
Nisa terbangun dipagi harinya dia maraba terpat tidur yang berada di sampingnya masih terasa hangat sepertinya orang yang semalaman menempati tempat itu baru saja pergi.
Dia mengirah dia sedang permimpi saat itu tapi nyatanya tidak karna dia saat ini masih bisa merasakan kehangatan yang ditinggalkan oleh Claudi.
Nisa juga mendengarkan dengan samar apa yang dikatakan oleh Claudi semalam hal itu membuat hati dan pikiranya kembali terpengaruh.
Dan Nisa memutuskan memilih menjalani hidupnya seperti biasanya dia tahu Claudi adalah suaminya tapi dia tak mau memaafkan Claudi begitu saja setelah apa yang diperbuat pria itu pada dirinya dan putra mereka.
Nisa juga tahu Claudi melakukan semuanya semata-mata untuk dirinya tapi dia tak menyukainya karna itu Nisa masih tak mau memaafkan Claudi untuk saat ini.
Dua hari sudah berlalu Nisa masih bersikap dingin pada semua orang termasuk Kakak dan Pamanya sendiri seperti halnya Claudi Nisa juga jesal pada Kent juga Gerry.
Meski mereka tinggal besama Nisa memilih untuk mendiamkan mereka berdua itulah caranya dirinya mengungkapkan kemarahannya pada Kakak dan Pamannya itu.
"Nisa masih tak mau bicara dengan kita berdua benar-benar masih marah pada kita semua" ujar Gerry melihat raut muka Kent yang terlihat frustasi.
"Nisa" panggil Kent saat melihat adiknya keluar kamar bersama Ryuu melewati ruang keluarga.
"Kamu mau kemana?" tanyanya lagi saat melihat penampilan adiknya yang seperti akan pergi kesuatu tempat.
"Aku akan mengantarmu" Kent berajak dari tempatnya berniat untuk mengantarkan sang adik kemanapun hari ini adiknya mau.
Nisa tak mengatakan apapun tak menolak juga tawaran yang diberikan oleh sang Kakak meski dia masih marah pada Kakaknya itu dan sedang mogok bicara pada mereka.
Nisa adalah seorang Istri, ibu dan juga adik meski sedang mogok bicara karna masih marah Nisa masih juga mau mengerjakan pekerjaan dan kewajibanya yang memang harus dilakukannya.
Nisa masih memasak membuatkan makananan buat Kent, Gerry bahkan Claudi selaku suaminya biar bagaimanapun semarah apapun dia ia tak mungkin mengabaikan suaminya begitu saja bukan, meski dia tak perlu membersikan rumah Claudi juga tak mungkinkan dia harus membereskan dua rumah sekaligus disaat dia juga harus menjaga Ryuu.
Tapi setidaknya dia selalu membuatkan sarapan dan makan malam untuk Claudi meski dia sedang marah saat ini dia harus tetap menjalankan kewajibanya sebagai istri Claudi.
Dan seperti yang dikatakan sebelumnya meski Nisa sedang marah dia juga tak perna menolak kebaikan yang diberikan oleh orang-orang disekelilingnya seperti Kent atau Gerry juga jika mereka ingin menawarkan bantuan untuknya.
Nisa memasuki mobil milik Kent hari ini dia berencana untuk mencari hadia untuk ulang tahun Evi yang sudah mengudangnya sebelumnya untuk menghadiri undangan itu setelahnya.
Dalam separuh perjalanan Nisa sama sekali tak bicara pada Kakaknya yang jadi supirnya itu.
Sampai akhirnya Kent merasa tak bisa lagi menahan perasaannya jika adiknya terus-terusan mendiamkanya seperti ini.
__ADS_1
"Nisa Kakak mohon jangan seperti ini terus.... jangan diamkan Kakak terus lebih baik kamu marah saja pada Kakak lampiaskan saja semuanya bertriaklah sesukamu padaku tapi jangan diam seperti ini terus" ujar Kent memelas sesekali melihat kearah Nisa.
"......"
"Nisa...."
Tak ada tanggapan akhirnya Kent menyera dan lebih memilih fokus pada jalanan didepanya.
Mereka telah sampai disebuah Mall Nisa segera keluar dari mobil bersama dengan Kent setelah memarkirkan mobil mereka.
