
Hari berlalu kini Nisa sudah mengetahui jika Claudi sudah bekerja karna itu hari ini dia berinisiatif untuk membuatkan Claudi bekal simpel wanita itu bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk membuat bekal.
"Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kamu bangun pagi sekali?" Sebuah lengan kekar membelit pingang Nisa yang sedang sibuk memasak.
"Oh...kamu sudah bangun"
"Ya aku bangun saat merasakan kau sudah tak ada di sampingku lagi" Claudi meletakan dakunya pada pundak Nisa yang masih di peluknya.
"Harusnya kamu lanjutkan tidur saja kamu pasti capekkan nanti saat jamnya aku akan membangunkanmu"
"Tidak, aku tidak akan bisa tidur jika tak ada dirimu"
"Hmm" Nisa tersenyum tipis saat mendengar perkataan Claudi entah kenapa dia merasa senang.
"Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku sebelumnya kamu sedang apa?" Claudi melihat apa yang di kerjakan Nisa saat ini yang sedang mengiris sesuatu.
"Ah.. apa kau suka sandwich? Ini aku membuatkannya untukmumu sebagai bekal apa kau suka?"
"Bekal?"
"Hm... nanti makanlah bersama dengan teman sekantormu"
"Teman?"
"Ya. kamu harus menjalin hubungan yang baik dengan teman sekantor buka, itu yang selalu di takakan orang-orang jika sudah bekerja, aku sih sebenarnya tak begitu tahu karma aku tak perna bekerja di kantoran tapi menurutku itu memang benar..... karna itu jika kamu bekerja kamu harus bisa menjalin hubungan yang baik dengan yang lainnya di manapun kamu berada bukanya begitu? jadi makanlah bekal ini bersama dengan teman-teman sekantormu nanti meski ini hanya sebuah sendwich saja" terang Nisa panjang lebar.
Claudi mengambil satu potong sendwich itu dan mengigitnya satu gigitan.
"Tapi ini enak" Claudi akan selalu menghargai apapun yang di berikan oleh Nisa sekecil apapun bahkan jika itu hanya sebuah sendwich sekalipun.
"Benerkah?"Nisa terlihat senang akan koment dari Claudi.
"Ya. sepertinya aku tak akanbrelah jika diminta untuk membaginya dengan orang lain"
"Apa? Bagaimana bisa begitu? Kamu harus tetap membaginya jangan pelit kalau begitu kamu bisa bawah semuanya aku akan memasukan semuanya di kotak bekal... oh... apa kira-kira Dokter Haiden mau jika mau aku akan buatkan lebih"
"Hn. untuk apa kamu membuatkan untuknya dia bisa mendapatkan makananan seperti biasannya"
"Begitukah! Jadi dia tak suka makan siang Sendwich ya?"
"Entahlah"
"Eh...
"Masukan saja semua milikku" Claudius kembali memeluk Nisa dengan mesranya setelah menghabiskan satu potong sendwich yang diambilnya tadi.
__ADS_1
"Hm... baiklah" Nisa segera memasukan sendwich-sendwich itu kesatu kotak bekal menatanya dengan rapi agar kelihatan cantik selesai dua segera menutup kota itu dan meyimpannya.
Setelahnya mereka kembali kekamar untuk Claudi bersiap kekantor setelah semua siap mereka kembali untuk sarapan bersama.
.
.
.
.
.
Claudi berjalan dengan tenang memasuki kantor C_N Crop bersama Haiden, Cain, Stefani dan staf lainnya di belakangnya.
Melihat itu banyak pegawai dari kantor itu yang terpukau seperti biasanya mereka akan terpukau jika melihat Claudius dan rombonganya memasuki kantor apalagi para wanita bahkan para pria saja hanya bisa pasra akan paras dan kesuksesan yang mereka ketahui dimiliki oleh Claudi memang mereka bisa apa jika disandingkam dengan sang CEO.
Dan saat rombongan Claudi telah mengilang dari padangan mereka para pegawai itu hanya bisa berteriak histeris melampiaskan keterpukauan mereka yang tak mungkin mereka tunjukan didepan Claudi dan rombonganya karna jika mereka melakukanya bisa-bisa pekerjaan mereka yang akan jadi taruhannya.
Seperti saat ini terlihat segerombolan pegawai terdiri dari wanita maupun pria terlihat berbicara membicarakan Claudi yang baru saja lewat di hadapan mereka.
