Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 46


__ADS_3

C_N crop


Di basement lebih tepatnya disebuah mobil mewah berwarna hitam mengkilat terlihat seorang pria baru saja memasuki mobil itu dengan bantuan sang sopir yang dengan sigap membuka dan menutup pintu mobinya.


Setelah sang tuan memasuki mobil dan duduk dengan nyaman di kursi penumpang sang sopirpun segera berjalam dan memasuki mobil tepat dibalik kemudi.


"Apa kita akan kesana lagi Tuan" tanya sang supir saat setelah menyalakan mesin mobilnya.


"Ya"


Mereka pergi kedaerah perbatasan kota disana terdapat sebuah hutan lebat yang bernama Hutan terlarang.


Mobil itu memasuki Hutan itu seperti sihir mobil itu menghilang seperti tertelan oleh hutan tak bisa terlihat lagi.


Berbedah lagi dengan keadaan di dalam hutan jika dilihat dari luar keadaan hutan terlihat jalan setapak seperti jalan umum lain tapi dikiri dan kanannya berjajar rapi pohon-pohon besar sebagai pembatas.


Mobil itu berjalan menyusuri jalan itu hingga mereka sampai didepan sebuah Mension mewah yang berada di tengah hutan.


Pria yang berada dimobil segera turun dari mobil tentu dibantu dengan sigap oleh sang sopir untuk membukakan pintu mobilnya.


Pria itu segera memasuki mansion yang berada dihadapannya dengan langka cepat.


Pria itu berjalan semakin dalam memasukin mansion itu hingga dirinya sampai diruang yang luas dan mewah disana terlihat sudah ada orang yang menunggunya.


"Master" panggil pria itu pada pria yang menunggunya.


"Kau datang apa itu artinya ini waktunya?"


"Ya... Master"


"Aku mengerti"


.


.


.


.


.


.


.


"Oh astaga apa itu anjing?"

__ADS_1


Kaget Ancel karna begitu dia memasuki rumah Nisa atas ajakkan sang pemilik rumah tentunya dirinya disambut seekor anjing ... bukan ... tapi seekor Srigalah besar berwarna hitam dengan wata tajamnya memperhatikan semua gerak-geriknya dengan siaga.


"Namanya Reven dia sangat jinak kamu tenang saja" ujar Nisa memperkenalkan nama Srigala besar yang selama ini menjadi teman peliharaannya itu.


"Oh... benarkah tapi dia terlihat garang dan tak menyukaiku" Ancel terlihat tak yakin tapi dia mencoba percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu.


"Tenanglah.... Reven juga jangan tujukan wajah garangmu itu kamukan anak yang baik" ujar Nisa sambil mengelus lembut kepala Reven dengan sebelah tanganya yang tak terpakai untuk mengendong Ryuu.


"Duduklah di sana aku akan menidurkan Ryuu dulu" ujar Nisa lagi mempersilakan Ancel untuk duduk disofa ruang tamunya.


"Ya" Ancel segera melakukan apa yang di katakan Nisa meski masih sedikit takut dengan Reven yang sejak tadi terlihat terus memandang kearahnya seperti sedang mengawasi dirinya.


Nisa sendiri sudah pergi kekamarnya untuk menidurkan Ryuu yang sudah tertidur pulas sejak sebelum sampai rumah.


Tak lama setelahnya Nisa kembali keruang tamu untuk kembali menemui Ancel.


"Kamu mau minum apa?" Tanya Nisa lagi begitu dirinya sampai diruang tamu.


"Apa saja asal dingin" jawab Ancel.


"Baik tunggulah sebentar aku akan ambilkan minuman untukmu" Nisa kembali pergi dari ruang tamu kini pergi kearah dapur.


Didapur Nisa mengambil dua gelas dan segera di isi oleh jus jeruk lalu dia juga mengambil beberapa kudapan ringan sebagai pendampin dan setelahnya dia segera membawanya kembali keruang tamu.


"Ini minumlah" Nisa melerakan jus itu tepat di depan Ancel dan setelahnya dia mengambil tempat duduk disamping Ancel disebuah sofa singel.


"Ya, terimakasih"


"Aku tak tahu kamu suka binatang seperti itu juga" ujar Ancel melihat kearah Reven karna setahunya Nisa sama sekali tak perna pelihara apapun sejak dia mengenalnya dan kini tiba-tiba dia dikejutkan dengan peliharaan yang dipilih oleh Nisa untuk dipelihara itu.


