
Nisa bersama Ryuu sedang berjalan-jalan di taman kota dekat rumah mereka menikmati suasana komplek.
"Nisa! Nisakan?" Seorang pemuda seumuran dengan Nisa yang menyapa.
"Hm.. Ancel!" Nisa terkejut karna pemuda yang menyapanya adalah orang yang sudah lama dikenalnya.
"Kemana saja kamu selama ini? Aku mencarimu kemana-mana? Ah... bayi itu..." tanya Ancel beruntun dan terakhir Ancel terlihat terkejut dengan bayi yang berada di gendongan Nisa.
"Oh... ini Ryuu anakku" jawan Nisa memperkenalkan bayinya.
Ancel sudah mendendengar semua gosip itu dari teman-teman sekelasnya dulu dia tak ingin mempercayai akan berita itu karna itu dia dulu perna mencari Nisa untuk menanyakan semua berita yang beredar, tapi sayang saat dia mencari Nisa justru yang dia dapat Nisa sudah pergi dari rumahnya dan menghilang tak ada yang tahu keberadaan Nisa sejak itu.
Ancel mencoba untuk mencari Nisa beberapa waktu tapi karna tak membuahkan hasil apapun akhirnya dia menyerah tapi kini dia menemukan kembali gadis yang sudah lama dia cari tapi gadis itu bukan lagi seoramg gadis melainkan kini sudah menjadi seorang wanita ibu dari seorang bayi laki-laki yang begitu imut dan tampan.
"Jadi semua berita itu benar?" Gumam Ancel merasa kecewa.
"Berita? Ah.... maksudmu berita kehamilanku dulu ya?" Ujar Nisa tepat sasaran.
Ancel hanya bisa mengalikan pandanganya tak enak hati saat mendengar perkataan Nisa yang tepat sasaran.
"Berita itu memang benar aku keluar dari Universitas juga karna hal itu kamu tidak merasa tak enak hati begitu"
"Jadi begitu lalu selama ini kamu ada dimana?"
"Selama ini aku tinggal dengan Kak Kent dan pamanku yang merupakan adik dari ibuku"
"Kamu tinggal bersama Kak Kent?"
"Ya"
"Lalu bagaimana denga pria yang menjadi ayah dari bayimu ini? Apa pria itu tak mencarimu selama ini?" Tanya Ancel kesal pada pria yang sudah menghamili wanita yang sudah lama menjadi teman baiknya itu tapi juga penasaran.
Nisa mengelengkan kepalanya tanda tak ada seorang priapun yang mencari keberadaannya.
"Kejadian itu terjadi hanyalah sebagai hubungan satu malam saja mana mungkin ada yang mencari kami.... mungkin pria itu hingga saat ini tak menyadari atau sudah lupa apa yang terjadi saat itu lanyaknya seperti diriku. jika saja Ryuu tak ada mungki aku juga tak akan perna tahu kejadian itu karna hingga kini akupun tak bisa menngingat kejadian itu.... lagi pula semua baik-baik saja meski dikehidupan kami tak ada kehadiran dari pria itu" jawan Nisa panjang lebar dengan diakhiri menguatkan dirinya sendiri meski di dadanya begitu terasa menyakitkan dan menyesakan tak tahu kenapa dan Nisa hanya bisa menujukan senyum masam diwajah cantiknya.
"Itu artinya hingga saat ini kamu masih sendiri" guman Ancel pelan tapi masih bisa terdengar dengan jelas oleh Nisa.
"Eh......"
"Ha... ha... jadi namanya Ryuu dia anak yang tampan hmm.... dia juga memiliki bolah mata yang unik"
__ADS_1
"Ah... Ryuu memilik mata Heterochromia sejak lahir"
"Oh .... jadi memang sejak lahir ya sangat unik"
'Yang satu turunah dari mata Nisa dan yang satunya mungkin dari pria itu' lanjut Ancel dalam hati.
"Oh... ya sedang apa kamu ada di daerah ini Ancel?"
"Aku pinda kedaerah ini beberapa minggu yang lalu"
"Hmm.."
"Sepertinya kita akan sering bertemu kamu juga tinggal di daerah sinikah?"
"Ya begitulah"
"Sudah sore aku harus pulang" kata Nisa lagi melihat langit yang mulai berwarna jingga.
"Aku akan mengantarmu" tawar Ancel.
"Eh.... tak usah tak apa-apa rumah kami ada di dekat sini kok aku tak mau merepotkanmu Ancel"
"Tak apa aku juga mau mengenal daerah sekitar sini juga jadi kalau mengantarmukan sekalian aku berkeliling untuk melihat daerah sekitar sini.... lagian kamu adalah temanku aku sama sekali tak meresa direpotkan hanya karna mengatarmu pulang"
"Mobilku ada di sana" Ancel menggiring Nisa kearah mobilnya berada dan setelahnya mereka segera memasuki mobil itu melajuh untuk pergi kerumah Nisa.
Tak butuh waktu lama dengan arahan dari Nisa mereka akhirnya sudah sampai dirumah Nisa karna memang jarak dari taman kota kerumah Nisa tak begitu jauh.
