Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 88


__ADS_3

"Ternyata kau sudah bangun" kata seseorang yang duduk diatas tumpukan sesuatu tepat di taman yang luas itu.


Perlahan sinar bulan menyinari orang itu membuatnya menjadi semakin jelas untuk dilihat.


Orang itu adalah Antonius pria itu tengah duduk diatas tumpukan mayat manusia sunggu pemandangan yang begitu mengerikan.


Darah dimana-mana dan dengan santainya Antonius duduk di tumpukan mayat yang berada di tengah genangan darah yang membajiri di bawahnya.


"Apa kau mencoba untuk melarilan diri dari sini?" Antonius melompat turun dari tumpukan mayat berjalan kearah Nisa berada.


"......" Nisa berjalan mundur saat tahu Antonius mencoba mendekat padanya tapi semua hanya kesia-siaan belakang karna pria itu begitu cepat sampai padanya.


"Akan kuberitahu padamu satu hal kamu tak akan bisa melakukan itu percuma saja jadi meyerah saja..... karna kau selamanya tak akan bisa keluar dari sini untuk menjauh dariku bahkan keponakanku yang bodoh itupun tak akan bisa menyelamatkanmu dari sini" kata Antonius tepat dihadapan Nisa sambil mempermainkan surai pirang Nisa dengan lembut.


Plak


Nisa menepis tangan Antonius yang sedang memainkan rambutnya dan berjalan untuk menjauhi pria itu lagi.


"Ap.. apa maumu sebenarnya dariku?...... Kau bilang kau pamannya Claudi kenapa kau melakukan hal ini padaku dan Claudi?" Ujar Nisa setelah mengambil jarak dari Antonius.


"Apa aku harus mengatakan sekali lagi alasanku melakukan ini padamu..... padahal bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan jika aku menginginkan dirimu dan aku sangat membenci pria yang kau pikir untuk berada disisimu itu"


"Kau.... kau tak akan bisa melakukan ini.... aku dan Claudi sudah menikah dan kau tak akan perna bisa memilikiku" ujar Nisa sambil mengigit bagian dalam mulutnya agar ia tak gentar menghadapi pria dihadapanya itu.


Srettt


Sebuat tarikan dirasakan oleh Nisa dan dalam hitungan second dirinya sudah berada dipelukan Antonius.


"Begitukah menurutmu..... baiklah kita lihat saja nanti"ujarnya tepat ditelinga Nisa.


"Menjauh dariku" triak Nisa dan mendorong Antonius.


"Kau sunggu keras kepala" Antonius mencoba kembali menghampiri Nisa tapi sebelum dia benar-benar mendekat Nisa sudah menodongkan sesuatu padanya.

__ADS_1


Srett


"Jangan mendekat aku bilang jika kau mendekat lagi padaku aku akan benar-benar akan menembakmu dengan ini" Nisa menodongkan sebuah pistol anti Vampire pemberian Kakaknnya Kent beberapa waktu lalu.


Flasback on


"Simpan ini gunakan saat kau berhadapan dengan Vampire yang akan membahayakanmu jika suatu hari memang ada jejadian yang mengeharuskan senjata ini kau gunakan" ujar Kent menyerakan pistol jenis Revolver pada Nisa.


"Tapi aku tak bisa mengunakanya" ujar Nisa Tak mengerti cara memakai pistol yang diberikan oleh Kakaknya itu.


"Aku akan mengajarimu nanti kamu harus mempelajari ini untuk melindungi dirimu biar bagaimanapun dunia ini tak aman untukmu setidaknya kamu harus bisa mempertahankan dirimu sampai bantuan datang jika terjadi sesuatu yang terburuk....  meski aku sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi padamu"


"Tapi apa aku bisa?" Kata Nisa lagi tak merasa nyakin bisa.


"Karna itulah aku akan mengajarimu biar bagaimanapun kamu juga adalah keturunan Hunter sama seperti diriku dan Gerry jadi tenanglah kamu pasti bisa"


"Hm... baiklah Kak"


Lalu sejak itu Nisa diajari oleh Kent untuk mengunakan sejata api itu Kent juga mengajarinya bebetapa hal seperti bela diri untuk Nisa.


Flasback off


"Oh... kamu ternyata menyembunyikan sesuatu yang menarik...." ujar Antonius tanpa rasa takut justru pria itu terlihat memberikan smirk senang saat melihat Nisa menodongkan moncong pisto itu padanya dan tetap mencoba berjalan mendekat pada Nisa.


