Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 24


__ADS_3

"Itu aku tinggal disana" Caudius menunjuk kearah rumah utama.


"Kau tinggal disana?"


"Ya"


"Oh... baiklah kalau begitu syukurlah aku tak perlu lagi berkeliling mencari jalan pulangmu"


"Hm... terimakasih"


Claudius segera berlari cepat menujuh kerumah utama.


"Dia tinggal di rumah utama apa dia pekerja baru di rumah utama? Tapi dia tak terlihat seperti seorang pekerja pakaian yang dipakainya terlihat berkualitas dan itu pasti harganya mahal tak mungki pekerja baru memakai pakaian seperti itu atau jangan-jangan dia anak dari tuan rumah ini oh... astaga jika itu benar bagaimana bisa aku bersikap dengan tak sopan pada anak itu... bagaimana ini.... bagaimana jika aku diusir dari sini karna berlaku tidak sopan pada anak bangsawan keluarga ini..... astaga bodoh sekali kau Gill" monolog Gill panik bahkan diakhir bocah 10 tahunan itu terlihat menarik rambutnya kasar merasa bodoh akan tindakannya.


"Gill apa yang sedang kau lakukan disini? Apa hukuman yang kuberikan sudah selesai kau lakukan?"


"Oh.... Astaga tuan Owen anda mengagetkanku dan aku sudah menyelesaikan tugas yang anda berikan"


"Begitu! kalau gitu ayo pergi untuk apa kau masih berdiri disana"


"Ah.. iya"


Setelah hari itu Gill sering bertemu dengan Claudius bahkan mereka sering menghabiskan waktu bersama itu karna Gill tak mendapatkan masalah apapun setelah pertemuan awal mereka jadi Gill menganggap jika Claudius bukan anak dari pemilik rumah atau semacamnya.


Gill baru mengetahui jika Claudius adalah putra tunggal Keluarga Night setelah berteman dangan Claudius selama beberapa bulan meski begitu hubungan mereka tak berubah sedikitpun hingga mereka berajak dewasa.


"Kau ada disini" ujar Gill disebuah bukit kecil yang masihlah menjadi wilayah keluarga Night.


"Hm" gumam Claudius menanggapi apa yang dikatakan Gill sambil duduk nyaman di bawah pohon rindang dengan buku ditangannya.


"Melarikan diri dari pelajaran lagi?"


"Hm?" Claudius melihat kearah Gill merasa aneh sejak kapan Gill tahu alasannya berada di tempat itu.


"Kau kenapa kau tak mengatakannya padaku"


"Soal apa?"


"Soal kau yang merupakan tuan muda keluarga ini"


"Apa itu penting bagimu sekarang?"


"Tentu saja.... um... maksudku bukan begitu jika begitu harusnya aku selama ini bersikap lebih sopan padamu karna kau adalah tuanku"


Ha..ha.ha..


Tuic


Muncul urat biru dikening Gill mendengar tawa dari Claudius yang tiba-tiba.


"Apa? Kenapa kau tertawa seperti itu? Sejak kapan kau bisa tertawa seperti itu?" Kesal Gill.

__ADS_1


"Aku tertawa karna kau mengatakan hal yang lucu bagiku" jawab Claudius Setelah berhenti tertawa meski begitu bibirnya masih menujukan senyum kecil.


"Memang apanya yang salah dengan apa yang kukatakan"


"Kau bilang kau harusnya berkata sopan padaku karna aku adalah tuan muda rumah ini tapi sekarang lihatlah dirimu kau bahkan sudah tahukan sekarang siapa aku tapi kau masih saja bersikap seperti biasanya"


"Memang benar..... kenapa aku bodoh sekali harusnya aku tak melakukan ini"


"Sudahlah jangan memaksakan dirimu kau tak perlu melakukan itu aku juga tak mengharapkan hal itu darimu lagi pula aku bukanlah orang yang memperkerjakanmu saat ini"


"Eh... tapi..tetap saja suatu saat nanti kau akan jadi penerus keluargamu dan aku juga akan jadi kesatriamu yang artinya kau akan jadi tuanku"


"Hm... itu memang benar" Claudius mengatakan itu sambil melihat awan putih yang terbang di bawa angin di atas sana dengan latar belakang langit biru.


"Tapi aku lebih suka hubungan ini seperti saat ini untuk selamanya meski waktu telah berlalu nantinya kau akan selalu menjadi temanku" lanjut Claudius.


Gill hanya terdiam mendengarkan apa yang di katakan Claudius untuknya.


Saat usial 16 tahun Gill telah resmi diangkat sebagai kesatria keluarga Night dia menjadi kesatria yang tanggu dan diwaspadai karna kemampuanya yang ungul.


Beberapa bulan setelahnya Gill diminta menjadi kesatria pelindung khusus untuk Claudius dan harus selalu berada disamping Claudius untuk melindunginya seperti saat ini Claudius yang sedang berjalan-jalan di kota tentu dengan Gill yang selalu berada disamping Claudius tak perna lengah selalu waspada dimanapun untuk melindungi sang majikan itulah tugasnya apalagi Gill tahu jika Claudius sering sekali tersesat jika berjalan sendiri hal itu membuatnnya semakin siaga agar selalu bisa berada disisi sang tuan muda dan tak mau membuat sang tuan muda sekaligus sahabatnya itu tersesat di jalan.


Mereka berdua tak tahu apa yang akan terjadi kedepanya dalam hidup mereka setelah hari ini berlalu.


Sedang asik menikmati suasana kota yang terlihat ramai dengan orang-orang berlalu-lalang tiba-tiba ada kerumunan yang menarik perhatian Claudius.


