Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 56


__ADS_3

"Jadi tunjukan buktinya"


"Benar juga mana bisa kami langsung mempercayainya hanya karna kau meminta pria itu datang kemari" ujar Evelin membantu Evi.


"Benar sekarang tujukan buktinya kalian bahkan tak memakai cincin pernikahan" ujar Dianti membantu Evelin dan Evi untuk mendesak Nisa.


"Dan sekarakan katakan siapa kamu dan katakan pada mereka kenapa kamu membantu wanita ini untuk mengaku sebagai ayah anaknya.... kau itu tampan tapi mau-maunya dimaafaankan oleh Nisa wanita munafik itu" Evi mulai berani mendesak Claudi untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Kau siapa? kenapa aku harus membuktikan padamu jika aku adalah orang tua Ryuu?" Ujar Claudi dingin memang siapa mereka berani memberi perinta padanya.


"Apa? Bukankah kau datang memang untuk itu?"


"........"


"Baiklah biar kuperkenalkan pada kalian dia adalah Claudius Ruhtven the Night Papa Ryuu" ujar Nisa memperkenalkan Claudi dan entah kenapa hal itu membuat perasaaan Claudi menjadi senang dia seperti mendapatkan haknya kembali hak yang seharusnya menjadi miliknya sejak awal saat Nisa memperkenalkanya sebagai Papa Anak mereka pada semua orang meski dia tahu jika Nisa melakukan itu tanpa kesadaran akan ingatannya sebelumnya.


Srett


Srett


Reni dan Ancel langsung berdiri dari tempat duduknya begitu mendengar nama yang di katakan oleh Nisa.


"The Night!" Gumam dan ujar Reni juga Ancel bersamaan.


"Nisa... nama belakangnya! dia... dia pria itu benar-benar ayah Ryuu!?" ujar Reni Syok mengetahui akan hal itu dia sudah mengenal Nisa cukup lama tapi dia tak perna bertemu dengan orang yang merupakan ayah Ryuu dan hari ini Nisa memberitahu semua orang bawa pria itu adalah ayah Ryuu dia awalnya juga tak percaya dan menganggap jika Nisa hanya mencoba membohongi semua orang tapi saat dirinya mendengar nama orang itu entah kenapa membuatnya begitu terkejut.


Nama yang menyatakan jika orang itu benar-benar memiliki hubungan keluarga dengan anak yang saat ini belum genap berumur satuh tahun itu.

__ADS_1


Itu adalah nama belakan atau biasa di sebut sebagai marga meski di negara ini tak banyak orang yang memakai nama marga tapi nama belakang Ryuu adalah nama yang unik bahkan mungkin tak perna ada orang yang memakai nama itu dinegara ini.


Jikapun itu kebetulan karna mereka mimiliki nama yang sama kebetulan itu benar-benar seperti di rencanakan dan jika memang direncanskan itu tak mungkin menjadi sebuah kebetulan karna biasanya nama belakang diambil dari nama belakang orang tua sih anak dan diberikan orang tua untuk anaknya adalah hal yang biasa juga bisa menujukan dan memudahkan jika anak itu adalah anak dari orang tua yang memiliki nama yang sama dengan sang anak.


"Ada apa ini kenapa temanmu itu terlihat terkejut apa kamu benar-benar sedang mencoba membohongi kami bahlan Ancel yang selalu mendukungmu pun tak kalah terkejutnya" cibir Evi begitu mengesalkan memandang Ancel yang berdiri tak jauh darinya.


"Buka itu yang membuatku terkejut tapi nama orang itu yang dikatakan oleh Nisa yang membuatku terkejut" jelas Reni.


"Selama ini memang Nisa tak perna menceritakan pria yang merupakan ayah dari anaknya padaku meski kami sudah saling mengenal cukup lama... tapi saat mendengar Nama orang itu meski aku baru melihatnya aku yakin jika pria ini memang adalah ayah Ryuu.... the Night adalah nama belakang Ryuu dan orang itu memiliki nama belakang yang sama itu saja sudah membuktikan jika itu bukanlah sebuah kebetulan yang sama itu seperti nama sebuah marga yang sengaja diturunkan untuk anaknya. itu saja sudah sangat menujukan jika mereka adalah keluarga ayah dan anak karna Nama belakang mereka itu unik..... kalian semua bukan orang bodohkan mendengar nama belakan mereka sama saja itu sudah bisa menjadi bukti hungungan mereka " lanjut Reni menatap kearah Claudi.


