Couple Vampire Lord

Couple Vampire Lord
Chapter 66


__ADS_3

Pesta pernikahan


Pesta yang diadakan setelah beberapa bulan Nisa menjalani oprasi Caesarnya dan tentu saja setelah kesalah pahaman Nisa pada Claudi juga terselesaikan.


Pesta sederhana yang dilakukan di kediaman Haiden dengan tema putih di taman indah milik Haiden.


Taman itu di dekorasi sedemikian rupa hingga menjadi sangat indah cocok dengan tema pernikahan yang akan diselengarakan.


Pesta itu tak dihadiri banyak orang karna yang datang hanya keluarga Nisa yaitu Kent dan Gerry lalu kelompok pengikut Claudi  yaitu Haiden, Cein, Stefani, Raisa dan Rafael lalu ada juga pemimpin upacara pernikahan yang berasal dari tempat ibadah terdekat yang diundang langsung oleh Haiden untuk menjadi pemimpin dan pemberi berkat dalam pernikahan Claudi dan Nisa.


Dikamar Nisa yang menjadi ruang ganti dan tunggu pengantin terlihat Nisa sudah mengenakan gaun pengantinnya yang berwarna putih.


Gaun itu sederhana tapi elegan Raisa dan Stefani terlihat sibut merias Nisa agar bisa tampil sempurna di acara pernikahan itu karna wanita itu akan bersanding dengan Master mereka.


Diluar semua pelayan sibuk mempersiapkan acara dari mulai mennyajika makanan dan minuman meski yang datang di acara pernikaha itu tak banyak.


Kent, Gerry juga para pengikut Claudi seperti Cain, Rafael juga Haiden sudah menempati tempat Duduk yang sudah disiapkan untuk mereka.


Claudi terlihat berdiri dialtar pernikahan bersama seorang Imam menunggu kedatangan pengantin wanitanya.


Acarapun dimulai Nisa keluar didampingi oleh Stefani dan Raisa disisi kanan dan kirinya.


Melihat pengantinya keluar Claudi beranjak dari altar untuk menyambut  pengantinya untuk bersama-sama berjalan menujuh altar.


"Kau sangat cantik" puji Claudi memberikan lenganya pada Nisa.


"Terimakasih. kamu juga sangat menawan" balas Nisa dengan senyum manisnya sambil mengandeng tangan Claudi.


Nisa mengandeng tangan yang diberikan oleh Claudi mereka berjalan bersama-sama untuk mengucapkan janji suci pernikahan.


Terpat setelah sampai sang Imam pun memimpin jalannya pernikahan dengan hikmat Claudi dan Nisa mengucapkan janji pernikahan mereka dengan sangat baik dan lancar.


Semua orang yang hadir nampak senang dan bahagia, lega juga karna semua acara bisa berjalan dengan sangat baik bahkan para pelanyan yang bekerja dikediaman Haidenpun yang menyaksikan acara pernikahan itu terjadi terlihat begitu bahagia dan antusias setelah janji suci dengan lancar diucapkan.


Kini tinggal acara bertukar cincin dan dengan sigap Raisa membawakan kotak cincin berisi satu pasang cinci itu.


Pertama Claudi mengambi Cincinya dan dengan baik memasangkanya di jari manis Nisa setelahnya bergantian kini gilaran Nisa yang mengambil Cincin untuk Claudi tapi.....


KYYAAAAAAAAA

__ADS_1


Sebuah triakan menbuat acara itu terhenti tiba-tiba banyak pelayan berlari berhamburan entah menghindari apa.


"Ada apa?" Tanya Haiden dengan sigap pada salah seorang pelayan yang tadi juga berlari berhamburan memasuki taman dimana acara pernikahan dilaksanakan.


"Digerbang depan ada orang-orang aneh yang mau menerobos masuk Tuan para penjaga yang mencoba menghalangi mereka justru mendapatkan serangan dari mereka" jelas wanita pelayan itu ketakutan.


"Gerbang dep....


Sebelum selesai Haiden bebicara orang-orang itu sudah mulai berjalan memasuki taman dimana persta pernikahan dilaksanakan.


"Bawa kembali Nisa kekamarnya" perinta Claudi pada Raisa yang berada paling dekat dengan mereka.


"Baik Master" jawab Raisa patuh Raisa segera mengandeng tangan Nisa untuk membawa kekamarnya.


"Tapi Claudi... sebenarnya ada apa ini?" Ujar Nisa masih berat untuk berajak pergi dia tak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang.


Ada orang-orang tak dikenalnya tiba-tiba datang dan mencoba menghancurkan acara pernikahanya dia juga yang merasa panik dan khawatir aka apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak apa-apa kembalilah kekamarmu bersama Raisa nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu" ujar Claudi kalem agar tak membuat Nisa Khawatir.


"......."


"Ayo" ujar Raisa mengajak Nisa agar secepatnya meninggalkan lokasi taman.


Saat baru saja memasuki rumah Haiden ada seorang pelayan yang datang menghampiri mereka.


