Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 9


__ADS_3

Setelah habis makan siang bersama mereka memutuskan untuk pergi ketaman kota.


Ugh


Saat baru tiba ditaman Nisa tiba-tiba mengerang sakit dan memegang perutnya.


"Ada apa?" tanya Claudi kalem tapi juga khawatir.


"Sepertinya perutku kram" jawab Nisa masih megelus perutnya yang terasa kram.


"Aku akan panggil Haiden" ujar Claudius mengambil ponsel yang diberikan oleh Haiden juga sebelumnya.


"Tidak... tidak usah ini hanya kram kita istirahat dulu disana nanti juga akan menghilang sendiri jika sudah istirahat sebentar" ujar Nisa meminta Claudi membawanya ke kursi taman yang terdekat untuk istirahan sebentar.


Mereka duduk di kursi taman yang berada di bawah pohon.


"Apa benar tak apa?" Tanya Claudi masih khawatir saat mereka sudah duduk dengan nyaman di kursi itu.


"Hm... ini akan segera membaik tenang saja" ujar Nisa dengan senyum tulus.


"......"


"Harusnya tadi kita bawa bekal jika datang kesini pasti menyenangkan" gumam Nisa melihat pemandangan taman yang sangat indah dan begitu terasa sejuk.


"Lain kali kita lakukan itu" tangap Claudius kalem sama-sama  menikmati suasana taman.


Perlahan entah karna merasa nyaman atau bagaimana akan suasana taman itu hingga membuat Nisa terjatuh tertidur dengan bersandar di pundak Claudius.


Claudius tahu jika wanita hamil di sebelahnya sedang tertidur dia membiarkan wanita itu bersandar padanya bahkan dia mencoba sebaik mungkin membuat anggar tidur Nisa semakin lelap dan nyaman dengan merangkul tubuh wanita itu memperbaiki posisinya.


Entah kenapa saat berdekatan dengan Nisa jantungnya terasa berdetak lebih kencang dari biasanya dia tak tahu perasaan yang seperti di gelitiki ribuan kupu-kupu itu artinya apa tapi dia merasa nyaman dan suka.


Kehidupannya kali ini mungkin akan jauh lebih baik dari pada kehidupannya di saat sebelum dia tertidur panjang itulah yang berada di pikitan Claudius saat ini.


Mereka beristirahat di taman menghabiskan waktu hingga setengah jam sampai Nisa kembali bangun dengan perasaan kaget karna dia tertidur di dalam pelukan Claudi saat dia baru sadar dari tidurnya.


"Ah... aku tertidur... maafkan aku" ujar Nisa canggung dan segera mengambil jarak dari tubuh Claudius.


"Kenapa minta maaf?" tanya Claudi saat mendengar kata maaf dari Nisa.


"Ah.. itu.... sudah berapa lama aku tidur" Nisa justru semakin gelagapan dan justru mengalikan pembicaraan dengan memalingkan wajah memerahnya.

__ADS_1


Claudi yang melihat tingkah lucu Nisa sedang salah tingkah hanya menarik bibirnya melengkung.


"Mungki sekitar 30 menitan" jawab Claudi atas pertanyaan Nisa.


"Jadi 30 menit pasti kamu merasa lelah karna menahan tubuhku selama aku tidur maaf Claudi" ujar Nisa lagi dengan wajah tertunduk menyembuyikan wajah memerahnya karma merasa malu dia sudah tertidur di pelukan pria tampan itu.


"Tak masalah... bagaimana dengan perutmu apa sudah membaik?" Ujar Claudi menjawab sekaligus bertanya keadaan Nisa saat ini yang terlihat jauh lebih baik karna tak ada raut kesakitan di wajah Nisa.


"Ah... iya... sudah tak terasa kram sekarang"


"Hm.. setelah ini kita kembali" ujar Claudi lagi meski begitu pria itu masih khawatir dengan Nisa meski wanita itu mengatakan dirinya baik-baik saja sekalipun dia tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada wanita itu dan bayinya.


.


.


.


.


.


.


.


Orang-orang misterius itu terlihat sedang berdiskusi akan sesuatu hal yang entah itu apa belum di ketahuin yang jelas mungkin yang mereka diskusikan adalah sesuatu yang buruk bagi semua orang dilihat dari suasana yang ada saat ini yang terlihat begitu mencekam di antara meteka.


Berbedah lagi dengan rumah sakit PACE terlihat empat orang yang terdiri dari 2 pria dan 2 wanita datang memasuki ruang CEO rumah sakit PACE.


