
Tok tok tok
Tak perlu menunggu lama pintu yang telah di ketuk itu terbuka dari dalam.
Clek
"Kamu sudah datang masuklah" sambut pemilik rumah.
"Aku harus menidurkan Ryuu dulu karna itu baru bisa datang"
"Kenapa? Aku bisa mengendong Ryuu"
"Kamu akan memasak bagaimana bisa kamu mengendong Ryuu"
"Hn"
"Tidurkan Ryuu dikamarku lagi"
"Maaf merepotkan"
"Apa yang kamu katakan justru aku yang sudah merepotkanmu bukan"
"Aku hanya membantumu belajar memsak itu bukan sesuatu yang besar tenang saja"
"Kalau begitu aku hanya menyediakan tempat tidur Ryuu juga bukan masalah besar jadi kamu tak perlu merasa tak enak"
Nisa tersenyum kecil mendengar apa yang dikatakan Claudi.
Wanita itu kembali menbaringan Ryuu di tempat tidur Claudi seperti sebelumnya dan setelanya segera meninggalkan kamar itu menujuh kedapur.
Didapur
Nisa melihat isi kulkas untuk memilih memasak apa hari ini.
"Mau makan daging saja?" Tanya Nisa sambil memeriksa isi kulkas.
"Baiklah"
"Baiklah kita mulai sekarang.... pakai epronmu" seperti yang dikatakan Nisa Claudi segera mengambil epronya dan memakainya begitupun dengan Nisa.
"Pertama cucu dulu dagingnya" Nisa membawa daging yang tadi diambil dari kulkas ke wastafel.
"Selesai di cuci bersikan dengan tisu hingga kering tak mengandung air lagi" lanjut Nisa mengambil tisu untuk mengelap dagingnya.
"Ini cobalah" Nisa memberikan satu potong daging pada Claudi agar di bersikan oleh Claudi.
Claudi mengikuti setiap apa yang di lakukan oleh Nisa.
"Setelah bersi kita kasih bumbu garam dan lada seperti ini" Nisa membumbui daging-daging itu dengan merata.
"Lalu diamkan sebentar saat waktu menunggu dagingnya kita bisa gunakan waktunya untuk membersikan sayuran pendampingnya kita juga harus menyiapkan karbonya kita ambil kentang juga untuk membuat mashed poteto" Nisa mengambil asparagus juga kentang.
"Kita rebus kentangnya sampai matang" mencuci kentang dan segera merebusnya.
Sambil menunggu kentang matang Nisa Mengambil pisau dan mulai memotong untuk membersikanya Asparagus-asparagus itu.
"Ambil pisau dan cobalah juga" periantah Nisa lagi pada Claudi dan diikuti tanpa protes seperti sebelumnya oleh Claudi.
Mereka membersikan semua hingga selesai semua.
"Sekarang kita akan masak steak dagingnya disamping itu kita harus tetap cek kentang kita apa sudah matang atau belum"
Nisa mulai memasak Steaknyaa sesekali dia juga mengecek kentangnnya.
__ADS_1
"Sepertinya kentangnya sudah matang apa kamu bisa mengangkat kentangnya?" Pinta Nisa.
"Setelah diangkat kamu dinginkan sebentar lalu nanti kita haluskan nanti"
"Hn"
Nisa terlihat masih sibuk memasak dagingnya.
"Sepertinya dagingnya sudah matang ini kelihatanya tingkat kematanganya medium rare kamu tak apakan?"
"Apa saja boleh"
"Begitu ya... ya. sudah kalau begitu"
"Setelah kita angkat dagingnya sisa dari masak daging kita gunakan untuk memasak sayurnya" Nisa memasukan asparagus pada Grill pan sisa dari pemasakan daging.
"Saat kita memasak Sayurnya kita juga bisa mengisi waktunya untuk mengupas kentangnya seperti ini kamu juga harus bisakan"
"Ah... iya"
"Kalau seperti ini kita seperti sedang berada di acara memasak di tv bukan" ujar Nisa tersenyum kecil sambil memasak asparagisnya dan sesekali juga membatu Claudi untuk mengupas kentang.
"Nah setelah dikupas semua sekarang tumbuk dikentang-kentangnya hingga halus seperti ini, aku buat saosnya kamu bisakan menghaluskanya"
"Ya"
Nisa segera membuat saus untuk dagingnya tentu dia membuatnya juga sambil memberikan penjelasan pada Claudi.
"Sudah selesai kentangnya apa seperti ini" tunjuk Claudi pada kentangnya.
"Iya. ini sudah cukup bagus kita masukan bumbu dikentang tumbuknya lalu aduk hingga merata"
"Hmm... begitu"
Nisa mengambil sendok untuk mencicipi sendok berisi sedikit saus buatanya itu dia arahkan pada Claudi agar dicicipi oleh Claudi.
Claudi menerimanya dengan senang hati suapan yang dilakukan Nisa itu.
"Bagaimana?"
"Enak"
"Benarkah?"
"Hn. Cobalah juga" Claudi merebut sendok yang berada ditangan nisa mengambil sedikit saus yang dibuat Nisa dan segera menyodorkan pada Nisa.
