Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 37


__ADS_3

"CEO" kaget Nisa saat mengetahui jika jabatan Claudi bukanlah pegawai biasa melain sang CEO perusahaan setelah Mc mengenalkanya pada semua orang yang hadir.


"Apa Master tak memberi tahukanya pada anda" ujar Haiden melihat keterkejutan Nisa.


"Tidak, dia hanya mengatakan kalau dia bekerja diperusahaan ini, kenapa kau tak mengatakannya?" Jawab dan tanya Nisa pada Haiden dan Claudi beriringan.


"Kamu tidak bertanya" jawab Claudi.


"Baiklah kelihatnya itu memang salahku karna tak bertanya dan aku mengira kamu hanya bekerja sebagai pegawai biasa" ketus Nisa kesal atas jawab Claudi yang menurutnya menyebalkan.


"Sudahlah jangan bahas lagi sebaiknya Nona Nisa nikmati saja pestanya" ujar Raisa mengajak Nisa  untuk menikmati pestanya.


"Iya"


.


.


.


.


.


.


.


Saat semua orang sedang menikmati pestanya Nisa terlihat sedang mencari seseorang.


Grep


Tanganya di tarik seseorang dari belakang Nisa menoleh untuk melihat siapa orang yang menahan tangannya.


"Kak Kent" ujar Nisa saat tahu ternyata yang mengenggam tangannya adalah kakaknya sendiri.


Kent dengan pelan menarik tangan Nisa membawanya keluar dari ruang pesta.


"Kak mau kemana?" Tanya Nisa Bingung dan tak tahu akan dibawa kemana dirinya oleh sang Kakak.


Sedangkan Kent sendiri hanya diam saja sedari tadi tak menjawab pertanyaan Nisa pria bersurai silver itu hanya berjalan terus mengandeng Nisa bersamanya.


Hinga mereka berada di salah satu kamar hotel Nisa melihat sekelilingnya dengan masih Kent yang terus menariknya entah apa tujuannya.


"Kau sudah datang" suara seorang wanita menghentikan pergerakan Kent.

__ADS_1


Nisa mencoba melihat wanita yang berbicara itu yang berada tepat di hadapan kakaknya tapi sayang tubuh besar sang kakak menghalagi pandanganya hingga dia tak bisa melihat wajah wanita itu.


Tap tap tap


Wanita itu berjalan kearah Kent dan setelah itu berdiri tepat di hadapan Kent dengan jarak hanya beberapa cm saja dari Kent.


"Sepertinya kamu membawakan sesuai dengan apa yang kuingunkan" wanita itu mengusap wajah Kent sensual tapi Kent hanya diam tak merespon apapun.


"Kak Kent siapa dia? Dan kenapa Kakak membawaku kesini?"


Nisa mulai takut dan was-was apalagi sedari tadi sang kakak sama sekali tak menanggapi apa yang di katakannya.


Nisa merasakan gengaman tangan kakaknya mulai melongar dan setelah itu terlepas dari tangannya.


"Kak Kent" gumam Nisa melihat Kakaknya berjalan melewati wanita itu hingga dirinya bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu yang begitu cantik dengan surai hitam kelam yang berkilauan terkena sinar bulan wanita itu adalah Yunifer sang pemimpin Senate tapi Nisa tak mengenalnya karna tak perna bertemu dengannya.


Kent berbalik dan berdiri tepat di belakang tubuh Yunifer dengan tegap layaknya bodyguar yang menjaga atasanya matanya terlihat kosong saat menatap lurus kearah Nisa dan Nisa menyadari akan hal itu hingga membuat wanita itu berpikir ada yang aneh dengan sang kakak saat ini.


"Siapa kamu?" Tanya Nisa memberanikan diri.


"Oh... tenanglah jangan takut aku tak akan menyakitimu disini aku hanya ingin berbicara denganmu... ayo kita ngobrol dengan santai karna ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu juga jadi mari kita duduk di sana" Yunifer menujuk pada sofa yang berada di kamar hotel itu.


Nisa ragu-ragu menerima tawaran itu tapi pada akhirnya dia tetap mengikuti seperti apa yang dikatakan oleh Yunifet dia juga penasaran dengan sang kakak yang terlihat aneh itu.


"Sekarang apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Kata Nisa lagi setelah dirinya mendudukan dirinya di sofa.


"....."


"Hm... baiklah bagaimana jika kita mulai dari kamu beritahu aku siapa namamu?"


"Nisa kamu bisa memangilku begitu"


"Oh Nisa nama yang bagus" Yunifer tersenyum saat mengatakan kalimat itu.


