Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 48


__ADS_3

Ancel berlari tergesa-gesa melihat kekanan kekiri mencari wanita dan bayi yang datang dengannya.


"Apa itu mereka?" Ancel melihat seseorang dengan bayi digendonganya terlihat sedang berbicara dengan seorang pria.


Dengan langka cepat Ancel berjalan menghampiri mereka dan memanggilnya untuk memastikan.


"Nisa" panggilnya wanita itu merespon panggilannya membuatnya merasa lega.


"Ancel" panggil Nisa merespon panggilan Ancel Nisa juga merasa lega karna dia bisa bertemu lagi dengan temannya, Ancel berjalan mendekat kearahnya.


"Apa yang terjadi kenapa tiba-tiba kau menghilang dari pandanganku" ujar Ancel begitu berada tepat dihadapan Nisa.


"Justru kau yang tiba-tiba menghilang tahu..... kau tahu aku sangat panik saat tak mendapati dirimu di dekatku" protes Nisa tak mau kalah.


"Jadi ini salahku?"


"Tentu saja"


"Hah... baiklah... lalu apa yang sedamg kau lakukan disini?"


"Oh... iya... loh.... dimana orang tadi...."


"Siapa maksudmu? Pria yang bersamamu tadi?"


"Iya"


"Dia sepertinya sudah pergi... kamu mengenalnya?"


"Ah... tidak... tadi dia sudah mengambilkan mainan Ryuu yang terjatuh ... aku belum sempat mengucapkan terimakasih dengan benar tadi"


"Hmm.... mungki karna kedatanganku tadi jadi dia pergi dan mungkin karna dia juga tak menganggap hal itu penting bukan dia hanya membantumu memungut mainan Ryuu semua orang juga pasti bisa melakukanyakan... jadi jangan terlalu dipikirkan"


"......"


"Sudahlah sebaiknya kita lanjut lagi berkelilingnya"


"Ah... baiklah"


Merekapun melajutkan berkeliling mereka kesemua Aquarium hingga mereka puas.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Hari berganti


Nisa bersama Ryuu dan Reven sedang berada diruang keluarga bermain bersama sambil menikmati tontonan yang ditayangkan layar LCD dihadapanya.


Tok tok tok


Sedang asik dengan kegiatannya mereka diusik oleh suara ketukan suara dari pintu masuk rumah mereka.


"Hm... siapa yang datang berkunjung?" Monolog Nisa.


Nisa segera berdiri dari tempatnya untuk membukakan pintu untuk sang tamu.


"Reven tolong jaga Ryuu sebentar ya.... aku mau kedepan sebentar untuk melihat siapa yang berkujung" ujarnya sebelum meninggalkan ruanfan itu menujuh pintu masuk rumahnya.


Disana tepat di depan pintunya berdiri seorang pria tampan kulit putih tinggi rambut hitam berkilau juga bolah mata layaknya wine terlihat tedu.


Nisa mengingat-ingat sepertinya perna melihat orang itu sebelumnya tapi dia tak ingat dimana.


"Hn... anda!?" Ujar pria itu saat melihat Nisa.


"Ya.. apa kita perna bertemu sebelumnya?" Tanya Nisa sepertinya memang mereka perna bertemu dan pria itu mengingatnya.


"Aquarium" satu kata yang dikatakanya membuat Nisa teringat akan kejadian dimana mainan Ryuu yang terjatuh dan ada seorang pria yang membantunya memungut mainan itu.


"Ah... saya ingat pantas saja sepertinya saya perna melihat anda sebelumnya.... oh.. ya ada apa ya anda di sini... apa ada yang anda butuhkan?"


"Tidak, saya baru pinda rumah tepat di sebelah rumah anda... ini saya bawa kue untuk menyapa" pria itu menyerakan sekotak Kue yang diterima oleh Nisa dengan senang hati.


"Oh... baru pinda.... terimakasih kuenya saya terima... oh nama saya Nisa Elfirna Freya panggil saja Nisa salam kenal" ujar Nisa sekaligus memperkenalkan namanya.


"Hn... saya Claudius Ruhtven the Night salam kenal juga" pria yang ternyata adalah Claudi itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Nisa.


Nisa menerima uluran itu dan tersenyum tulus pada tetangga barunya itu.


"Kalau begitu saya permisi karna banyak hal yang masih harus saya bereska dirumah" ujar Claudi setelah melepaskan jabatan tangannya.

