Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 80


__ADS_3

Rumah Claudi


"Mau kemana sebenarnya kita? Kamu tak pergi bekerja?" Tanya Nisa.


"Ada yang ingin kutunjukan padamu"


"Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?"


"Tenang saja aku akan menyelesaikanya nanti"


"......."


"Ayo"


Mereka berdua segera menaiki mobil dan melaju kedaerah pertokoan dipusat kota.


Mereka berkendara sampai di pusat kota dan berhenti disebuah bangunan berlantai dua meski begitu bangunan itu cukup luas dan besar bahkan lebih besar dari rumah mereka.


"Hm. ada apa ini?"


"Hn. Ayo turun" ajak Claudi.


Nisa mengikuti apa yang dikatakan oleh Claudi setelah turun dari mobil merekapun segera memasuki bangunan yang ternyata sebuah resto.


"Selamat datang" sambut para pelayan yang berjajar rapi didalam resto.


Bukan hanya pelanyan para Koki dan pekerja lain didapurpun ada disana berdiri bersama para pelayan yang lainya.


"Hm... ada apa?" Tanya Nisa penuh tanda tanya melihat apa yang ada di hadapanya resto nampak sepi tak ada seorangpun pengujung lalu pegawai resto yang menyambut kedatang mereka dengan begitu sopan.


"Selamat datang" ujar Seorang pria pirang kembali menyapa setelah para pekerja resto.


"Dr. Haiden"


"Ya. Ini saya sudah lama tak bertemu Nyonya Nisa apa kabar anda?" Ujar Haiden sambil berjalan menghampiri Nisa, Claudi dan Ryuu.


"Kabar saya baik" jawab Nisa sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu... Ryuu juga sudah tumbuh dengan baik kelihatanya" kata Haiden lagi kali ini sambil mengenggam tangan mungil Ryuu yang berada di gendongan Nisa.


"Iya Ryuu tumbuh dengan sangat baik berkat anda juga Dokter terimakasih"


"Kalau soal perawatan ada saat hamil itu memang kewajiban saya sebagai seorang Dokter jadi anda tak perlu berterimakasih"


"Anda masih saja sangat baik Dokter"


"Ah... sudahlah jangan bahas lagi soal saya anda pasti penasaran kenapa Master membawa anda kesini bukan?"


"Hm...


Nisa memang penasaran apalagi dengan keberadaan para pekerja resto yang masih saja berdiri ditempat tak berajak satu inci pun.


"Baiklah aku akan memulai memperkenalkan kalian semua pekenalkan dia adalah Nyonya Nisa pemilik resto ini mulai hari ini kalian harus memperlakulan dia dengan sebaik mungkin apa kalian mengerti" ujar Haiden memperkenalkan Nisa pada semua pekerja.


"Heh.... tunggu .... tunggu Dokter apa maksud anda pemilik?" Tanya Nisa karna masih tak mengerti maksud dari apa yang dikatakan oleh Haiden di hadapan semua orang itu.


"Bukankah kamu mengatakan selalu merasa bosan dirumah karna tak memiliki pekerjaan lain" kata Claudi.


Nisa berbalik menghadap Claudi yang berbicara tak lagi meminta penjelasan pada Haiden.

__ADS_1


"Lalu apa hubungannya itu dengan ini?" Tanya Nisa lagi.


"Aku membeli tempat ini untukmu kamu bisa mengelolanya agar kamu tak merasa bosan" jelas Claudi lagi.


"Heeeee.......


"Benar mulai sekarang anda adalah pemilik tempat ini" ujar Haiden menambahkan dengan senyuman menawanya.


"Ngomong-ngomong apa jawaban kalian" tanya Haiden lagi kini dia bekata pada para pegawai kembali.


"Baik selamat datang Bos mohon bimbinganya" jawab para pekerja bersamaan ditujukan untuk Nisa.


"Eh... Bos? Kalian tak perlu memanggiku begitu" ujar Nisa gelagapan merasa malu dengan pangilan yang diberikan para pekerja resto untuk dirinya.


Pfft


Haiden terlihat menahan tawanya saat melihat tingka Nisa yang gelagapan karna malu.


"Dokter" protes Nisa yang tak segeja memergoki Haiden yang sedang menahan tawanya.


"Ah... maaf... maaf" ujar Haiden sambil tersenyum.


"Haiden hentikan jangan main-main lagi" ujar Claudi agar Haiden tak lagi mempermainkan istrinya.


"Saya mengerti Master" jawab Haiden Sopan ia marasa tak enak karna mendapat teguran dari sang Master.


