Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 49


__ADS_3

"Dia putramu?"


"Ah.... iya kenalkan namanya Ryuu..... Al_Zelvin Ryuu the Night"


"The Night!?"


pfft..


Ha... ha... ha...


Kedua orang itu tertawa bersamaan mereka adalah Nisa dan Claudi mereka yang berada di balkon kamar masing-masing tak segeja bertemu kembali mereka tak menyaka jika kamar yang mereka tempati memiliki balkon yang saling bergadapan.


Atau mungkin memang disengaja sejak awal tak ada yamg tahu akan hal itu.


"Nama belakan putraku memang sama seperti milikmu.... saat aku mendengarkan kau menyebukan namamu dan tersadar jika kamu memiliki nama belakang yang sama dengan putraku juga membuatku ingin tertawa ini sebuah kebetulan yang lucu" jelas Nisa.


"Hm... apa menurutmu ini sebuah kebetulan?" Tanya Claudi main-main.


"He... he.... apa maksudmu tentu sajakan.."


"Ya. mungkin saja ini adalah sebuah takdir bukan!? siapa yang tahu....."


"Takdir!?" Nisa nampak berpikir dengan apa yang di katakan Claudi.


"Oh.... kau percaya itu?"


"He..he.. tentu saja jika bukan takdir mana mungkin kamu jadi tetanggaku"


"Ya... jika menurutmu begitu"


He... he....he...


Hening


Claudi memandang lurus kearah Ryuu yang berada digendongan Nisa yang juga memandangnya karna saat ini Ryuu digendong dalam posisi duduk menghadap depan tepat menghadap Claudi.


"Ngomong-ngomong Ryuu benar-benar manis mirip denganmu...." ujar Claudi masih memandang Ryuu dalam.


"Eh.... manis!? Sepertiku!? Bukanya tampan sepertimu kamukan Papanya" ujar Nisa spontan.


Deg


Perkataan spontan Nisa membuat jantung Claudi berdetak cepat membuatnya membeku sesaat hingga...


"pfft... He.... he... he... bercanda! maaf.... kamu tak marahkan?" Ujar Nisa lagi menyadarkan Claudi Nisa sadar jika Claudi kaget dengan apa yang dikatakan secara Spontan itu melihat dari wajah tegang Claudi.


Claudi tersenyum kecil untuk menanggapinya dan menormalkan ekspresinya yang sempat berubah untuk sesesat tadi.


"Hn.. tentu saja.... aku memang Papanya"


Pfft

__ADS_1


Ha..ha..ha


Mereka kembali tertawa bersama membuat suasana balko menjadi ramai.


'Kenapa rasanya menyenangkan sekali saat bicara dengan pria ini ya... aku seperti sudah lama mengenalnya tidak seperti baru bertemu hari ini maupun waktu itu tapi terasa udah lama mengenalnya saja' pikir Nisa karna merasa nyaman saat berbicara dengan Claudi.


'Aku merindukan senyum itu, tawa itu, keceriaan itu aku ingin memeluknya, aku ingin menciumnya, aku ingin selalu disisinya' itulah yang berada dipikiran Claudi.


Mereka berbicang lagi beberapa saat sebelum Nisa mendengar Kent dan Gerry yang sudah pulang dan akhirnya mereka menyudahi percakapan mereka.


.


.


.


.


.


.


Hari berlalu Nisa semakin dekat dengan Claudi bukan hanya Nisa Ryuu pun terlihat juga sangat dekat dengan Claudi, Ryuu sangat suka jika digendong Claudi bahkan sampai tak mau lepas jika sudah menempel pada Claudi.


"Kenapa dia sering sekali datang kesini" kesal Kent melihat Claudi yang mengendong Ryuu diruang keluarga mereka.


"Diakan tetangga kita" jawab Gerry tak perduli memilih menikmati tontonannya di layar LCD tepat dihadapannya.


"Ck"


Claudi tak menjawab apapun yang di katakan keluar itu dirinya sibuk mengoda Ryuu yang berada dipangkuanya..


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu mengusik kebersamaan mereka.


"Siapa yang datang?" Ujar Gerry saat mendengar suara ketukan pintu.


"Entahlah dan aku tak perduli" itu Kent moodnya lagi dongkol karna sejak tadi Ryuu tak mau ikut dengannya karna mau terus bersama Claudi membuatnya kesal.


"Aku akan lihat" Nisa berajak dari tempatnya dan segera berjalan menuju pintu masuk rumahnya.


Clek


"Hai" sapa orang itu tepat didepan Nisa.