"Biar saya yang akan mengantar Nona Nisa kekamarnya sebenarnya apa yang terjadi?" Ujar pelayan itu menawarkan dirinya sambil bertanya apa yang terjadi pelayan itu sama sekali tak nampak mencurigakan.


Raisapun setuju saat pelayan itu menawarkan dirinya untuk membawa Nisa kekamarnya tanpa curiga apapun meskipun begitu Raisa tetap menemani Nisa hingga sampai kamar juga wanita itu mengikuti perinta sang Master dengan sangat baik.


Saat dikamar pelayan itu dengan sigap mengambilkan minuman untuk Nisa.


"Ini minumlah Nona agar anda merasa sedikit lebih tenang" pelayan itu menyeraka segelas air pada Nisa.


Nisa menerimanya dan segera meminumnya tanpa curiga.


"Aku harus pergi keluar untuk melihat keadaan kamu bisa tetap disini untuk menemani Nona Nisa kan?" Tanya Raisa sebelum keluar dari kamar Nisa.


"Tentu saja anda tak perlu khawatir" ujar pelayan itu terlihat yakin.

__ADS_1


Percaya akan perkataan pelayan itu Raisapun meninggalkan Kamar Nisa tanpa dia sadari jika Nisa sudah kehilangan kesadaran begitu dirinya keluar dari kamar Nisa.


Nisa terbangun disebuah ruangan yang begitu gelap dan udaranya terasa begitu pengap ia rasakan.


"Sudah bangun" suara seoran pria Nisa bisa melihatnya dengan samar pria yang berbicara itu sedang berdiri tak jauh dari tempatnya berada.


Dengan linglung Nisa mencoba untuk bangun kepalanya terasa sangat sakit saat ini tapi dia berusaha untuk menahanya.


"Kau ternyata wanita yang tanggu padahal jika Manusia biasa pasti mereka akan ketakutan jika dalam keadaan sepertimu.... apa kau seperti ini karna kau keturunan seorang Hunter?" Ujar pria itu mulai mendekati Nisa.


Pria itu berjongkok dihadapan Nisa merai dagu Nisa agar bisa melihat wajah Nisa dengan baik.


"Kau memang memiliki wajah yang lumayan cantik tapi tak secantik Nona Yunifer" pria itu mengarakan wajah Nisa kekiri dan kekanan untuk melihat dengan jelas dari sudut manapun.


"Kau juga memiliki aroma yang begitu mengiurkan tapi sayangnya aku tak tertarik denganmu" ujar pria itu membuat sayatan kecil di leher Nisa dengan kuku jarinya.


Nisa meringis merasakan perih yang ia rasakan dari luka sayat di lehernya tapi sayang dia tak bisa mengatakan apapun saat ini karna kedua pipinya sedang ditekan pria itu membuatnya tak bisa berbicara.


"Tapi kurasa akan ada yang sangat menyukai darahmu ini" ujar Pria itu lagi sambil memberi abah-abah pada dua orang lain yang merupakan bawahannya.


Dua pria yang mendapat perinta dari pria itu segera menarik kedua tangan Nisa agar bangun dan berdiri.


Begitu Nisa berdiri pria yang berada di hadapanya kini beralih berjalan kearah punggu Nisa dan menujukan pada Nisa sesuatu yang sejak tadi terhalang oleh tubuhnya.


Nisa memandang ngerih akan apa yang ada dihadapanya itu moster berbentu manusia mereka adalah Vampire gila yang sedang kelaparan.


"Kau melihatnya? Kau tahu mereka akan sangat menyukaimu seperti halnya Claudi karna mereka juga merupakan makluk yang sama seperti Claudi pria yang kau cintai itu yang sudah berani menolak Tuanku dan membunuhnya begitu saja" bisik Pria itu tepat ditelinganya.


Nisa tahu jika Claudi itu seorang Vampire Pureblood dia juga adalah keturunan Hunter dia sudah tahu setelah dirinya mendapat serangan dari Yunifer saat dirinya ingin berpisa dengan Claudi pria itu menjelaskan semuannya pada dirinya.


"A.. apa sebenarnya ... maumu..." tanya Nisa dengan bibir bergetar.


"Mauku!?"


"......"


"Mauku.... aku hanya ingin tahu bagaimana ekspresi Claudi jika melihatmu menjadi santapan mereka... ha..ha..ha... masukan dia kedalam sana" ujar pria itu sekaligus memberikan perinta pada kedua orang suruhanya.


"TIDAK HENTIKAN.... LEPASKAN AKU.... AKU MOHON ... HENTIKAN" tria Nisa memberontak untuk dilepadkan tapi sayang itu sama sekali tak berguna karna kedua orang pria yang memegang tanganya dengan kuat dan menyeretnya membawanya masuk kesebuah penjara yang berisi Black Vampire yang kelaparan.

__ADS_1


Setelanya semua begitu cepat terjadi dia tak ingat lagi apa yang terjadi disisa-sisa kesadaranya dia melihat Claudi yang berlari padanya dengan wajah yang tak perna ia lihat selama ini dari pria tampan itu dan setelahnya semua terasa gelap.


Tbc


__ADS_2