"Baiklah sekarang kita akan kembali kepembicaraan awal" kata Haiden lagi.


"Hm"


"......"


Seorang wanita cantik memiliki surai kecoklatan yang indah usianya terlihat lebih tua dari Nisa beberapa tahun sepertinya datang menghadap panggilan Haiden.


"Perkenalkan dirimu" perinta Haiden lagi pada wanita itu.


"Baik" jawab Wanita itu dan setelahnya dia mulai memperkenalkan dirinya.


"Nama saya Erin penanggung jawab di resto ini" ujar Wanita itu penuh kesopanan.


"Seperti yang dia katakan dia adalah maneger resto ini jadi anda akan bekerja dengannya Nyonya Nisa jika ada sesuatu yang ingin anda tanyakan soal resto anda bisa menanyakan padanya" tambah Haiden lagi.


"Ah... iya mohon kerja samanya Ms. Erin"


"Sama-sama Nyonya" jawab Erin.


Setelahnya acara sesi perkenalan semua karyawan restopunmulain dari perkenalan para Koki resto hingga para pelayan mereka lakukan satu persatu.


Selesai perkenalan Nisa berkeliling resto untuk melihat keadaan resto bagaimana kondisi dan lain sebagainya.


Terakhir dia mendatangi kantor yang akan dirinya pakai nantinya saat sudah bekerja sebagai Bos resto itu.


"Bagaimana apa kamu suka" tanya Claudi saat ini mereka sedang berada dikantor ruangan terakhir yang mereka kunjungin saat berkeliling melihat semua bangunan resto.


"Claudi apa menurudmu ini tak terlalu berlebihan" tanya Nisa ia masih tak percaya jika Claudi membelikan sebuah resto untuk ia kelolah sendiri.


"Apa masalahnya aku tahu kamu dulu perna bekerja diresto kecil dan kamu bahagia melakukan hal itu karna itulah aku memberikan ini untukmu" jelas Claudi.


"Claudi terimah kasih" kata Nisa haru Claudi begitu perhatian ia selalu merasa benar-benar beruntung bisa bersama dengan pria tampan itu.

__ADS_1


"Untuk apa berterimakasi aku akan memberikan apapun yang kamu mau jka kamu memintanya padaku bahkan nyawaku sendiri" kata Claudi dengan seyuman tulus dibibirnya.


"Apa yang kamu katakan jangan bicara sebarangan bagaimana bisa kamu mengataka ingin menyerakan nyawamu jika aku memintannya" protes Nisa.


"Aku mengatakannya dengan bersunggu-sunggu untuk membuktikan perasaanku padamu"


"Tanpa kamu mengatakan gal itu sekalipun aku tahu kamu sangat tulus padaku Claudi aku sunggu sudah berterimakasi dengan semua apa yang kamu berikan padaku mulai dari perhatian hingga cintamu untukku aku benar-benar bersyukur atas semua itu"


"Begitu syukurlah kalau kau merasa bahagia"


.


.


.


.


.


.


.


Tap


Tap


Tap


Langka ditapakinya dengan cepat agar dirinya sampai dengan cepat untuk melaporkan apa yang didapatnya hari ini.


Sampai di rumah mewah pria itu segera mamasuki rumah itu dan disana sudah berkumpul orang-orang yang bisa dikatakan teman sekelompoknya juga sang Masterpun ada disana.


"Kau sudah datang" sambut Haiden.


"Ya" jawab Nao pria yang baru saja tiba itu.


"Kenapa kau meminta kami berkumpul" tanya Cain.


"Ada yang ingin saya beritahukan pada kalian"


"Katakan" perinta Haidan.


"Ada pureblood baru dia masih sangat muda tapi sepertinya mereka memanfaatkan pureblood itu sepertinya mereka menyembuyikanya selama ini" kata Nao memyampaikan informsi yang dia dapat.


"Aku juga mendapatkan foto Pureblood itu" Nao menyerakan selembar foto yang disana terdapat foto seorang gadis muda kisaran berumur 15 tahunan jika disamakan dengan umur manusia.


"Mereka mengatakan jika dia adalah reikarnasi Nona Yunifer karna itu mereka mengikutinya"


"Master bagaimana?" Tanya Haiden.


Claudi memperhatikan foto yang berada dimeja untuk sesaat foto seorang gadis bersurai pink pendek bermata hijau dan sedang terseyum bahagian kearah lensa foto.


"Sekarang kita masih tak tahu apa yang mereka rencanakan awasi saja dan tetap waspada" ujar Claudi.


"Baik Master"


Tbc

__ADS_1


__ADS_2