
"Kakak dan paman tahu gak jika Claudi itu katanya CEO dari C_N crop"
"Lalu kenapa? itu bukan urusanku" jawab Kent bodoh amat alias cuek bebek.
Sedangkam Gerry hanya tersenyum menanggapi apa yang dibahas kedua keponakannya.
"Aiss... kalian bener-benar tak asik padahal Kak Reni yang kasih tahu aku ajah sangat heboh saat mengatakanya padaku tapi apa yang kudapat dari kalian hanya tanggapan lempeng gitu ajah" gerutu Nisa tak mendapatkan tanggapan sesuai harapnya.
"Lalu kamu sendiri gimana saat mendengarnya dari temanmu itu Nisa?" Tanya Gerry balik.
"Aku.... tentu saja aku terkejut meski ya.. tak seheboh Kak Reni sih"
Flasback on
Nisa saat ini sedang membereskan pakaian Ryuu karna Ryuu juga lagi tidur jadi dari pada dia tak ada kerjaan apapun wanita pirang itu lebih memilih untuk membereksan pakaian anaknya agar terlihat lebih rapi memisakan pakaian yang baru-baru ini dibelinya dan yang sudah lama.
Drettt drettt drett
Suara ponsel tanda ada seseorang yang menghubunginya.
"Siapa yang telfon" monolognya sambil mengambil ponselnya dan melihat layar datar itu untuk melihat siapa yang menghubunginya.
"Kak Reni" gumam dan segera menekan tombol hijau.
"Hallo Kak" ujarnya menyapa orang dibalik sambungan.
("Hallo")
"Ada apa tak biasanya Kakak menghubungi dijam Sibuk begini?"
("Apa ini Nisa kenapa kau juga tak memberi tahu")
"Memberi tahu apa?" Nisa merasa bingung dengan apa yang dikatakan Reni.
("Ayah Ryuu..... apa benar yang ada di artikel jika dia CEO dari C_N crop?") Ujar Reni heboh dari balik sambungan.
"CEO? Kakak ini bicara apa?" Tanya Nisa semakin tak mengerti.
("Apa kau tak membaca beritanya pria itu Ayah Ryuu Claudius Ruhtven the Night dia adalah CEO perusahan farmasi C_N crop yang baru-baru ini menujukankan dirinya setelah sekian lama tak diketahui keberadaanya.... apa kau tak tahu itu") Reni berbicara dengan begitu heboh dan mengebuh-gebuh.
Nisa sediri terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Reni dia tak menyangkah jika tetangganya itu adalah seorang CEO dari perusahan yang begitu besar.
"Tidak... aku tidak tahu itu" ujar Nisa setelah menetralkan rasa terkejutnya.
("Tidak tahu!? Bagaimana bisa kamu tidak tahu latar belakan pria yang kau kenal apalagi pria itu adalah Papanya Ryuu apa kamu tak perna bertanya padanya soal pekerjaannya") heran Reni dengan sikap Nisa yang begitu cuek dengan sekelilingnya.
__ADS_1
"Kak sudahlah....Kenapa Kakak masih saja membahasnya akukan sudah bilang tak mau membahas hal itu lagi" kata Nisa kalem dia benar-benar tak ingin membahas soal ayah Ryuu lagi karna dia tak mau berbohong dan membohongi orang lain lebih lanjut lagi.
("Oh.... iya maafkan aku") ujar Reni dari balik sambungan terdengar menyesal.
"Sudahlah.... apa ada lagi yang ingin Kak Reni pengen omongin?"
("Tidak... tidak ada maaf sudah menganggumu") ujar Reni merasa tak enak.
"Tak apa Kak Reni tak perlu merasa bersalah begitu"
("Iya terimakasih aku akan mematikan sambunganya")
"Baiklah selamat bekerja Kak"
("Iya bye")
Tuttt tutt tuttt
Hahhh
Nisa mengelah nafas panjang dia benar-benar tak ingin membahas lagi soal kebohonganya dia takut akan tejadi masalah besar jika terus berlanjut karna apapun jenis kebohongan sebaik apapun orang menyimpanya pasti suatu saat ada saatnya kebohongan itu akan terbongkar dan ketahuan.
Dan saat itu pasti akan jadi masalah jika dia terus melajukan kebohongan itu.
"Tapi apa benar Claudi itu seorang CEO bagaimana ini jika berita itu sudah menyebar pasti kebohongan kita juga akan segera ketahuan buka... hah... mau bagaimana lagi harusnya aku tak melakukan itu sebelumnya" sesal Nisa karna sudah melakukan suatu kebohongan yang besar pada orang-orang.
"Tapi kenapa ya aku merasa kalau sejak awal Kak Kent dan Paman sudah mengetahuinya" tanya Nisa dengan ekspresi curiga.
"Ha.. ha... tentu saja kami sudah tahu sejak awal beritanya sudah menyebar sejak kemarin kamu saja yang dapat infonya terlambat" jawab Gerry sambil tertawa terbahak-bahak.
