
"Nisa kamu sudah datang" sambut Evi begitu melihat Nisa memasuki ruang pesta bersama Ryuu dan Ancel.
"Selamat ulang tahun" kata Nisa dengan tulus dan menyerakan hadia yang sudah disiapkan sedari awal di bawanya.
"Selamat Ulang tahun" itu Ancel yang berbicara sama seperti Nisa pria itu juga segera menyerakan hadia yang dibawqnya juga.
"Ah... terimakasih banyak...... ngomong-ngomong apa kalian datang bersama?" kata Evi sangat ramah.
"Iya kami datang bersama" jawab Ancel.
"Aku kira Nisa akan datang dengan CEO Night tapi ternyata denganmu Ancel ya sudalah itu juga bukan hal yang penting nikmatilah pestanya" Ujar Evi sangat lembut.
"Iya/tentu" jawab Nisa dan Ancel bersamaan.
"Aku harus pergi dulu menemui yang lainnya"
"Ah.. iya pergilah"
Tak lama setelah kepergian Evi nisa hanya berdua saja sama Ancel tapi itu sebelum Ancel melihat teman-temanya.
"Nisa disana aada teman-temanku kau mau ikut denganku kesana" ujar Ancel menunjuk pada teman-temanya yang sedang melambai memangilnya.
"Tidak... tidak usa aku disini saja bersama Ryuu lagi pula aku tak mengenal meteka takutnya justru nanti membuat canggung" tolak Nisa.
"Kamu yakin mau disini sendirian saja hanya dengan Ryuu" tanya Ancel khawatir.
"Ya. jangan khawatirkan aku.... pergilah"
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi sebentar menemu teman-temanku disana sebentar setelah itu aku akan secepatnya kembali menemuimu"
"Tak apa pergilah.... jangan buru-buru aku akan baik-baik saja tenanglah"
"Tidak nanti aku akan menemuimu lagi"
Setelah kepergian Evi selaku penyelenggara acara beberapa orang teman-teman yang menggilnya juga hal yang sama dengan Ancel ada orang-orang yang mendatangi Nisa menghapiri ibu satu anak itu meski hanya sekedar menyapa atau lain sebagainya ada juga beberapa yang terlihat membicarakan Nisa dibelakang seperti kelompok Evelin misalnya mereka yang juga sejak awal tak begitu menyukai Nisa terlihat sedang membicarakan Nisa dibelakang.
__ADS_1
"Hai Nisa apa kau masih ingat denganku?" Tanyaa seorang wanita.
"Ini aku April kamu ingatkan" lanjutnya wanita itu lagi.
April dia taman SMA Nisa dia adalah wanita yang suka mencari perhatian semua orang dengan wajah polos dan sikap baiknya yang selalu ditunjukan pada semua orang menyembuyikan sifat aslinya yang suka mengadu domba orang lain.
"Ah... Iya aku inggat" jawab Nisa.
"Kalau aku kamu ingatkan aku Lulu" kali ini wanita lain yang datang bersama Apri dia adalah Lulu dia teman April kemanapun selalu bersama dengan April tapi Lulu dia wanita yang bisa berteman dengan siapa saja dia juga baik sebenarnya tapi kadang-kadang dia juga sering terhasut oleh apa yang dikatakan April selaku teman dekatnya.
"Tentu saja"
"Oh.... iya kenapa kamu datang bersama Ancel kenapa tak datang dengan CEO Night" tanya April tentu dengan nanda yang begitu baik dan terdengar menyenangkan.
"Pril kenapa tanya hal itu tentu saja pasti CEO Night sedang sibuk sekarang dia mana ada waktu datang kepesta seperti ini" kali ini Rose teman kedua April selain Lulu yang baru saja bergabung dengan membawa berbagai macam makanan di satu piring.
Rose wanita dengan perawakan tubuh gemuk itu memang selalu bersikap cuek dimanapun berada meski begitu dia adalah wanita yang baik tak seperti April yang memiliki dua wajah Rose selalu melakukan apapun sesuai apa yang ada pada dirinya.
Geng tiga sekawan itu selalu bersama meski waktak mereka berbedah-bedah tapi mereka bisa mempertahankan pertemanan yamg mereka buat dengan sangat baik hingga hari ini. berbedah sekali dengan pertemanannya dan Evi itulah yang dipikirkan oleh Nisa saat melihat trio cewek yang datang mendekatinya itu.
"Kamu benar Rose kalau dilihat baik-baik dia benar-benar mirip dengan CEO Nightkan" tanggap Lulu.
Nisa hanya tersenyum menangapi apa yang dikatakan oleh Rose dan Lulu.
Sedang asik-asiknya berbicara dengan teman-temanya tiba-tiba Evi kembali menemui Nisa dengan membawa orang-orang yang benar-benar tak ingin ditemui Nisa selama ini.