Claudi hanya diam tak menanggapi dia merasa heran dengan para manusia yang berada di tempat yang sama denganya saat ini.


Kenapa mereka ingin tahu sekali urusan orang lain dan mau mencoba ikut campur urusan yang bahkan seharusnya tak mereka campuri apa semua manusia suka melakukan hal ini mencampuri urusan orang lain itulah yang ada dipikiran Claudi saat ini dia dulu perna hidup berdampingan dengan manusia tapi tah secara aktif berbaur dengan mereka jadi dia tak begitu paham sifat manusua dengan baik.


Bukan hanya Claudi semua orang yang mendengar penjelasan Reni pun tak ada yang angkat bicara karna jika memang apa yang dikatakan Reni benar makan itulah yang terjadi mungkin karna itulah Nisa sama sekali tak terlihat panik karna apa yang dikatakanya adalah benar dan semua yang menganggapnya Nisa berbohong hari ini mereka kini mereka merasa malu bagaimana bisa mereka mendesak dan menghina seseorang tanpa mereka ketahui kebenaranya terlebih dulu.


"Untuk apa kamu datang ketempat acara yang di buat oleh orang-orang yang tak bisa dimengerti seperti mereka sebaiknya kita pulang" ujar Claudi pada Nisa yang begitu menusuk semua orang yang hadir di acara itu.


"Iya" Nisa menurut pada Claudi yang membawanya keluar dari ruangan itu dibelakangnya Reni menyusul toh memang inilah yang diinginkan oleh Nisa sedari awal yaitu secepatnya pergi dari tempat memuakan itu menurutnya.


'Sial kenapa bisa jadi begini' pikir Evi kesal.


"Apa yang kau lakukan hari ini sunggu keterlaluan apa kau sudah merasa puas sekarang" ujar Ancel dingin tepat di hadapan Evi dan setelah itu pria itu juga segera meninggalkan tempat reoni itu.


"Ancellll" panggil Evi mencoba menghentikan Ancel tapi dengan keras Ancel menepis dan segera benar -benar meninggalkan tempat itu.


"Menyedikan sekali" ujar Emma saat melihat Evi yang di tolak mentah-mentah oleh Ancel.

__ADS_1


"Tapi nama pria itu tadi entah kenapa aku merasa tak asing" ujar Emma lagi sambil berpikir perna mendengar nama itu dimana.


Disisinya Evelin nampak kesal sedangkan temanya yang lain Dianti nampak biasa saja tak perduli toh itu bukan urusanya meski tadi dia juga ikutan menghina Nisa bersama Evelin dan yang lainnya.


Disisi lain diluar gedung Nisa, Claudi, dan Reni sudah berada di dekat mobil Claudi.


"Claudi aku tadi datang dengan Kak Reni aku tak bisa meninggalkanya sendiri kamu kembali saja duluan maaf sudah merepotkanmu hari ini dan terimakasih mau datang membantuku hari ini"


"Kamu ini bicara apa cepat masuk aku juga akan mengantarkan temanmu itu" kata Claudi memaksa Nisa masuk kemobilnya.


"Tapi bagaimana dengan...


"Masuk... anda juga masuklah kekursi belakang" ujar Claudi mengiring Nisa memasuki kursi depan tepat di saping dia mengemudi sekalian menyuru Reni masuk ke kursi penumpang di belakan.


"Ah... iya" jawab Reni masuk sesuai apa yang diminta Claudi.


Setelah kepergian Claudi dan yang lainya sebelumnya terlihat Ancel juga keluar dari gedung pria itu terlihat berjalan dengan cepat kearah mobilnya berada.


'Pria itu bukanya tetangga Nisa bagaimana bisa pria itu memiliki nama belakang yang sama dengan Ryuu apa ini kebutulan atau mereka benar-benar memiliki hubungan.... sebenarnya apa yang terjadi? Sial'


Brak


"SIALLLLL" tiak Ancel kesal setelah memukul Cap mobilnya keras pria itu nampak frustasi dengan semua yang berada di pikirannya.


"Tidak.... tidak boleh seperti ini aku harus mencari tahu semuanya.... aku sudah susah payah menemukan Nisa kembali aku tak boleh kembali kehilangan dia"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2