Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 28


__ADS_3

"Siapa sebenarnya wanita Human itu aku tak akan perna relah melepaskanmu Claudius.... kau adalah milikku kekuatammu juga adalah milikku sampai kapanpun tak akan kubiarkan siapapun merebutmu dariku karna kau hanya milikku.... milik Yunifer Flanders the Orient.


.


.


.


.


.


.


.


.


Disebuah lokasi pengambilan flim terlihat orang-orang berlalu-lalang dari mulai para kru, staf juga para artis yang memerankan flim yang dibuat saat ini terlihat sibuk meski saat ini sedang break.


Disana juga ada Raisa wanita itu sedang Istirahat setelah pengambilan gambar hari ini.


Raisa adalah seorang aktris papan atas yang sangat terkenal hingga keluar negeri, aktingnya yang sangat bagus hingga banyak tawaran flim yang ingin mereklutnya untuk menjadi salah satu bagian dari flim-flim itu.


Seperti saat ini Raisa sedang menjalani rutinitasnya sebagai aktris sebagai mata pencaharianya.


Raisa saat ini duduk dengan nyaman di kursi dibawah pohon rindang menikmati waktu istirahatnya sebelum kembali berakting. 


Di samping tempat duduk Raisa ada meja kecil dengan isian banyak barang di atasnya mulai dari minuman hingga makanan ringan ada disana disiapkan khusus untuknya oleh sang meneger.


Saat sedang asik menikmati waktu Istirahat Raisa merasa terganggu dengan suara beberapa orang yang sedang berbicara tak jauh darinya meski mereka berbicara pelan tapi karna pendengaranya tajam jadi dia bisa mendengarkan semua yang mereka bicarakan.


"Hei apa kau sudah mendengar kabar itu?"


"Maksudmu kabar salah satu dari tim Kru yang di serang oleh seseorang beberapa waktu lalu itu?


"Iya... sttt.. jangan keras-keras jangan sampai ada yang mendengarkan perkataanmu itu... tapi katanya dia sekarang sudah kembali sehat dan juga sudah bekerja kembali padahal waktu ditemuakan dia dalam keadaan yang begitu buruk hampir kehilangan nyawanya"


"Ya aku juga mendengar itu dan dia sekarang dalam keadaan sangat baik bahkan seperti tak terjadi apapun padanya pemulihanya sangat menakjubkan bahkan para dokter yang menanganinya terheran-heran bagaimana dia bisa sembuh dalam waktu begitu cepat"


"BREAK TELAH BERAKHIR KITA LANJUTKAN SYUTINGNYA" triak seseorang membubarkan orang-orang  untuk kembali bekerja di tempatnya masing-masing termasuk orang-orang yang berbicara tak jauh dari tempat Raisa berada denganbrak relah acara ngerupi mereka harus tertunda karna mereka harus kembali bejerja.


"Raisa ayo pengambilan gambar adeganmu akan dimulai" ujar sang asisten tepat berdiri di hadapan Raisa.


"Ya" Raisa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah lokasi pengambilan gambar dengan di ikuti asistennya tentu saja dengan sebuah payung digengamanya untuk memayungi sang aktris.


Hari sudah bejalan hingga malam hari syuting telah berakhir para Kru dan Staf telah berberes ingin segera pulang untuk beristirahat.


Tak ada bedahnya juga dengan para aktor dan aktrisnya mereka pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Bahkan Raisa saat ini sudah berada dimobil Vellfire miliknya bersama sang asisten juga seorang supir yang selalu siap sedia mengantarnya kemanapun.


Setelah melakukan perjalan yang cukup lama akhirnya mobil vellfire yang di naik Raisa telah sampai di sebuah hotel yang mejadi tempat tinggal sementara Raisa saat pengambilan syuting kali ini.


Raisa keluar dari mobil dan segera pergi ke kamarnya.


"Aku ingin istirahat jangan mengangguku" ujarnya sebelum memasuki kamarnya.


"Baik" sang asisten juga pegi kekamarnya sendiri setelah mendengar parinta artisnya tak mau menganggu karna tahu jika hari ini Raisa sudah bekerja dengan sangat baik selalu tak perna melakukan kesalahan sunggu aktris yang begitu berbakat itulah yang selalu orang katakan disetiap penampilan Raisa.


.


.


.


Bayangan hitam berlari sangat cepat mengindari sesuatu sulur tanaman di belakan meraka terus mengejar dan membelit kaki bayang hitam itu menahan agar tak melarikan diri.


"Kalian benar-benar menyusakan" satu tusukan mengara pada dada membuat orang yang terperangkap di tumbuhan bersulur itu menjadi abu dalam seketika.


