
"Memang kenapa jika mereka hidup seperti itu yang penting adalah uang yang mereka miliki kamu mengertikan sayang?" Ujar Bella.
"......."
.
.
.
.
.
.
.
.
Dua hari berlalu sejak makan malam bersama dirumah Albert sejak itu juga Bella sering menghubungi Nisa menanyakan keadaan Nisa dan keluarganya.
Dan hari ini mereka datang berkunjung kerumah Nisa dengan alasan ingin bertemu Ryuu.
Tapi berbedah dengan apa yang mereka katakan sebagai alasan berkunjung mereka kini Nisa hanya bisa menahan kekesalanya karna ulah Ayah dan Ibu tirinya itu.
Nisa tak mengerti bagaimana bisa mereka melakukam hal itu dengan wajah tak tahu malu seperti itu apalagi Ayahnya padahal dulu Ayahnya bukanlah pria yang seperti saat ini, dia tak tahu siapa yang membuat Ayahnya yang sangat baik dulu kini berubah menjadi pria yang begitu menjijikan.
"Apa yang kalian katakan barusan?" Tanya Nisa lagi untuk memastikan jika apa yang didengarnya adalah kesalahan.
"Nisa kamu tahukan kehidupan kami bagaimana? Ayahmu ini ingin memngembangkan usahanya karna itu kamu pasti maukan memabantu Ayahmu ini... katakan pada Suamimu untuk membantu Ayah dengan modal" ujar Albert mengulang kembali.
"Iya Nisa apa kamu tak mau jika melihat usaha Ayahmu berkembang Suamimu adalah CEO pasti dia bisa memberikan sedikit modal untuk ayahmu mengembangkan usahanya... jika kamu yang berbicara dan memintanya kami yakin jika suamimu itu pasti tak akan menolaknya" Bella ikut menyakinkan dengan nada lemah lembutnya.
"Jadi ini yang sebenarnya kalian ingin katakan saat mengatakan ingin datang kerumahku?" Ujar Nisa mencoba menahan emosinya.
"Ya... ini salah satunya" jawab Bella masih tak menyadari keadaan.
"Pergilah" ujar Nisa kalem.
"Apa maksudmu?" Tanya Bella tak mengerti.
__ADS_1
"Pergilah....PERGILAH DARI RUMAHKU..... kalian tak diterima lagi memasuki rumahku" ujar Nisa mengusir pasangan yang merupakan orang tuanya itu.
Hatinya begitu sakit saat melihat Ayahnya yang saat ini begitu terlalu jauh mengecewakanya dia tak menyangka Ayahnya menjadi pria yang begitu egois yang hanya memikirkan keuntungan dirinya sediri tanpa mimikirkan perasaan orang lain bahkan dirinya putrinya sediri sekalipun.
"APA-APAAN INI KAU MENGUSIR KAMI" triak Albert tak terimah atas pengusiran Nisa.
"Ya... aku mengusir kalian jangan perna lagi kalian datang kerumahku" geram Nisa benar-benar kesal.
"Nisa tung... tunggu dulu" Bella mencoba menenangkan situasi.
"Cukup aku sudah mengerti semua yang kalian bicarakan dan inginkan... kalian mengatakan ingin datang untuk menemui Ryuu tapi itu hanyalah sebuah alasan saja... sejak kalian datang apa kalian perna menanyakan keberadaan Ryuu yang merupakan alasan kedatang kalian.... tidak buka? Tujuan kalian hanya ingin memenuhi keegoisan kalian saja juga keserakahan kalian.... aku tak percaya Ayahku yang dulu selalu kuhormati lebih dari apapun kini menjadi pria seraka yang mengharapkan mendapatkan apapun yang dia inginkan hanya dengan cara muda seperti memeras Putrinya sendiri.... aku benar-benar tak bisa berkata apapun selain kecewa" ujar Nisa begitu kecewa dan kesal.
"APA KATAMU BAGAIMANA BISA KAMU MENGATAKAN HAL ITU PADA KAMI ORANG TUAMU.... KAU BENAR-BENAR ANAK YANG TAK TAHU TERIMAKASIH HANYA KARNA KAMU BISA MENIKAH DENGAN PRIA KAYA KAMU MENGHINA KAMI....DAN MENOLAK PERMINTAAN KECIL KAMI YANG BAHKAN SUAMIMU SAJA PASTI TAK AKAN KEBERATAN JIKA MENDENGAR PERMINTAAN KECIL KAMI ITU.... KAMU BAHKAN MENGATAKAN JIKA AYAMU INI ORANG SERAKA KETERLALUAN SEKALI" tria Albert begitu emosi.
