
Rumah sakit
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Claudi dan Kent bersamaan pada Haiden yang baru keluar dari UGD.
Disana bukan hanya Claudi dan Haiden saja yang terlihat ada juga Kent, Gerry, dan juga keempat pengukut Claudi yang setia.
"Tidak apa Master Nona Nisa baik-baik saja dia pingsan mungkin karna syok dengan apa yang dilihatnya..... Nona Nisa akan segera sadar Jadi jangan Khawatir" jelas Haiden pada semuanya terutama pada Claudi yang sebenarnya setelah memeriksa keadaan Nisa.
Setelah mendengar penjelasan dari Haiden Kent terlihat lega dan kini dirinya terduduk tak bisa lagi menahan kakinya yang terasa lemas dia sangat khawatir akan keadaan adiknya dia juga merasa bersalah karna dirinyalah sekarang adiknya ada di rumah sakit seperti ini.
"Ini semua karna salahku" sesal Kent.
Flasback on
Dia tersadar saat melihat mata Nisa yang berada di hadapannya sedang memohon agar tak melakukan sesuatu tapi dia tak tahu apa itu.
Ketika kesadarannya berangsur pulih dia bisa merasakan ada dua pureblood yang bersama mereka dan salah satu diantara mereka ia todong dengan pistol miliknya dan dia mengenali pureblood itu yang adalah calon suami adiknya.
Dan tepat di depanya Nisa sang adik mencoba menghentikanya untuk menembak sang Pureblood Claudi itulah saat kesadarannya pulih sepenuhnya meski ia tak mengetahui apa yang terjadi saat ini dia yakin saat ini mereka dalam bahaya dan orang yang membahayakan mereka bukanlah Claudi melainkan pureblood wanita yang tepat berada di belakangnya saat ini dia tak tahu siapa wanita itu tapi dengan cepat dirinya menarik tanganya dari gegaman Nisa yang mencoba menghentikanya menebak.
Setelah terlepas dari tangan sang adik segera saja dia tembakan peluru panas itu pada sang pureblood tapi kini berbedah sasaran karna Kent mengarakannya pada Yunifer sang pureblood wanita.
Peluru itu meluncur mengenai tepat di bagian pundak Yunifer tetasan darah mulai mengalir dari pundak wanita itu meski tak fatal tapi itu adalah senjata anti Vampire yang dipakai untuk membunuh para Vampire setidaknya akan memberikan luka pada vampire sekalipun vampire itu adalah seorang pureblood meski luka itu tak mengenai organ fatal.
Nisa terjatuh karna tarikan tangan Kent juga terkejut akan tempakannyang di lesakan oleh Kent untung saja Claudi dengan sigap menangkap tubuhnya.
"Oh... tak kusangka kamu bisa melepaskan kendaliku" ujar Yunifer.
"Diam kau pureblood sialan" geram Kent karna merasa sudah dimanfaatkan
"Jadi benar wanita itu yang membuatmu menolak tawaranku untuk kembali padaku Claudius Ruhtven The Night.....
Ha... ha... ha.... kamu lebih memilih bersama seorang wanita manusia dari pada denganku dan yang lebih mengejutkan kau memilih wanita itu yang berasal dari keturun para Hunter dari sekian banyak wanita yang kau pilih.....
Sepertinya kau sudah tak waras setelah kau bangun dari tidur panjangmu bagaimana bisa kamu menjalin hunbungan dengan manusia rendahan itu yang ternyata keturunan Hunter yang sudah memerangi kaum kita sediri selama ini apalagi wanita itu sedang mengandung saat ini"
"Memang kenapa? dia adalah wanita pilihanku kamu tak berhak mengomentari pilihanku" balas Claudi dingin.
"Apa katamu tak berhak? Aku adalah pemimpin Senate dan semua Vampire harus patuh padaku termasuk dirimu....
Bruk
__ADS_1
Nisa yang sedari tadi terlihat Syok kini akhirnya tak sadarkan diri didalam pelukan Claudi.
"Nisa" panggil Claudi dan Kent bersamaam saat melihat Nisa yang jatuh pingsan.
"Oh sepertinya kalian benar-benar menghargai wanita itu" Yunifer berkata dengan nada meremekan.
"Bukan urusanmu"
"Kita harus bawah Nisa kerumah sakit secepatnya" panik Kent melihat keadaan adiknya.
Seperti yang di katakan Kent Claudi segera mengendong Nisa bridal styal dan membawanya keluar dari kamar Hotel itu.