"Ternyata disini ada juga bangsawan" seorang pria keluar dari balik kegelapan meski begitu hany bagian tubuhnya saja yang terlihat jelas sedangkan wajahnya masih tertutupi oleh bayangan gelap yang berada di areah itu.


"Jadi kau yang membuat para Black Vampire? Siapa kau?" Ujar wanita bersurai kemerahan bangsawan dari keluarga Green itu.


"Memangnya kenapa jika aku melakukannya kau ingin mencoba menghalangiku?"


"Disini aku tak ingin berurusan dengan Pure Blood sepertimu tapi jika ini menyangkut nyawa seseorang yang kau habisi dan kau permainkan seenakmu sendiri aku tak akan bisa tinggal diam" ujar Raira dan siap melancarkan serangan dari tumbuhan yang dikebdalikan yang berada di sekitarnya.


Basss


Serangan itu di tangkis dengan muda oleh pria itu dengan semacam pelidung magic.


"Serangan seperti itu tak akan bisa melukaiku" ujar pria itu dan mulai mengarakan sebelah tangannya matanya berubah menjadi merah darah dalam kegelapan dan mulai memberi serang balik pada wanita dari keluarga Green itu.


Aaaaaaa........


Triak seorang wanita terdengar melengking disana Raisa terkena serang yang di lancarkan oleh pria itu tanpa ia ketahu.


Bruk


Tubuh Raisa yang penuh dengan darah tersungkur ketanah dengan kerasnya pandanganya mulai mengabur tapi Raisa masih bisa merasakan jika pria itu datang menghampirinya.


Raisa mencoba melihat dengan jelas siapa sebenarnya pria misterius itu dengan pandanganya yang kabur tapi hasilnya ia sama sekali tak bisa melihat wajah pria itu.


"Sangat mengecewakan apa sekarang para bangsawa tak ada yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan harapanku" ujar pria itu dingin memandang Raisa yang berada di tanah dan setelah itu pria itu menggilang dalam sekejap.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Seorang pria bersurai hitam berlari dengan terburuh-buruh di koridor rumah sakit.


Kret


"Raisa" panggilnya begitu memasuki kamar pasein.


"Dia tak apa-apa lukanya akan segera membaik kau tenang saja Rafael" ujar Haiden menenangkan pria bersurai hitam itu.


"Saat ini dia sedang tidur sebaiknya jangan ganggu dia" lanjut Haiden memperingatkan.


"Apa yang terjadi apa benar Raisa di serang seorang Pureblood?" Ujar Seorang wanita yang baru saja memasuki kamar Raisa juga setelah Rafael dia adalah Stefani.


"Ya"


"Apa menurutmu ini peringatan untuk Master?" Ujar Cain yang datang bersamaan denga Stefani.


"Entahlah Master bilang akan memastikanya sendiri"


"Apa Master darang kesini?" Tanya Stefani lagi.


"Ya... dia datang sebentar tadi sebelum kalian datang dan setelahnya beliau kembali pergi"


"Begitu"


Mengabaikan yang lainnya Raifael terlihat berjalan menghampiri Raisa yang berbaring di atas ranjang rumah sakit memandang dengan pandangan sedih melihat wanita itu dalam keadaan seperti saat ini.


Bagaimana bisa Raisa menghadapi seorang Pureblood sedirian saja apa dia berniat untuk mati dengan menghadapi Pureblood itu sendirian.


Rafaelitu juga merasa sangat menyesal karna tak bisa menolong Raisa saat itu hingga membuat wanita itu jadi seperti sekarang.


Dan entah bangaimana darah yang ada di dalam dirinya terasa mendidi saat melihat keadaan Raisa saat ini dia merasa marah sangat marah hingga ingin sekali rasanya ia mencari Pureblood itu untuk membalaskan dendam atas nama Raisa karna sudah melukai dan membuat wanita itu hingga jadi seperti sekarang ini.


Pluk


Sebuah tepukan ringan pada bahunya membuat Rafael otomatis melihat pada orang yang melakukannya disana disampinya dia melihat Cain ternyata orang yang melakukannya.


"Sebaiknya kau jangan perna melakukan apa yang kau pikirkan itu" ujar Cain kalem mengerti apa yang dirasakan temannya itu.


"Aku tahu aku tak akan melakukan hal bodoh seperti itu, tapi aku akan menghabisi orang itu jika aku punya kesempatan dengan tanganku sendiri" jawab Rafael penuh kemarahan dan dendam

__ADS_1


Tbc


__ADS_2