Mendengar itu Nisa hanya cemberut sepertinya memang hanya dia yang tak mengetahui info terkini dan baru tahu juga setelah diberitahu Reni terlebih dulu.
"Untuk apa juga kamu memerdulihan hal yang tak penting dan sejak kapan pula kamu suka mendengarkan gosip seperti itu" kini Kent lagi yang berbicara.
"Aku kan hanya bertanya Kak" ujar Nisa semakin manyun.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Disaat Nisa sedang asik bercengkerama hangat dengan keluargannya terlihat wanita sedang frustasi disebuah kamar.
"Sial... sial kenapa justru jadi begini" ujar kesal wanita itu.
Wanita itu adalah Evi teman baik Nisa dulu saat ini dia begitu merasa kesal karna semua yang menimpanya akhir-akhir ini.
Lebih tepatnya setelah acara Reoni sekolahnya setelah dia mencoba mempermalukan Nisa yang justru berbalik dialah yang dipermalukan.
Selama ini dia begitu membenci Nisa pada awalnya dia memang tulus berteman dengan Nisa karna Nisa adalah orang pertama yang mau berteman dengannya di SMA.
Sejak di bangku sekolah menengah pertama dia selalu dikucilkan dan diabaikan dia selalu sedirian tak ada satupun anak yang mau menjadi temanya karna dia dianggap sebagai anak yang sombong.
Penampilanya memang sangat mendukung dengan anggapan sebagai seorang anak sombong dia yang selalu menjadi anak pendiam karna dia memang mimiliki masalah bersosialisasi dengan orang lain jadi jika tak ditegur maka dia juga tak akan menegur intinya dia memang pendiam tapi anehnya teman-temannya justru menganggapnya sebagai anak sombong apa lagi dirinya yang memang berasal dari keluarga yang lumayan berada membuat anggapan itu semakin menjadi fakta bagi teman-temanya.
Lalu saat akan mulai masuk SMA dirinya mulai memcoba untuk merubah kebiasanya kini dia tak lagi ingin lagi dijauhi jadi dia mencoba untuk bersosialisasi.
Dirinya benar-benar beruban dan saat itulah pertama kalinya dirinya bertemu dengan Nisa dirinya mulai merai uluran rangan Nisa untuk menjadi teman baiknya dan teman pertamanya di SMA.
Dia dan Nisapun menjadi taman yang begitu baik ia tak perna ingin berpisah dengan sahabatnya itu meski hanya dalam pikirannya sekalipun.
Tapi semua itu berubah saat dirinya menyadari kalau dia memendam rasa suka pada seorang pemuda yang merupalan sahabat Nisa yang lainnya selain dirinya.
Pemuda itu adalah Ancel pada awalnya dia tak perna merasakan perasaan itu dia hanya mengaggap Ancel sebagai sahabat seperti halnya Nisa.
Tapi perasaanya menjadi berbeda saat dirinya memasuki kelas 11 perubahan bentuk tubuh Ancel yang secara dramatis setelah liburan membuatnya begitu tertarik pada pemuda itu.
Dulunya Ancel yang seorang pemuda pendek kini entah sejak kapan mulai bertambah tinggi wajahnya yang dulu memang imut kini terlihat semakin keren dan tampan dan sejak itu mucul perasa suka di hatinya untuk pemuda itu.
Dan sejak itu pula dia selalu berdebar-debar saat melihat atau berdekatan dengan Ancel dan itu membuatnya tersadar jika dirinya telah jatu cinta pada Ancel.
Dia begitu senang saat merakan perasaan itu dan bermaksud untuk mengungkapkan perasaannya tapi disaat itu juga semua perasaanya itu hancur begitu dia menyadari jika selama ini yang Ancel perhatikan hanya Nisa.
Setelahnya dia juga tahu jika Ancel selama ini sudah memendam rasa pada Nisa hal itu membuatnya begitu kesal dan benci karna dia juga tahu Ancel berkerja keras untuk mengubah bentuk tubuhnya untuk menarik perhatian Nisa agar bisa bersama dengan Nisa.
Hal itu semakin membuatnya kesal dan sejak itu persabat yang awanya dia bangun dengan tulus berubah menjadi kebencian dia terus berpura-pura menjadi sahabat baik Nisa agar bisa selalu dekat dengan Ancel itulah tujuannya.
Dia melalukan segala macam untuk menarik perhatian Ancel agar melihat padanya dan berpaling dari Nisa tapi hasilnya semua gagal Ancel tak perna berpaling untuk melihat Nisa meski dia selalu ada disisi pemuda itu dan hal itu membuatnya semakin benci, kesal dan marah pada Nisa sejak saat itu dia memiliki keinginan untuk menghancurkan kehidupan sempurna Nisa.
__ADS_1
"AAAAAAAAaaaaaa" triak Evi frustasi.
Tbc