Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 27


__ADS_3

"Kita berakat sekarang Master"


"Ya"


Setelah kejadian sebelumnya selesai. juga masalah Nisa dan keluarganya pun telah selesai menemukan titik temu keputusan akhirnya hari ini Claudius dan para pengikutnya memutuskan pergi kemarkas Senate.


Nisa masih tinggal di rumah Haiden atas keputusan Garry setelah pria itu tahu keadaan keponakannya yang kurang baik dari info yang diberikan oleh Haiden selaku Dokter Nisa Selama ini.


Merasa tidak bisa melakulan apapun karna memang itu bukan bidangnya akhirnya Gerry menerima apa yang di katakan Haiden dan memutuskan untuk melakukannya tapi dia meminta pihak Haiden dan Claudius agar mereka memberi ijin untuk kapanpun waktunya bisa menumui Nisa jika mereka ingin.


Mobil limosin hitam mewah milik Haiden memasuki area bangsawan setelah menempuh perjalan beberapa waktu.


Limosin itu berhenti didepan sebuah bagunan yang mirip dengan Katedral hanya saja lebih megah dan besar berwarna putih gading dimana bagunan itulah yang di sebut sebagai istana kerajaan Vampire digunakan oleh para bangsawan Vampire alias Dewan Senate untuk berkumpul menyampaikan pendapat pada pimpinan mereka atau sebaliknya.


Claudius dan teman-temanya memasuki bagunan itu disana mereka disambut seorang pria yang sebelumnya datang ketempat Haiden untuk menemu Claudius siapa lagi kalau bukan Roy.


"Tuan Claudius Ruhtven the Night anda sudah sampai selamat datang"


"Ya"


"Mari ikuti saya"


"Hm"


.


.


.


.


Kretttt


Pintu raksasa terbuka oleh dua penjaga yang menjaga di depan pintu.


Kelompik Claudius dan juga Roy selaku penujuk arah memasuki ruangan besar yang indah dan megah itu.


"Claudius Ruhtven the Night selamat datang di istanaku" ujar seorang wanita masih duduk di singasananya begitu kelompok Claudius memasuki ruangan itu.


"....."


"Apa kau menyukai istanaku ini? Oh... ya... apa kabarmu selama ini tunanganku tercinta"

__ADS_1


"Apa tujuanmu memangilku kesini?" Kata Claudius to the poin tak mau basa-basi dan berlama-lama.


"Kau masih saja kaku dan dingin seperti dulu tak berubah sama sekali ya"


"....."


"Kenapa pimpinan Senate begitu berbelit-belit begini bukankah anda lebih baik mengatakan saja tujuan anda seperti yang di katakan Master saya" sarkas Haiden.


"Haiden sebaiknya kau bersikap hormat dan lebih sopan pada Nona Yunifer dia adalah pemimpin kita semua disini" ujar Roy tak terima dengan tata cara Haiden berbicara.


"Pimpinan kita semua maksud anda kalian semua bukan kami karna bagiku dan teman-temanku hanya Master pimpinan kami" Seringai Haiden sambil menujuk teman-temannya yang berada di belakanya.


"SUDAH CUKUP KAU BENAR-BENAR LANGCANG DAN SOMBONG BERANINYA KAU BERSILAP SEPERTI ITU PADA MR. ROY BAHKAN PADA NONA YUNIFER SANG PEMIMPIN SENATE" triak Dion tak terima dengan sikap Hauden.


"Terus kau mau apa? menantangku?" Tangap Haiden meremehkan.


"Kauuu" geram Dion siap menyerang Haiden.


"CUKUP.... kau juga Claudius sebaiknya kau juga hentikan pengikutmu itu yang tak punya sopan santun" kata Yunifer menghentikan percekcokan antara pengikutnya dengan Haiden.


"......"


"Ya... sudahlah baiklah aku akan mengatakan padamu tujuanku memanggilmu kesini kau benar-benar menyebalkan"


"......"


"Apa hanya itu yang ingin kau katakan?" respon Claudi terlihat sama sekali tak tertarik dengan apa yang dikatakan Yunifer.


"Apa maksudmu dengan kata *hanya. ini adalah hal penting bagi bangsa vampire dan juga Senate"


"Hubunganku denganmu juga dengan Senate sudah berakhir sejak sebelum aku memutuskan untuk tidur panjang tak ada lagi keinginan untukku memulai kembali hubungan bersamamu maupun Senate"


"Claudius kau jangan keterlaluan apa kau ingin Senate hancur? Apa kau masih tak bisa melupakan kejadian yang dulu? kau benar-benar kejam"


"Kau salah justru aku sudah melupakan hal itu karna itu adalah kejadian yang sudah berlalu dan tak perna ingin aku simpan di pikiranku"


"Jika begitu kenapa kau menolak apa yang kuminta darimu?"