"Ancel"


"Aku bawa ayam juga minuman kita makan sama-sama" ujar Ancel sambil menujukan sesuatu di kotak yang dibawanya.


"Oh... masuklah kebetulan sekali ada Kakak juga paman lalu tetangga baru kami juga ada.... ayo masuklah"

__ADS_1


"Tetangga baru?" Tanya Ancel sambil masuk rumah.


"Iya dia pinda beberapa hari yang lalu"


"Oh..."


Mereka berjalan bersama-sama menuju keruang keluarga yang disana sudah ada Kent, Gerry, Claudi dan juga Ryuu dan jangan lupakan juga Reven yang merupaka Srigala besar yang selalu setia menemani tuannya.


"Siapa yang datang?" Tanya Gerry setelah melihat Nisa memasuki ruanga keluarga.


"Ancel" jawab Nisa berbarengan dengan Ancel yang juga mengikuti memasuki ruangan itu.


"Hallo" sapa Ancel ramah.


"Aiss.... satu lagi penganggu" sarkas Kent.


"Ancel bawa ayam goreng ayo kita makan sama-sama" ujar Nisa mengambil tempat duduk tepat di samping Kent.


Mengikuti Nisa Ancel juga mengambil tempat duduk dan memilih duduk di samping Gerry karna dia tak mengenal pria yang sedang memangku Ryuu dan merasa tak enak jika dia duduk disamping pria itu.


'Apa pria ini yang merupakan tetangga baru yang Nisa katakan tadi' pikir Ancel melihat Claudi yang sedang bermain dengan Ryuu.


"Ah... kenalkan Ancel dia adalah Claudi tetangga baru kami dan Claudi dia adalah Ancel temanku" ujar Nisa saling memperkanalkan kedua pria asing itu.


Kedua pria itu saling menatap satu sama lain dipandangan mereka terpancar kebencian dan permusuhan untuk satu sama lain.


'Ada apa dengan mereka kenapa suasana diantara mereka jadi terasa tak menyenangkan apa mereka tak saling menyukai satu sama lain? Tapi kenapa bukankah mereka baru saja bertemu!?' pikir Nisa tak mengerti dengan suasana yang terjadi diantara Claudi dan Ancel.


'Sepertinya ada yang cemburu jika tak di hentikan sekarang juga maka akan membuat suasana terasa makin tak enak' pikir Gerry yang juga merasakan hawa permusuhan antara Claudi dan juga Ancel.


"Kau tadi bilang bawa ayamkan? Sini aku mau mecoba juga" ujar Gerry akhirnya menghentikan tatapan permusuhan antara Claudi dan Ancel.


"Ah... tentu saja paman... ini silakan" ujar Ancel membuka kota yang berisi Ayam goreng tepung itu dan segera menyerakanya pada Gerry.


Gerry mengambil satu dan sisanya diberikan pada yang lainnya Kent juga ambil satu Nisapun begitu Claudi menolak karna lebih memilih bermain bersama Ryuu yang terakhir Ancel yang juga ambil satu untuk dirinya sendiri.


"Hmm... ini enak" puji Gerry.


"Paman Gerry benar ini enak.... Claudi sebaiknya kamu juga mencobanya" ujar Nisa setuju soal apa yang dikatakan Gerry.


"Bisa kau suapi aku kedua tanganku dibuat Ryuu main" ujar Claudi menujukan kedua tanganya yang mamang sedang di genggam erat oleh Ryuu di masing-masing tangan kecilnya.


"Eh..."


Claudi tersenyum melihat Nisa yang menujukan ekspresi terkejutnya itu saat mendengar permintaannya apalagi setekahnya semua orang bisa melihat dengan jelas rona merah di masing-masing pipi Nisa hingga sanpai ketelinga.


"Ada apa? Kamu tidak mau? Kalau tidak mau tak apa aku tak memaksamu kalian bisa menghabiskan semuanya jangan pikirkan aku" ujar Claudi dengan Smirk di bibirnya yang terlihat jelas dimata Ancel.


"Ah... bukan begitu..... ah baiklah buka mulutmu... Aaaa" ujar Nisa mencoba menyupi Claudi dengan ayam yang ada di tangannya.


'Ck .... ternyata Pureblood ini memang licik' pikir Kent melihat Claudi bukan hanya Kent yang berpikir begitu karna Gerry juga Ancel memiliki pikiran yang sama juga dengan Kent bahkan Ancel terlihat mengepalkan tinjunya menahan kekesalannya karna sikap Claudi itu.

__ADS_1


Sedangkan Claudi saat ini sedang merasa sangat puas dengan apa yang sudah dirinha lakukan.


Tbc


__ADS_2