"Sudah kubilang jangan mendekat dan berhenti bergerak jika tidak aku akan benar-benar Menembakmu.... ini adalah senjata anti Vampire jika kau terkena maka kau bisa mati" Nisa masuh berjalan mundur untuk menjauh dari Antonius.


"Kau pikir senjata itu mampu melakukan itu padaku.... lakukanlah jika kau mau.... kau mempunyai benda seperti itu harusnya kau memanfaatkanya buka" ujar Antonius tak takut sama sekali.


"A.. aku bisa.... aku benar-benar akan melakukanya jika kau mendekat padaku" Nisa terlihat menarik platuknya siap untuk menembak.


Sretttt


brug...

__ADS_1


Suata benda terjatuh dan itu adalah pistol yang dibawa oleh Nisa sebelumnya.


Pistol itu dibuang oleh Antonius dengan kasar saat setelah dia rebut dari Nisa wanita yang kini jatuh terduduk dihadapanya.


"Bagaimana sekarang apa yang bisa kau lakukan tanpa senjata itu" ujarnya sambil melihat telapak tanganya yang terbakar karna merebut sejata anti Vampire dari tangan Nisa untung saja dia langsung membuangnya jauh.


Senjanta itu memang akan berdampak seperti itu jika berada ditangan seorang Vampire.


Senjata khusus yang dibuat untuk memusnakan para Vampire tentu saja akan sangat melukai para Vampire bahkan jika hanya menyentuhnya saja.


"Antonius lepaskan aku.... aku akan melupakan semua yang kamu lakukan ini asal kamu melepaskan aku.... aku mohon padamu.... aku memiliki seorang yang sedang menunggu kepulanganku aku harus bersamanya, bersama mereka" ujar Nisa memelas memohon agar pria itu memiliki belas kasih padanya dan mau melepaskannya kembali untuk kembali berkumpul dengan keluarganya anak juga suaminya.


"Ha... ha.... ha.... kau sangat lucu..... kau pikir aku perduli dengan hal itu.... yang kuperdulikan saat ini hanyalah keberadaanmu kamu mengertikan" ujar Antonius sambil berjongkok di hadalan Nisa.


Antonius mengambil dagu wanita pirang itu untuk melihat lebih jelas wajah cantiknya.


"Kau begitu mengiurkan kau tahu ekspersimu ini sudah membuatku benar-benar gila..... padahal aku sudah makan sebanyak itu tapi aku tak bisa menemukan aroma yang  sama seperti dirimu" ujar Antonius lagi masih dengan posisi yang sama tapi kali ini satu tangannya menunjuk juga pada tumpukan mayat yang berada dibelakangnya.


"Baiklah untuk menikmati hari yang indah ini harukah kita bersenang-senang?" Kembali Antonius berbicara Nisa yang dagunya masih di cengkeram oleh pria itu tak bisa berbuat apapun.


Perlahan Antonius mulai mendekatkan wajahnya pada Wajah Nisa dia ingin mencium Bibir Merah Nisa yang bergetar itu.


Nisa yang melihat Antonius semakin menpersempin jarak mereka mulai panik dan ketakutan dia mengerti dengan apa yang ingin dilakukan pria itu dan dia tak mau akan hal itu tapi dia tak bisa bergerak dagu juga tubuhnya kini di cengkeram erat oleh Antonius dia tak bisa bergerak meski sudah mencoba untuk memberontak.


'TIDAKKKK' triak Nisa dalam hati  sambil memejamkan matanya saat bibir Antonuis sudah hampir menepel pada miliknya.


Crar..... ctar.....


Nisa membuka matanya saat dirinya merasa Antonius tak lagi mencengkeram dirinya.


Saat membuka Mata hal pertama yang dilihatnya adalah Antonius yang terjatuh terduduk tak jauh dari dirinya.


Nisa tak tahu apa yang terjadi karna dirinya sebelumnya sedang memejamkan matanya tapi hal itu membuatnya merasa lega karna hal yang tak diinginkanya tak terjadi dia sunggu bersyukur karna bagaimanapun dia tak mau menghianati Claudi suaminya bahkan jika itu hanya sekedar sebuah Ciuman dia tak mau melakukanya jika tidak dengan Claudi suaminya sendiri.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2