"Nisa lihat siapa yang datang juga disini" ujar Evi dengan senyum cerahnya.
"......"
"Ternyata kau juga ada disini" sinis Albert ayah Nisa yang ternyata juga datang keacara pesta Ulang tahun Evi atas udangan orang tua Evi.
"Kau sudah melihatkan ternyata Nisa" kali ini istri Albert Bella.
"Tuan Albert anda pasti saat ini sangat senang dan banggakan pada Nisa" ujar Evi lagi seperti tak mengetahui apapun.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Bella tak mengerti maksud dari perkataan Evi.
"Oh... ho.. ho... Nyonya Albert jangan pura-pura tak tahu begitu anda benar-benar renda hati ya. pantas saja Nisa selalu bersikap baik mungkin karna keluarganya juga baik dan selalu renda hati" Evi masih saja bermain-main dengan kata-katanya.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Evi jangan berbelit-belit" kata Bella lagi menahan emosi wanita itu tahu jika Evi saat ini sedang mau mempermainkan dirinya dan suaminya.
"Tuan Albertkan sekarang memiliki menatu seorang CEO dari perusahaan besar pasti itu membuat anda begitu bangga tak banyak keluarga yang bisa seberuntung keluarga anda karna bisa memiliki seorang menantu seorang CEO dari perusahan seperti C_N grup"
"Kamu ini bicara apa.....
"Jangan mengatakan jika kalian belum mengetahuinya..... bukankah ayah dari anak Nisa adalah CEO Night CEO dari C_N Grop" ujar Evi lagi memotong apa yang mau dikatakan Albert.
"Astaga siapa yang mengatakan hal itu padamu mana mungkin ayah dari bayi Nisa itu adalah CEO C_N grup ho... ho..." kata Bella tak percaya dengan apa yang dikatakan Evi.
"Tidak yang kukatakan itu sungguhan kok nyonya. Nisa sendiri yang mengatakan pada kita semua iyakan temen-temen" kata Evi mencoba sangat keras menarik perhatian semua orang sampai membawa orang lain juga dan diabertanya pada kelompok April juga yang berada disana sedari tadi sebagai saksi bawa yang dikatakanya adalah kebenaran.
"Jangan konyol mana mungki itu terjadi kenapa kalian harus mempercayai wanita kotor sepertinya" sini Albert.
"Tidak itu sungguhan bakan CEO Night perna datang di acara Reoni sekolah kami atas permintaan putri anda itu Tuan Albert" Rose membelah karna dia tak suka saat mendengar orang tua Nisa yang seperti sedang menghujar putrinya sendiri itu.
"Astaga apa jangan-jangan kalian benar-benar tak mengetahuinya tapi tak mungkin jika Nisa tak memberitahukan hal itu pada orang tuanya sendiri bukan" Evi berpura-pura merasa bersalah seperti seharusnya dia tak mengungkit apa yang sudah dia katakan sebelumnya.
"Jangan konyol sudah cukup kalian tak perlu mencoba membuat anak tak tahu diuntung itu jadi baik dihadapanku" kesal Albert.
Mendengar kata-kata pedas yang dikatakan ayahnya sendiri membuat hati Nisa begitu sakit Ayahmya benar-benar sudah berubah sekarang Ayahnya benar-benar tak menginginkanya lagi sunggu sakit.
Apa ini sebabnya dia begitu marah Saat Claudi menghapus semua ingatanya dan membuat mereka jadi terpisa dan Ryuu juga terpisa dari Papanya sediri.
Membuatnya berpikir jika Claudi seperti membuangnya membuang putranya membuang mereka meski Claudi tak bermaksud seperti itu tapi tetap saja hal itu membuatnya begitu marah dan sakit hati karna dia tak ingin anaknnya Ryuu merasakan hal yang sana seperti dirinya yang dibuang oleh Ayahnya sendiri.
Nisa juga kini tahu jika Evi tak benar-benar tulus untuk memintaaf dengannya sebelumnya karna inilah tujuannya miminta maaf padanya waktu itu agar dia mau datang kepestanya dan wanita itu mau sekali lagi mempermalukanya di depan umum seperti saat ini.
Nisa tak menyangka jika dirinya akan kembali dibodohi hanya karna ingin bersikap baik pada semuanya harusnya ia lebih mempercayai isi hatinya dari oada apa yang dilihat dan didengarkannya jika hal itu terjadi pasti kejadian seperti ini tak akan terulang kembali di hidupnya.
Kini dia berpikur apakah berbuat baik dan memaafkan seseorang itu suatu kesalahan didunia ini karna itu dia selalu mendaoatkan madalah saat dia mencoba berbuat baik dan memaafkan seseorang.
__ADS_1
Tbc