"Ada apa kenapa ramai sekali disana?" Tanya Claudius menujuk pada kerumanan orang-orang yang tak jauh dari tempat mereka berada.


"Entahlah mungkin ada sesuatu yang terjadi Kau mau lihat?" Jawab Gill santai tak mengunakan kata formal.


"Baiklah ayo pergi aku juga penasaran kenapa orang-orang berkerumun disana" sambung Gill lagi.


"Oh..... astaga itu sungguh menakutkan" gumam orang-orang yang berkerumun itu.


"Kau benar akhir-akhir ini sering terjadi kasus yang sama bahkan ini kedua kalinya dalam seminggu"


"Sebenarnya siapa sih pelakunya kejam sekali melakukan hal ini"


"Pihak keamana belum bisa menyimpulkan pelakunya sepertinya kejahatan di lakukan secara acak karna para korban tak ada yang memiliki hubungan yang saling berkaitan satu sama lain hal itu mempersulit penyelidikan"


"Kalau begini aku jadi takut saat pergi keluar sendiri apalagi kelihatannya semia para korban adalah orang-orang yang biasa yang keluar saat malam hari"


"Iya apalagi semua korban jasatnya dalam keadaan yang mengenaskan dengan tubuh kering seperti kayu seperti itu bahkan setetespun darahnya tak ada ditubuh para korban"


"Maaf ada apa ya disini?" Tanya Gill pada orang-orang yang berkerumun itu.


"Oh... itu kembali ditemukan korban pembunuhan dengan keadaan tubuh mengering tanpa setetes darah yang akhir-akhir ini sering terjadi" jawab salah satu orang di antara mereka.


"Kasus pembunuhan?"


"Ya. pihak keamanan masih menelidikinya saat ini tapi masih belum ada kepastian siapa yang melakukannya"

__ADS_1


Tak lama setelah itu Gill dan Claudius melihat orang-orang dari pihak keamana itu membawa jasat itu dengan tandu.


Saat mereka memperhatikan itu mereka tak sengaja melihat sedikit keadaan jasat itu dari tangan jasat yang tak sengaja tergantung keluar dari tandu yang di angkat dua orang pihak keamanan.


"Ayo kembali" Claudius berbalik dan segera berjalan meningalkan kerumunan.


"Kembali? Kita tak jadi berkeliling?"


"Lain kali saja"


Setelah hari itu semakin banyak korban berjatuhan semua berita memberitakan kejadian itu pihak keamanan di buat kesulihat dengan kasus-kasus itu.


Rumor mulai menyebar jika pembunuh sebenarnya adalah monster penghisap darah yang selama ini dipercaya dan ditakuti oleh masyarat.


Apa lagi para penyihir dari menara sihir juga mengkonfirmasi jika kematian korban selalu meninggalkan kegajilan dengan tubuh kering tak memiliki setetespun darah ditubuh mereka para penyihir juga merasakan adanya sedikit kekuatan sihir yang masih menempel di tubuh para korban.


Desas- desus menjadi semakin liar membuat masyarakat semakin resa dan ketakutan hingga suatu kejadian tak segaja mengukapkan apa yang terjadi sebenarnya.


Hari itu ada seseorang yang melihat orang lain sedang menyerang seorang pria dan setelah itu orang tersebut menghisap darah pria yang tak sadarkan diri itu.


Orang yang tak sengaja melihat kejadian itu dengan ketakutan berlari kepihak keamanan dengan wajah pucatnya bercerita apa yang dilihatnya dengan suara bergetarnya.


Begitu kabar itu tersebar membuat para kesatria diperintahkan untuk menangkap pelakunya dan setelahnya mereka mengetahui juga jika meraka ada banyak bukan hanya satu orang saja.


Para kestria terkuatpun dikumpulkan untuk membasmi para moster itu tapi hasilnya sama sekali tak bisa mereka tebak.


Korban bukanya berkurang justru semakin banyak apapun usaha mereka tak menghasilkan apapun.


Di tengah kekacauan itu juga entah bagaimana kedua orang tua Claudius terlibat dalam suatu kecelakaan kereta kuda dan merenggut nyawa keduanya tak ada yang tahu pasti bagaimana kejadian itu bisa terjadi.


Ada angapan jika mereka di serang para monster itu saat mereka dalam perjalanan tapi itu bukanlah yang terjadi sebenarnya.


Dan setelah kejadian itu Claudius bersama para kesatria pengikutnya membuat sebuah kelompok pemburuh monster itu dengan dibantu oleh para penyihir dari menara sihir dan juga para pendeta dari kuil suci.


Mereka membuat sejata yang bisa digunakan untuk melawan dan menghancurkan monster gila darah yang mereka sebut Black Vampire.


Sejak saat itu keberadaan para Black vampire bisa ditekan dan hingga membuat keadaan menjadi sedikit lebih baik.


Meski tak bisa membasmi semuanya tapi karna mereka memiliki senjata untuk melawan Black Vampire membuat mereka tak takut lagi.


Disaat keadaan yang mulai membaik itu juga Claudius memutuskan bertunangan dengan seorang putri bangsawan yang sama seperti dirinya.


"Kau akan bertunanga?"


"Ya"


"Apa kamu mencintainya kenapa tiba-tiba kau memutuskan untuk bertunangan" ujar Gill mempertanyakan keputusan Claudius.


"Cinta!? Apa itu? Apa aku harus memilikinya terlebih dulu sebelum bertunangan dengan seseorang?"


"Tentu saja kau tak mungkin bisa hidup bersama dengan orang yang tak perna kau cintai bukan" kata Gill merasa bodoh dengan apa yang ditayakan temannya itu.

__ADS_1


"......."


Tbc


__ADS_2