
"Jadi maksudmu Nisa adalah keturunan Gillian Brave yang dalam perjanjian?" Ujar Garry menyimpulkan setelah mendengarkan cerita Haiden.
"Tak ada kesimpulan lain selain hal itu melihat bahkan Nona Nisa mampu mengandung anak dari Master juga menembus penghalang yang dipasang oleh Master"
"Ap.. apa kamu bilang barusan? Nisa adikku saat ini hamil anak dia?"
"Ya"
"DASAR BRANGSEK BAJIGAN JADI KAU YANG MELAKUKAN ITU PADA ADIKKU BERANINYA KAU KUBUNUH KAU VAMPIRE SIALAN" triak Kent siap menyerbu Claudius yang sedang duduk tenang.
Grep
"Kent tenanglah jangan membuat kekacauan" Garry menahan tubuh Kent agar tak menerjang Claudius.
"Apa karna itu Nisa berada di sini?" Tanya Gerry setelah menenangkan Kent pria itu juga terlihat kesal saat ini.
"Ya, Master dan Nona Nisa sudah menikah sebenarnya tapi pernikahan itu dilakukan dalam bentuk pernikahan Vampire"
"Pernikahan Vampire!"
"Lagi pula jika melihat keadaannya kali ini kalian tak akan bisa memungkiri biar bagaimanapun Nona Nisa memang di takdirkan untuk berada di samping Master kalian mengertikan setelah mendengar ceritaku sebelumnya.
"Aku tak mau mengerti dan aku tak perduli dengan perjanjian konyol yang bahkan tak perna kuketahuin Nisa adalah adikku satu-satunya aku tak akan mau dan relah menyerakannya pada makluk seperti kalian apalagi Bosmu itu" geram Kent masih tak terima.
"Jika kau tak terima lalu kau bisa apa dengan bayi yang ada di kandunganya saat ini biar bagaimanapun bayi itu juga anak Master" Balas Haiden.
"Nisa adalah milikku bayi yang ada dalam kandunganya juga milikku kalian boleh melihat dan menuinya sekarang tapi tak akan kubiarkan jika kalian berbuat sesuatu yang aneh-aneh pada Nisa" ujar Claudius yang sejak tadi hanya diam perkataannya terdengar renda dan dalam penuh dengan acaman meski dikatakan dengan nada tenang.
"Ck, kaupikir kau bisa melakukan hal seenaknya seperti keinginanmu.... dimana adikku berada sekarang?" Kent segera meninggal ruangan itu dengan perasaan kesel.
"Ikuti dia" perinta Haiden pada salah satu pelayan.
"Baik tuan"
"Ada satu hal lagi yang harus kau tahu Mr, Garry sebaiknya keberadaan Nona Nisa jangan perna kau biarkan diketahui pihak Hunter kau pasti tahu kan maksudku jika Nona nisa yang mengandung bayi Master apa yang akan mereka lakukan jika tahu akan hal itu"
"....."
"Jika keberadaan Nona Nisa dan bayinya sampai diketahui pihak Hunter Maupun Bangsawan mungkin akan sangat berbahaya bagi mereka kau mengertikan Mr, Gerry"
__ADS_1
Memang keadaan Nisa tak boleh sampai ketahuan pihak Hunter maupun Senate atau Vampire lain karna mereka pasti akan merasa terancam jika mengetahui hal itu dan mungkin jika sangan ekstrim mereka bisa saja akan menyakiti Nisa.
Disisi lain tepat didepan kamar Nisa Kent bersama seorang perlayan yang diperintakan Haiden sebelumnya.
"Disini kamar Nona Nisa" ujar Sang pelayan memberi tahu.
Tanpa banyak bicara lagi Kent segera mengetuk pintu itu tiga kali.
Tok. Tok. Tok.
"Siapa? Masuk saja tak dikunci" ujar suara dari dalam kamar.
Mendengar Hal itu Kent segera masuk seperti yang dikatakan pemilik kamar pintu kamar tak dikunci.
"Nisa" panggil Kent setelah memasuki kamar Nisa disana dia melihat Nisa yang sedang duduk nyaman disebuah sofa dengan buku ditanganya yang dia pinjam dari perpustakaan milik Haiden.
"Kak Kent" Nisa segera berdiri untuk menghampiri sang kakak.
"Apa urusan kakak sudah selesai"
"Ya kurang lebih"
Nisa membawa sang kakak untuk duduk di sofa yang sebelumnya dia duduki.
"Dia masih ada diruang tamu"
"Oh"
"Nisa!"
