Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 65


__ADS_3

Setelah pertemuanya dengan Evi kini Nisa sedang dalam perjalanan pulang mereka pulang dengan naik taksi hari juga sudah malam karna tadi dirinya menghabiskan waktunya bersama Evi alasannya Evi ingin bersama dengannya lebih lama karna mereka sudah lama tak pergi bersama seperti hari ini.


Saat ditengah perjalan pulangnya Nisa baru menyadari jika jalana yang mereka lewati sepertinya salah dia tak mengenali jalanan itu Nisapun mencoba memberi tahu sang sopir taksi jika sepertinya mereka saat ini sedang tersasar dia memang sengaja memilih naik taksi saat pulang.


"Pak sepertinya ini kita tersasar" ujar Nisa memperingatkan sambil melihat jalanan gelap diluar kaca mobil.


"Pak" karna tak ada respon Nisa memanggil sopir itu kembali.


Cittttt


Tiba-tiba secara mendadak mobil yang mereka tumpangi itu berhenti karna mengerem mendadak membuat Nisa terantuk kedepan dan kepalanya mau tak mau membentur kursi didepanyanya membuat keningnya berdarah dia tadi tak memakai sabuk pengaman karna Susah waktu memakainya apalagi dia sedang mengendong Ryuu untung saja Ryuu terlihat baik-baik saja digendonganya meski mereka baru saja terjatuh terantuk dari tempat duduk.


Sopir itu nampak aneh gerak-geriknya entah bagaimana hal itu membuat Nisa merasa takut.


Meski begitu Nisa masih mencoba mengamati apa yang terjadi pada sang sopir yang duduk di depanya.


"Laparrrrrr....


"Makan.....


Ujar supir itu tak begitu jelas tiba-tiba pria itu berbalik dengan wajah mengerikan mata merah menyalah yang terlihat tak fokus mulut terbuka lebar penuh dengan liur di gigi-giginya yang tajam warna kulitnya nampak mengerikan dan pria itu mencoba merai Nisa yang duduk dibelakan sedang ketakutan mendekap Ryuu.


KYYAAAAA.....


Tria Nisa ketakutan saat pria itu terus mencoba merai Nisa yang menghindari tangan dengan kuku-kuku jari memanjang itu.


Untung saja pria itu masih belum bisa merainya karna terhalang oleh sabuk pengaman yang dikenakanya membuat pria itu tak bisa bergerak dengan bebas.


Dengan terburu-buru Nisa membuka pintu taksi itu untuk keluar Ryuu yang tadi tertidur kini menagis karna kaget dengan Triakan Nisa.


Saat sudah berhasil keluar Nisa segera berlari meninggalkan taksi itu ia tak tahu harus kemana karna dirinya tak mengenali daerah yang dilewatinya itu.


Tempat itu begitu gelap dan juga sepi tak ada orang yang lewat sama sekali membuatnya semakin ketakutan Ryuu juga masih menagis ditengah acara berlarinya Nisa juga sesekali mencoba Menemangkan sang putra agar tenang kembali dan berhenti menangis tapi hasilnya nihil Ryuu masih saja menangis.


Nisa terus berlari sesekali dia melihat kebelakang juga untuk memastikan pria yang merupakan sopir taksi yang dinaikinya tak mengejar dirinya dan anaknya.


Tapi semua yang diharapkanya tak terjadi di sana dibelakan dia melihat pria itu berlari dengan sangat cepat layaknya bukan manusia pria itu juga terlihat meloncat kesana sini saat berlari.


Nisa mencoba mempercepat langka larinya tapi semua sia-sia saat pria itu dengan tiba-tiba sudah berada dihadapanya.


Pria itu masih berbicara tak jelas soal lapar dan makanan dengan mulutnya yang terbuka lebar dan liurnya yang jatuh menetes ketanah sunggu mengerikan.

__ADS_1


"Ap.... apa maumu ja... jangan mendekat" ujar Nisa ketakutan melangkah mundur.


huaaaa... huaaaa... huaaa...


Ryuu masih menangis di gendongan Nisa dan Nisa mengeratkan pelukanya itu pada Ryuu semakin erat dia tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada putranya apapun akan dia lakukan asal putranya selamat.


"Makan Aaaaa......


Pria itu meloncat untuk menyerang Nisa dengan kuku-kuku panjangnya yang diarahkan pada Nisa.