"Kalian lihat tuan CEO kita itu.... dia benar-benar terlihat masih sangat muda buka"
"Tuan CEO memang sangat muda juga sangat tampan menurut kalian apa tuan CEO sudah punya istri"
"Menurutku sih beliau masih singel melihat wajahnya saja dia terlihat sangat muda tapi penuh dengan karisma pasti beruntung sekali wanita yang bisa mendapatkan Tuan CEO"
"Ya kau bener aku jadi iri"
"Kalian pikir kalian yang hanya pegawai biasa seperti ini bisa menarik perhatian Tuan CEO jangan berharap dan apa yang kalian semua lakukan disini bubar kembali ketempat kalian masing-masing" ketus seorang wanita membuat kerumunan itu segera kocar-kacir mencari aman dan segera menujuh ketempat mereka masing-masing.
"Isss... sombong amat hanya karna posisinya lebih tinggi dari kita menyebalkan sekali" ujar salah satu wanita yang sebelumnya di bubarkan setelah melihat wanita ketus yang memiliki posisi lebih tinggi dari mereka itu.
"Sttt..... jaga bicaramu biar bagaimanapu Ms, Emelly berada di posisi diatas kita dan juga sebaiknya kamu jangan cari masalah denganya jika kau tak ingin di keluarkan dari perusahaan ini"
"Iya aku tahu tapi dia itu sangat menyebalkan selalu bersikap dia yang paling cantik di perusahaan ini padahal masih ada Ms, Stefani yang merupakan jajaran Direktur di perusahaan ini beliau bahkan tak sesombong Ms. Emelly"
"Direktur Stefani tak bisa di bandingkan dengannya beliau ada di jajaran lebih tinggi lagi tahu"
"Hhhhh .... kau benar"
Meninggalkan sekumpulan pegawai yang kepo yang suka membicarakan orang lain bahkan bos mereka sendiri dibelalang.
Kini kembali pada toko utama kita terlihat Claudi sedang sibuk masih mempelajari semua soal perusahaan atas bantuan Cain.
__ADS_1
Haiden sedang berada di rumah sakit saat ini jadi dia tak bisa membantu sang master bagaimanapun Haiden juga merupakan CEO Rumah sakit PACE yang merupakan rumah sakit terbesar dikota ini meski di perusahaan C_N Crop Haiden juga menduduki posisi seorang Direktur utama.
"Master ini sudah waktunya jam istirahat apa Master menginginkan sesuatu akan saya pesankan seperti sebelumnya" ujar Cain sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Tidak perlu aku sudah membawah sesuatu dari rumah tadi pagi" jawab Claudi menyelesaikan pekerjaan terakhirnya sebelum beristirahat.
"Hm.. apa Haiden yang....
"Tidak bukan Haiden tapi Nisa dia membuatkan bekal untukku hari ini" potong Claudi mengeluarkan dan membuka kotak sendwich buatan Nisa pagi tadi.
"Sendwich! Apa Master akan memakan itu?" Cain merasa itu bukan makanan yang tepat untuk sang Master menurutnya.
"Ya, kamu pergi saja beristirahat juga aku akan tetep disini" Claudi berjalan membawa kota Sendwich kesofa yang berada di kantor mewahnya itu.
Mendudukan dirinya di sana dan mulai memakan sendwich dengan perlahan.
"Baik master kalau begitu saya permisi" Cain membungkuk untuk memberi salam.
"Ya"
Setelah mendengar jawaban Claudi Cain segera keluar dari kantor Claudi dengan tenang.
'Sepertinya Master akan selalu menerima apa saja yang dikatakan atau diberikan oleh wanita itu... wanita itu benar-benar sudah sepenuhnya memiliki hati Master'
"Cain" sebuah panggilan menghentikan semua pemikiran Cain dia melihat seorang wanita yang melambai padanya wanita itu adalah Stefani.
Cain menatap Stefani dengan pandangan yang sulit diartikan untuk sesaat sebelum ia membalas panggilan wanita itu dengan sebuah gumaman kecil.
"Hm" Cain segera bergegas menghampiri Stefani yang berada tak jauh darinya.
"Dimana Master Kau tak bersamanya?" Tanya Stefani setelah Cain berada tepat dihadapanya.
"Master bilang dia tak akan pergi bersama kita dia harus menyelesaikan tugasnya" ujar Cain memberi alasan.
"Tapi bagaimana bisa Master melakukan itu ini waktunya makan siang aku akan memanggilnya"
Greb
"Sudahlah jika kau menganggunya saat ini mungkin saja dia akan marah pada kita jadi sebaiknya biarkan saja seperti yang diinginkan Master dan sebaiknya kita pergi berdua saja" Cain menghentikan Stefani yang hendak pergi kekantor Claudi.
"Ck, menyebalkan tapi ya sudahlah" akhirnya Stefani menyerah dan mengikuti apa yang di katakan Cain.
Cain tak ingin jika melihat wanita yang disukainya merasa sakit hati karna melihat pria yang disukai sedang menikmati apa yang dibuatkan oleh wanita yang merupakan pasangan pria itu.
Tbc
__ADS_1