"Ya"
"Sebenarnya bagaimana kau bisa sampai disini? Dirumah ini?"
"Oh.. itu" Nisa menudukan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang sedih jika mengingat kejadian dirinya di usir oleh ayahnya sendiri.
"......"
"Sebenarnya setelah keluar dari rumah aku tinggal didesa pinggiran disana aku bekerja di sebuah resto kecil lalu suatu hati Dokter Haiden tiba-tiba datang dang mengatakan kalau dia sudah lama mencariku...
__ADS_1
Dia memintaku untuk ikut bersamanya menemui tuanya yaitu Claudi setelah itu karna Dokter Haiden adalah Doktet di rumah sakit kota dia memintaku untuk memeriksa kesehatanku aku setuju karna memang keadaanku saat itu juga kurang baik...
Tapi karna Dokter yang mau membantuku dan merawatku aku menjadi lebih baik seiring berjalanya waktu hingga keadaanku yang terlihat saat ini....
Aku benar-benar bersyukur karna bisa dengan baik mempertahankan bayiku atas bantuan Dokter Haiden dan Claudi selama ini.... lalu seiring berjalanya waktu aku juga mengetahui jika ayah dari bayi ini adalah Claudi karna itu mereka memintaku tinggal disini....
Oh.. ya...Claudi juga sudah melamarku dia melamarku sejak hari pertama menginjakan kakiku dirumah ini tapi aku belum menjawab lamaranya itu karna saat itu aku berfikir jika dia sedikit aneh dengan tiba-tiba melamarku saat baru pertama ketemu....
Tapi kini aku sudah mendapatkan jawabanya" Nisa mengangkat wajahnya memandang sang Kakak dengan wajah bahagianya.
"....."
"Kurasa aku akan menerimah lamaran Claudi karna sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya dia selalu begitu baik padaku selalu berada disisiku selalu perhatian padaku" Ujar Nisa dengan Wajah Mengembangnya.
"Apa kamu serius dengan ucapamu itu dia adalah pria brengsek yang sudah melakukan semua ini padamu hingga kau di usir dari rumah"
"Ya aku serius aku tidak pena menyesali apapun yang terjadi di hidupku karna menurutku aku sama sekali tak melakukan hal yang salah, soal kejadian yang membuatku jadi begini juga aku sama sekali tak mengingat kejadian itu..... tapi Claudi masih mau mencariku, mencari kami dan mau menerimaku dan calon bayiku itu sudah membuatku percaya jika Claudi adalah pria terbaik yang bisa kumilik saat ini"
Mendengar apa yang dikatakan adiknya Kent tak bisa menghilangkan rasa kecewanya dia hanya bisa menunduk dengan telapak tangannya yang menutupi sebagian dari wajahnya.
"Tapi apa kau tahu siapa dia yang sebenarnya?" Tanya Kent masih dalam keadaan yang sama.
"Hm.. aku memang baru mengenalnya tapi aku yakin dengan hatiku aku percaya pada Claudi siapun dirinya"
"Kapan kau akan berencana menjawab lamaranmnya itu?"
"Entahlah mungkin secepatnya Kak Kent ini mungkin bagi Kakak adalah keputusan yang sangat mendadak yang kubuat tapi percayalah padaku dan restuilah hubunganku dengan Claudi aku mohon"
Kent memandang adiknya sesaat dan segera memeluk wanita Hamil itu dengan lenganya yang kekar.
Greb
"Dasar Bodoh kau adalah satu-satunya adikku, saudaraku melihatmu hidup bahagia adalah keinginan terbesar dalam hidupku jika kau sudah memutuskannya aku akan selalu berada disisimu dan mendungmu sampai kapanpun....
Meskipun aku tak terlalu meyukai pria itu tapi kamu menyukainya bahkan mencintainya aku tak akan bisa melakukan apapun jika sudah seperti itu apapun pilihanmu aku akan menerimanya dan mendoakanmu agar selalu bahagia dengan pilihanmu itu aku akan merestui hubungan kalian seperti yang kamu inginkan" ujar Kent panjang lebar dengan masih memeluk Nisa.
"Kak Kent terimasih... terimakasih banyak kakak memang Kakak terbaik bagitu" Nisa sangat lega dan bahagia dengan apa yang dikatakan Kent yang kini sudah merestuinya untuk bersama Claudius.
"Ya. kau tak perlu berterimakasih karna apa yang kulakukan itu semua karna aku adalah kakakmu jadi itu adalah hal biasa"
__ADS_1
Tbc