
"Kenapa kamu menemuinku hari ini"
"Ini soal Master dan Nona Nisa apa kamu tahu apa yang terjadi? Apa Nona Nisa mengatakan sesuatu pada kalian atau mungki dirimu?"
"Sayang sekali dia sama sekali tak mengatakan apapun padaku maupun pada Kent"
"Begituah!"
"Sepertinya memang kalian harus membiarkan Nisa sendirian untuk saat ini aku tidak tahu apa yang terjadi..... jika waktunya untuk memberitahu pasti Nisa akan memberi tahu semuanya pada kalian juga nanti.... jadi biarkan saja untuk saat ini dan kami akan mengawasinya kalian jangan khawatir "
"Baiklah kami percaya padamu"
Hari berlalu seperti yang dibicaraka Garry dan Haiden mereka membiarkan Nisa untuk tinggal bersama Garry dan Kent membiarkan wanita itu untuk menenangkan dirinya pada keluarganya.
Tapi meski begitu pihak Claudi tetap selalu mengawasi Nisa dari kejahuan bukanya mereka tak percaya dengan pengawasan keluarga Nisa sediri yaitu Garry san Kent mereka sunggu percaya hanya saja akan membuat mereka lebih tenang jika mereka juga ikut menjaga dan mengawasi Nisa secara langsung apalagi Claudi yang selalu khawatir dengan keadaan Nisa.
Tapi hingga hari ini pengawasan mereka berjalan dengan sangat baik tidak ada sesuatu yang membahayakan atau sesuatu yang aneh yang menimpah Nisa mereka bisa bernafas lega saat megetahui hal itu.
Tapi saat mereka menganggap semua baik-baik saja dan sedikit melongarkan pengawasa mereka hal itu membuat mereka tak menyadari jika ada kelompok lain yang juga sedang mencari kesempatan untuk melonggarnya kewaspadaan mereka dan saat hal itu terjadi kesempatan itupun mereka dapatkan dan kejadian hari itupun terjadi......
Kent dan Garry terlihat berlari tergesa-gesa di lorong rumah Sakit menujuh kamar oprasi berada.
Saat mereka sampai mereka melihat Claudi yang terlihat kacau di sampingnya teman-temanya berkeliling dengan setia.
"Apa yang terjadi....APA YANG SEBENARNYA TERJADI" ujar Kent frustasi hingga berteriak melepaskan semua perasaan yang sejak tadi dipendamnya.
Kent terlihat sangat kacau tak kalah kacaunya seperti Claudi karna itu begitu dia sampai entah bagaiman emosinya sampai membunca hingga membuatnya berteriak histeris menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya.
"Kent tenanglah" ujar Gerry menenangkan apa lagi saat ini mereka sedang berada dirumah sakit.
__ADS_1
Kent tak menanggapi apa yang dikatakan pamannya pria tampan bersurai silver itu terlihat begitu menyesal dengan apa yang terjadi pada adiknya saat ini Kent sangat merasa bersalah.
"Andai..... andai...
Andai aku tak membiarkanya pergi sendirian hari ini pasti semua ini tak akan terjadi pada Nisa... kenapa... kenapa aku bodoh sekali hingga berbuat kesalahan yang seperti ini" rancau Kent begitu merasa bersalah.
"Ini bukan salahmu aku tahu kamu pasti sangan menyesal dengan apa yang terjadi pada Nisa tapi kita tak tahu jika hal ini akan terjadi jangan menyalakan dirimu sendiri tenangkan dirimu Kent" Gerry masih berusaha untuk menenangkan Kent.
Disisi lain Claudi yang terlihat tak kalah kacaunya dengan Kent hanya menatap kosong pasangan paman dan ponakan yang sedang berada dihadapannya itu.
Pikirannya kosong tak bisa memikirkan apapun lagi kecuali kejadian dimana dirinya menemukan Nisa sudah dalam keadaan sekarat dengan tubuh penuh darah.
Flasback on
Claudi sedang berada dikantornya mengerjakan beberapa dokumen yang memang harus dia kerjakan.
Drettt dretttt drettt
Nomer yang berada diponselnya juga tak banyak hanya nomer milik Haiden dan yang lainnya tapi dia tak memiliki nomer ponsel Nisa karna Wanita itu sampai hari dia pergi dari rumah Haiden masih belum sempat membeli ponsel baru karna itu dia tak bisa menghubungi Nisa sejak Nisa pinda tempat tinggal.
