Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 16


__ADS_3

Hari cerah terlihat Nisa tengah sibuk memilih bajunya dan akhirnya ia memilih untuk memakai gaun bumil berwarna Putih.


Hari ini rencananya dia ingin pergi ke resto bu sella dia memang udah memiliki niatan untuk mengujungi wanita pemilik resto yang dulu begitu baiknya mau menerimanya saat dia dalam keadaan begitu terpuruk.


Dengan langka ringan Nisa berjalan melewati ruang tamu saat hampir mencapai pintu keluar ada seseorang yang menegurnya.


"Mau kemana?" Ujar suara itu kalem Nisa membalik tubuhnya untuk melihat siapa yang mengajaknya bicara disana dibelakangnya Claudius berdiri selaku orang yang menegur Nisa.


"Ah.. aku mau ke resto Bu Sella" jawab Nisa kikuk takut tak diperbolehkan.


"Apa Haiden mengijinkamu?" Tanya Claudius lagi bukanya apa dia hanya mengkhawatir wanita hamil itu saja bagaimana jika terjadi sesuatu padanya dia pasti tak akan bisa melakukan apapun jika benar-benar terjadi sesuatu yang menimpa Nisa.


"Em.. itu aku tak meminta ijin pada Dokter karna kalau minta ijin pasti Dokter akan melarangku" jawab Nisa masih dengan takut-takut.


"Kalau kau tahu begitu jangan pergi"


"Tapi aku ingin pergi kesana lagi pula keadaanku sudah sangat baik saat ini jadi jangan khawatir aku akan pulang sebelum Dokter Haiden pulang nanti jadi Claudi tolong rahasiakan ini ya"


"......."


"Claudi aku mohon aku ingin menemui Bu Sella saat itu aku belum sempat berpamitan dengannya secara baik dan tiba-tiba saja aku tak kembali aku tahu Dokter Haiden sudah memberitahu keadaanku padanya tapi jika bukan aku sendiri yang mengatakannya rasanya ada yang menganjal di hatiku dan juga aku pasti akan selalu merasa bersalah padanya karna pergi begitu saja tanpa sempat mengatakan apapun jadi kumohon biarkan aku pergi ya" mohon Nisa penuh harap agar diperbolehkan pergi.


"Aku akan ikut denganmu" ujar Claudius dan berjalan mendekati Nisa.


"Eh..."


"Kenapa kamu keberatan aku ikut denganmu?"


"Ah.. tidak ... tidak masalah sama sekali kok"


"Hm"


"Baiklah kalau begitu ayo pergi" ajak  Nisa.


Merekapun pergi bersama ke resto Sella yang berada di desa yang berada dipinggiran kota.


Beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di resto yang sebelumnya perna menjadi tempat kerja Nisa untuk sementara.


Nisa segera melangkahkan kakinya untuk segera memasuki resto di ikuti Claudius dibelakangnya tentu saja.


Tring tring


"Selamat datang" sambut seseorang yang berada di resto saat bunyi bel tanda ada pelanggan yang datang.

__ADS_1


"Bu Sella" panggil Nisa.


"Nisa.... kenapa kau datang kesini" ujar Sella merasa terkejut dengan kedatangan Nisa.


"Aku merindukan masakan Bu Sella" jawab Nisa dengan senyum tipisnya.


Sella segera berjalan menghampiri Nisa yang masih berdiri tak jauh dari pintu masuk.


Wanita paruhbaya itu dengan cermat memperhatikan keadaan Nisa yang kini terlihat jauh lebih baik dari terakhir kali saat dia melihatnya.


"Kamu terlihat lebih baik sekarang" ujarnya sambil memberikan pelukan ringan pada Nisa.


"Itu karna Dokter Haiden merawatku dengan baik" ujar Nisa.


Sella melepaskan pelukanya ingin mempersilakan agar Nisa duduk tapi sebelum itu matanya melihat kearah seorang pemuda tampan yang baru di lihatnya berdiri tepat disamping Nisa.


"Hmm...  siapa pria ini? Apa mungkin dia calon suamimu itu?" Ujar Sella masih memperhatikan Claudius dengan teliti.


"Eh...." tanggap Nisa dengan wajah memerahnya.


"Oh jadi benar ya" kata Sella lagi saat melihat wajah memerah Nisa.


"Kalau begitu ayo duduk" lanjut Sella pada Nisa dan Claudius.


Mereka bersama-sama mencari tempat duduk dan mereka menempati tempat dimana ada tiga kursi kayu dengan satu meja.


Masing-masing dari mereka menempati kursi mereka satu persatu.