Nisa terkejut tapi dia tetap menerima suapan yang diberikan Claudi itu dengan wajah memerah.
"Bagaimana"
"Ah... i.. iya enak" jawab Nisa gugup karna perlakuan Claudi padanya.
"Sekarang kentangnya coba" kembali Claudi menyodorkan kentang pada Nisa mencoba menyuapinya seperti sebelumnya.
Nisa kembali menerima suapan itu dengan ragu-ragu dengan wajah yang semakin memerah.
"Kenapa wajahmu memerah apa kamu sakit" tanya Claudi dengan wajah serius dan dengan tiba-tiba Claudi menyentui kening Nisa mencoba mengecek suhu tubuh Nisa.
Apa yang dilakukan oleh Claudi membuat Nisa menjadi gelagapan dan membuat wajahnya semakin memerah.
"A..aku baik-baik saja" ujar Nisa sambil menghindar tatapan mata Claudi yang serius itu.
"Hn. Benarkah tapi wajahmu"
__ADS_1
"Sudak kukatakan aku baik-baik saja. Sebaiknya kita sajikan makananya kentangnya sudah enak juga rasanya" kata Nisa mengalikan.
"Hn. Baiklah"
"Aku akan ambil piringnya dulu" Nisa segera mengambil piring di rak yang berada tak jauh dari tempatnya dia membawa dua buah piring masing-masing untuk dirinya dan Claudi.
"Ini untukmu kamu juga harus belajar menyajikan makanan yang kamu buat sendiri" Membagi piringnya pada Claudi.
Claudi mengangguk dan menerimanya dengan senang hati dan mulai mengikuti setiap step apapun yang dilakukan Nisa.
"Pertama ambil dagingnya lalu kentang tumbuknya dan dilanjut dengan sayuranya.... jangan lupa sausnya kita siramkan pada daging stiknya juga... jadi deh"
"Akhirnya selesai juga" ujar Claudi lega.
"Sekarang bagaimana menurutmu soal memasak?"
"Sangat melelahkan tapi juga menyenangkan aku merasakan pengalaman baru saat memasak bersama denganmu... meski sangat melelahkan dan rumit juga butuh waktu yang lama saat prosesnya tapi ini sangan menyenangkan" ujar Claudi dengan diakhiri senyum menawannya yang begitu memikat.
Deg
Deg
'Astaga ada apa dengan jantungku kenapa berdetak begitu cepat hanya dengan mendengarkan perkataanya dan senyumanya itu' batin Nisa gelagapan sampai dia harus mengelus dadanya perlahan.
"Begitukah syukurlah kalau kamu menikmatinya juga.... ayo kita coba makan apa yang kita buat hari ini... ayo bawa ke meja makan"
"Ya"
Merekapun membawa masakan yang baru saja matang itu ke meja makan untuk dinikmati bersama.
Nisa dan Claudi mengambil tempat duduk yang saling berhadapan satu sama lain dan mulai memakan makanan yang berada di hadapan mereka masing-masing.
"Bagaimana?" Tanya Nisa lagi untuk memastikan rasanya pas jika dimakan bersama-sama semua.
"Enak" tanggap Claudi jujur.
"Rasanya menjadi satu terasa saling melengkapi" tambah Claudi lagi.
"Begitu syukurlah kalau kamu suka"
"Hn. Sepertinya aku gak salah memilih guru memasak kamu sangat pandai memasak" ujar Claudi lagi.
"Eh...guru!? Kamu jangan berlebihan aku hanya mengajarimu masak sesuatu yang kubisa mana bisa kamu memanggilku guru" ujar Nisa merasa malu dengan pujian yang dilontarkan oleh Claudi.
"Kenapa tidak kamu pintar memasak dan rasanya juga sangat enak kamu juga orang yag mengajariku"
"Claudi jika kamu memanggilku yang amatiran ini guru bisa-bisa juruh masak yang profesional bisa marah nanti hi...hi..hi.." tanggap Nisa diakhiri tawa kecil merasa geli.
"Teserah mereka toh bagiku kamu yang terbaik" kekeh Cloudi tak mau menarik perkataannya.
"Claudi sudahlah makan saja makananmu" ujar Nisa benar-benar malu dengan apa yang dikatakan Claudi.
"Besok kamu harus datang lagi.... kamu gak akan datang hanya hari ini sajakan?"
"Baiklah aku akan selalu datang mengajarimu sampai kamu bisa setidaknya memasak beberapa menu simpel"
"Benarkah baguslah kalau begitu" ujar Claudi senang setelahnya mereka berbicang-bincang hingga makanan mereka habis.
Setelah habis mereka memutuskan untuk membersikan semuanya juga bersama karna Claudi katanya juga mau belajar membersikan peralatan makan dan memasak juga.
Karna gak mungkin bukan jika dia bisa memasak nantinya tapi gak bisa menbersikan alat dan peralatan masaknnya sediri setelah digunakan itulah alasanya dan karna alasanya masuk akal Nisapun menerimanya dan mengajari Claudi hingga akhir.
Tbc
__ADS_1