"Hm... aku memiliki Reven bersamaan dengan kelahiran Ryuu" jelas Nisa


"Oh... apa itu hadia? Atas kelahiran Ryuu"


"Hm.. Entahlah mungkin saja" jaeab Nisa tak yakin


"Heh... dasar kau ini"


Ha...ha... ha....


Tawa dari kedua orang itu mengisi ruang tamu yang selalu terasa hangat itu.


"Ngomong-ngomong Nisa apa kamu tak mau melajukan pendidikanmu?"


"Hm... kenapa semua orang tanya hal itu ya" jawab Nisa dengan senyum kecil.


"Semua orang?"

__ADS_1


"Ya, Kakak, Paman dan seorang Bibi yang aku kenal sekarang dirimu"


"Oh... mungki mereka berpikir karna kamukan masih muda kamu masih bisa merai impianmu yang sempat tertuda dan aku juga berpikir begitu bukankah dulu kau ingin sekali bekerja di perusahaan C_N crop itu adalah cita-citamu dulu bukan?"


"Ha... ha... ternyata kau masih ingat padahal itu kukatakan saat SMA"


"Tentu saja aku ingat kamu mengebu-gebu untuk belajar agar bisa masuk universitas lalu setalah lulus kamu ingin langsung melamar diperusahaan itu dulu begitukan yang kau katakan"


"Iya itu dulu karna aku tak perna berpikir jika aku akan mendapatkan masalah hingga membuatku harus berhenti dari pendidikanku ..... tapi untuk saat ini aku hanya ingin fokus pada Ryuu aku ingin membesarkan Ryuu dengan baik itulah keinginanku untuk saat ini.... meski Kakak dan Paman juga menawariku untuk kembali melanjutkan pendidikan tapi aku tak bisa meninggalkan Ryuu untuk mengurus urusan lainnya seperti pendidikan.... jika aku melakukannya aku takut akan mengabaikan Ryuu nantinya dan aku tak mau itu terjadi"


"Tenyata kamu benar-benar jadi seorang Ibu yang baik ya" puji Ancel tulus.


"Ha... ha.. aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk anakku"


Ancel tersenyum melihat kedewasaan teman wanitanya itu dia tak menyangka gadis yang dulunya sangat lugu itu bisa begitu berubah menjadi wanita yang dewasa yang begitu baik, kuat dan tegar yang sangat menyayangi anaknya meski anak itu ada karna sebuah kesalahan itu yang dia tahu.


Dan entah kenapa Ancel ingin sekali selalu ada di samping wanita kuat dan tegar itu.


"Oh... hari sabtu kamu ada waktu tidak?" Tanya Ancel lagi.


"Hmm.... memang kenapa?"


"Tidak bukan apa-apa juga sih.... aku hanya ingin mengajakmu keluar bersama Ryuu misalnya jalan-jalan apa kamu mau?"


"Jalan-jalan! Kamana? Tentu aku mau itu pasti menyenangkan selama ini aku tak perna membawa Ryuu jalan-jalan ketempat yang jauh juga" ujar Nisa antusias.


"Hah.. jadi kamu mau?" Tanya Ancel lagi memastikan.


"Tentu saja itu pasti menyenangkan" jawab Nisa masih terlihat antusias dengan senyuman dibibirnya yang mereka.


Ancel tersenyum senamg melihat keantusiasan Nisa atas ajakannya dia merasa senang karna Nisa sama sekali tak menjaga jarak atau mencoba menjauhinya meski mereka baru bertemu kembali setelah hilang kontak sebelumnya.


"Baiklah kita pergi hari Sabtu nanti aku akan menjemput kalian kesini"


"Baiklah Ryuu pasti senang juga nanti"


"Aku juga merasa senang jika kalian senang"


Merekapun melajutkan percakapan mereka hingga bebepa waktu tak terasa mereka lewatkan.


Mereka membicarakan banyak hal dari mulai mengenang masa lalu mereka hingga kehidupan asmara pun tat luput dari percakapan mereka.


Hingga akhirnya Ancel berpamitan untuk pulang karna sudah cukup menghabiskan waktunya dirumah sederhana itu bersama teman lamanya itu.


"Aku pulang sekarang dan juga ingat aku akan menjemputmu hari Sabtu nanti" ujar Ancel berpamitan sekaligus mengingatkan kembali apa yang mereka rencanakan sebelumnya.


"Iya aku tahu.... sana pulang hati-hati dijalan" ujar Nisa menanggapi.

__ADS_1


"Ya"


Tbc


__ADS_2