Kent terus mengikut Nisa disampingnya bersama Ryuu digendonganya agar memudakan Nisa memilih sesuatu yang ingin di belinya nantinya. Kent memang sengaja menawarkan dirinya untuk membantu mengendong Ryuu.
Mereka berkeliling untuk mencari hadia yang menurut Nisa cocok untuk diberilan pada Evi.
Setelah mendapatkan apa yang diiginkan mereka memutuskan untuk langsung pulang mengingat suasana hati mereka juga yang tak enak.
"Terimakasih" ujar Nisa akhirnya setelah mereka sampai rumah.
Hanya satu kata tapi itu membuat Kent begitu senang bibirnya terangkat keatas membalas apa yang di ucapkan adiknya dengan wajah senangnya.
Setelahnya meski masih canggung kini Nisa sudah mau berbicara lagi pada Kakak dan Pamannya meski hanya sedikit-sedikit itu membuat keduanya sedikit merasa lega karna sepertinya Nisa mulai mau memaafkan mereka.
Tapi meski Nisa memang sudah mulai memaafkan Kakak dan Pamanya tapi tidak dengan Claudi hubungan mereka masih saja sama karna Nisa masih sama sekali tak mau berbicara dengan Claudi.
.
.
.
.
.
.
Hari berganti kembali hari ini adalah hari dia akan mendatangi undangan ulang tahun temannya Evi.
__ADS_1
Nisa sudah siap saat ini akan segera berengkat bersama dengan Ryuu membawa hadia yang sudah disiapkan sebelumnya.
Nisa keluar dari rumahnya di sana di luar rumahnya sudah ada sebuah mobil yang sudah menunggunya.
"Sepertinya aku datang tepat waktu" ujar seorang pria baru saja keluar dari mobil itu.
"Terimakasih kamu sudah mau menjemputku Ancel" ujar Nisa.
"Tak masalah aku senang saat kamu mengatakan ingin pergi bersama ke Ulang tahun Evi" Ancel terlihat begitu senang sedari awal sejak Nisa menghubunginya dan meminta untuk pergi bersama dia begitu bahagia memang.
Pria itu merasa setidaknya wanita yang di sukainya itu masih membutuhkanya dan di bahagia jika hal itu terjadi itu artinya setidaknya dia masih punya kesepatan untuk mendekatinya toh statusnya juga belum jelas dengan Claudi apakah mereka pasangan atau hanya berpura-pura karna mereka saat ini masihlah tetangga itulah yang dipirkan Ancel.
"Hm... ayo berangkat" ajak Nisa.
"Iya"
Mereka memerlukan waktu hampir 30 menitan untuk sampai dirumah Evi dimana diselegarakanya Ulang tahun anak sang pemilik rumah.
Saat mereka telah sampai keadaan pesta sudah banyak orang yang berdatangan memasuki sebuah Rumah tergolong mewah itu.
Evi memang tergolong anak orang kaya ayahnya adalah seorang pengusaha jadi wajar jika banyak tamu undangan yang datang keacarah itu selain teman-teman Evi sendiri mungki itu adalah teman atau kolega orang tuanya.
Nisa dan Ancel memasuki rumah itu bersama-sama.
"Aku tak tahu kalau kamu dengan Evi sudah berbaikan saat kamu mengatakan akan pergi kepesta Ulang tahunnya aku sangat terkejut" ujar Ancel saat mereka masih dalam perjalana memasuki tempat pesta.
"Evi mengirim pesan untuk bertemu dan saat itu dia memiminta maaf padaku" jelas Nisa.
"Begitukah syukurlah aku benar-benar senang saat kalian kembali berteman kalian dulu sangat dekat kemana-mana selalu bersama.... kalian sangat dekat hingga aku merasa jika kalian tak perna bisa terpisakan"
"Hm..."
Mengingat kembali waktu SMA juga saat baru-baru masuk Universitas mereka memang sangat-sangat dekat seperti yang dikatakan Ancel mereka seperti tak bisa terpisakan persahabatan mereka begitu erat itu juga yang dipikirkanya dulu.
Tapi untuk saat ini entah Kenapa Nisa masih saja ragu dengan kedekatanya kembali dengan Evi meski Evi selalu terlihat baik padanya akhir-akhir ini.
Tbc
__ADS_1