"IYA KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN AKU TAK PERCAYA KAU AKAN MENOLAK DAN MENGHINA KAMI SEPERTI ITU" kali Ini Bella menambahkan.
"Pergi..... aku bilang PERGI..... atau kalian mau aku berteriak agar orang-orang datang untuk mengusir kalian" ancam Nisa.
"Ck, sebaiknya kita pergi saja sayang wanita ini sudah tak pantas menjadi putrimu lagi setelah menghina kita hari ini" kata Bella begitu melukai hati Nisa.
Albert menuruti apa yang dikatakan oleh istrinya dan segera beranjak untuk pergi dari rumah Nisa.
"Astaga" kaget Bella saat melihat Srigala hitam besar datang menghampiri menatap meraka begitu tajam pada mereka.
Karna mendengar Triakan Nisa serigala jelmaan itupun turun terlihat seperti memastikan sesuatu karna biar bagaimanapun tugasnya keberadaanya memang untuk menjaga Nisa dan Ryuu.
Merekapun dengan tergesa-gesa segera pergi meninggalkan rumah Nisa setelah melihat Reven mungkin karna mereka ketakutan dengan keberadaan Serigala hitam itu.
Tes
Tes
Tes
Hiks... hiks....
Suara tangisanpun terdengar setelah kepergisn Albert dan Bella tangisan itu berasal dari Nisa.
Nisa menangis sambil memeluk leher Reven yang duduk tenang tepat dihadapanya.
Wanita pirang itu saat ini sedang mengeluarkan semua perasaan kesal, kecewa, sedih atas ulah Ayahnya yang telah ditahanya sedari tadi.
__ADS_1
Disisi lain Claudi yang berada dikantornya dan sedang memeriksa beberapa dokumen yang diberikan sekertarisnya tiba-tiba terhenti.
Dia mendengarkan suara istrinya dia juga melihat dua orang yang dia kenali sebagai orang tua istrinya mengisi kepalanya tiba-tiba.
Tak lama dia mendengar istrinya menangis setelah kepergian pasangan yang menjadi orang tua Istrinya.
"Nisa" gumamnya.
Dan dalam sekejap pria itu sudah menghilang dari kantornya tanpa seorangpun mengetahuinya meninggalkan berkas-berkasnya yang harusnya ia periksa.
Dan dalam waktu singkat pria tampan itupun telah sampai di rumahnnya.
Claudi membuka pintu yang tak terkunci dan berjalan dengan tenang memasuki rumahnya.
"Nisa" panggilnya.
Disana dirinya masih melihat Istrinya sedang memeluk serigala jelmaan dari sebagian kekuatannya itu.
Nisa yang mendengar namanya dipanggil seseorang yang sangat dikenalnya segera melepaskan pekukanya dari Reven.
"Claudi" gumamnya terkejut dengan keberadaan suaminnya yang berada di hadapannya saat ini.
"Hn. Ini aku. Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Claudi.
Nisa tak mengatakan apapun wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan segera menerjang memeluk sang suami.
Claudi yang mendapatkan serangan itu dari istrinya hanya menanggapi dengan pelukan balik yang begitu hangat dan protektif yang biasa ia lakukan.
Itu semua dia lakukan untuk menenangkan hati Nisa yang saat ini terlihat sedang kalut dan sedih dengan apa yang baru saja terjadi meski dia tak tahu sebenarnya apa yang terjadi karna Reven baru mendatangi Nisa saat semua telah berakhir.
"Tak apa aku ada disini semua akan baik-baik saja" ujarnya mencoba menenangkan istrinya yang berada dipelukanya.
'Sebenarnya apa yang terjadi apa Nisa baru saja bertengkar dengan orang tuannya?' Pikir Claudi penuh tanda tanya.
"Kenapa kamu ada disini?" Tanya Nisa setelah tenang.
"Hn, aku pulang karna merasa ada sesuatu yang terjadi padamu" jelas Claudi
"Bagaimana kamu tahu!? Ah... Reven kah..." ujar Nisa dan melihat kearah Reven yang menatapnya dengan tenang.
"Hn, begitulah"
__ADS_1
Nisa tersenyum mendengar jawaban Claudi meski dirinya sudah mengetahui diri Claudi yang sebenarnya terkadang dia masih saja merasa terkejut dengan semua kemampuan apa yang bisa Claudi lakukan yang tak bisa dilakukan orang biasa seperti dirinya maupun orang lain itu.
Tbc