
Apa benar dia menghubungi orang yang merupakan Ayah anaknya?"
"Entahlah ..... sepertinya begitu"
"Wah seperti apa ya. wajah pria itu aku jadi penasaran"
Kata-kata yang dilontarkan beberapa orang saat melihat Nisa yang sedang menghungi seseorang.
"Kau mau membuat drama apa lagi kali ini Nisa" monolog Evi juga saat melihat Nisa menghubungi seseorang.
Disisi lain Evelin dan kelompoknya juga mulai bertanya-tanya dan penasaran apalagi Evelin begitu penasaran dengan orang yang di hubungi Nisa dia berharap bukan pria yang dilihatnya dimall beberapa waktu lalu yang sedang di hubungi Nisa.
Lalu berbedah lagi dengan Reni dan Ancel yang selama ini mengetahui apa yang terjadi mereka benar-benar cemas akan apa yang sedang Nisa lakukan apalagi Reni wanita itu begitu menyesal menyetujui permintaan teman-teman Nisa untuk datang ke acara ini yang bahkan Nisa saja tak mau datang harusnya tadi dia tak melakukan hal itu.... itulah yang berada di pikiranya sekarang, karna kalau mereka tak datang mungkin hal ini tak akan perna terjadi.
Nisa telah kembali setelah menghubungi seseorang yang dimintanya untuk datang.
"Nisa" ujar Reni khawati.
"Drama apa yang ingin kau tunjukan pada kami Nisa sudahlah akui saja semuanya kamu tak perlu membuat drama lain lagi setelah ini" ujar Evi dengan nada meremehkanya wanita itu datang mendekat pada Nisa.
"Apa maksudmu bukankah kau yang membuat drama ini terjadi" sarkas Nisa.
"Jadi maksudmu apa yang dikatakan Evi itu salah dan pria yang merupakan ayah dari anakmu itu akan datang kesini?" Tanya Evelin penasaran.
"Ya... dia akan datang sebentar lagi" jawab Nisa dan setelahnya dengan tenang Nisa mengambil tempat duduk untuk beristirahat dia merasa capek harus berdiri terus apalagi dirinya sedang mengendong Ryuu saat ini.
"Ck.... kita lihat saja setelah ini" ujar Evi tak mau kalah dan menyingkir juga dari krumunanan.
Orang-orang mulai bubar mencari tempat mereka masing-masing sambil dengan penasaran menunggu seseorang yang membuat acara Reoni itu begitu terasa panas hari ini.
Reni dan Ancel mengambil tempat duduk yang sama di dekat Nisa mereka juga saat ini sedang was-was dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Apalagi Reni diwajahnya begitu terlihat Khawatir sedangkan Ancel khawati dan juga penasaran dengan pria yang dihubungi Nisa yang dikatakan sebagai Papa Ryuu karna itu berarti sebenarnya hubungan Nisa dengan pria yang merupakan Papa Ryuu sebenarnya berjalan dengan baik tidak seperti yang selama ini dirinya pikirkan bawah saat ini Nisa belum menemukan keberadaan pria itu atau belum mengetahui siapa pria itu semua itu salah besar karna hari ini terbukti Nisa menghubungi pria itu dan mengatakan dengan lantang di depan semua orang jika pria itu ada dengan begitu sangat yakin.
__ADS_1
Entahlah Ancel hanya bisa menunggu saja saat ini kedatangan pria itu untuk menjawab semua pertanyaan yang berada di pikirannya.
Waktu terus berjalan hampir setengah jam berlalu tapi pria itu belum juga datang orang-orang mulai ribut mengatakan sia-sia menunggu karna pria yang ditunggu hingin kini rak datang juga mereka mulai kembali berfikir jika pria yang Nisa katakan pasti tak akan datang karna pria itu memang tak ada seperti yang di katakan Evi.
Melihat hal itu Evi terlihat tersenyum puas akan kemenanganya Evelin dan Kelompoknya juga telihat sedang menertawakan Nisa dan terus mengejek Nisa agar Nisa menyerah untuk membohongi mereka semua.
Nisa hanya dia tak menanggapi orang itu mengatakan akan datang membantunya tapi dia tak tahu kenapa butuh waktu lama bagi orang itu untuk datang ketempat acara ini.