"Jadi namamu siapa anak muda kalau boleh wanita tua ini bertanya?" ujar Sella kembali memulai setelah mereka duduk.


"Claudius Ruthven The Night" jawab Claudius kalem seperti biasanya.


"Oh.. salam kenal Claudi apa aku boleh memangilmu begitu? Aku Bu Sella kau bisa memanggilku begitu" ujar Sella memperkenalkan dirinya.


"Ya"


"Wah sepertinya kamu tipe orang yang tak banyak bicara ya?"


"......"


"Ya sudahlah karna kamu akan jadi suami Nisa kedepannya aku titipkan dia padamu ya.. jaga dia baik-baik meski dia sedikit ceroboh tapi dia adalah anak yang baik"


"Eh.. Bu Sella kenapa anda dari tadi bicara begitu hubungaku dan Claudi itu bukan seperti itu" protes Nisa dengan wajah kembali memerah mendengar apa yang di ucapkan Sella pada Claudius untuk dirinya.

__ADS_1


"Oh.... ya tapi yang kulihat itu berbeda dengan apa yang kau katakan tuh" ujar Sella main-main.


"Bu Sella berhenti mengodaku" kesal Nisa dan tentu masih dengan rona merah yang tak bisa dia kendalikan di pipinya semakin merah hingga ketelinga.


"Baik akan kulakukan" ujar Claudius menjawab apa yang di katakan Sella padanya.


"Eh... Claudi kenapa kau mengatakan hal seperti itu juga" Nisa memandang Claudius tak percaya jika pria itu akan menanggapi dengan serius apa yang dikatakan Bu Sellah.


"Hm, karna itu tugasku sebagai suamimu" jawab Claudius ringan.


"Ehh....." wajah Nisa kina benar-benar merah sepenuhnya menanggapi apa yang dikatakan Claudius wanita hamil itu segera menundukan kepalanya menyembuyikan wajah memerahnya karna malu.


"Ha..ha.. Bagus Claudius dan untuk Nisa sudahlah kau tak perlu malu karna aku sudah bisa menebaknya sedari awal kalian datang bersama  jika akan jadi seperti ini, kamu juga harus mempercayai perasaanmu sediri dan jangan membohongi dirimu lagi dan lagi" ujar Sella senang.


Tak berapa lama seorang pekerja datang membawaka pesanan yang diminta oleh Sella sebelumnya untuk Nisa dan Claudius.


"Apa itu pegawai baru yang mengantikan aku" tanya Nisa setelah pekerja itu pergi.


"Ya. Aku kualahan tanpamu jadi mau tak mau aku harus mengambil pegawai baru" jelas Sella.


"Maaf sudah menyusakan Bu Sella karna berhenti tanpa pamit terlebih dahulu" ujar Nisa dengan mimik wajah penuh penyesalan.


"Ha..ha.. kau tak perlu meminta maaf tak mungkin aku melarangmu untuk berhenti bekerja jika kedaanmu saja begitu buruk aku sudah mendengar dari orang yang menjemputmu waktu itu jika kau harus banyak istirahat dan tak bisa bekerja lagi karna kehamilanmu bermasalah tentu aku sudah tahu pasti itu yang akan terjadi jika mengingat keadaanmu waktu itu, tapi melihatmu saat ini yang terlihat jauh lebih baik dari waktu itu aku merasa bersyukur untung saja orang itu benar-benar membawamu kerumah sakit untuk perawatanmu itulah yang kupikirkan, tapi tadi kau bilang jika tuan itu adalah seorang Dokter berarti mungkinkah orang itu yang merawatmu saat ini?" Ujar Sella panjang merasa bersyukur.


"Ya beliau adalah seorang Dokter dan saat ini Dokter Haidenlah yang merawatku dan kehamilanku saat ini" jelas Nisa.


"Syukurlah kalau begitu kau benar-benar bertemu dengan orang-orang yang baik Nisa"


"Iya"


"Ya sudahlah makanlah makanan kalian aku harus pergi mengurus pelanggan lain nanti kita bicara lagi" ujar Sella berdiri dari tempat duduknya.


"Ah... ya"


Setelahnya Sella segera meninggalkan pasangan itu untuk kembali mengurus restonya.


"Ayo cobahlah Claudi meski ini masakan sederhana dan tergolong masakan rumahan tapi masakan Bu Sella rasanya selalu enak" ujar Nisa memberitahukan pada Claudius apa yang dia tahu dan rasakan.


"Ya"


Merekapun menikmati makanan mereka dengan tenang dan beberapa percakapan ringan seperti memuji rasa makanannya lalu soal pekerjaan Nisa dulu saat bekerja diresto itu dan lain sebagainya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2