Dengan tanpa mengucapkan apapun Nisa langsung memeluk bersandar padanya mengabaikan jika sebelumnya dirinya sedang marah pada pria itu dia menumpahkan segalanya yang menganjal dihatinya menangis keras didada pria itu.
"Tak apa semua baik-baik saja aku ada disini" bisik Claudi tapi tak menghentikan apa yang dilakukan Nisa. Ryuupun dengan tenang menikmati pelukan kedua orang tuanya.
"Kita pulang" ajak Claudi setelah beberapa saat membiarkan Nisa mengeluarkan semuanya.
Nisa hanya mengangguk di dada Claudi untuk memjawab ajakan Claudi.
Dengan sigap Claudi menuntun Nisa untuk memasuki mobilnya memasangkan sabuk pengaan juga setelanya dia pun ikut masuk untuk jadi supir dan membawa istri beserta anaknya kembali pulang kerumah mereka.
Dan tanpa mereka sadari jika sedari tadi ada seseorang yang melihat mereka dia adalah Ancel yang tadi mengejar Nisa saat Nisa keluar dari tempat pesta tak disangka saat dirinya mengejar wanita yang dicintainya itu dia justru akan mendapatkan keyataan yang begitu menyakitki hatinya Ancel hanya bisa tersenyum kecut melihat adegan dihadapanya itu.
.
.
.
.
.
.
"Sayang sepertinya apa yang dikatakan teman-teman putrimu waktu itu benar" kata Bella memberitahukan pada suaminya Albert.
"Apa maksudmu?" Albert tak mengerti dengan apa yang dikatakan istrinya itu.
"Nisa putrimu itu sekarang sudah menjadi istri seorang konglomerat dia adalah istri dari seorang CEO muda dari perusahan C_N crop kamu tahu perusahaan itu bukan!? Kau harus percaya padaku aku sudah mememastikanya beberapa hari ini aku pergi menemu teman-teman putrimu itu yang mengikuti Reoni yang dikatanan Evi waktu itu, semua teman-teman dari Nisa mengatakan hal yang sama padaku bukankan itu berarti jika apa yang mereka katakan itu benar..... apalagi mereka mengatakan juga jika Nisa sendiri yang memperkenalkan pria itu sebagai ayah dari anaknya.... bukankah itu keberuntungan bagi kita juga" ujar Bella panjang lebar begitu terlihat senang.
"Keberuntung untuk kita! Keberuntungan apa maksudmu?" Albert masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan istrimya itu.
Nisa memang adalah anaknya lalu jika anaknya itu menikah dengan seorang konglomerat bukanya itu keberuntungan Nisa kenapa istrinya mengatakan jika itu juga merupakan keuntungannya, keuntungan mereka.
__ADS_1
"Dengar aku dulu sayang. aku tahu saat ini kau masih sangat marah pada putrimu itu tapi tak bisakah kamu memaafkan putrimu itu secepatnya"
"Kenapa? Bukankah sebelumnya kamu bilang jika Nisa itu tak patut untuk mendapat maaf dariku karna dia sudah mempermalukan keluarga kita... kenapa sekarang kau ingin aku memaafkan perbuatannya itu... aku tak akan melakukannya dia sudah membuatku malu dikantor aku bahkan tak punya muka jika bertatapan dengan teman sekantorku karna mereka tahu apa yang terjadi dirumah kita ini.... anak itu sudah melakukan sesuatu yang begitu buruk hingga mencoreng nama baik keluarga tak perduli jika orang menghamilinya itu seorang konglomerat sekalipun tindakannya adalah salah bukankah itu yang kau katakan juga sebelumnya karna itu aku tak mau memaafkanya semuda itu agar dia tak jadi gadis maja yang seenaknya seperti yang kau katakan"
"Sayang aku tahu tindakan Nisa itu memang salah dia sudah benar-benar membuat kita malu tapi itu sudah berlalu.... dan sekarang yang perlu kita pikirkan adalah masa depan....."
"......"
"Pikirkan ini jika kamu memaafkan Nisa dan hubungan kalian kembali membaik seperti dulu Nisa yang merupakan istri seorang konglomerat mungki saja bisa membantumu, membantu kita"
"Membantu apa?"
"Seperti yang kukatakan tadi Nisakan sekarang seorang istri dari seorang
Pengusaha yang sangat terpadang dinegara ini jika hubunganmu denganya membaik mungki saja dia bisa membantumu..... membantumu untuk mendapatkan modal usaha... kamu bisa membangun usahamu sendiri atas bantuan Nisa.... Nisa pasti mau berbicara pada suaminya yang kaya raya itu untuk memberikan sedikit modal usaha padamu.... pada ayahnya sediri..... karna kamu adalah ayahnya buka.... karna itulah aku memintamu untuk berbaikan dengan putrimu itu..... pikirkanlah apa yang aku katakan ini sayang ini juga demi masa depan kita juga buka.... lagi pula sampai kapan kamu akan membenci putrimu sendiri itu.... bukankan akan lebih baik jika kita memiliki hubungan yang baik sebagai keluarga" Bella begitu manis saat berbicara tentang rencananya itu pada Albert agar Albert mau melakukan semua apa yang dikatakanya seperti sebelum-sebelumnya.
Albert terlihat termenung memikirkan semuanya setelah mendengarkan apa yang dikatakan istrinya itu.
"Hm... kau benar juga kenapa aku tak memikirkan itu kamu benar-bebar wanita yang pintar dan baik sayang" puji Albert.
"Iss.... apa sih kamu ini jangan mengodaku deh" kata Bella dengan nada Malu-malu yang sengaja dia lakukan.
"Apasih? Aku tak sedang mengodamu aku hanya mengatakan yang sebenarnya" Albert memeluk mesra istrinya itu.
"Jadi bagaimana? Apa kamu akan melakukan seperti yang aku katakan padamu barusan?" Tanya Bella lagi masih dipelukan Albert.
"Tentu saja aku akan melalukanya" jawab Albert penuh keyakinan.
"Benarkah syukurlah kamu ternyata masih mau mendengarkan apa yang kukatakan sayang" Bella terlihat sangat bahagia.
"Tentu saja aku akan selalu mendengarkan apapun yang dikatakan istri cantikku ini..... apalagi kau selalu membawa keberuntungan untukku" Albert semakin mengeratkan pelukanya pada istri mudanya itu.
'Bagus jika semua yang aku rencanakan ini berhasil maka kami akan mendapankan uang yang cukup banyak dari suami anak bodoh itu dengan begitu aku bisa lebih banyak besenang-senang nantinya mengunakan uang-uang itu aku jadi tak sabar menatinya karna tak mungki anak bodoh itu mengabaikan Ayahnya yang sangat disayanginya' pikir Bella licik
__ADS_1
Tbc