Dia percaya jika pria itu akan datang dan tak akan mungki membohonginya yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah percaya.
Sedangkan Reni wanita itu semakin tegang dan Khawatir akan apa yang terjadi apalagi melihat Nisa yang tak melakukan apapun sejak tadi hanya diam memeluk Ryuu yang saat ini sedang tertidur pulas di gendonganya.
Hingga akhirnya suara pintu yang dibuka membuat suasana yang tadi riuh kini kembali hening karna semua orang fokus pada pintu yang terlihat terbuka dari arah luar itu.
Clek
Srett
Nisa berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum kearah pria itu saat melihat pria itu datang.
Pria itu datang menghampiri Nisa yang berdiri dari tempatnya di sesi lain semua orang yang tadi penasaran akan kehadiran pria itu kini hanya bisa berdiri terdiam terpaku melihat pria tang berjalan menghampiri Nisa itu.
"Kamu datang juga kupikir kamu tak jadi datang" ujar Nisa.
"Maaf aku tersesat di jalan saat perjalanan kesini" jelas pria itu.
"Eh... tersesat!?"
"Hn, aku harus memutar dua kali baru bisa menemukan tempat ini" jelas kembali pria itu begitu tenang.
"Pfftt... Claudi ternyata kamu punya kelaman seperti itu juga" ujar Nisa sambil menahan tawanya.
"Hn, kelemahan!? Apa bisa disebut begitu aku sering melakukannya" kata Claudi terlihat daun telingannya memarah saat mengatakan hal itu mungkin karna merasa malu atau apa tak ada yang tahu hanya Claudi yang tahu.
__ADS_1
"Hn... Ryuu tidur?"
"Iya. Baru saja"
Disaat Nisa dan Claudi berbincang-bincang sebentar orang-orang yang melihat keakrapan itu mulai terlihan berisik-bisik membicarakan mereka.
"Luar bisa apa kau lihat pria itu? Apa dia seorang aktor, Idol atau model benar-benar tampan aku tak perna melihat orang setampan itu sebelumnya secara langsung seperti ini"
"Kau benar apa karna hal ini Nisa menyembuyikan siapa ayah dari anaknya"
"Menurutku juga pasti karna itu lihatlah pria itu dia pasti bukan pria sembarangan lihat saja pakaian yang dipakainya dari kaki sampai atas bermerek mahal semua"
"Evelin kau lihat pria itu bagaimana bisa wanita seperti Nisa bisa seberuntung itu mendapatkan pria yang sepeti itu aku benar-benar iri dibuatnya" ujar Dianti berbisik di samping Evelin.
"Benar bisa-bisanya dia mengenal seorang pria yang terlihat begitu sempurna dari segi apapun seperti itu" itu Emma yang menanggapi sedangkan Evelin sendiri kini hanya melihat dan sedang berkutat dengan batin dan pikiranya.
'Sial... ternyata benar-benar pria yang waktu itu kulihat yang dia hubungi.... menyebalkan jadi apa benar mereka itu pasangan? sial' batin Evelin kesal.
Lalu berbedah lagi dengan Evi wanita itu terlihat santai dan dengan tenang menanggapi tak menujukan kepanikan sedikitpun dan pada akhirnya dia pun angkat bicara biar bagaimanapun dialah orang yang menantang Nisa untuk mendatangkan pria itu.
Prok.... prok.... prok
Evi bertepuk tangan sambil berjalan mendekati Nisa dan Claudi berada dengan langka yang angun.
"Oh... jadi ini pria yang kamu hubungi tadi lalu bagaimana kamu akan membuktikan pada kita semua jika pria ini adalah ayah dari anakmu" ujar Evi sambil melirik Claudi.
"Apa maksudnya?" Tanya Claudi pada Nisa.
"Itu.....
"Jangan katakan jika kau hanya meminta pria ini untuk datang kesini begitu saja tanpa menujukan bukti apapun pada kami jika dia adalah pria yang kau katakan dan kami bisa menerima begitu saja dengan apa yang kau katakan hanya karna kamu bisa mendatangankannya kisini.... aku tak sebodoh itu Nisa tunjukan buktinya jika pria ini benar-benar ayah dari anakmu dan bukan kamu asal meminta bantuan salah satu kenalanmu yang tidak kukenal untuk berpura-pura disini"
Tbc
__ADS_1