Nisa tak bisa melakukan apapun wanita itu jatuh terduduk dengan dengan keras juga mata terpejam.


Dan tiba-tiba juga ingatan-ingatan aneh mulai mucul di kepalanya padahal situasinya sangat berbahaya tapi ingatan-ingatan yang selama ini tak perna dia ingit muncul membuat kepalanya menjadi sakit.


"Apa kau takut"


"Apa maumu....


"Kamu masih tanya apa mauku?"


"......"


"Mauku adalah menghabisimu" wanita cantik dengan gigi mencuat yang disebut sebagai Vampir itupun menyeran Nisa yang sedang hamil hingga tertabrak pada dinding Hotel.


"Aku akan menghabisimu dan juga benih yang tak harusny dilahirkan ini" wanita itu  kini mencekik Nisa yang baru saja dia lemparkan kediding.


"Nikmatilah semua ini sebelum kau meninggalkan dunia ini" seringai keji mekar dibibir merah wanita bernama Yunifer itu seorang Vampire berdarah murni.


Wussss


Krakkkk


AAAAAAaaaaaaa........


Triakan pria itu melengking menyadarkan Nisa dengan perlahan sambil menahan rasa sakit di kepalanya Nisa mulai membuka Matanya.


"Reven!?" Gumamnya saat melihat Serigala besar yang selama ini tinggal bersamanya kini ada dihadapannya sedang melindunginya dari pria mengerikan yang mau menyerangnnya.


Nisa bertanya-tanya bangaimana bisa Reven ada dihadapanya sekarang padahal dia bahkan tak tahu dimana dirinya berada saat ini tapi Reven bisa menemukanya.


Srigalah itu terlihat masih waspada menatap lurus pada orang yang baru saja diserangnya.

__ADS_1


Makluk itu Nisa menginggatnya diperna bertemu dan terlaka juga karna makluk yang sama dan dia hampir mati tiga kali, juga hampir kehilang anaknya di tangan makluk itu.... Vampire itulah nama Makluk penghisap darah yang ada dihadapanya.


Kejadian-kejadian mengerikan yang perna menimpahnya kini muncul kepermukaan ingatanya seperti diputar kembali secara paksa.


AAAAAAA MAKANNNNNN....


Laparrrrr....


Lapar.....


Vampire itu kembali menyerang dengan sigap Reven menghalanginya mengigit kembali pada lengan pria itu yang belum terluka.


Bressss


Bruk


Crarrrrr


Wussssss


Sebuat tangan terlihat menembus tubuh pria itu yang sedang di gigit eleh Reven dan segera setelanya Vampire itu di lempar ke samping dan dalam sekejap tubuh Vampir itu hancur menjadi debu.


"Berani sekali kau mencoba menyentuh milikku"


Disana terlihat sosok pria tinggi yang sangat dikenal oleh Nisa pria itu yang menghabisi Vampire yang menyerangnya dipipi dan tanganya terdapat noda darah yang berasal dari Black Vampire yang baru saja dia habisi.


"Claudi" ujar Nisa lemah sebelum terjatuh pingsan.


"Nisa" dalam sekejap Claudi berhasil menahan tubuh Nisa sebelum benar-benar jatuh tersungkur ketanah.


Ryuu kini terlihat sudah tenang tak lagi menangis seperti sebelumnya digendongan Mamanya yang sedang pingsan di pelukan Papanya.


"Syukurlah tak terjadi apapun pada kalian berdua" ujar Claudi memeluk erat orang-orang paling berharga dihidupnya yang dimilikkinya itu.


Disisi lain Reven kini berubah bagaikan asap yang terbang dan menyatu pada sesuatu yang tergantung di leher Nisa.


Reven adalah jelmaan yang terbuat dari sebagian kecil kekuatan Claudi yang diletakan pada sebuah Cincin dan diberikan pada Nisa agar selalu bisa menjaga Istri dan anaknya.


Cinci itu adalah Cincin pernikahannya bersama Nisa yang di siapkan oleh Claudi sendiri untuk berjaga-jaga bila ada kejadian seperti hari ini.


Claudi tak mau Nisa mengalami kejadian yang buruk lagi seperti sebelum-sebelumnya karna dia yang datang terlambat.

__ADS_1


"Kita pulang" ujar Claudi membawa istri dan anaknya secarah bersamaan dan dalam sekejap mata mereka menghilang dari lokasi itu berteleportasi.


Tbc


__ADS_2