"Karna aku memutuskan tak lagi ikut campur dengan urusanmu ataupun Senate lagi aku hanya ingin hidup damai tanpa ada gangguan dari kalian"


"Hidup damai katamu! maksudnya kau ingin hidup damai sendirian bagaimana bisa kau seegois ini sekarang kau tak seperti Claudius yang aku kenal dulu"


"Karna aku bukan Claudius yang dulu Claudius yang dulu sudah lama menghilang karna itu aku tak akan mencampuri urusan kalian sebaliknya kalian jangan perna juga mengurusi urusanku"

__ADS_1


"Claudius"


"Jika yang ingin kau katakan sudah selesai aku akan pergi sekarang" Claudius berbalik arah ingin segera meninggalkan ruangan itu bersama para pengikutnya yang tentu saja masih mengikutinya dengan setia.


"Apa kau menolak tawaranku karna wanita Human itu?" Ujar Yunifer menghentikan langka Claudius bersama pengikutnya yang hendak berjalan menujuh pintu keluar ruangan megah itu.


"....."


"Aku sudah mendengarnya kau hidup dengan seorang wanita Human dan sikapmu pada wanita itu sangat berbedah dengan sikap aslimu selama ini apa itu benar?"


"Itu bukan urusanmu" Claudius mengatakanya masih dalam posisi yamg sama.


"Bagaimana jika aku melenyapkan wanita itu apa kau akan mau kembali padaku?"


Mendegar apa yang di katakan Yunifer aura di sekitar Claudius mulai berubah hingga membuat yang berada diruangan itu seperti tercekik oleh sesuatu.


Claudius menolehkan wajahnya pada Yunifer yang berada di singgasananya menatap wanita itu dengan sangat tajam dan dingin.


Semua pengikut Yunifer mulai siaga melakukan yang terbaik yang mereka bisa untuk melindungi tuan mereka meski saat ini hanya merasakan aurah yang di keluarkan Claudius saja sudah mencekik diri mereka hingga ketulang-tulang mereka bisa merasakannya.


"Aku sudah bilang jangan perna urusi urusanku" geram Claudius dengan mata merahnya yang memancar tajam.


Ugh


Hah


Hah


Nafas berat di rasakan oleh semua pengikut Yunifer membuat mereka semua kualahan.


"HENTIKAN SEMUA INI CLAUDIUS APA KAU INGIN MEMBUNUH SEMUA BAWAHANKU" triak Yunifer mencoba sekuat tenaga menahan tekanan dari Claudius.


"Jika kau tak menginginkannya jangan perna kau menguji kesabaranku" ujar Claudi begitu dingin penuh penekanan dan tak mau dibantah.


Claudius bebalik kembali dan segera meningalkan ruangan itu semua pengikutnya mengela nafas lega mereka juga sebenarnya mendapatkan efek yang sama seperti Yunifer meski dampak yang diterima oleh pengikut aclaudi tak sekuat yang dirasakan oleh Yunifer dan pengikutnya saat menerima efek tertekan dari aura yang di keluarkan Claudius karna Claudius tak mengarakanya pada mereka langsung jadi mereka masih bisa menahannya merki keringat dingin juga terus bercucuran di tubuh mereka.


Begitu kelompok Claudius pergi meninggalkan ruangan itu para pengikut Yunifer semua terjatuh berlutut tubuh mereka terasa lemas hanya karna memnerima tekanan yang dipancarkan dari seorang pureblood yang bahkan baru bangun dari tidur panjangnya.


"Kekuatan apa itu sebebarnya?" Gumam salah satu dari pengikut Yunifer.


"Itulah kekuatan sebenarnya dari Claudius Ruhtven the Night hanya dengan auranya saja sudah membuat semua lawannya bertekuk lutut Vampire terkuat dari semua pureblood" jelas Roy yang memang sudah mengetahui sejak lama kekuatan Claudius.


Yunifer kembali duduk disingasananya dengan tenang mengabaikan para pengikutnya yang masih terlihat syok.

__ADS_1


'Kau bahkan sampai berbuat sejauh ini untuk menekanku hanya karna aku menyebut wanita Human itu sebenarnya apa hubunganmu dengan wanita Human itu'


Tbc


__ADS_2