Nisa sendiri sepertinya juga tak terlalu memikirkan soal ponsel baru karna itu dia tak perna kepikiran untuk membeli ponsel.
Claudi melihat layar lebar itu terdapat pemberitahuan pesan dari nomer yang tak dikenalnya.
Claudi mengeser layar taskrin di ponseknya untuk membuka pesan itu dan segera membaca pesannya.
("Jika kau tak bisa melepaskan wanita itu bagaimana jika aku saja yang membantumu melapaslan wanita Human ini dari hidupmu untuk selamanya") isi pesan itu dan terdapat juga foto Nisa yang tertidur di sebuah sofa.
Tanpa pikir panjang lagi Claudi langsung pergi dari kantornya dalam sekejap seperti hembusan angin.
__ADS_1
Claudi tahu siapa yang membuat masalah seperti ini untuknya dia sudah bisa menebaknya siapa lagi kalau bukan Yunifer.
Claudi melacak keberadaan Yunifer dengan kemampuan yang dimilikinya memang tak muda jika disuruh menemukan keberadaan seorang pureblood dalam waktu singkat tapi bukan Claudi namanya jika tak bisa melakukan hal itu.
Dan benar saja dalam waktu Singkat Claudi sudah menemukan keberadaan Yunifer dan disinilah dia berada saat ini disebuah kamar hotel.
Claudi siap untuk mengahabisi wanita itu jika sampai terjadi apapun pada wanitanya itulah tekatnya saat memasuki kamar Hotel itu.
Tapi saat dia benar-benar sudah memasuki kamar itu bukan Yunifer yang dibuat terkejut akan keberadaanya melainkan dirinya yang dibuat terkejut dengan keadaan Nisa yang terlihat sekarat tergeletak di tengah ruangan yang penuh dengan darah.
"Nisa....." panggil Claudi sambil berlari menghampiri tubuh tak berdaya milik kekasihnya itu.
"Aku sudah membantumu bagaimana apa kau senang dengan bantuanku itu" ujat Yunifer dibalik bayang hitam yang berada diruangan itu terlihat menyerigai kejam kearah Claudi dengan sudut mulut yang msih terdapat sisa dari darah Nisa yang tertempel di sana karna wanita itu sempat meminum sedikit dari darah Nisa sebelumnya.
"Master...." panggilan dari para pengikut Claudi yang baru sampai mereka merasakan jika Claudi sedang bergerak karna itu mereka segera mengejar dan mengikuti sang master biar bagaimanapun Claudi itu seperti ratu lebah bagi pengikutnya yang akan selalu tahu dan bisa di ketahui kemanapun Claudi pergi jika Claudi memperbolehkannya.
"Ha... ha... ha.... sampai jumpa lagi aku yakin tak lama lagi kau pasti akan mecariku ha... ha..ha...."ย kata Yunifer sambil tertawa puas dan setelah itu wanita itu menghilang begitu para Pengikut Claudi akan menyerangnya.
Claudi tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Yunifer baginya yang terpenting saat ini adalah keadaan kekasihnya urusan dengan Yunifer akan diurusnya nanti setelah kekasihnya selamat itu yang terpenting baginya saat ini.
"Kita harus membawanya kerumah Sakit Master disana Nona Nisa bisa di tangani lebih baik karna keadaannya saat ini benar-benar sangat buruk" ujar Haiden setelah memeriksa dan memberikan pertolongan pertama yang bisa dia lakukan saat ini.
Dan tak butuh waktu lama Claudi yang mengendong Nisa dalam sekejap mata menghilang dan sampailah dirinya dirumah sakit dimaba Haiden bekerja tentu keberadaan Claudi juga masih di ikuti oleh yang lainnya termasuk Haiden.
Bahkan setelah sampai Haiden langsung mengambil alih untuk merawat Nisa membawa wanita hamil itu keruang operasi setelah meminta para stafnya menyiapkan ruang operasi secepatnya.
Flesback off
Dan begitulah kejadian yang terjadi hingga mereka semua kini dengan perasaan kacau bercampur khawatir dengan sabar menunggu apa yang terjadi pada Nisa di depan ruang operasi.
__ADS_1
Clek
Tbc