Mereka adalah Cain Barnave bangsawan Vampire teman Baik Haiden juga merupakan pengikut Claudius.


Pria tampan yang memiliki surai coklat kemerahan dengan bola mata berwarna coklat ke emasan yang indah Cain merupakan pria pendiam tapi sangat baik dan sangat peka pada sekitarnya.


Selanjutnya adalah Stefani Rousseau di juga putri dari keluarga bangsawan Vampir yang menjadi pengikut Claudius.


Stefani adalah gadis yang cantik memilik tubuh tinggi yang indah sexy ramputnya yang berwarna coklat kehitaman selalu di gerainya membuatnya selalu tampak cantik apalagi di padukan dengan bola mata hitam pekatnya.


Ada juga Rafael Clowley dia juga bangsawan vampire pengikut Claudius seperti Haiden turunan dari orang tuan pureblood dan juga vampire bangsawan biasa.


Pria tampan bermata merah pudar yang selalu bersikap cuek dan acuh pada siapun di sekelilingnya hidupnya hanya dihabiskan untuk bersantai dan tidur itulah Rafael.

__ADS_1


Dan yang terakhir adalah Raisa Green pengikut Caludius bangsawan Vampire juga.


Raisa memilik tubuh mungil rambut kemeraha yang selalu dikuncir ekor kuda dengan mata indah berwarna hijau gelap yang indah.


Raisa adalah gadis yang ceria dan suka tertawa muda bergaul dengan siapa saja yang didekatinya.


Mereka berempat adalah pengikut Claudius paling setia hingga hari ini dan selalu menantikan kebangkitan Claudius selama ratusan tahun sejak Claudius memutuskan untuk tidur panjang.


"Jadi benar Tuan Claudius mengikat ikatan darah dengan manusia" ujar Stefani.


"Ya, begitulah" jawab Haiden tenang.


"Kenapa beliau melakukan itu? Kenapa harus dengan manusia?" Stefani lagi merasa kecewa dengan yang dilakukan pimpinannya.


"Memang kita bisa apa itu keputusan tuan kita bahkan kita tak bisa membantahnya apalagi melarangnya" kini giliran Rafael yang berbicara sambil duduk dengan wajah bantalnya di shofa kantor milik Haiden.


"Ck" kesal Stefani biar bagaimanapun dia sudah menyukain pimpinannya itu dari dulu tapi karna dia tahu posisinya dia tak perna mengungkapkanya dan kini justru sang pemimpin mengikat ikatan darah dengan Manusia dia merasa begitu kecewa saat mendengarnya.


"Stefani sudahlah tuan Claudius sudah memilihnya benar yang dikatakan Rafael kita hanya bisa percaya dan menerima apa yang menjadi keputusan Tuan Claudius" ujar Raisa menenangkan wanita cantik yang merupaka sahabatnya itu.


"Lalu sekarang master ada di tempatmu?" Kali ini Cain yang bertanya.


"Ya. Mereka ada di tempatku" jawan Haiden masih santai di balik meja kerjanya.


"Mereka? Maksudmu wanita itu juga tinggal bersama kalian?" Tanya Raisa menanggapi jawaban Haiden.


"Ya, dia sedang mengandung saat ini bagaimana bisa master membiarkannya tingga di tempat yang jauh darinya" jelas Haiden.


"Apa maksudmu mengandung jangan bilang mereka sudah menikah sebelum akhirnya kita tahu" Stefani kembali menyahut merasa semakin kesal saat mendengar apa yang di katakan Haiden.


"Ya. mereka sudah menikah dan saat itu juga master melakukan ikatan darah dengan wanita itu meski wanita itu tak menyadarinya kini master mau menikahi wanita itu secara terang-terangan dan tentu saja dengan kesadaran dari wanita itu juga"


"Apa master melakukan pernikahanya di dalam dinding pelindung karna itu kita tidak bisa mengetahuinya?" Tanya Cain lagi memikirkan apa yang terjadi di dalam cerita yang di katakan Haiden.


"Iya"


"Tapi bagaima mungkin tak ada makluk lain yang bisa menembus dinding pelindung yang didibuat Master bahkan kita semua sekaligus jika master melepaskan dindingnya saat membawa gadis itu kita pasti bisa merasakan keberadaannya tapi kita sama sekali tak mengetahui keberadaannnya sebelum master memanggilmu bukankah itu artinya dinding pelindung sama sekali tak perna dilepas"


"Itu memang benar karna wanita itu sendirilah yang menembus dinding itu dan membangunkan master dari tidur panjangnya"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2