"Jadi Nisa apa kamu tahu siapa diriku?" Tanya Yunifer lagi.


Nisa mengelengkan kepalahnya layaknya anak kecil sebelum menjawabnya.


"Tidak, bagaiman bisa aku tahu"


"Jadi begitu! Kalau begitu apa kamu tahu siapa itu Claudius Ruhtven The Night?"


"Claudi? Kamu mengenal Claudi ternyata" ujar Nisa sedikit merasa lega karna mendengar jika Yunifer menanyakan soal Claudi jadi dia berpikir jika Yunifer mengenal Claudi dan mungkin wanita itu adalah sah satu dari orang-orang yang hadir dipesta melihat gaun putih yang dipakainya yang begitu indah.


"Ya aku sangat mengenalnya" jawab Yunifer begitu lebut.

__ADS_1


"Benarkah? apa kamu salah satu teman Claudi?" tanya Nisa lagi kini berbalik Nisalah yang melontarkan pertamtaan


"Teman! Entahlah apa bisa dibilang begitu saat ini" jawab Yunifer kembali dengan nada main-mainnya


"Apa maksudmu?" tak mengerti akan apa yang dikatakan wanita yang duduk tepat di sampingnya itu.


"Maksudnya karna dia sebelumnya adalah tubanganku dan entah bagaimana dia menghianatiku dan pergi dengan wanita lain jadi aku tak bisa mengatakan jika kami ini temen. bukan?" jawan Yunifer dengan Smik dibibir merahnya.


"Tunangan? Kalian sebelumnya bertunangan?"


"Ya...


"Apa yang kamu lakukan disini?" Hawa dingin mencekik memenuhi ruangan Kent yang berada di belakan Yunifer terlihat siaga dan siap mengeluarkan pistol peraknya.


"Oh... kamu cepat juga menemukan kami" ujar Yunifer dengan seringai meremekannya.


"Claudi...." Nisa mengenali suara itu meski hanya sekali mendengarnya.


Benar saja itu Claudi kini pria itu sedang berjalan dengan sangan tenang meski begitu tekana yang dikeluarkannya bukan main-main bahkan kini Kent yang sedang dalam posisi dikendalikan oleh Yunifer terlihat siaga mengeluarkan pistol dan mengarakanya pada Claudi.


Nisa yang melihat kakaknya mengarakan sebuah pistol kearah Claudi begitu terkejut dia segera bangkit dari tempat duduknya untuk menghentikan sang kakak.


"Kak Kent apa yang sedang kakak lakukan? Turunkan pistol itu" ujar Nisa panik.


Kent sama sekali tak merespon apa yang dikatakan Nisa hingga membuat Nisa bergerak maju mendekati Kent untuk menghentikan sang kakak.


"Pemandangan yang sunggu menarik kamu meninggalkan aku dan mimilih Human itu dan kini kau ditodong oleh sejata yang bisa menghabisimu kapan saja oleh Kakak dari Human yang kau pilih bukankan itu terlihat bagus ha...ha..ha" tawa Yunifer mengelegar di ruangan itu.


Padangan Kent masih terlihat kosong entah bagaimana Nisa bisa tahu jika saat ini kakaknya sedang dikendalikan oleh seseorang mungkin semacam hipnotis atau sejenisnya hingga jadi seperti itu karna itulah sejak tadi kakaknya tak meresponya.


Nisa segera menghampiri Kent untuk menyadarkan sang kakak dia berdiri tepat dihadapan Kent dan mengucang tangan Kent agar menurunkan sejata yang diarahkanya pada Claudi.


"Kak... kak Kent sadarlah aku mohon" pinta Nisa dengan wajah memelas menatap langsung manik langit yang sama seperti miliknya.


Matanya mulai berkaca-kaca dia takut jika kakaknya akan meluakai seseorang yang tak bersalah disaat dirinya dalam kendali orang lain.


"Percuma saja dia tidak akan mendengarkanmu jadi menyerahlah dan menyingkirlah dari hadapanya jika kau tak ingin terluka" ujar Yunifer memberi tahu.


"Kak Kent aku mohon Sadarlah" Nisa tak perduli dia tetap ingin melakukan apapun yang dia bisa.


Mata miliknya dan Kent saling betatapan Nisa masih memohon hingga.....


Srett


Dor

__ADS_1


Suara satu tembakan yang keras memenuhi ruangan itu setelah tangan Kent yang dihalangi oleh Nisa terlepas dari gengaman Nisa.


Tbc


__ADS_2