__ADS_1


"Ah.... iya tentu saja jika butuh bantuan katakan saja jangan sungkan" ujar Nisa berama-tama untuk tetangganya itu karna sepertinya tetangganya itu juga orang yang baik itulah yang ada dipikirannya apalagi tetangga barunya yang mau repot-repot datang membawa kue hanya untuk menyapanya.


"Hn... tentu saja... terimakasih banyak"


"Iya"


Claudi segera keluar dari perkarangan rumah Nisa dan kembali berjalan kearah rumah yang tepat berada disamping rumahnya.


Nisa terus memperhatikan Claudi hingga memasuki rumahnya setelahnya dirinya juga ikut masuk kembali kerumahnya.


"Nama belakangnya sama seperti nama Ryuu sunggu kebetulan yang mengejutkan" ujar Nisa tersenyum kecil merasa lucu sambil memasuki rumahnya.


Disisi lain Claudi yang memasuki rumahnya juga terlihat sangat serius dengan apa yang berada dipikirannya.


'Aku pasti akan secepatnya kembali bersama dengan Kalian tapi setelah aku membersikan semua hal yang bisa menyakiti kalian.... kalian berdua tunggulah aku sedikit lagi semua akan kuselesaikan secepatnya'


Kembali ke Nisa berada kini wanita itu sudah kembali ketempat dimana Ryuu dan juga Reven berada.


Meletakan kotak kue yang diberikan oleh Claudi dimeja dan setelahnya ia segera membukanya untuk melihat isinya.


"Oh...  ini Mousse Chocolate" Nisa mencolek sedikit kue itu dan memasukanya kemulutnya.


"Hmm.... ini manis.... Ryuu mau?" Kata Nisa saat melihat putranya yang mengarakan kedua tangannya keatas seperti merai sesuatu.


Nisa segera mengambil Ryuu yang duduk di kasur lantai diatas karpet membawanya duduk di depat meja yang diatasnya masih ada Mousse Chocolate itu.


Mencoleknya lagi sedikit kini dengan sendok kecil dan memasukanya kemulut Ryuu ingin tahu apakan Ryuu juga menyukai kue itu.


"Sepertinya Ryuu juga menyukainya tapi Ryuu tak boleh makan bayak-bayak ya"


Ryuu terlihat tak menolak kue itu karna kuenya memang terasa lembut tapi Nisa tak melajutkamya karna ia tak boleh sembarangan memberikan bayinya sesuatu untuk dimakan.


Nisa mengambil satu potong untuk dirinya dan segera ia nikmati sambil melanjutkan acara bersantainya sambil Nonton acara di tv.


"Kau tahu Ryuu kita mendapatkan tetangga baru hari ini tepat disebelah rumah kita dan kue ini juga dari dia dan lucunya lagi dia memiliki nama belakan yang sama denganmu he...he... sunggu kebetulan yang tak disangka-sangka ada orang yang memiliki nama belakang seperti Ryuu kalau orang lain tahu akan hal itu dan tak mengetahu kebenaranya bisa-bisa mereka salah mengira kalian sebagai Ayah dan anak hi.. hi... lucu sekali  membayangkannya saja membuat Mama ingin ketawa saat ini"  cerita Nisa pada anaknya diselah nonton tv dan makan Moussenya meski Ryuu masih kecil Nisa selalu mengajak Ryuu berbicara seperti itu setiap harinya untuk merasang perkembangan pikiran Ryuu sekaligus teman mengobrolnya selain dengan Reven kalau gak ada Kent dan Gerry.


Disisi lain Reven dengan setia dan tenang melingkarkan tubuhnya berbaring sambil menutup matanya tidur berada di sebelah Nisa.


Meski begitu Srigala hitam itu tetap mendengarkan dengan baik apa yang dikatakan Nisa karna tugasnya memang untuk hal itu menjaga, melindungi, melihat apa saja yang dilakukan Nisa dan mendengarkan apapun yang dikatan oleh Nisa meski untuk dirinya ataupun untuk orang lain.


Claudi yang duduk di balkon kamarnya menatap langit cerah dan menikmati hembusan angin yang mengibarkan surai hitamnya.


"Aku memang Papanya Ryuu" ujarnya dengan senyum tipis kini matanya terpejam untuk benar-benar bisa merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2