"Claudius apa bayi yang dikandung wanita itu adalah bayimu?" Pertanyaan terakhir dari Yunifer tak di tangapi oleh Claudi maupun Kent karna keduanya segera meninggalkan wanita itu sendirian disana.
Flasbak off
"Maksudnya karna dia sebelumnya adalah tunanganku dan entah bagaimana dia menghianatiku dan pergi dengan wanita lain jadi aku tak bisa mengatajan jika kami ini teman bukan?"
"Tunangan? Kalian sebelumnya bertunangan?"
"Ya...
"Kamu sudah bangun" suara lembut dari arah sampingnya dia melihat ternyata itu adalah Claudi.
"Ya"
"Nisa kau sudah sadar syukurlah" itu Kent pria silver itu tampak sangat khawatir pada sang adik.
"Kak Kent"
"Iya ini kakak apa tak ada bagian yang sakit ditubuhmu? Ujar Kent masih dengan wajah Khawatirnya.
"Tenanglah Kent biarkan Dokter memeriksa keadaan Nisa terlebih dulu" ujar Garry menghentikan sikap keponakannya dan agar mereka membiarkan Haiden selaku dokter Nisa saat ini untuk menjalankan tugasnya.
Kent dan Claudi mendengarkan apa yang dikatakan Gerry memberi akses agar Haiden bisa memeriksa keadaan Nisa.
Nisa hanya diam saat pemeriksaan terjadi dan dia juga mulai sadar jika dirinya saat ini berada dirumah sakit dia tak ingat bagaimana dia bisa sampai dirumah sakit ini.
"Keadaannya stabil dan baik tidak perlu khawatir" jelas Haiden setelah menyelesaikan pemeriksaannya.
Terlihat Claudi, Kent dan Gerry menghapuskan nafas lega setelah mendengar penjelasan Haiden.
__ADS_1
"Kita biarkan Nisa untuk menginap disini hari ini untuk memulikan keadaannya dan sebaiknya kalian semua pulang pasti adakan sesuatu yang harus kalian kejakan biarkan Nona Nisa beristirahat" saran Haiden.
"Aku tak mau aku akan menjaga adikku" Kent tak mau menerima saran Haiden ia masih mencemaskan keadaan adiknya saat ini.
"Kent tenanglah Claudi dan Haiden akan menjaganya jadi jangan khawatir" Garry mencoba membujuk ponakannya itu karna dia merasa keberadaan mereka tak akan membatu keadaaan jika terus berada disana yang ada Nisa justru tak akan bisa berisirahat dengan baik.
"......." deatgreat mematikan Kent arahkan pada paman bodohnya itu tapi dia tak membanta apa yang dikatakan Gerry dia justru mengikuti apa yang dikatakan pamanya itu.
Garry, Kent beserta 4 pengikut Claudi kecuali Haiden akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit tentunya setelah berpamitan dengan Nisa maupun Claudi.
Kini tinggal Claudi dan Nisa karna Haiden harus kembali kekantornya untuk menyelesailan sesuatu katanya.
Sedangkan Nisa kembali tertidur setelah kepergian semua orang dan Claudi sendiri tetap setia menjaga disampingnya dengan sabar.
.
.
.
.
.
"Maksudnya karna dia sebelumnya adalah tunanganku dan entah bagaimana dia menghianatiku dan pergi dengan wanita lain jadi aku tak bisa mengatajan jika kami ini temen bukan?"
"Tunangan? Kalian sebelumnya bertunangan?"
"Ya...
Tapi di dalam tidurnya Nisa masih terus tergiang apa yang dikayakan oleh Yunifer membuatnya susah untuk kembali memejamkan matanya untuk tidur.
Dirinya tak mengerti dengan apa yang terjadi tapi setelah mendengar apa yang dikatakan Yunifer membuatnya memiliki perasaan bersalah karna dia berpikir jika dirinya bisa jadi adalah orang ketiga yang merusak hubungan Claudi dengan tunanganya.
'Apa yang harus kulakukan sekarang' pikir Nisa dengan Air mata yang tiba-tiba menetes dipipinya.
"Apa kamu bermimpi buruk? Sepertinya kejadian hari ini begitu buruk bagimu" ujar Claudi Khawati sambil mengusap air mata Nisa yang terjatuh dalam tidurnya.
"Aku ada disini tenanglah aku akan menjaga dan melindungimu" Claudi mengengam erat tangan Nisa dan membawanya kebibirnya untuk dikecup ringan tangan bekulit putih mulus itu.
Tbc
__ADS_1