Nisa segera turun dari mobil Ancel begitupun juga dengan Ancel.
"Jadi disini rumahmu?" Tanya Ancel memperhatikan rumah sederhana berlantai dua di hadapannya itu.
"Iya. kamu mau mampir sebentar?" Tawar Nisa.
"Tidak, aku harus pulang mungkin lain kali saja" kata Ancel menolak dengan halus karna memang dia harus pulang.
"Ya, baiklah sampai jumpa lagi san terimakasih juga sudah mengantar kami" ujsr Nisa dengan tulus.
"Tak masalah, sampai jumpa" Ancel segera kembali memasuki mobilnya dan pergi dari rumah Nisa.
"Baiklah sekarang kita masuk karna Ryuu harus mandi sekarang" ujar Nisa pada anaknnya setelah kepergian Ancel sambil berjalan memasuki rumahnya.
__ADS_1
Rumah terasa sepi Kent dan Gerry tak ada dirumah karna pekerjaan mereka pekerjaan yang harus selalu siap siaga kapanpun, itulah yang harus mereka lakukan karna mereka adalah seorang Hunter.
Meski sampai saat ini Nisa juga belum tahu apapun soal pekerjaan mereka yang Nisa tahu mereka bekerja sebagai pihak keamana itu saja mungkin seperti Polisi atau sejenisnya itulah yang selama ini dipikirkan Nisa soal pekerjaan Kakak dan Pamannya itu.
Karna mereka akan selalu pergi jika mendapatkan panggilan bakhan jika mereka mengatakan libur sekakipun jika ada panggilan dadakan pasti mereka akan langsung pergi.
Meski hal itu akan membuat Kakaknya Kent mengerutu kesal saat mendapatkanya.
"Ryuu tunggu disini Mama akan siapkan peralatan mandi Ryuu dulu ya... anak Mama yang paling tampan ucuh... ucuh..." goda Nisa pada Putranya setelah medudukan Ryuu dibox bayinya.
Tak lupa Nisa juga memberikan mainan juga menyalakan mainan yang tergatung di aras Box agar membuat Ryuu senang dan tenang saat dirinya menyiapkan semua keperluan mandi Ryuu.
Ryuu terlihat senang bayi itu tersenyum kecil sambil memainkan mainan yang diberikan Mamanya pada dirinya.
Nisa yang melihat bayinya yang sedang sibuk bermain dengan mainan yang diberikannya segera berajak meninggakkan Ryuu untuk mempersiapkan semua keperluan mandinya.
Sebelum benar-benar pergi Nisa melihat kearah gundukan bulu berwarna Hitam yang berada tak jauh dari box bayi Ryuu.
"Reven tolong kamu jaga Ryuu sebentar ya aku akan pergi menyiapkan keperluan Ryuu" ujar Nisa pada gundukan bulu itu.
Bergerak
Gundukan bulu itu bergerak setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Nisa menujukan wujut aslinya yang merupakan seekor srigala besar berbuluh Hitam dengan mata berwarna merah darah yang terlihat garang.
Reven itulah nama srigala itu seperti mengerti akan perkataan Nisa dengan patuh Reven berdiri dari tempatnya berjalan lebih dekat ke box bayi Ryuu dan dengan sigap duduk disana untuk menjaga Ryuu.
"Anak pintar" puji Nisa sambil mengelus kepala Reven lembut dan setelahnya Nisapun pergi meninggalkan Ryuu yang ada di boxnya dengan penjagaan dari Reven srigala besar yang sudah menjadi peliharaannya sejak adanya Ryuu di hidupnya.
Tak berapa lama Nisa kembali semua sudah selesai dari bak mandi yang sudah terisi air hangat hingga peralatan mandi juga pakaian yang bersi sudah tersedia.
"Waktunya mandi" Nisa segera mengendong kembali Ryuu dan membawanya kekamar mandi untuk dimandikan.
Dengan telaten ibu muda itu memandikan anak semata wayangnya step by step dari mulai melepas semua pakaian, menyabuni, membersikan semua bagian sabun dari tubuh putranya dengan air hangat hingga memakaikanya pakaian bersi kembali, memberinya minyak wangi agar lebih harum lagi tubuh sang anak saat dicium.
Nisa melakukannya begitu baik tak ada kesusahan yang berarti untuknya saat merawat anaknya meski dia masihlah sangat muda.
Selesai semua kini Ryuu tampak lebih fres setelah mandi mengeluarkan harum yang begitu wangi dari tubuhnya.
Nisa membawa Ryuu keruang keluarga untuk bersantai sebentar sambil menimang agar Ryuu tidur karma biasanya Ryuu akan tertidur jika selesai mandi.
Dan juga terlihat di sampingnya Reven selalu dengan setia menemani di ruangan itu.
__ADS_1
"Sepertinya paman dan Kakek gak akan pulang sore hari ini Ryuu kita akan berdua lagi sepertinya"ย ujar Nisa melihat kearah jendelah yang menyajikan pemandangan taman di samping rumah.
Tbc